alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kasus Perampokan Bank Yang Aneh
4.92 stars - based on 13 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c618cb1337f936ad84cc162/kasus-perampokan-bank-yang-aneh

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Pada tanggal 28 Agustus 2003, sebuah panggilan telepon terus menerus muncul selama jam makan siang disebuah gerai yang bernama Mama Mia's Pizza yang berada di 5451 Peach Street.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Tony Ditmo yang merupakan pemilik gerai, menjawab telepon tersebut dan menerima pesanan pizza. Tony sempat tidak mengerti dengan alamat yang diberikan oleh si penelepon. Oleh karena itu, Tony memberikan telepon tersebut pada karyawannya yang bernama Brian Wells. Brian kemudian mengantarkan pesanan pizza tersebut ke 8631 Peach Street.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Namun dua jam kemudian, Brian justru masuk berita ditv atas kasus perampokan bank. Dia diborgol dan dikelilingi oleh polisi di area parkir sebuah tempat yang bernama Eyeglass World. Pada leher Brian juga terdapat bom yang berdasarkan pengakuannya, bom tersebut diikatkan oleh beberapa orang yang menyuruhnya untuk merampok bank.

Tiga puluh menit kemudian Brian berkata,

Quote:


Sekitar jam 3.18 sore, bom tersebut mulai mengeluarkan bunyi "bip" yang sangat kencang secara berulang-ulang. Kemudian bom tersebut meledak dan Brian terlempar ke belakang, sekarat secara perlahan. Sementara para polisi dan tim medis bertiarap ditanah. Brian akhirnya tewas ditrotoar, dan dua menit kemudian tim penjinak bom tiba di tempat kejadian perkara.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Bom yang dipasangkan dileher Brian biasanya digunakan pada sebuah perang wilayah yang melibatkan para pengedar narkoba di Kolombia. Namun adalah hal yang sangat aneh jika jenis bom tersebut berada di Erie, Pennsylvania. Dan hal yang lebih aneh lagi, dalam penyelidikannya polisi menemukan sebuah hal yang membuktikan bahwa Brian memang sengaja dikirim oleh orang lain untuk melakukan perampokan dan nyawanya sendiri adalah taruhannya. Namun, ada kemungkinan juga bahwa Brian bukan sepenuhnya adalah korban.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Brian digambarkan sebagai seorang laki-laki yang berumur 46 tahun, dengan tinggi sekitar 160cm, dan kepala yang botak hanya dibagian tengahnya saja.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Brian menyewa sebuah kamar pada seorang wanita yang bernama Linda Payne. Menurut Linda yang sekaligus adalah tetangganya, Brian digambarkan sebagai seorang warga Erie, Pennsylvania yang biasa saja. Linda juga berkata,

Quote:


Dalam umurnya yang sudah 46 tahun, Brian hanya tinggal bersama ketiga kucingnya. Dia juga merupakan karyawan dengan dedikasi yang tinggi di Mama Mia's Pizzeria. Selama bekerja 10 tahun lamanya, Brian hanya telat masuk kerja satu kali. Itupun karena salah satu kucingnya mati. Dari hal-hal tersebut tidak ada satupun yang menandakan bahwa Brian adalah seorang perampok bank.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Pihak kepolisian kemudian melakukan investigasi dengan menyusun timeline kasus Brian tersebut.

Pada jam 1.47 siang, seseorang menelepon untuk memesan pizza. Brian setuju untuk mengantarkan pesanan tersebut walopun saat itu jam kerjanya sudah berakhir.

Pada jam 2 siang, Brian sampai di 8631 Peach Street. Ketika penyelidikan dilakukan barulah diketahui bahwa lokasi tersebut bukanlah sebuah rumah, melainkan lokasi menara pemancar stasiun tv yang penuh dengan pepohonan dan hanya bisa ditempuh melalui jalan berlumpur. Dilokasi tersebut juga ditemukan jejak kaki yang hanya merupakan milik Brian dan jejak ban mobil Geo Metro miliknya.

Polisi tidak menemukan satupun petunjuk bagaimana dia bisa sampai kesana atau apa yang terjadi setelah dia sampai disana. Namun yang pasti, saat itu Brian sudah mengenakan bom kalung dilehernya.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Pada jam 2.20 siang, Brian mengendarai mobilnya menuju bank PNC yang lokasinya sejauh 2 mil dari Peach Street, dengan bom kalung yang sudah terpasang. Brian juga memakai kaos dengan tulisan "guess" dibagian depan. Kaos tersebut bukanlah kaos yang dipakai sebelumnya. Bahkan menurut keluarganya Brian tidak pernah memiliki kaos tersebut.

Brian diinstruksikan untuk pergi ke bank secara diam-diam dan memasuki bank tersebut dengan senjata yang sudah diberikan. Dia juga diinstruksikan untuk tidak membuat panik para karyawan bank dan para tamu. Brian hanya diperbolehkan menggunakan senjata jika ada salah seorang yang tidak bisa diajak bekerjasama atau berusaha untuk melarikan diri.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Seorang saksi mata bernama Jon Sekel mengatakan bahwa Brian berjalan memasuki bank dengan senjata yang disamarkan seperti tongkat dan kotak bom yang tampak seperti kotak sepatu yang disembunyikan dibalik kaosnya. Brian kemudian memberikan sebuah amplop putih pada seorang teller dan berbicara pada teller tersebut dengan suara yang pelan. Amplop tersebut berisi sebuah catatan,

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Brian kemudian menarik kaosnya keatas dan menunjukkan pada teller tersebut bom yang sudah terpasang dilehernya. Namun teller tersebut justru meneriakkan kata, "Audrey", yang merupakan sebuah kode bahwa bank sedang dirampok.

Seorang karyawan bank lainnya berbisik pada salah seorang tamu dan menyuruhnya untuk pergi. Sejumlah orang juga mulai keluar meninggalkan bank. Teller yang berhadapan dengan Brian sempat mengatakan bahwa saat itu dia tidak bisa memasuki brankas dan hanya bisa memberikan uang sejumlah 8702 dolar saja.

Setelah keluar dari bank, Jon Sekel sempat mengatakan,

Quote:


Brian juga meninggalkan sebuah amplop tertutup yang ditujukan untuk polisi, bersama dengan SIM miliknya, sesuai dengan yang diperintahkan. Seorang wanita kemudian menghubungi 911 dan tiga menit kemudian Brian berjalan keluar dari bank tersebut.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan beberapa lembar kertas didalam mobil milik Brian, kertas-kertas tersebut berisi instruksi untuk memerintahkan Brian bagaimana caranya untuk merampok bank dan melepas bom yang terpasang dilehernya. Kertas-kertas tersebut ditulis dengan tangan serta diberi ilustrasi.

Pada kertas yang pertama terdapat instruksi,

Quote:


Di McDonalds, Brian menemukan dua lembar kertas yang menginstruksikan dirinya untuk pergi ke sebuah hutan yang jaraknya hanya beberapa mil dari Peach Street. Tidak lama, Brian dicegat oleh State Troopers dan diborgol sementara dia mengatakan tentang bom yang terpasang dilehernya. State Troopers tersebut membiarkannya duduk ditanah dan memanggil tim penjinak bom begitu mereka mengenali alat yang melingkar dileher Brian.

Pada kertas instruksi yang kedua dikatakan,

Quote:


Brian sempat diperingatkan bahwa dia diawasi oleh pengawal. Dikertas instruksi yang kedua juga dikatakan bahwa,

Quote:


Jika Brian melakukan seperti apa yang diinstruksikan, termasuk mengelilingi kota dengan mengendarai mobil untuk mengumpulkan kata sandi, petunjuk dan kunci yang pada akhirnya membentuk sebuah kombinasi dan bisa melumpuhkan bom yang terpasang dilehernya. Namun tampaknya berdasarkan instruksi yang didapat, sepertinya Brian tidak akan mendapatkan kesempatan sedikitpun.

Alur ceritanya berasumsi bahwa Brian akan merampok bank dan mendapatkan 250 ribu dolar dan berkendara dengan Geo Metro miliknya, dengan bom yang melingkar dileher tanpa campur tangan polisi.

Polisi kemudian mencoba untuk menyelesaikan perburuan tersebut sendiri beberapa jam setelah Brian tewas. Berpindah dari petunjuk yang satu menuju petunjuk yang lainnya hingga pada akhirnya pada salah satu lokasi petunjuk tidak ditemukan apa-apa.

Kasus Perampokan Bank Yang AnehKasus Perampokan Bank Yang Aneh


Tampaknya siapapun yang menjalankan rencana tersebut secara tiba-tiba mengakhirinya begitu polisi ikut campur. Satu hal yang pasti, instruksi-instruksi tersebut mengandung kata-kata "we" dan "us", yang menandakan bahwa dalam perampokan tersebut terdapat beberapa orang konspirator.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Dari penyelidikan yang dilakukan, pada akhirnya polisi menetapkan beberapa tersangka.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Tersangka pertama adalah William A. Rothstein yang merupakan seorang penimbun barang yang selalu memakai overall dengan saku dibagian dada yang diisi dengan buku catatan dan sebuah pulpen. William memiliki kemampuan untuk berbicara dalam beberapa bahasa asing, dia juga seorang mantan teknisi dan mantan guru mekanik.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kurang dari sebulan setelah peristiwa perampokan bank, William menghubungi polisi dan mengatakan pada operator bahwa,

Quote:


Alamat tersebut merupakan alamat rumah milik William sendiri dan dia mengaku bahwa dia menyimpan mayat tersebut sebagai bentuk bantuan kepada seorang teman. Teman yang dimaksud adalah seorang wanita yang bernama Marjorie Diehl-Armstrong, dan mayat yang disimpan didalam freezer adalah kekasihnya sendiri yang bernama James Roden, yang tewas ditembak oleh Marjorie. Dan penembakan tersebut terjadi pada tanggal 13 Agustus, enam minggu sebelum mayat James dilaporkan.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Sebagai informasi, William pernah dua kali bertunangan dengan Marjorie. Dan William setuju untuk membantu Marjorie menyingkirkan senjata yang dipakai untuk membunuh James dan menyimpan mayatnya. Namun kemudian William justru menghubungi pihak kepolisian ketika Marjorie meminta William untuk memasukkan mayat James ke mesin penggiling es.

William kemudian ditahan dan bersedia bersaksi melawan Marjorie untuk mendapatkan perlindungan hukum. William mengaku merasa sangat bersalah dan sempat berpikir untuk melakukan bunuh diri. Bahkan polisi sempat menemukan catatan bunuh diri dirumahnya. Dan satu hal yang menarik, catatan tersebut dimulai dengan tulisan,

Quote:


Kalimat tersebut cukup aneh untuk dikatakan, karena jika dilihat secara sekilas, William memang tidak ada hubungannya dengan kasus Brian Wells.

Satu-satunya garis penghubung antara William dengan kasus Brian Wells adalah rumah milik William adalah satu-satunya rumah yang berada disekitaran lokasi ketika Brian Wells mengantar pizza untuk yang terakhir kali. Rumah William tersebut hanya berjarak 5 menit dari menara pemancar stasiun tv. Selain itu, telepon yang dipakai untuk memesan pizza, berasal dari sebuah telepon umum yang terletak disebuah pom bensin yang jaraknya hanya setengah mil dari rumah William.

Lorraine Blodgett, yang merupakan pemilik toko dan pom bensin tersebut mengatakan bahwa William sering datang ke tokonya.

Quote:


Selain itu, William juga sering menggunakan telepon umum dipom bensin tersebut. Jika hal ini dihubungkan dengan kasus Brian Wells dan ditambah dengan William yang secara tiba-tiba menyebutkan tentang kasus tersebut, maka sudah sepantasnya William dicurigai.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Polisi kemudian menggeledah rumah William dan menemukan alat-alat listrik, alat las, dan tumpukan mesin-mesin tua. Sebuah artikel pernah menyebutkan bahwa William memiliki keahlian untuk membuat bom yang dapat membunuh Brian Wells. Bom kalung berlapis tiga yang terbuat dari baja, dengan empat lubang kunci dan kunci yang menggunakan tiga digit kombinasi. Serta sebuah kotak yang terbuat dari besi yang berisi dua buah bom pipa yang berukuran 6 inci yang berisi bubuk peledak. Bom kalung tersebut bergantung melingkar dileher Brian seperti borgol yang besar.

Pihak penyidik mengatakan bahwa bom tersebut dibuat dengan menggunakan alat yang profesional. Pada tahun 2007, juri pengadilan menyepakati bahwa William sudah membuang lebih dari 1000 pound barang bukti di TPA setempat.

Jika William adalah orang yang memang membuat bom kalung tersebut, namun dia tidak cukup cocok untuk menjadi seseorang yang berada dibalik perampokan bank yang terjadi.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


bersambung ke.. #2


Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Sekian, dan terimakasih.

*

*

*




Baca juga :

Pengalaman Gw Selama 9 Tahun Sebagai Caregiver

Mendiang Nenek Gw yang Anti-Mainstream

3 Jenis Jajanan Wajib di Pasar Malam Taiwan Versi Gw

Mengunjungi Anping Old Fort dan Chihkan Tower di Kota Tainan, Taiwan

Beberapa Model Sepatu Yang Menurut Gw Wajib Untuk Dimiliki




Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 7
Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Setelah William memberi tau soal pembunuhan James Roden, pihak kepolisian kemudian menggeledah rumah Marjorie yang penuh dengan kotoran anjing, baju-baju, dan karton-karton bekas makanan cepat saji. Bahkan polisi yang masuk harus mengenakan baju khusus.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Marjorie sudah memiliki reputasi atas pembunuhan yang pernah dilakukannya. Dia mengakui bahwa dialah yang menembak kekasihnya yang lain yang bernama Robert Thomas pada tahun 1984, namun dia dibebaskan karena dia mengaku bahwa dia adalah korban dari pelecehan domestik yang dilakukan Robert terhadapnya. Suami pertama Marjorie tewas gantung diri, sedangkan suami keduanya tewas setelah kepalanya membentur meja.

Menurut mantan teman sekelasnya, Marjorie dikenal sebagai sosok yang cerdas. Namun beberapa tahun kemudian, kecerdasannya bercampur dengan kemarahan. Dia menderita berbagai penyakit mental seperti Bipolar Disorder, Paranoia, dan Narcissism. Moodnya berubah dengan cepat dan dia tidak bisa berhenti ketika berbicara.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Pengacara setempat yang bernama Brad Faulk yang juga bersekolah ditempat yang sama dengan Marjorie mangatakan bahwa,

Quote:


Marjorie juga tampak seperti orang yang akan membuat perampokan bank lebih rumit dari yang seharusnya. Dan dia juga tampak seperti orang yang perlu menyombongkan rencana jeniusnya.

FBI kemudian melakukan gambaran profil mengenai pelaku pembuat bom berdasarkan analisa perilaku. Menurut FBI, pelaku pembuat bom adalah seorang penimbun barang, terbiasa dengan mesin dan alat listrik, memiliki kemampuan untuk menggunakan alat-alat tersebut sendirian, dan bangga dengan hasil ciptaannya sendiri.

Dan perpaduan antara kalung, bom, tongkat, dan senjata, menggambarkan masa lalu yang penuh dengan kekerasan dan superiority complex. Profil ini cocok dengan kombinasi antara William dan Marjorie. Marjorie memiliki complex dan masa lalu yang penuh dengan kekerasan dan William memiliki keahlian.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Pada tahun 2005, seorang saksi mengatakan bahwa Kenneth terlibat dalam perampokan bank. Kenneth merupakan mantan tukang reparasi tv yang berganti menjadi pengedar narkoba. Pada awal tahun 2007, seorang prostitusi berumur 27 tahun yang bernama Jessica Hoopsick pernah mengatakan bahwa dia mengenal Brian Wells dan melakukan turned tricks* dengannya dirumah Kenneth.

*turned tricks : melakukan hubungan seksual dengan imbalan narkoba

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Jessica juga pernah meninggalkan pesan dimesin penjawab milik Brian dan merupakan penghubung antara Brian dengan Marjorie. Kenneth yang merupakan pemasok narkoba bagi Jessica, juga sering pergi memancing bersama Marjorie.

Kenneth pernah berbicara secara blak-blakan tentang rencana bom dan saudara iparnya melaporkannya ketika Kenneth sendiri sedang berada dipenjara atas kasus lain. Kenneth dan Marjorie juga pernah terlihat berada dimobil yang sama ketika mereka melaju dijalan yang salah.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kenneth bersedia bertukar informasi demi pengurangan masa hukumannya. Dia juga membenarkan pernyataan FBI tentang Marjorie yang merupakan otak dibalik perampokan yang terjadi, karena Marjorie membutuhkan uang untuk membayar Kenneth untuk membunuh ayahnya agar Marjorie bisa mendapat warisan sejumlah uang. Kenneth mengaku bahwa dia tidak diberi tau tentang kebanyakan rencana yang dijalankan, tapi dia membenarkan hal-hal yang sudah didengar FBI sebelumnya.

Selain dengan Kenneth, pihak penyidik juga menghabiskan banyak waktu dengan beberapa informan yang mengatakan bahwa Marjorie membicarakan tentang rencana bom dengan sangat detail. Teman satu sel Marjorie juga mengatakan bahwa Marjorie mengaku membunuh James Roden karena James berniat membongkar rencana yang dibuat Marjorie.

FBI kemudian menemui Marjorie yang sedang menjalani masa hukuman atas kasus pembunuhan James Roden. Marjorie berjanji akan membeberkan semua jika dia dipindahkan ke penjara dengan keamanan tingkat rendah yang berada tidak jauh dari Erie.

Marjorie bersikeras bahwa dia tidak ada hubungannya dengan bom yang terjadi. Tapi dia memang menyuplai pengatur waktu yang digunakan untuk bom tersebut dan dia berada dalam jarak satu mil ketika peristiwa perampokan itu terjadi. Dia bersedia menunjukkan pada agen FBI tempat-tempat yang dia datangi saat itu. Dia juga mengaku bahwa dihari Brian tewas, Marjorie pergi ke sebuah pom bensin dengan mengendarai jeep miliknya, William dan Kenneth juga ada bersamanya. Dan William juga sempat menggunakan telepon umum sebelum Brian meninggal, menandakan bahwa dialah yang menghubungi gerai pizza.

Selanjutnya Marjorie mengatakan bahwa dia tidak akan memberikan informasi apapun lebih jauh jika dia tidak diberikan jaminan perlindungan hukum. Namun, informasi yang dia berikan sudah cukup untuk membuatnya menjadi terdakwa. Marjorie juga mengaku bahwa William lah yang merencanakan ini semua dan Brian juga merupakan bagian dari perampokan yang terjadi.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Ada dua hal yang mencurigakan jika Brian adalah seorang korban. Satu, sikap Brian yang begitu tenang ketika perampokan terjadi. Dan dua, tampaknya tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Brian diserang oleh sejumlah orang yang kemudian memaksanya memakai bom kalung. Brian juga tampak tenang ketika menghadapi situasi yang melibatkan polisi, yang tidak bisa mengesampingkan dia sebagai konspirator dalam kematiannya sendiri.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Pada tahun 2007, Jaksa Wilayah yang bernama Mary Beth Buchanan menyatakan bahwa dia percaya Brian terlibat perampokan bersama Kenneth, William, dan Marjorie yang merupakan otak dari peristiwa tersebut. Dia juga percaya bahwa Kenneth dan Marjorie berencana untuk mengambil uang setelah Brian berhasil merampok, namun gagal setelah mereka melihat polisi dan melarikan diri setelah Brian tewas.

Karena Brian diduga tidak memiliki kesempatan dalam perburuannya, Mary Beth percaya bahwa Brian merupakan bagian dari operasi tersebut dan menjadikan bom kalung sebagai bagian dari alibinya. Bom tersebut juga memastikan agar Brian tetap pada rencana dan menyerahkan uang yang didapat. Jika keadaan berbalik, Brian tidak akan dapat bertahan untuk menjadi saksi melawan konspirator yang lain.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kenneth mengaku bahwa Brian sudah berbicara tentang perampokan sebulan sebelum perampokan yang sesungguhnya terjadi. Brian juga bersedia membantu Kenneth dengan menjanjikan sejumlah uang karena dia sedang berhubungan dengan Jessica. Dan menurut keterangan tertulis milik FBI, seorang saksi lain membenarkan tentang hal tersebut.

Pada bulan Juli 2007, Mary Beth mengumumkan bahwa penyelidikan dihentikan dan menyatakan bahwa Kenneth dan Marjorie dihukum karena melakukan kejahatan, sedangkan William dan Brian merupakan konspirator. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama empat tahun lebih dan seribu lebih interview yang dilakukan, Brian dihukum karena menjadi bagian dari kejahatan sejak awal.

Berdasarkan kelengkapan dakwaan tahun 2007, Brian mengira bahwa bom kalung yang dikenakannya adalah palsu, oleh karena itu dia bersedia memakainya. Dia diberitau bahwa bom tersebut digunakan untuk mengelabui polisi dan jika dia tertangkap, dia bisa menyalahkan instruksi yang berisikan ancaman.

Kenneth mengaku bahwa Brian hanya menyadari bahwa bom yang dikenakannya adalah asli ketika dia mengantarkan pesanan pizza menuju lokasi menara pemancar stasiun tv dan bom tersebut terkunci ketika dia ditodong karena berusaha untuk melarikan diri.

Jaksa Wilayah Mary Beth mengatakan bahwa selang beberapa waktu Brian berubah dari konspirator menjadi "unwilling participant". Dan untuk menjadikannya lebih rumit, seminggu kemudian pihak FBI mengambil kesimpulan bahwa seluruh rencana tentang perampokan bank tersebut adalah sebuah hoax. Mereka percaya bahwa bom itu akan meledak jika ada seseorang yang mencoba untuk melepaskannya, dan bagaimanapun Brian akan tewas.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


Seorang pensiunan agen FBI yang bernama Jim Fisher mengatakan bahwa tewasnya Brian merupakan bagian dari rencana. Menurutnya,

Quote:


Keluarga Brian masih percaya bahwa dia hanyalah korban, dan ketika Jaksa Wilayah Mary Beth melengkapi pernyataannya terkait investigasi yang dilakukan, salah satu saudara perempuan Brian terus menerus mengatakan padanya bahwa dia adalah pembohong.

Pada bulan Februari 2011, Marjorie didakwa dengan hukuman seumur hidup ditambah 30 tahun penjara atas keterlibatannya dalam perampokan. Marjorie mengaku tidak mengenal Brian dan tidak pernah mendengar namanya hingga Brian muncul ditv. Marjorie juga mengklaim bahwa dia bukan pembunuhnya. Marjorie meninggal pada tanggal 4 April 2017 karena sebab alami dipenjara Texas.

Kenneth didakwa pada tahun 2008 atas konspirasinya melakukan perampokan bersenjata dan dihukum penjara 45 tahun. Namun dia mendapat pengurangan masa hukuman menjadi 10 tahun karena dia berkerjasama dengan pihak kepolisian dan mengakui segala keterlibatannya. Dia direncanakan akan bebas pada tahun 2027.

William meninggal karena kanker pada musim panas 2004 sebelum sempat menghadapi dakwaan. Jim Fisher percaya bahwa William adalah dalang kejahatan yang sebenarnya. Jim Fisher juga mengatakan,

Quote:


Dan Brian, walopun pihak berwajib menyimpulkan bahwa dia merupakan bagian dari rencana perampokan, namun ada banyak bukti yang menyangkal kesimpulan tersebut. Seperti dia membiarkan orang-orang untuk meninggalkan bank ketika perampokan sedang berlangsung, dan catatan yang dia tinggalkan di teller dengan mudah membuat polisi menuntun padanya. Namun Jaksa Penuntut mengatakan bahwa hal tersebut memang sengaja dilakukan.

Keluarga dan teman-teman Brian mengatakan bahwa dia 100 persen tidak bersalah dan tidak mungkin dia terlibat. Pihak lain sempat mengatakan bahwa pada awalnya Brian merupakan "willing participant", namun kemudian sekaligus menjadi korban.

Tampaknya sudah jelas bahwa Marjorie, Kenneth, dan William sedikit banyak terlibat dalam peristiwa yang terjadi. Namun apakah keterlibatan Brian hanya sebatas mengantarkan pizza pada waktu yang salah, masih merupakan hal yang suram.

Kasus Perampokan Bank Yang Aneh


profile-picture
aroelsfc memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Quote:
Diubah oleh marywiguna13
pertamax

serem juga iih

Btw jumlah kerugian berapa mar? emoticon-Big Grin
Diubah oleh eLjembut
Quote:


Mana ada serem?

Cuma 8K dolar aja
Quote:


Halah gegayaan sok berani emoticon-Ngakak

Pada masa itu 8K lumayan gede kan
Bisa buat beli wajan berlusin lusin
Quote:


Emang ga serem kok. Ga ada itu kepala terpenggal.

Bwt apa beli wajan berlusin-lusin?
Quote:


Masuk rumah kontrakan malam2 sendirian aja ga berani emoticon-Ngakak

Buat di sewakan
Quote:


Ada jin sama kuntinya ya mana berani
Quote:


Yaudah intinya penakut gitu aja emoticon-Ngakak
Quote:


Iyain aja deh
Salah satu kaskuser paporit gw nih mbak mary. lanjut lagi mbak.


emoticon-Traveller
Quote:


Lanjuuttt..
Quote:


lanjut kemana teh? emoticon-Bingung (S)
sukarela dengan bom dibadan? emoticon-Hammer
skenario yg buruk buat pelaku sukarelanya emoticon-Cape d...
Quote:


Ga tau mau lanjut kemana emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Sukarela karena awalnya dia pikir bom itu palsu dan bwt mengelabui polisi.
bener2 dark ya..
Quote:


Iya, gan
Quote:


penjahat nubi yg tertipu partnernya.
sama kek pelaku bom bundir emoticon-Cape d...
Quote:


Dapet duit engga, mati iya.
emoticon-Sundul
Halaman 1 dari 7
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di