- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
[Bacaan Menarik] Puting Beliung, Istighosah Yang Tertukar?
TS
kroco.ri
[Bacaan Menarik] Puting Beliung, Istighosah Yang Tertukar?
Oleh: Herry M. Joesoef |
Istighosah itu meminta pertolongan. Jika kita meminta pertolongan yang datang adalah musibah, pasti ada sesuatu yang tidak sejalan dengan Kehendak-Nya. Jangan mencari-cari kesalahan pihak lain, sudahi menyalahkan lawan politik, ambil hikmah dan lakukan muhasabah diri.
Indonesiainside.id, Jakarta — Kata istighosah terambil dari akar kata gasa, dalam bahasa Arab, yang punya arti hujan; juga dari kata al-ghouts, pertolongan. Jadi, istighosah pada dasarnya adalah doa dalam pengertian khusus, yakni, meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas sesuatu secara berjamaah. Misalnya, melaksanakan istighosah agar diturunkan hujan; agar diberi kemudahan dalam menghadapi ujian nasional bagi para pelajar, dan minta didatangkan kelancaran untuk terlaksananya sebuah proyek keumatan.
Dalam istighosah, selain membaca istighfar, Alfatihah, shalawat Nabi, dan wirid-wirid, juga mesti melakukan amalan-amalan yang searah dengan tujuan dari istighosah tersebut. Semua doa, termasuk istighosah, mesti diawali dengan permohonan ampun kepada Ilahi Robbi. Lalu, melaksanakan semua petunjuk-Nya dan menghindari semua larangan-Nya. Baik sebagai individual maupun secara berjamaah. Doa seseorang atau kelompok, akan diijabah oleh Allah Ta’ala jika sesuai dengan petunjuk-Nya. Doa itu pasti didengar dan diijabah, hanya soal waktu saja. Ada yang cepat, ada yang sedang, ada yang lambat, ada pula nanti di akhirat.
Bagaimana jika kita melakukan istighosah untuk memenangkan calon pemimpin yang kita usung? Berdoa dengan mekanisme istighosah seperti ini boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu adalah selain istighosah, kita juga menjelek-njelekkan pasangan calon yang bukan pilihan kita. Contohnya, menyebarkan hoax dan fitnah pada pasangan yang tidak kita pilih; sementara, pada waktu yang bersamaan, membagus-baguskan calon pilihan kita secara berlebihan dan cenderung hoax. Lebih parah lagi jika yang baik dibuat buruk, dan yang buruk dikatakan baik. Ini yang tidak boleh, karena telah menyalahi prosesi dari sebuah aktifitas istighosah.
BACA SELENGKAPNYA
Istighosah itu meminta pertolongan. Jika kita meminta pertolongan yang datang adalah musibah, pasti ada sesuatu yang tidak sejalan dengan Kehendak-Nya. Jangan mencari-cari kesalahan pihak lain, sudahi menyalahkan lawan politik, ambil hikmah dan lakukan muhasabah diri.
Indonesiainside.id, Jakarta — Kata istighosah terambil dari akar kata gasa, dalam bahasa Arab, yang punya arti hujan; juga dari kata al-ghouts, pertolongan. Jadi, istighosah pada dasarnya adalah doa dalam pengertian khusus, yakni, meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas sesuatu secara berjamaah. Misalnya, melaksanakan istighosah agar diturunkan hujan; agar diberi kemudahan dalam menghadapi ujian nasional bagi para pelajar, dan minta didatangkan kelancaran untuk terlaksananya sebuah proyek keumatan.
Dalam istighosah, selain membaca istighfar, Alfatihah, shalawat Nabi, dan wirid-wirid, juga mesti melakukan amalan-amalan yang searah dengan tujuan dari istighosah tersebut. Semua doa, termasuk istighosah, mesti diawali dengan permohonan ampun kepada Ilahi Robbi. Lalu, melaksanakan semua petunjuk-Nya dan menghindari semua larangan-Nya. Baik sebagai individual maupun secara berjamaah. Doa seseorang atau kelompok, akan diijabah oleh Allah Ta’ala jika sesuai dengan petunjuk-Nya. Doa itu pasti didengar dan diijabah, hanya soal waktu saja. Ada yang cepat, ada yang sedang, ada yang lambat, ada pula nanti di akhirat.
Bagaimana jika kita melakukan istighosah untuk memenangkan calon pemimpin yang kita usung? Berdoa dengan mekanisme istighosah seperti ini boleh-boleh saja. Yang tidak boleh itu adalah selain istighosah, kita juga menjelek-njelekkan pasangan calon yang bukan pilihan kita. Contohnya, menyebarkan hoax dan fitnah pada pasangan yang tidak kita pilih; sementara, pada waktu yang bersamaan, membagus-baguskan calon pilihan kita secara berlebihan dan cenderung hoax. Lebih parah lagi jika yang baik dibuat buruk, dan yang buruk dikatakan baik. Ini yang tidak boleh, karena telah menyalahi prosesi dari sebuah aktifitas istighosah.
BACA SELENGKAPNYA
0
1.9K
13
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan