- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Jokowi: Masa Disuruh Halus Terus, Bolehlah Keras Sedikit
TS
i71lm4c4n
Jokowi: Masa Disuruh Halus Terus, Bolehlah Keras Sedikit
SEMARANG, KOMPAS.com — Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo mengakui baru-baru ini gaya pidatonya mulai berubah menjadi sedikit keras. Namun, menurut dia hal itu bukanlah sebuah masalah. "Masa suruh halus terus, ya kadang-kadang kita kan bosan. Bolehlah keras-keras sedikit," kata Jokowi kepada wartawan di Semarang, Minggu (3/2/2019).
Jokowi dalam kampanye di Jawa Timur dan Jawa Tengah akhir pekan ini, memberikan pidato bernada keras dengan menyindir pernyataan-pernyataan lawan politiknya. Misalnya, terkait pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar dan punah. Jokowi meminta Prabowo untuk bubar dan punah sendiri saja, tanpa mengajak masyarakat Indonesia.
Ia juga sempat menyinggung hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Jokowi menyesalkan kubu Prabowo yang menyebarkan kebohongan Ratna. Lalu, Jokowi juga menyebut Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pilpres 2019. Jokowi mempertanyakan, dengan kondisi itu, siapa sebenarnya yang antek asing. Jokowi menilai, meski keras, tak ada yang salah dari pernyataannya itu. "Yang penting menyampaikan fakta. Yang penting menyampaikan data. Yang penting tidak menyampaikan semburan dusta. Yang penting tidak menyampaikan semburan kebohongan. Yang paling penting bukan menyampaikan semburan hoaks," kata Jokowi. Baca juga: Sindir Prabowo, Jokowi Bilang Belum Jadi Pemimpin Kok Sudah Pesimistis... Jokowi mengatakan, pidato bergaya keras itu sengaja ia lakukan untuk memotivasi para pendukung dan relawannya.
"Tujuannya memberi semangat pada relawan, dalam dua hari ini yang menyampaikan kepada kita. Memang perlu militansi dalam setiap kita bekerja," kata dia. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Masa Disuruh Halus Terus, Bolehlah Keras Sedikit...", [url]https://nasional.kompas.com/read/2019/02/03/16485201/jokowi-masa-disuruh-halus-terus-bolehlah-keras-sedikit. [/url]
sumbre:https://nasional.kompas.com/read/2019/02/03/16485201/jokowi-masa-disuruh-halus-terus-bolehlah-keras-sedikit.
Memang seperti itu ciri khas Wong Jawa, diam saja disakiti awalnya bahkan kalo perlu seolah dia akan memuji dan membuat lawan merasa diatas angin, bahkan sampai diinjek kakinya juga bilangnya nuwun sewu saja, tapi hati2, tunggu diakhir episode. Pantas saja orang jawa punya keris dibelakang, konde blangkonnya di belakang. Jangan adigang-adigung-adiguna sama orang Jowo. "Mikul nduwur mendem njero" kata eyang Suharto.
Jokowi dalam kampanye di Jawa Timur dan Jawa Tengah akhir pekan ini, memberikan pidato bernada keras dengan menyindir pernyataan-pernyataan lawan politiknya. Misalnya, terkait pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan bubar dan punah. Jokowi meminta Prabowo untuk bubar dan punah sendiri saja, tanpa mengajak masyarakat Indonesia.
Ia juga sempat menyinggung hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Jokowi menyesalkan kubu Prabowo yang menyebarkan kebohongan Ratna. Lalu, Jokowi juga menyebut Prabowo-Sandi menggunakan konsultan asing dalam menghadapi Pilpres 2019. Jokowi mempertanyakan, dengan kondisi itu, siapa sebenarnya yang antek asing. Jokowi menilai, meski keras, tak ada yang salah dari pernyataannya itu. "Yang penting menyampaikan fakta. Yang penting menyampaikan data. Yang penting tidak menyampaikan semburan dusta. Yang penting tidak menyampaikan semburan kebohongan. Yang paling penting bukan menyampaikan semburan hoaks," kata Jokowi. Baca juga: Sindir Prabowo, Jokowi Bilang Belum Jadi Pemimpin Kok Sudah Pesimistis... Jokowi mengatakan, pidato bergaya keras itu sengaja ia lakukan untuk memotivasi para pendukung dan relawannya.
"Tujuannya memberi semangat pada relawan, dalam dua hari ini yang menyampaikan kepada kita. Memang perlu militansi dalam setiap kita bekerja," kata dia. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi: Masa Disuruh Halus Terus, Bolehlah Keras Sedikit...", [url]https://nasional.kompas.com/read/2019/02/03/16485201/jokowi-masa-disuruh-halus-terus-bolehlah-keras-sedikit. [/url]
sumbre:https://nasional.kompas.com/read/2019/02/03/16485201/jokowi-masa-disuruh-halus-terus-bolehlah-keras-sedikit.
Memang seperti itu ciri khas Wong Jawa, diam saja disakiti awalnya bahkan kalo perlu seolah dia akan memuji dan membuat lawan merasa diatas angin, bahkan sampai diinjek kakinya juga bilangnya nuwun sewu saja, tapi hati2, tunggu diakhir episode. Pantas saja orang jawa punya keris dibelakang, konde blangkonnya di belakang. Jangan adigang-adigung-adiguna sama orang Jowo. "Mikul nduwur mendem njero" kata eyang Suharto.
1
2.1K
12
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan