KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Female / Sista /
[LOVE LETTER 3] Cahaya Semu
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c53c712af7e936540578c15/love-letter-3-cahaya-semu

[LOVE LETTER 3] Cahaya Semu

[LOVE LETTER 3] Cahaya Semu




Hai cahaya, aku bertemu denganmu di tempat yang baru. Terangmu yang menyingsing, menyentuhku di tempat asing. Pada awalnya, aku tidak ingin mengenalmu. Aku tidak ingin kita berdekatan, malahan, aku tidak ingin cahaya manapun mendekatiku. Bukan karena aku membencimu, bukan karena aku membenci cahaya, tetapi karena jatidiriku. Karena aku adalah, kegelapan.

Aku mencoba memandang cakrawala, aku juga memandang Bumi yang aku pijak. Tetapi kenapa semuanya berwarna hitam? Kenapa semuanya gelap? Walau mataku terbuka, tetapi aku tidak bisa melihat apa-apa. Kemudian aku sadar, aku mulai merasa, mungkin ada yang salah dengan semua ini. Mungkin aku telah salah lahir ke dunia, mungkin seharusnya asal-usulku tidak seperti ini. Apa yang terjadi? Ya benar, aku mulai membenci diriku sendiri.

Dapatkah kamu menerangi kekelamanku? Ingin rasanya aku menghilang. Ingin rasanya aku lenyap dari eksistensi dunia dan menuju kepada kehampaan. Tetapi aku tidak bisa, aku tidak menghilang. Aku tidak sirna, aku tidak pergi. Sebenarnya aku adalah, kehampaan itu sendiri.

Jujur saja, aku tidak ingin mati. Aku ingin tau apa itu arti kebahagiaan sejati. Keluarkan aku dari kegelapan dunia, selamatkan aku dari sisi kelam kehidupan. Cahayamu bisa berkuasa atasku, tetapi kegelapanku tidak akan berkuasa atasmu. Kesuramanku akan membantumu untuk bersinar, aku akan setia berada di belakangmu. Aku mau jadi bayanganmu.

Aku mulai berpikir, eksistensiku ini tidak mungkin salah. Aku mulai merasa, keberadaanku bukanlah suatu kecelakaan. Wahai kegelapanku, aku telah mengampunimu. Dan semoga, Tuhan juga mau mengampunimu. Kelahiranku ke dunia ini tidak mungkin salah, kehadiranku bukanlah suatu kebetulan. Mau tau kenapa? Karena aku telah menemukanmu.

Aku suka parasmu, aku suka senyumanmu. Aku suka ketawamu, aku suka seluruh gerak-gerik tubuhmu. Seluruh paradigma dan cara berpikirmu itu, angin yang membelai rambutmu, dan semua sifatmu itu, aku mau.

Hai cahaya, kenapa kamu menjauh? Sinarmu begitu gilang-gemilang, janganlah redup. Tunggulah dulu, biar kukumpulkan tenagaku. Malam yang sama mimpi yang sama. Sudah berapa kali kamu membangunkanku dari tidurku? Rasa kantukku tidak bisa mengalahkan kesedihanku. Aku mulai sadar, kamu terlalu sempurna untukku.

Kamu tidak mungkin mengetahui kisahku. Tidak ada yang boleh tau siapa jatidiriku. Kamu akan merasa kasihan kepadaku. Mereka akan memandangku dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, topeng ini harus tetap aku jaga.

Aku mohon jangan bangunkan aku. Untuk menghadapi kesedihan ini satu malam saja, itu sudah sangat sulit bagiku. Aku ingat semua tatapan itu, aku ingat jarak mereka dariku. Aku ingat orang-orang itu. Aku ingat keluargaku, rumahku, tempat tidurku. Semua memori itu aku jadikan satu, semua kenangan itu sering menjadi satu. Dan segala pelecehan mereka telah membuatku menjadi kegelapan dan kengerian bagi dunia.

Berdoa, sabar, bersyukur, mendekatkan diri kepada Tuhan. Ah, omong kosong macam apa itu? Tolong. Tolong beritahu aku sesuatu yang belum aku tau, karena aku sudah tau semuanya itu! Oh aku tau, masih banyak orang yang lebih menderita dariku. Justru itu yang membuat aku sadar, aku ini bukan apa-apa. Dunia ini bisa berjalan dengan sendirinya tanpa bantuanku. Oh aku percaya. Aku percaya suatu saat nanti semua penderitaan ini akan sirna. Aku percaya suatu saat nanti aku pasti akan bahagia.

Tapi itu terlalu jauh, itu terlalu sulit. Itu terlalu lama, itu perlu perjuangan yang berabad-abad. Cahaya itu hangat, tetapi kegelapan itu dingin. Sekarang kamu tau kan, betapa berbedanya diri kita?

Jujur saja, aku pernah berharap. Ah, betapa bahagianya pria, yang setiap pagi disambut oleh wajah teduhmu. Padahal aku ingin bernyanyi bersamamu, aku suka mendengar suaramu. Aku sempat membayangkan, setiap hari memuji Tuhan bersamamu. Mungkin aku yang terlalu naif. Kamu harus bersama dengan yang lain. Bukan kegelapan, melainkan terang! Cahaya tidak pernah memiliki bayangan.

Kamu terlalu tinggi untuk digapai, terlalu jauh untuk ditapaki. Kamu palsu! Kamu adalah cahaya semu! Sekarang aku tak kuasa memandang rendah diriku. Aku tidak sanggup menganggapmu cahaya lampu yang hanya aku lewati di jalan hidupku.

Berpalinglah dariku. Biarkan aku merana dalam debu, biarkan aku berduka dalam abu. Jangan sampai ada manusia yang melihat wajahku. Sekarang aku akan lenyap. Aku akan menghilang, supaya kamu dapat bersinar terang. Aku rela pergi, supaya kamu dapat menjadi cahaya sejati.





mx667

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nona212 dan 4 lainnya memberi reputasi
Thread sudah digembok
×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di