alexa-tracking
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3bf826af7e930dd41807cf/catatan-yang-terbuka

Catatan Yang Terbuka

Catatan Yang Terbuka

Quote:

Buat gw, kegagalan adalah tanggung jawab personal, bukan untuk dibebankan kepada orang lain. Biarkan mereka tahu yang indah indah saja soal gw. Problem, atau masalah, biar gw yang merasakannya. Itulah mengapa hidup gw terlihat indah. Percayalah, hidup ga ada yang seindah itu.

Namun, ada sebuah nilai yang bisa dipetik dari kegagalan-kegagalan yang gw rasakan. Saat keputusan gagal yang gw buat saat membeli tanah dari Pak Bams, akhirnya gw punya usaha baru. Otak mesum gw menangkap peluang untuk buka bengkel modifikasi bekerja sama dengan U**** adalah jawaban, atas kerugian finansial yang gw dapat dari membeli tanah mati itu.

Apakah Papa tahu tanah itu mati? Tahu, dan beliau membiarkan gw gagal! jahat? Tidak! Justru gw bersyukur! Awalnya jengkel, tapi setelah gw tahu maksud kenapa Papa tetap membiarkan gw gagal, kejengkelan gw berubah menjadi sujud sungkem terima kasih atas ilmu yang Papa ajarkan dalam diam.

Itulah salah satu kegagalan gw. Kegagalan, yang membuat Mama melarang gw untuk terjun di dunia yang ingin gw tekuni. Tapi, gw seperti terlahir untuk hidup dengan hal-hal yang menyerempet bahaya. Setelah gw bisa bangkit, gw memulai lagi. Itulah alasan, mengapa proyek di Gunungpati, gw sebut sebagai proyek perdana. Well, inilah kisah gw. Kisah yang tidak hanya indah, tapi juga mengenaskan. Kisah ketika Tuhan mulaimenyapa dan membuka mata hati ku, bahwa aku hanyalah seorang hamba!


-------------+++++++++++++----------------


Diana dan Vina masih terkapar di kasur yang ada di kosan gw. Sesuatu yang indah, sudah terjadi semalam. Membayangkan pun, rasa nya gw ga sanggup. Tapi Tuhan terlalu baik kepada gw. Hingga sesuatu yang jauh dari jangkauan gw pun bisa gw rasakan. Apa itu? Lu bebas mengimajinasikannya.

Quote:

Gw biarkan mereka bangun, sambil sekali-kali melirik. Ternyata mereka benar-benar bangun, meskipun gw tahu itu terpaksa. Jam di kamar, masih menunjuk angka 05.15. Masih sangat pagi memang, tapi itu sama sekali ga membuat gw tenang. Lina terlalu sering datang sangat pagi ke sini.

Dua gelas, teh jahe hangat gw sajikan untuk mereka berdua. Untuk mengurangi cemas, yang mulai melanda, sebatang rokok pun gw hisap dalam-dalam. Diana nampak bereskan "arena perang" semalam. Sedangkan Vina, dia ke kamar mandi. Baguslah, paling ga, tanda-tanda mereka akan pulang dan berkemas sudah ada di depan mata.

Quote:

Diana pun bergabung dengan kita. Setelah tadi beres-beres, dia ke kamar mandi. Yah, sekedar cuci muka untuk menyegarkan diri saja, sama seperti yang Vina lakukan tadi. Obrolan pagi itu ga berlangsung lama. Yang memotong bukan gw, tapi Diana. Dia paham posisi gw yang sedang terjepit.

Beres-beres kamar adalah hal yang pertama gw lakukan pagi ini. Mengganti sprei lengkap dengan sarung bantal dan guling gw lakukan demi keamanan bersama. Ga lupa, wangi-wangian untuk menghilangkan bau dua cewe sexeh yang semalam nebeng tidur di sini, ga lupa gw lakukan. Yah mskipun Diana sudah membereskannya tadi, tapi gw rasa itu masih belum sempurna.

Quote:

Kegagalan gw dulu memaksa gw untuk lebih selektif dan hati-hati, ga keras kepala dengan ga menerima uluran tangan dari Papa. Gw mengajukan proposal, dan Papa akan menjadi investor buat gw. Hubungan kita murni profesional, karena ada hitam di atas putih yang mengikat, beserta jaminan yang akan dilelang Papa, jika gw gagal bayar.

Jangan salah, mungkin kalau gw gagal orang pikir hidup gw akan enak. Toh masih ada Papa, bisa lah nebeng ke beliau. Lu salah! Gagal adalah mati buat gw! Gw sudah ambil sikap, jika emang ini gagal lagi, gw akan ke Papua! Entah kerja apa! Yang jelas, malu jika gw gagal dan masih di rumah.

Quote:

Hangat pelukan dari Cinta membuat gw jadi lebih baik. Entah bahasan tadi hanya sebagai pelarian untuk menutupi kegilaan yang tadi malam gw lakukan bersama Vina-Diana atau murni gw memang ingat dengan kegagalan yang gw derita. Entahlah, semua menjadi abu-abu sekarang. Mungkin benar kata Arief ke gw, "kurangi hal-hal yang ga perlu dan dianggap tabu..."

Kuliah sudah ga ada menarik-menariknya di mata gw. Materi yang cuma itu-itu saja, dan stop pada ranah teori membuat gw bosan... Mungkin benar kata beberapa teman, gw ini anak alam, bukan anak sosial. Anak alam, itu suka membuktikan sesuatu, menguji hipotesa dan mendapatkan jawabannya saat itu juga. Beda dengan anak sosial yang lebih "sabar" mencari jawaban dari hipotesa yang mereka munculkan.

Quote:

Gw paham apa yang ingin Pak Atmo bahas dengan gw. Pasti soal kelanjutan nasib orang orang yang kerja sama gw. proses urug yang gw lakukan sudah hampir selesai. Sedangkan gw belum memperoleh pembeli potensial, meski proposal sudah gw sebar. Ini jelas bukan kabar bagus buat meyakinkan investor untuk menanamkan modalnya pada gw. Sh*t! Kerja apa ya yang duitnya gede, tapi cuma butuh waktu singkat? Balap liar? Oh, tidak!, gw sudah pensiun.

Gw menuju parkiran lanjut keluar jalan Kaki menuju kosan. Kan tadi gw nebeng Cinta, kalau mobilnya gw pakai nanti dia pulangnya gimana? Terpaksa deh ambil mobil dulu di kosan. Di depan gw ada gerombolan celana cingkrang, plus mba-mbanya yang seperti itulah busananya. Gw tidak mau ribet. Namun dalam hati gw sudah membatin. Kalau sampai mereka cari gara-gara sama gw, akan gw hajar saat itu juga. Mood gw sedang ancur kok diajakin bercanda. Untungnya mereka paham, dan memilih membiarkan gw lewat.

Quote:

Otak lagi buntu kayak gini, temuin Eka kayak nya cocok deh. Sayangnya, nasib gw kurang baik hari ini. Eka sedang ada kuliah yang ga bisa dia tinggalkan. Katanya sih, mata kuliah utama. Untuk membuang waktu, gw memutuskan untuk mencari warnet. Jangan salah, sekarang gw sudah bukan si gaptek dan cuek teknologi seperti saat SMA dulu.

Quote:


Spoiler for Jangan Buka, Nyesel Lho:


Email yang terus terang membuat gw hanya tersenyum simpul sedikit kecut. Pengirim nya itu lho yang bikin gw gimana gitu. Reni! Gw mencoba melucu untuk balas email yang baru masuk beberapa jam lalu itu. Namun, apakah feel lucunya dapat, gw sendiri kurang yakin.

Quote:

Dasar cewe antagonis. Gw kira cuma muka nya doang yang sadis, ternyata sifatnya pun ga kalah sangar. Gw sudah matikan billing warnet, bayar, lalu bergegas menuju tempat parkir yang tadi gw maksud. Terlambat jelas bukan ide bagus. Bisa kena omelan Eka gw.

Quote:

Gw sudah menyiapkan mental dan lidah gw untuk menghadapi situasi terburuk. Nunggu di kamar, sementara Eka sibuk menyiapkan hasil karyanya. Ayam goreng, sup wotel, kol, dan teman-temannya. Oiya, ada juga sambal yang terlihat menggoda dengan warna merah agak sedikit gelap.

Satu suapan masuk, ini ga buruk! Emang sih ga enak-enak banget. Cenderung agak asin di lidah gw. Tapi masih masuk toleransi lah. Sambalnya itu yang gw suka. Manisnya biasa saja, pedasnya juga biasa, tapi gurihnya itu lho. Overall, not bad. Namun ga bisa dibilang istimewa juga.

Quote:

Gw kok dikasih tantangan, ya gw makan lah sampai abis. Mood gw agak membaik pasca bertemu dengan Eka. Selain perut kenyang, gw juga dapat belaian kasih sayang. Gw rasa itu adalah instrumen penting untuk balikin semangat gw, setelah kegagalan-kegagalan yang gw alami. Caranya mungkin salah, tapi ya sudahlah.

Sebelum Magrib, gw sudah berada di kosan lagi. Sms-sms dari Lina baru gw balas di sini. Waktu ketemu Eka, hp dalam posisi super silent. Jadi bukan cuma ga berdering, getar pun ga. Anggap saja gw sedang memainkan protokol buaya. Tapi entah mengapa, gw agak ga nyaman akhir-akhir ini. Gw seperti sudah lelah bermain dari hati ke hati.

Quote:

Pagi yang cerah. Sebelum jam 7, Lina sudah di depan kosan. Dia sepertinya mulai suka dengan kegiatan barunya, barengin gw tiap berangkat kuliah. Memang kampus kita dekat, tapi tetap saja beda. Biasanya sih, gw drop dia, lalu mobilnya gw bawa ke parkiran kampus gw. Kecuali kalau gw ada acara kayak kemarin, dia yang drop gw di jurusan gw.

Quote:

Gw memiliki riwayat yang kurang baik sama anak ekonomi. Biasalah, mereka jual, ya gw borong. Jangankan mereka yang muka-muka alim tapi dibuat sangar, yang beneran sangar macam anak Teknik aja gw gass kok. Kalau gw mau, bisa aja sih gw minta tolong ke anak hukum. Namun itu bukan karakter gw. Masalahnya, anak hukum suka main kotor. Kalau kata orang jawa sih, "nabok nyilih tangan." Itu bukan karakter gw.

Quote:

Manasin gw kok pakai pacar baru. Mana bisa boss? Tapi kenapa ada semacam ketidak suka-an ya di hati gw? Ga bisa gw bantah sih, mungkin karena gw memang masih ada hati ke Reni. Ya sudah, mari dihapus dengan ikut kuliah Hukum Acara Pidana di pagi yang panas ini. Panas bukan karena cewe-cewe dan dipamerin Reni ya, tapi emang karena panas beneran oleh matahari.

Sepertinya, gw butuh piknik. Pulang lanjut ketemu Arief bisa menjadi solusi yang baik. Tapi besok gw sudah ada janji untuk ngapelin Cinta. Di sinilah repotnya. Apa nanti sore saja ya gw baliknya. Ada banyak hal yang ingin gw bahas dengan Kampret. Sebaiknya ga gw tunda, kalau gw ingin semua tetap on the track.

Gw mulai percaya, jika Tuhan mulai menyapa dan menunjukkan kuasanya, serta memberitahu gw, bahwa gw ini buka siapa-siapa. Gw ini hanya hamba yang bisa diatur sesukanya. Pertanyaannya, apakah gw bisa memanipulasi keputusan Tuhan agar mau berada di kubu gw? Only time will tell.



Ciaooo
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kotok1999 dan 177 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh londo.046
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 341
Quote:


Naa iki podo.. saiki yoo wes gone mergo pindah2 omah.. emoticon-Cape d... (S)
Quote:


emoticon-excitedemoticon-excited
Dulu sampe punya kaset pita ne dri awal sampe akhir, tp wis ilang kabeh goro2 tape e wis rusak.emoticon-Cape d...
Ya mereka mungkin sama dengan Ente Om nyari target kakap. Mungkin Ente dianggap kakap karena bisa jadi bekingan atau tukang gebuk. Wkwkwkwkwk
Quote:


Asu iki lho, jawaban kl ada org yg sok ga boleh ucapin ultah tapi hapi milad, dll sok ngarab emoticon-Toast
Didelok seko cara rekrutmen member para pemegang kunci surga emang ngeri-ngeri sedap.Makane aku ora heran pas Pak RR ngomong "3%".Opo meneh saiki ono berita pemegang tongkat komando do mulai diresikki karo Pak AP.Mugo-mugo Pak Jokowi wani entek resik para kadal gurun.Ahli strategi Hendropriyono karo sang tangan besi LBP iseh setia karo NKRI isoh opo sobat gurun?emoticon-Big Grin
profile-picture
sebaskreb memberi reputasi
Diubah oleh brainymale
akhi kering atau akhi basah ?
profile-picture
mikenons memberi reputasi
nak dipikir akhi kuwi pendekan seko akhirat po?
Balasan post londo.046
Quote:


Ok Mas siap .. 👌

Minggu, absen dulu Mas emoticon-Big Grin

Lha sampean gas kendal Mas ??
tujuanya kalo saya nangkepnya sebagai bara apinya
kalo misal mas londo bisa dibikin ngikut cara pikir mereka,
nanti lebih gampang ngajak yg lain,
"hey londo yg kayak gitu aja ngikut kita, masa kalian engga" jadi gitu ya emoticon-Hammer (S)
Diubah oleh oldman13
"Ga gitu gimana??? Niru kok sepotong-sepotong, kalau mau total sekalian..."

Buakakakakaka...setuju karo kata2 mu iki Om..
Jarene niru Rasul...tapi nek turu senenge nganggo spring bed...
Buakakakakakakaka..
Quote:


Aku seneng bgt toxic mas.. emoticon-Ngakak (S)
Quote:


System of a down.. paporit kui.. emoticon-excited
Quote:

Ya di kota lama sering ada festival gitu ya.. hebat nih merubah wajah kawasan yang dulu kesannya kumuh jadi kawasan wisata..emoticon-thumbsup

Mereka cenderung abai ke nomor baru yang masuk ke hp... 
Benar banget ini.. sering nerima telp dari no ngga dikenal..ehhh taunya nawarin produk..
Quote:


Naaa iki saingan e paling refrensi bacaan.. po meneh eka cah teater juga thoo refrensine luwih beragam karena le dipelajari manusia emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Saiki kw gawe iyupan nggo cah tari kae yoo iso ngrenteng emoticon-Ngakak (S)
Aku setuju.. wong nggolek ide q kadang butuh sesuatu yg menenangkan... nek jaman mbiyen amer, rokok dan greenday atau system of down.. emoticon-Angkat Beer
Quote:

Gombali cah seni kui repote kudu original mba gombale... Soale mereka banyak referensi bacaan karya seni yang mungkin lebih lengkap seko aku... emoticon-Big Grin leg aku dadi cah saiki tetep nggo cara lain sing lueh berkelas dibanding memberi apel kroak... emoticon-Big Grin
Quote:

Luar biasa mba perubahannya, apalagi kota lama... emoticon-Big Grin Bener mba... emoticon-Big Grin
Quote:

Mosok mas??? emoticon-Big Grin
Quote:

Siap mas, iki ono kerjaan sitik nang Semarang... Ono musibah sitik neng omahe Pak Mertua... Dandan nang kono mas... emoticon-Big Grin
Quote:

Kerja... Kerjaaa... Kerjaaa mas... emoticon-Big Grin
Quote:

Mahal mas... emoticon-Big Grin
Quote:

Ketemu darat sek mas yo... Minggu mangkat Kendal ora??? emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan

Balada Snack...

Quote:

Dasar anak seni, paling bisa bermain drama dan peran... Untung gw masih waras, jadi ga terpancing untuk melakukan 'sesuatu...' Yah, anggap aja hiburan kali ya, ga perlu dipikirin dengan serius... Banyak hal sepele, kadang dibuat menjadi besar... Untuk apa??? Ini nih yang kadang tidak gw tahu... Padahal kunci dari semua masalah itu ada, tinggal opsinya mau atau ga mau menggunakannya... Masih banyak hal lebih serius yang bisa gw lakukan dan pikirkan daripada "drama"nya Eka...

Membuka FD dai Robert misalnya... Di sana gw temui beberapa nama kastamer lengkap dengan alamat kantor dan rumah pribadi... Ada juga nomor telepon dan nomor ponsel yang bisa gw eksekusi... Tapi, bukan tipikal gw menawarkan sesuatu lewat ponsel... Ga pas dengan apa yang gw jual... Jualan rumah kok modal pulsa, minimal datangi dan cari tahu lah mereka maunya seperti apa... Salah nya orang marketing di sini, apa-apa mau nya dibuat sama dan diambil jalan mudah...

Mereka ga paham karakter orang yang adaa posisi strategis... Mereka cenderung abai ke nomor baru yang masuk ke hp... Tapi kalau kita datangi mereka, buat janji, lalu jelaskan maunya kita ke mereka, mereka akan lebih respect... Apalagi kalau apa yang kita punya dan tawarkan sama dengan apa yang mereka butuhkan... Di sini peran informasi awal seperti yang Robert berikan menjadi sangat penting dan krusial...

Gw buat list mana saja kastamer yang akan didatangi... Pertimbangannya apa??? Jelas ke yang paling berpotensi... Melihatnya dari mana??? Kelas perumahan yang gw jual itu menengah, ke atas agak sulit... Dari sini gw simpulkan yang "benar-benar butuh" itu ya, pasangan muda yang baru menikah... Ada di sana boss-boss besar, dan gw yakin itu untuk anak mereka, atau bisa jadi untuk "orang istimewa..." Yang seperti ini sebenarnya tidak terlalu butuh, so agak sulit untuk merayu agar mau membeli...

Kelihatannya sepele, tapi pekerjaan ini agak menyita waktu juga... Buktinya, sore jelang balik kantor baru beres... Dan karena sudah ada janji dengan Eka, gw ga langsung pulang hari ini... Dengan ijo kita menuju ke mall yang ada di pusat kota Semarang... Motor nya Eka gw taruh di kantor, kalau pakai dua motor jelas tidak efisien...

Quote:

Proses pilih memilih berlangsung agak alot dan memakan waktu... Maklum, cewe kan memang gitu, banyak pertimbangan, lanjut ke bingung sendiri... Selesai memilih, bayar lanjut menuju ke salah satu foodcourt yang ada di mall tersebut, makan sambil ngobrol santai... Mungkin yang tidak tahu, akan mengira kalau gw dan Eka adalah sepasang kekasih yang lagi makan sore bareng...

Quote:

Setiap orang punya caranya masing-masing dalam proses berkreatif... Kalau Eka butuh snack dalam proses kreatif, berarti style dia seperti itu... Beda dengan gw yang butuh rokok dan alkohol... Ada yang butuh tenang, ada yang butuh musik metal sebagai teman dalam berfikir dan berkreatif... Apapun itu, tidak salah asal tidak melanggar hukum dan proses kreatif menghasilkan sesuatu yang Wow... Gw percaya Eka bisa... Karena sejauh yang gw tahu, dia sudah banyak menghasilkan karya-karya original...

Sebelum balik ke kantor, gw menemani Eka untuk membeli beberapa snack... Gw juga beli juga sih, sebagai persediaan kalau ada teman yang kebetulan mampir ke kos... Itu bagian dari memuliakan tamu... Tamu itu kan sumber rejeki, kalau gw memuliakan sumber rejeki gw, maka sumbernya akan mengalir dengan lancar... Analogi gw terlalu berlebihan??? Ya biarkan saja, toh yang tahu benar salah secara mutlak kan Tuhan, jadi tidak perlu risau...

Gw balik kos setelah Eka berlalu dan kunci semua pintu plus jendela kantor... Jalanan udah agak sepi, karena hari memang sudah beranjak malam... Tadi gw menawari untuk mengantar Eka balik ke kosan, tapi dia tolak, katanya aman dan bukan masalah kalau balik sendiri... Ya sudahlah, toh jalanan juga ramai kan???

Quote:

FD yang Robert berikan tadi ternyata isinya tidak sesederhana yang gw lihat di kantor tadi... Ada instrumen modal yang harus gw lengkapi untuk bisa masuk ke mereka, para calon kastamer kelas kakap ini... Mereka mau nya terima bersih dan siap bayar harga yang gw patok, dengan hanya membayar tanda jadi!!! Lalu, kemana gw harus mencari uang untuk menutup biaya operasional???

Opsi paling mudah, pulang ngomong sama Papa, selesai... Tapi, mau ditaruh di mana muka gw kalau opsi itu yang gw pilih??? Gw mulai memikirkan opsi kerja... Kerja apa saja di luar jam kerja di kantor... Apa iya gw perlu masuk ke LSM-LSM sebagai bandit proposal lagi??? No!!! Ini urusan pribadi, ga boleh gw samakan dengan organisasi...

Quote:

Kalau lagi waras, Cathrine itu partner yang cerdas sebenarnya... Tapi ya sudahlah, mau jadi apapun dia bukan urusan gw... Fokus gw harusnya tetap pada diri gw sendiri... Orang lain mau ngapain aja, itu hak mereka... Jika kita strong dan kuat pada prinsip-prinsip yang kita yakini, pengaruh apapun ga akan bisa masuk dalam diri kita... Intinya, jadilah manusia merdeka... Dan gw kayaknya belum bisa ke fase itu... Lha masih mudah banget yang namanya tergoda dengan dunia...

Pagi... Jam setengah lima pagi, gw bangun... Tanpa alarm, atau orang yang membangun-kan gw... Namanya kebiasaan itu sulit untuk diubah, termasuk kebiasaan bangun pagi... Mau seteler apapun malam sebelumnya, gw akan tetap bangun maksimal jam lima... Jika setelah itu masih ngantuk, biasanya akan gw lawan dengan bergerak dan berolahraga... Ga baik tidur di pagi hari... Baik dari sisi kesehatan, maupun dari sisi psikologi dan kepercayaan tradisional... Kita hidup kan ga cuma sendiri, ada norma dan budaya yang mengikat kita...

Sebelum gw ngantor, tamu pertama gw pagi ini datang ke kosan... Bukan orang yang gw harapkan sebenarnya, tapi karena datang ke sini baik-baik, tentu gw harus menerimanya dengan baik... Menebak dia Esti??? Salah... Yang datang sepagi ini adalah anak-anak ekstrimis yang biasa membuat kajian dan menafsirkan agama sesuka mereka... Ada dua orang yang datang, dan gw tahu persis jika mereka punya posisi penting di gerakan itu...

Quote:

Gimana??? Mantab kan cara mereka masuk dan meng-infiltrasi pemikiran mahasiswa... Mereka terlihat seperti malaikat yang manis dan menawarkan banyak solusi agar masuk ke organisasi mereka... Gw heran, padahal di sana gw termasuk suka membangkang dan ngomong semaunya... Tapi, tetap saja mereka mau merangkul gw... Apa tujuan mereka??? Ya gw harus datang kalau pengen tahu...




Ciaooo...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
phntm.7 dan 19 lainnya memberi reputasi
Balasan post londo.046
Quote:


Done Mas 👌

Proyek gede tho Mas ?? emoticon-Big Grin
Quote:

Sekarang standarnya iphone kamera 3 om wkwkwkwk
om Londo..... sepi amat..pada kemana yak?
Wah aku ki nang Jogja terus mas, cuma agenda ku nang kidul terus... Sampai wengi2 je... Leg arep calling jenengan sok ewuh... emoticon-Big Grin

Wooo...lha calling2 gpp om,perkoro nko jadwale cocok po ra pikir keri, yen bengi malah akeh kosonge om,iso akeh dadine nko malahan,wis tak tgu kabar brkt e
profile-picture
skyr34 memberi reputasi
Halaman 1 dari 341


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di