alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gunung Agung Kembali Meletus: Bagi NASA Itu Berita Bahagia Untuk Kehidupan Manusia
4.4 stars - based on 15 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c3815fceaab2523852a29b2/gunung-agung-kembali-meletus-bagi-nasa-itu-berita-bahagia-untuk-kehidupan-manusia

Gunung Agung Kembali Meletus: Bagi NASA Itu Berita Bahagia Untuk Kehidupan Manusia

Gunung Agung Kembali Meletus: Bagi NASA Itu Berita Bahagia Untuk Kehidupan Manusia

Gunung Agung yang terletak di wilayah Karangasem, Bali, kembali meletus pada Kamis (10/1/2019).


Petugas di Pos Pemantauan gunung api Agung di Desa Rendang menyatakan bahwa erupsi terekam seismograf dengan durasi sekitar 4 menit dengan amplitudo maksimum 22 mm.

Gunung Agung sendiri kini sedang berada dalam status Level III atau Siaga.

Dalam status ini, warga dihimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 4 km yang dianggap sebagai zona perkiraan bahaya.

Tentu saja kondisi dan status ini membuat warga di sekitar Gunung Agung harus berada dalam kondisi waspada.

Namun jika warga Bali dan seluruh Indonesia was-was dengan aktivitas Gunung Agung yang kian meningkat, para peneliti dan ilmuwan NASA justru sebaliknya.

Menurut mereka, meletusnya Gunung Agung itu berpotensi menyelamatkan dunia dari perubahan iklim.

Kok begitu?
emoticon-cystg

Hal tersebut diucapkan pada Februari 2018 silam.
 
NASA berharap bisa memanfaatkan gunung berapi yang meletus di pulau itu—ya benar, Gunung Agung—untuk mempelajari efek lebih lanjut.

Para peneliti itu berharap, dengan melacak letusan Gunung Agung, mereka bisa tahu lebih banyak tentang bagaimana bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer bisa digunakan untuk melawan perubahan iklim.

Setelah Gunung Agung bangun dari tidur dan kemudian meletus pada akhir November tahun lalu, secara konsisten gunung itu menuangkan uap dan gas ke atmosfer.

Fenomena ini cukup khas meskipun beberapa gunung berapi begitu kuat sehingga bisa menyebabkan apa yang dikenal dengan “musim dingin vulkanik”.

Letusan gunung berapi terbesar dalam sejarah yang tercatat terjadi di Gunung Tambora pada 1815.

Letusan ini menyebabkan “Tahun Tanpa Musim Panas”, menyebabkan turunnya salju di Albany, New York, pada Juni setahun berikutnya.

Letusan ini juga menghancurkan tanaman pangan, membuat orang-orang kelaparan, dan rupanya mengilhami Mary Shelley untuk menulis Frankenstein.

Gunung Agung Kembali Meletus: Bagi NASA Itu Berita Bahagia Untuk Kehidupan Manusia

Bagi para peneliti, Gunung Agung bisa menjadi kesempatan mereka untuk mengetahui bagaimana gunung berapi mempengaruhi iklim seperti Gunung Tambora.

Penelitian ke Gunung Agung dimulai dengan penerbangan sepuluh jam ketika sebuah gunung berapi di Filipina meletus pada 1991.

Para ilmuwan telah mengambil tren selama letusan skala yang lebih kecil pada 1982 dari gunung berapi El Chichon di Meksiko, tapi tidak ada yang seperti apa yang mereka lihat di Gunung Pinatubo di Filipina yang disebut sebagai letusa terbesar abad ke-20.

Memuntahkan satu kubik mil batu dan abu ke udara dan 20 juta ton gas belerang dioksida ke atmosfer, Gunung Pinatubo tidak hanya menghancurkan masyarakat sekitar tapi sejumlah gasnya yang dikeluarkannya mempengaruhi keseluruhan planet kita.

Ketika Pinatubo meletus, sejumlah besar gas yang dikeluarkan menyebar ke seluruh dunia.

Sejurus kemudian, terjadi reaksi kimia, ketiga gas bercampur dengan uap air yang menghasilkan tetesan “super dingin” kecil yang dikenal sebagai aerosol.

Pada gilirannya, aerosol itu memantulkan dan menyebarkan sinar matahari ke bumi.

Sejumlah besar aerosol memantulkan cahaya yang cukup jauh dari bumi sehingga suhu global rata-rata turun satu derajat Fahrenheit selama beberapa tahun.

Gunung Agung Kembali Meletus: Bagi NASA Itu Berita Bahagia Untuk Kehidupan Manusia

Letusan seperti ini, menurut The New York Times, adalah influencer alami bumi.

Para ilmuwan berharap mereka dapat memanfaatkan letusan ini untuk mempelajari peristiwa besar berikutnya—dan berpotensi menyelamatkan planet ini dari serangkaian dahsyat yang mengerikan.

Menurut para ilmuwan itu, letusan Gunung Agung identik dengan Pinatubo. Itulah sebanya NASA berharap bisa mengirim balon ke udara yang dilengkapi perangkat untuk mengukur dampak letusan gunung berapi di atmosfer bumi.

NASA berharap bisa mempelajari efeknya selama bertahun-tahun yang akan datang.

Jika letusan Gunung Api bisa sebesar letusan tahun 1963, ia bisa memompa cukup belerang dioksida ke atmosfer untuk menghasilkan efek pendingin yang signifikan meski pada awalnya akan merusak lapisan ozon.

Tapi masalahnya, para peneliti itu tidak tahu persis kapan Gunung Agung meletus dengan letusan besar.


SUMBER 1
SUMBER 2


Hmm..gimana ya,
Mau bersikap pro atas statement  NASA tapi rasanya berat karena ini musibah.
Tapi mau bersikap kontra juga ini kan demi perkembangan sains.

Menurut Kaskuser disini gimana?
emoticon-Angkat Beer

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 7
klo emang "Berita Bahagia Untuk Kehidupan Manusia"
Yak, semesti nya ikud nyumbang yg banyak donk.
khan, mayan daripada gak ada pemasukan, gan emoticon-Malu
Quote:


Nah ini,bener. Seharusnya kasih bantuan la untuk para pengungsi. Baik apapun itu makanan atau minuman. Jadi kan sama sama menguntungkan "Kalau benar teori nya seperti itu"
Melawan perubahan iklim. emoticon-Cool
Biarkan dia meletus dgn smestinya
wah ternyata ada manpaat kayak gitu juga
NASA gosah sotauk deh... emoticon-Marah
ada yg jadi bencana bagi alam semesta
Astaghfirullah.. bener-bener ga punya rasa kemanusiaan
meletus2 aja lah tp gak usah gede2 jg keles, bisa ancur pariwisata di Bali emoticon-No Hope
bencana adalah bencana, tapi bagus kalo kita bisa memanfaatkan bencana untuk kehidupan yg lebih baik ke depannya emoticon-Big Grin

toh kita ga minta bencana, kalo dikasih ya manfaatkan aja emoticon-Stick Out Tongue
Letusan gunung berapi itu ya emang faktor alam

Emang gk bisa dicegah
Manusia cm bisa meminimalisir dampak kerusakan aja

Ya emang bisa buat penelitian
Untuk hub dengan menurunkan suhu bumi scara global

Biarpun.g berapi letusan menghancurkan
Tapi pasca letusan tanah dll bisa subur ke depannya
Diubah oleh djinggo88
hmm,,,yah kalo ada sumbangsihnya tuh letusan gunung sebagai bahan penelitian moga bermanfaat untuk manusia.

Quote:


Keuntungannya kan buat umat manusia tong
https://explorer.usaid.gov/cd/IDN
Ya mereka bahagia,...
Proses perbaikan bumi bisa terjadi kalo tuh gunung meletus dahsyat. Pastinya sebagian Indo bisa punah,..emoticon-Gila
emoticon-Traveller
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
kenapa bisa begini...? ini bisa trjadi karna bumi sdh semakin tua...! emoticon-shakehand

jd nggk ush ngait2in sama AZAB... Atau dikaitkan sama
umat agama trtentu...! emoticon-shakehand
Diubah oleh kakekane.cell
Quote:


Mamarika juga udah dari dulu ngasih bantuan yg rutin ke indonesia dgn USAID nya, tergantung pemerintahnya Indonesianya aja mau menyalurkan bantuan itu ke orang2 yg membutuhkan atau ke kantong sendiri.

Gak kayak negara majikan Ngarab yg nerima upeti triliunan rupiah tiap tahunnya tapi hampir gak ada sumbangsih timbal balik sama sekali ke Indonesia.
Diubah oleh eyasser
Balasan post TryItFirst
Quote:


lah iya
maka nya yg untung umat manusia, paling nggak negara kita berjasa emoticon-Ngakak bwat kehidupan manusia.
yak disumbang yg banyak donk, jangan cuma dilihatin doank, apalagi yg kena bencana karena "hal baik" itu khan banyak jg yg butuh duid.
Semua manusia itu di proses oleh alam, gimana caranya terserah Yang Kuasa emoticon-Big Grin
Quote:


Dibuka dulu link nya tong
Halaman 1 dari 7


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di