alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c344c13c342bb26406cee04/bukti-bukti-bahwa-stereotipe-suku-dan-etnis-belum-tentu-benar

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Bagi mahasiswa baru yang akan datang ke Jogja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bergaul. Pertama, pergaulan di Jogja dapat dilihat sebagai miniatur nusantara. Disebut demikian karena banyak orang dari latar belakang etnis dan suku yang berbeda bersekolah di sini. Tidak hanya nusantara, bahkan orang dari luar negeri pun melimpah ruah.

Kedua, belum tentu kamu punya referensi yang tepat terhadap ciri-ciri suku tertentu. Jangan terjebak stereotip sebelum mengalaminya sendiri. Stereotipe adalah prasangka yang belum tentu benar terhadap suatu suku atau etnis. Biasanya seseorang mendapat stereotip dari cerita-cerita orang lain. Padahal belum tentu cerita itu benar.

Nah, kalau kamu belum punya referensi bagaimana bersikap terhadap orang asing atau kenalan baru, lebih baik baca artikel ini. Tidak enak sekali kalau terjadi perselisihan karena prasangka buruk padahal belum tentu terbukti.


Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar
 
1. Bule pun tahu apa arti “bule”


Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Kalau kamu main di tempat wisata atau kampus dan merasa aman mengata-ngatai orang asing dalam bahasa lokal, kamu bisa saja salah total. Teman-teman, orang asing pun ketika melakukan perjalanan, akan mempelajari budaya daerah tujuannya termasuk bahasa lokal. 

2. Sifat pelit itu bukan hanya milik keturunan Tiong Hoa

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Kalau kenalan kamu keturunan Tiong Hoa, bukan berarti bahwa ia tidak akan bisa dimintai sumbangan karena pelit. Mereka hanya merasionalisasi setiap tindakan yang akan dilakukannya. Maka, kalau permintaanmu ditolak, bicara pelan-pelan untuk mengetahui alasannya. Kalau cuma perkara sifat, rata-rata anak kos di Jogja pun pada sepuluh hari terakhir tiap bulan bakal lebih pelit dari orang Cina. 

3. Orang Jawa bukanlah manusia yang lelet dan malas

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Sekali lagi, ini adalah anggapan yang tidak masuk akal. Kalau kamu berjalan-jalan dari ujung Sabang sampai Merauke, berapa banyak pecel lele atau penyetan yang buka di malam hari? Ketika ditanya, kebanyakan dari mereka berasal dari Jawa. Saat kamu enak-enak tidur nyenyak, orang Jawa kerja keras banting tulang.

4. Orang cantik dan tampan tidak hanya berasal dari keturunan Sunda

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Meskipun orang Sunda memang terkenal berkulit putih bersih, tapi bukan berarti semua orang ganteng dan cantik berasal dari sana. Masing-masing asal daerah punya parameter tersendiri untuk menentukan itu.

5. Orang Dayak belum tentu penggemar daging dengan lemak tinggi

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Sekali lagi, bahwa kita tidak bisa mengambil kesimpulan pasti terhadap manusia. Meskipun suku Dayak terkenal suka berburu hewan liar, bukan berarti seluruh suku Dayak suka mengkonsumsi daging berlemak. Kemungkinan malah ada yang menghindarinya untuk menghindari obesitas.

6. Orang Batak berwatak kasar dan suka berkelahi

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Pendapat yang menyesatkan ini jangan dipercaya. Kalau Orang Batak suka berkelahi, mereka akan melakukannya tiap hari. Nada bicara yang tinggi dan suara keras pun bukan berarti berwatak kasar. Justru banyak lagu-lagu dengan nada-nada lembut diciptakan oleh Orang Batak.

7. Orang Minang adalah orang-orang yang pelit

Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar

Anggapan yang sangat tidak tepat. Orang Minang justru pintar berhitung. Contohnya ketika membuat Rumah Makan Padang. Jarang yang rugi sampai bangkrut karena manajemen yang pintar.


Dengan senang hati menerima emoticon-Blue Guy Cendol (L)dan emoticon-Rate 5 Star


emoticon-Shakehand2


Quote:


Diubah oleh andibagaskara
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
ya begitulah belum tentu benar
itulah peran agama ..

dengan agama (cara hidup) ... semua akan berubah ..


dan khusus agama islam .. masyarakat yg pertama diubah adalah masyarakat arab ..
No offense ya gan, tapi sebagai orang Jawa yang lahir di Tanah Sunda, keknya stereotip malas lebih sering disematkan ke etnis Sunda, dilihat dari cerita si Kabayan dsb.

Kalo stereotip etnis Jawa malah ane kurang tau, karena sedari kecil tumbuh dan besar di Bandung.
di poin tujuh memang gabener gan, tapi pembenaran tentang orang minang itu tidak pelit dengan pintar berhitung tidak ada hubungannya emoticon-Sorryemoticon-Sorryemoticon-Sorry
Tuh kan, makanya mesti menjunjung tinggi toleransi.
Ane jadikan hot thread deh, karena bhinneka tunggal ika itu penting. Bukti-bukti Bahwa Stereotipe Suku dan Etnis Belum Tentu Benar
TOLERANSI
nyimak doang
Pengalaman ane kok org minang emg kebanyakan pelit ya. Ane kenal banyak org minang soalnya... Tidak terbantahkan gan... Hahaha
Orang Madura suka nempatin tanah sembarangan pasti betul dong
Nice shere
poin ke 4 emg bener sih, walaupun ane bukan orang sunda emoticon-Big Grin
bhinneka tunggal Ikaemoticon-I Love Indonesia
menurut ane sifat2 itu lebih ke personal aja, orang Minang pelit? banyak kok yg royal, ada sama dimakan gak ada sama sama dicari. Orang Jawa pemalas? yg ane liat malah disini orang lebih suka kalo make tukang orang Jawa daripada tukang lokalan.
cewek Madura keset? ane belum nyoba emoticon-Leh Uga
no offence yaaa emoticon-Blue Guy Peace
Itulah INDONESIA emoticon-I Love Indonesia
Menurut pengalaman ane Yang bener tuh tiap suku yg membedakan cuma nada / gaya bicaranya ada yang tinggi, rendah dsb. Kalo sifat pada baik baik kok.
sifat itu lebih ke personal bkn ke kaum
Namanya jga manusia. Tiap manusia beda2 sifatnya. Ini pentingnya toleransi
akankah
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di