alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c0a086aa09a39a63c8b4567/mk-diminta-cabut-kata-tionghoa-dalam-kuhperdata

MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata



Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar uji materi terkait kata “Tionghoa” dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Permohonan ini diajukan Jandi Mukianto WNI dan beretnis Tionghoa yang merasa dirugikan hak konstitusionalitasnya secara materil dan imateril karena adanya pembatasan pada ras dan etnis karena adanya kata “Tionghoa” dalam KUHPerdata.



Kuasa Hukum Pemohon, Rendy Alexander menilai kata “Tionghoa” dalam KUHPerdata sudah tidak sesuai dengan jiwa ideologi Pancasila. Ia beranggapan adanya kata “Tionghoa” berpotensi terjadi konflik dan diskriminasi. Karena itu, ia memohon pengujian seluruh norma dalam Buku I dan Buku II KUHPerdata yang mengandung kata “Tionghoa”.



“Kita minta kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata dinyatakan bertentangan dengan UUD Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Sebab, Sebab, keadilan dalam Pancasila tidak akan terwujud apabila tetap mempertahankan kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata,” kata Rendy dalam sidang pendahuluan yang diketuai Arief Hidayat beranggotakan Suhartoyo dan Enny Nurbaningsih di ruang sidang MK, Kamis (6/12/2018).



Ia beralasan kata “Tionghoa” membatasi pemohon untuk bertindak sebagai warga negara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan warga negara lain yang dijamin konstitusi. Jadi jika ada bagian dari regulasi yang ditujukan terhadap golongan tertentu akan memberi kesan jauh dari kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum.



“KUHPerdata merupakan warisan hukum Belanda (Burgelijk Wetboek) sejak tahun 1848 dan masih digunakan hingga sekarang. Karena itu, ‘Tionghoa’ tidak lagi relevan digunakan bagi perkembangan masyarakat Indonesia saat ini karena (seolah) membatasi pengambilan keputusan dan tindakan hukum masyarakat Indonesia,” dalihnya.



Menurut Rendy, para penegak hukum dan pejabat pemerintah dalam menerapkan KUHPerdata tidak dapat bertindak secara adil dan merata disebabkan adanya kata “Tionghoa” dalam KUHPerdata. Padahal, beberapa materi muatan yang terkandung dalam KUHPerdata yang merupakan objek permohonan ini kebanyakan mengatur hubungan secara individu dengan individu lain atau persoalan secara privat.



“Kata ‘Tionghoa’ mengandung tindakan diskriminatif yang tidak dapat ditoleransi,” tegasnya.



Menanggapi permohonan ini, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih mengaku belum melihat secara jelas letak kerugian konstitusional pemohon dan pertentangannya dengan konstitusi terkait permintaan kata “Tionghoa”. “Coba ini dimana letak bertentangannya dengan konstitusi? Uraian kerugian hak konstitusional pemohon mesti dijelaskan,” saran Enny.



Lagipula, kata dia, kalau kata “Tionghoa” ini mau dihapus atau diubah dengan kata apa? Sebelumnya kata golongan Cina sudah diganti dengan Tionghoa. “Nah, sekarang mau diubah dengan kata apa lagi?”



Menurutnya, sebenarnya kata “Tionghoa” tidak diskriminasi karena saat terbentuknya KUHPerdata memang ada golongan tertentu. Namun, beda lagi nanti jika sudah masuk dalam pembentukan UU di DPR. “Ini nanti dijelaskan diskriminatifnya seperti apa yang dialami oleh pemohon?”



Hakim Konstitusi, Suhartoyo menilai KUHPerdata ini mengatur hukum privat yang menjelaskan mengenai aturan terkait perkimpoian, hak waris, pengangkatan anak sesuai dengan adat istiadat keturunan Tionghoa. “Apakah nanti bisa diselesaikan secara pribadi, kan tidak bisa harus sesuai tata cara adat istiadatnya, negara tidak bisa mencampuri terlalu jauh,” kata dia.


https://www.hukumonline.com/berita/b...lam-kuhperdata

perdata gan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Yaudah.
Ganti jadi cinak
Prabowo saja adem tuh emoticon-Cool
Balasan post ir.violist
Quote:


ini anggota mca .. minta kena pecat korlapnya emoticon-Ngakak

MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata
Balasan post ir.violist
Quote:


apa kamu mulai skrg di panggil anjing saja?
kan sama saja

MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka

kasta TERENDAH

emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk emoticon-Wkwkwk
Quote:

Asem, kalah cepet gua ...
Ngahaha ganti "Menglen"... emoticon-Peluk

MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata

MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata

MK Diminta Cabut Kata ‘Tionghoa’ dalam KUHPerdata

-media gerombolan siberat + kroni rezim kolam cetek-
Ya udah ditunggu saja nanti kelanjutan uji materinya
Mendadak moderat
Yaudah cokin ajaemoticon-Leh Uga

Khususnya cimed
mo dipanggil ape dong?
panggil kong siong liong
Padahal Negara ini lagi banyak dihadapi oleh hal - hal yang krusial dan urgent ...hal - hal seperti ini muncul dan sedikit menghabiskan energi dan waktu saja,mbo ya nanti - nanti dulu,agar yang urgen dan krusial dahulu diselesaikan....emoticon-Shakehand2
pdhl mnrt saya TIONG HOA lbh halus lho drpd CHINA... emoticon-Amazed
Balasan post kakekane.cell
Sayangnya Bahasa indonesia gak ada padanannya, Taiwan yang nama resminya Republic of China jadi Republik Tiongkok, malah pas event olahraga lebih aneh lagi, Chinese Taipei diterjemahin Tionghoa Taipei....gw yakin mereka juga bingung kalau lihat.
bisa diganti Cinak, atau Mengleng, atau juga bisa Berakers atau Babik. Ada-ada saja.
Ganti kata jadi NASTAK aja emoticon-Wkwkwk
Quote:


ras campur ini
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


barangkali maunya dipanggil tiko aja biar baur sama situ semua. emoticon-Peace

wah...apakah sebutan atau istilah tionghoa itu seperti kita menyebut suku2 di indonesia?
Jika iya, berarti tidak ada masalah harusnya...kan biasa kita sebut eh kamu orang A, eh kamu orang B dll...

Hanya opini saja...mudah2an msh di page one..
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 15
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di