alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Sejarah Singkat Freemason Di Indonesia
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c09d757582b2e3e658b456a/sejarah-singkat-freemason-di-indonesia

Sejarah Singkat Freemason Di Indonesia


1. Freemason Era Soekarno. Di tahun 1945-1950an, loji-loji Freemasonry oleh kaum pribumi Indonesia disebut pula sebagai “Rumah Setan” disebabkan ritual kaum Freemason selalu melakukan pemanggilan arwah orang mati. Lama-kelamaan hal ini mengusik istana, sehingga pada Maret 1950, Presiden Soekarno memanggil tokoh-tokoh Freemasonry Tertinggi Hindia Belanda yang berada di Loji Adhucstat (sekarang Gedung Bappenas-Menteng) untuk mengklarifikasi hal tersebut. Di depan Soekarno, tokoh-tokoh Freemasonry ini mengelak dan menyatakan jika istilah “Setan” mungkin berasal dari pengucapan kaum pribumi terhadap “Sin Jan” (Saint Jean) yang merupakan salah satu tokoh suci kaum Freemasonry. Walau mereka berkelit, namun Soekarno tidak percaya begitu saja. Akhirnya, Februari 1961, lewat Lembaran Negara nomor 18/1961, Presiden Soekarno membubarkan dan melarang keberadaan Freemasonry di Indonesia. Lembaran Negara ini kemudian dikuatkan oleh Keppres Nomor 264 tahun 1962 yang membubarkan dan melarang Freemasonry dan segala “derivat”nya seperti Rosikrusian, Moral Re-armament, Lions Club, Rotary Blub, dan Baha’isme. Sejak itu, loji-loji mereka disita oleh negara.

2. Freemason Era Gus Dur. 38 tahun kemudian pada saat Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terpilih menjadi presiden Indonesia ketiga, ia mencabut Keppres nomor 264/1962 tersebut dengan mengeluarkan Keppres nomor 69 tahun 2000 tanggal 23 Mei 2000. Sejak itulah, keberadaan kelompok-kelompok Yahudi seperti Organisasi Liga Demokrasi, Rotary Club, Divine Life Society, Vrijmetselaren-Loge (Loge Agung Indonesia) atau Freemasonry Indonesia, Moral Rearmament Movement, Ancient Mystical Organization Of Rosi Crucians (AMORC) dan Organisasi Baha’i menjadi resmi dan syah kembali di Indonesia.

3. Gerakan Freemason Indonesia ada di Buku-Buku Sejarah. Namun meski ratusan tahun beroperasi di Nusantara, keberadaan Freemason (Belanda:Vrijmetselaarij), nyaris tak tertulis dalam buku-buku sejarah. Padahal, banyak literatur yang cukup memadai untuk dijadikan rujukan penulisan sejarah tentang gerakan salah satu kelompok Yahudi di wilayah jajahan yang dulu bernama Hindia Belanda ini. Literatur atau buku-buku tentang Freemasonry yang sempat ada di Indonesia, diantaranya adalah:

-Vrijmet selaarij: Geschiedenis, Maats chapelijke Beteekenis en Doel (Freemason: Sejarah, Arti untuk Masyarakat dan Tujuannya) yang ditulis oleh Dr Dirk de Visser Smith pada tahun 1931.

-Geschiedenis der Vrymet selary in de Oostelijke en Zuidelijke Deelen (Sejarah Freemason di Timur dan Selatan Bumi) yang ditulis oleh J Hagemen JCz pada tahun 1886.

-Geschiedenis van de Orde der Vrijmetselaren In Nederland Onderhoorige Kolonien en Londen (Sejarah Orde Freemason di Nederland di Bawah Kolonialisme) yang ditulis oleh H Maarschalk pada tahun 1872.

-Gedenkboek van de Vrijmet selaaren In Nederlandsche Oost Indie 1767-1917 (Buku Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda 1767-1917), yang diterbitkan secara resmi pada tahun 1917 oleh tiga loge besar.

-Buku: Loge de Ster in het Oosten (Batavia)

-Buku: Loge La Constante et Fidele (Semarang)

-Buku: Loge de Vriendschap (Surabaya).

-Vrijmetselarij en samenleving in Nederlands-Indie en Indonesie 1764- 1962 (Freemason dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764- 1962) ditulis pada tahun 1994, oleh Dr Th Stevens, seorang peneliti yang juga anggota Freemason. Berbeda dengan buku-buku tentang Freemason di Hindia Belanda sebelumnya, buku karangan Dr Th Stevens ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 2004.

4. Buku-buku yang mengungkap tentang sejarah keberadaan jaringan Freemason di Indonesia sejak masa penjajahan tersebut, sampai saat ini masih bisa dijumpai di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Bahkan, Indisch Macconiek Tijdschrift (Majalah Freemason Hindia), sebuah majalah resmi milik Freemason Hindia Belanda yang terbit di Semarang pada 1895 sampai awal tahun 1940-an, juga masih tersimpan rapi di perpustakaan nasional. Selain karya Stevens dan H Maarschalk yang diterbitkan di negeri Belanda, buku-buku lainnya seperti tersebut diatas, diterbitkan di Semarang dan Surabaya, dua wilayah yang pada masa lalu menjadi basis gerakan Freemason di Hindia Belanda, selain Batavia.

5. Raden Saleh, adalah bangsawan dan pelukis terkenal Jawa yang menjadi freemason pribumi pertama. Raden Saleh Sjarif Boestaman adalah pelukis Indonesia beretnis Arab-Jawa yang mempionirkan seni modern Indonesia (saat itu Hindia Belanda). Karena lukisannya yang indah, membuat dirinya dekat dengan orang-orang Belanda. Lukisannya merupakan perpaduan Romantisisme yang sedang populer di Eropa saat itu dengan elemen-elemen yang menunjukkan latar belakang Jawa sang pelukis. Keberadaan jaringan Freemason di Indonesia seperti ditulis dalam buku “Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda” 1767-1917 adalah 150 tahun atau 199 tahun, dihitung sejak masuknya pertama kali jaringan Freemason di Batavia pada tahun 1762 sampai dibubarkan pemerintah Soekarno pada tahun 1961.

6. Buku “Kenang-kenangan Freemason di Hindia Belanda” 1767-1917 misalnya, memuat secara lengkap operasional, para tokoh, dokumentasi foto, dan aktivitas loge-loge yang berada langsung di bawah pengawasan Freemason di Belanda. Buku setebal 700 halaman yang ditulis oleh Tim Komite Sejarah Freemason ini adalah bukti tak terbantahkan tentang keberadaan jaringan mereka di seluruh Nusantara. Keterlibatan elite-elite pribumi, diantaranya para tokoh Boedi Oetomo dan elite keraton di Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta, terekam dalam buku kenang-kenangan ini.

7. Radjiman Wediodiningrat, orang yang pernah menjabat sebagai pimpinan Boedi Oetomo, adalah satu-satunya tokoh pribumi yang artikelnya dimuat dalam buku kenang-kenangan yang menjadi pegangan anggota Freemason di seluruh Hindia Belanda ini. Radjiman yang masuk sebagai anggota Freemason pada tahun 1913, menulis sebuah artikel berjudul ”Een Broderketen der Volken” (Persaudaraan Rakyat). Radjiman pernah memimpin jalannya sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Selain Radjiman, tokoh-tokoh Boedi Oetomo lainnya yang tercatat sebagai anggota Freemason bisa dilihat dalam paper berjudul “The Freemason in Boedi Oetomo” yang ditulis oleh CG van Wering. Kedekatan Boedi Oetomo pada masa-masa awal dengan gerakan Freemason bisa dilihat setahun setelah berdirinya organisasi tersebut. Adalah Dirk van Hinloopen Labberton, pada 16 Januari 1909 mengadakan pidato umum (openbare) di Loge de Sterinhet Oosten (Loji Bintang Timur) Batavia. Dalam pertemuan di loge tersebut, Labberton memberikan ceramah berjudul, ”Theosofische in Verband met Boedi Oetomo” (Theosofi dalam kaitannya dengan Boedi Oetomo). Theosofi adalah bagian dari jaringan Freemason yang bergerak dalam kebatinan. Aktivis Theosofi pada masa lalu, juga adalah aktivis Freemason. Cita-cita Theosofi sejalan dengan Freemason.

8. Misi dan faham Freemason. Apa misi Freemason? Dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia”, 1764-1962, karya Dr Th Steven dijelaskan misi organisasi yang memiliki simbol Bintang David ini: ”Setiap insan Mason bebas mengemban tugas, dimana pun dia berada dan bekerja, untuk memajukan segala sesuatu yang mempersatukan dan menghapus pemisah antar manusia.” Jadi, misi Freemason adalah “menghapus pemisah antar manusia!”. Salah satu yang dianggap sebagai pemisah antar-manusia adalah ‘agama’. Maka, jangan heran, jika banyak freemason berteriak lantang: ”semua agama adalah sama”. Atau, ”semua agama adalah benar, karena merupakan jalan yang sama-sama sah untuk menuju Tuhan yang satu.”

9. Loji-Loji Freemason di Indonesia. Banyak loji yang ditutup pada masa pendudukan Jepang. Kemudian semua loji di Indonesia ditutup setelah Freemasonry dilarang berdiri oleh Soekarno pada tahun 1962. Semarang, Padang, Yogyakarta, Surakarta, Aceh Darussalam, Probolinggo, Makassar, Medan, Magelang, Salatiga, Bandung, Tegal, Malang, Blitar, Batavia, Jember, Palembang, Sukabumi, Purwokerto, Surabaya.

10. Berikut sejumlah gambar buku yang pernah terbit dan menceritakan sepak terjang Freemasonry di Nusantara dan bisa dicari di Perpustakaan Nasional.

Sejarah Singkat Freemason Di Indonesia

Sejarah Singkat Freemason Di Indonesia

Sejarah Singkat Freemason Di Indonesia
(Dari Berbagai Sumber)

#SalamUniversal
universalindigo.blogspot.com
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
sudah ga ada obatnya lagi si ts emoticon-Traveller:

acuan ts buku harun yahya,si mantan pasien rsj ? emoticon-Traveller:
Yang lagi rame kasus

http://m.tribunnews.com/amp/regional/2018/11/30/kisah-soejati-menjelang-usia-90-tahun-mantan-guru-sman-3-bandung-terancam-diusir-dari-rumahnya

Loge hermes masih freemason ga? Rumahnya terkenal dgn rumah kentang dulu sebelum fremason dilarang salah satu tempat berkumpulnya mason selain loge saint jon yg skg jadi masjid belakang balikota
Diubah oleh chuba.
Quote:


Lions Club pernah nih mengadakan acara HUT nya di Resto tempat kerjaan gw dulu di awal 2006 kalau gak salah, Ketua nya (saat itu, entah sekarang ?) salah satu dedengkot Konglomerat Indonesia, doi sendiri yg berpidato saat itu emoticon-Big Grin

gw cuma dengerin aja dari balik Stage, gak tertarik isi pidatonya emoticon-Ngacir
Quote:




daerah mana tuh gan? & siapa nama ketua'a??
beda ama yang ane baca dari deepweb
Harun Yahya emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
keknya yg masih eksis cuma rotary club ya? ane pernah liat beberapa plangnya, malahan di bandung pernah lit ada sekolahan entah SD apa TK ya, ada lambang rotary clubnya
lah koplak acuannya harun yahya emoticon-Ngakak (S) padahal kalo dipikir2 harun yahya itu kyk pengikut freemason/iluminati lihat aja acara talkshownya emoticon-Ngakak (S)
dopos
Diubah oleh tiyorahmat
Balasan post Uthe18
Quote:


tu semacam yayasan filantropis gitu?


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di