alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Daripada Kirim Manusia Ke Planet Lain, Kenapa Gak Kirim Tumbuhan Saja Dulu?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c08624a9a095140558b4569/daripada-kirim-manusia-ke-planet-lain-kenapa-gak-kirim-tumbuhan-saja-dulu

Daripada Kirim Manusia Ke Planet Lain, Kenapa Gak Kirim Tumbuhan Saja Dulu?

Hallo GanSis!! Judulnya mirip-mirip nih sama judul thread sebelumnya, Daripada Repot Jauh-jauh ke Mars Kenapa Gak ke Bulan Saja?.Gak apa ya. Karena thread ini juga idenya dapat dari thread sebelumnya.

Hal yang mendasar dari kemungkinan Manusia menjelah planet selain Bumi. Maka tidak akan jauh-jauh dari air, tanaman dan udara. Nah di thread ini akan fokus bahas bisakah tanaman tumbuh di planet lain.


Quote:


Manusia Bumi yang sudah terbiasa hidup dengan iklim di Bumi. Maka sekiranya pindah ke planet lain, kondisi Bumi akan dibawa-bawa ke planet baru.

Sebelum jauh berpikir membawa Manusia pindah ke planet lain. Kenapa gak coba tanam tanaman saja dulu disana. Karena mengirim Manusia ke planet lain lebih beresiko.

Dalam hal ini katakanlah menanam tanaman di Mars. Secara planet Mars lebih dekat dengan Bumi diantara planet lainnya.

Nah pertayaannya sekarang, bisakah menanam tanaman di planet lainnya, Mars misalnya. Ya ini persepsi pribadi saya saja. Karena eksplorasi antariksa ini bukan peperangan militer yang mengorbankan jiwa. Daripada beresiko mengirim Manusia, ada baiknya uji coba tanam tanaman di luar angkasa saja.

Faktanya ide menanam tanaman di luar angkasa sudah bukan hal baru. Bahkan astronot sudah merasakan panen tanaman pertama di luar angkasa.

Quote:

Lettuce merah adalah sayuran pertama diluar angkasa yang ditanam dan berhasil dipanen di International Space Station. (10 Agustus 2015)

Lettuce merah ditanam 15 bulan silam (sebelum 10 Agustus 2015) dengan sistem Veg-01 dengan memakai lampu LED merah, biru dan hijau. Pencahayaan ini digunakan untuk tanaman dalam skala kecil.

Seperti dilansir Quartz (10/08) astronot akan mencicipi sebagian dari lettuce merah. Sedangkan sebagian sisanya akan dibawa ke bumi untuk diteliti. Hari itu astronot akan makan lettuce merah tersebut dan sebelum dimakan akan dicuci dengan pembersih dengan bahan asam citric.

Sampai disini katakanlah astronot berhasil menanam tanaman di luar angkasa. Selanjutnya ialah bisakah menanam tanaman di Mars.

Secara mengejutkan ternyata bisa. Astronot Mark Watney sudah berhasil memanen kentang di Mars pada 2015. Seperti gambar ini.

Quote:

Namun sayangnya semua itu baru terjadi di film. Nama filmya "The Martian", sebuah film fiksi ilmiah. Tapi jangan anggap remeh juga, beberapa kejadian dalam film bisa saja terjadi di dunia nyata. Barangkali seperti menanam tanaman di Mars.

Menanam tanaman di Mars menjadi sesutu tak kalah penting dibanding sekadar mengirim koloni manusia di Mars. Karena perjalanan astronot dari Bumi ke Mars diperkirakan memakan waktu 8 waktu. Bisa juga dipersingkat menjadi 6 jam.

Namun semua belum cukup. Artinya perjalanan PP (pulang pergi) Bumi ke Mars memakan waktu 1 tahun. Dalam waktu lama astronot tanpa sayuran segar dan dapat mengganggu kesehatan.

Nah ini yang saya bilang tadi. Akan lebih baik eksplorasi luar angkasa jangan sampai memakan korban. Setidaknya jangan mengorbankan orang lain. Sekarang saja antariksawan lebih nyaman menggunakan robot untuk meneliti luar angkasa.

Maka itu NASA mencoba menanam tanaman di planet Merah tersebut. Supaya nantinya astronot mendapat asupan gizi yang cukup selama tugasnya di Mars. Bisakah ambisi ini terwujud?

Kabar baiknya datang dari Bruce Bugbee, direktur tanaman dan tanah dari Utah State University. Beliau mengaku dapat menanam tanaman di dalam ruangan. Nantinya ruangan tersebut akan diletakkan di Mars dan stasiun antariksa.

Quote:

Ngomong-ngomong nih GanSis. Lettuce Merah yang sudah berhasil ditanam di International Space Station pada 2015. Ada campur tangan Bruce Bugbee. Hanya saja proyek tersebut belum dicoba langsung di Mars.

Adapun penelitian lain yang menguji coba menanam tanaman langsung menggunakan tanah Mars. Lebih tepatnya tanah yang menyerupai tanah Mars.

Peneliti asal Dutch Wageningen University and Research Center, Belanda mengungkapkan telah berhasil menanam beberapa tumbuhan pada media yang mirip dengan kontur tanah di planet Mars. Tidak disebutkan bagaimana peneliti mengetahui kontur tanah Mars. Membuat tiruannya atau mengambil langsung ke Mars.

Sebagaimana dilansir oleh TechRadar (10/3/16), peneliti mengaku menggunakan metode yang digunakan dalam film The Martian. Menarik nih GanSis, film yang notabene fiksi ilmiah dibuktikan dalam penelitian nyata.

Para peneliti berujar mereka menggunakan tambahan pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan dan sisa-sisa guguran daun atau rumput segar. Dan hasilnya seperti apa?

Diketahui ada 6 tanaman dari 10 percobaan tanam menggunakan tanah simulasi Mars. Tanaman-tanaman tersebut adalah tomat, kacang polong, gandum. Lalu ada tanaman garden rocket, lobak, dan garden cress (tanaman serupa salada).

Tanaman yang ditanam pada media tanah simulasi Mars sebenarnya hasilnya tidak jauh berbeda dengan tanaman yang ditanam pada tanah biasanya dan kompos. Hanya saja sayuran dan buah yang dihasilkan dari tanah simulasi Mars masih belum aman untuk di konsumsi Manusia.

Duh, kecil lagi deh peluang untuk ke Mars kalau gini ya. Hal ini karena tanah simulasi Mars diketahui mengandung logam berat seperti timbal, arsen, dan merkuri serta ditambah zat besi dengan konsentrasi yang tinggi.

Sekalipun tanaman bisa tumbuh di media tanah tersebut. Namun kandungan zat beracun kemungkinan akan terserap oleh tanaman. Sehingga tidak baik dikonsumsi oleh Manusia karena dapat menggangu kesehatan.

Terlepas dari semua itu. Capaian uji coba menanam tanaman menggunakan tanah simulasi Mars ini menjadi langkah besar yang mampu dicapai oleh proyek penelitian untuk mempersiapkan misi eksplorasi Mars. Para ahli tidak hanya terpacu dengan mengirim astronot ke luar angkasa. Namun juga memikirkan kebutuhan astronot di Mars.

Orang-orang mungkin banyak berharap Mars bisa dihuni. Sekalipun iklimnya tidak bersahabat. Kenapa Gak sekalian saja bawah air, tanah dan bibit pohon dari Bumi. Untuk ditanam di Mars atau planet lainnya. Supaya muncul oksigen disana.

Quote:


Saya dan mungkin GanSis ada yang berpikir demikian. Mengapa Manusia tidak tanam pohon di planet lainnya agar layak huni seperti di Bumi.

Namun sayangnya sampai thread ini dibikin dan diunggah. Saya belum ketemu informasi terkait hal tersebut. Mungkin dilain kesempatan ya GanSis.

Sumber & referensi:

Techno.id (1,2)
Liputan6.com
Tribunnews.com
Detikfood
Diubah oleh riandyoga
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Dari lokal sini, ada yang mencoba menanam kentang dengan cara hidroponik. Mungkin bisa dicoba ...
Kiranya metoda tanam hidroponik ini, juga bermanfaat pada planet-planet lain yang kondisi tanahnya "kurang ramah" bagi manusia. Pokoknya air harus ada. emoticon-Smilie
Namun terkait masalah penanaman itu, satu hal yang mungkin belum dipikirkan lebih lanjut adalah terkait dengan ekosistemnya. Disebutkan, telah mengupayakan pemberian pupuk dari bahan-bahan organik, tetapi disitu kita perlu mengupayakan agar segala unsur yang dibutuhkan oleh tanaman itu dapat terpenuhi. Baik itu berasal dari tanah di planet yang bersangkutan, ataupun pemberian secara manual oleh manusia (yang dibantu oleh tehnologi tentunya).

Bila ini tidak dapat dilakukan, dengan sendirinya nanti akan ada "ruang kosong" pada tanaman tersebut. Dimana itu ... bisa jadi ... akan menyebabkan terjadinya mutasi pada tanaman tersebut. Yang kemudian dimakan oleh manusia ... Efek pada manusia akibat dari memakan tanaman tersebut, kiranya yang perlu dipelajari. Kalau cuma mempengaruhi bentuk fisik dari tanaman tersebut (mengalami stunting, atau sebaliknya, perubahan warna atau sejenisnya), kiranya masih tidak mengapa.

Kemudian masih berkaitan dengan masalah ekosistem juga, perlu diperhatikan mengenai pola makan/konsumsi dari manusia. Dimana terkait masalah penanaman, tentunya akan berpengaruh pada luasan atau jumlah tanaman yang harus ditanam, serta pupuk yang harus disediakan untuk itu.
Astronot juga harus belajar puasa, kayaknya. emoticon-Smilie Makan 1x sehari. Walau itu kemudian bisa jadi juga akan menyebabkan perubahan pada tubuh manusia, atau perilakunya. Kiranya ini juga harus dipelajari.
Jangan sampai karena kelaparan, kemudian melihat teman sendiri terlihat seperti paha ayam. emoticon-Big Grin
bener bgt nih, sebaiknya coba untuk bercocok tanam bahan pangan yg bisa ditanam di luar bumi, andaikata bumi sudah tidak dapat ditinggali, percuma aja manusia pindah ke planet lain dan bisa hidup tapi ujung2nya mati karena kelaparan
mo tanamnya dimana dulu di planet lain, Mars contohnya ?

Kalau mo tanam di artificial habitable kaya di Film Martian ya bisa2 aja tapi kalau menanam diluaran kaya di Bumi ya susah....
paling yang agak memungkinkan itu semacam Alga yg mampu hidup dengan kondisi itu emoticon-Malu

tapi... dengan kondisi warna dan cahaya Matahari di Mars yg berbeda dengan di Bumi, kemungkinan warna alga/pepohonan akan berbeda dibanding di Bumi, tak lagi di dominasi hijau jika di tanam di alam bebasnya bukan di artificial habittable emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di