alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris
2.6 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5c06989fe4ef877c748b4571/sejarah-amp-kronologi-terbentuknya-kerajaan-arab-saudi-yang-dibantu-kerajaan-inggris

Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris

Bagian 1 - 20 

1. Tahun 1701: Muhammad Bin Abdul Wahab dilahirkan di Uyainah, Nejd.

2. Tahun 1713-an keatas: Pergi ke Basrah untuk menuntut ilmu, disana Muh. Bin Abdul Wahab bertemu Mr. HEMPHER mata-mata Inggris yang mengaku sebagai Muslim dari Turki yang punya misi mencari kelemahan untuk menghancurkan Khilafah Turki Ottoman dari dalam.

Hempher menggunakan Muh. Bin Abdul Wahab sebagai boneka penyebaran mazhab baru yang “bebas” dengan dalih kebebasan IJTIHAD “mengkaji langsung dari Qur’an dan Hadits” walaupun menyelisihi pemahaman para sahabat, para Imam Mazhab yang 4 dan para Ulama Muktabar. Hempher menjanjikan dukungan dana dan senjata dari Inggris bagi Imam Mujtahid yang baru muncul ini. Tujuan utama Hempher adalah agar Muh. Bin Abdul Wahab mencetuskan revolusi pemberontakan melepaskan diri terhadap Khilafah Islam Turki Ottoman.

Dengan agenda tersembunyi akan melakukan pemberontakan, dibangunlah doktrin-doktrin baru untuk melegislasi tindakan kekerasan dan pembunuhan terhadap pejabat pemerintah Turki Ottoman dan semua orang yang tidak mendukung revolusi wahabi, yaitu: Membuat ajaran baru yang mudah meng-KAFIR-kan Muslimin, sebagai alasan untuk menghalalkan darahnya apabila tidak mau bergabung dengan gerakan Wahabi. Di Basrah itulah dimulai ajaran-ajaran TAKFIR-nya disebar luaskan. Tentu saja PERKARA BARU-nya itu ditentang oleh Ulama- setempat.

3. Tahun 1726: Dakwah di Huraymilah dan menyebarkan Perkara Baru ajaran takfir-nya, diusir oleh masyarakat setempat.

4. Tahun 1728: Dakwah di Uyainah, mendapat dukungan dari Amir Utsman penguasa Uyainah, mulai melakukan perusakan dan pembongkaran kubah makam orang-orang soleh. Tindakan dan ajarannya yang ekstrim mendapat kecaman dari penguasa wilayah yang lain.

5. Tahun 1744: Bergabung dengan Muhammad Bin Saud penguasa Di’riyah, semakin gencar menyebarkan doktrin-doktrin WAHABI, dan mempraktekkan tindakan-tindakan kekerasan dalam menerapkan dan memaksakan ajaran Wahabi.

6. Tahun 1765: Muhammad Bin Saud peguasa Di’riyah meninggal dunia, digantikan oleh Abdul Azis bin Muhammad Al Saud.

7. Tahun 1792: Dengan dukungan senjata dan dana dari Inggris yang difasilitasi oleh Hempher, Revolusi Wahabi dibawah pimpinan Abdul Azis Bin Su’ud berhasil menguasai : Riyadh, Kharj dan Qasim di wilayah Arabia Tengah.

8. Tahun 1793: Muhammad Bin Abdul Wahab wafat. Mereka melanjutkan ekspansi ke timur ke Hasa, dan menghancurkan kekuasaan Banu Khalid di wilayah itu. Para pengikut Syi`ah di kawasan ini, yang jumlahnya cukup banyak, dipaksa untuk menyerah dan mengikuti Wahhabisme atau dibunuh.

9. Tahun 1797: Menyerbu Teluk Persia, Oman, Qatar, Bahrain.

10. Tahun 1802: Menyerbu Thaif, dilanjutkan menyerbu Karbala Iraq, membunuh 2.000-an pengikut Syi`ah yang sedang bersembahyang sambil merayakan Muharram. Dengan kemarahan yang tak terkontrol, mereka menghancurkan makam-makam Imam ‘Ali bin Abu Thalib, Husain, Imam-imam Syi`ah dan khususnya kepada makam puteri Nabi, Fatimah.

11. Tahun 1803: Menyerbu Mekkah.

12. Tahun 1804: Menyerbu Madinnah.

 Mereka membunuh Syekh dan orang awam yang tidak bersedia masuk Wahabi. Perhiasan dan perabotan mahal dan indah yang disumbangkan oleh banyak raja dan pangeran dari seluruh dunia Islam untuk memperindah banyak makam Wali di seputar Mekkah dan Madinnah, makam Nabi Muhammad saw. Dan Masjidil Haram – dicuri dan dibagi-bagikan. Pada saat Mekkah jatuh ke tangan Wahabi. Dunia Islam guncang, bahwa makam Nabi Muhammad saw. telah dinodai dan dijarah, rute jamaah haji ditutup dan segala bentuk peribadatan yang tidak sejalan dengan praktik Wahabi dilarang.

13. Tahun 1806: Abdul Azis Bin Su’ud meninggal dunia digantikan Abdullah bin Sa’ud.

14. Tahun 1811: Turki Ottoman mulai mengirimkan pasukan untuk memadamkan revolusi pemberontakan kaum Wahabi.

15. Tahun 1812: Pasukan Turki Ottoman dari Mesir berhasil menguasai Madinnah.

16. Tahun 1815: Kembali pasukan Turki Ottoman dari Mesir menyerbu : Riyadh, Mekkah dan Jeddah.

17. Tahun 1818: Di’riyah, ibukota pusat gerakan Revolusi pemberontakan Wahabi berhasil dikuasai pasukan Khilafah Islam Turki Ottoman. Pemimpin Wahabi saat itu Abdullah bin Sa’ud tertangkap, dibawa ke Istambul dan dihukum gantung disana sebagai pimpinan pemberontakan.

18. Tahun1821: Tentara Khilafah Islam Turki Ottoman ditarik dari Arabia.

19. Tahun1824: Turki Bin Abdullah, yang bapaknya dihukum gantung di Turki mengambil alih kepemimpinan kaum Wahabi menduduki Riyadh.

20. Tahun 1830: Meluaskan penaklukan ke daerah `Aridh, Kharj, Hotah, Mahmal, Sudayr Aflaj dan Hasa.


Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bagian 21 - 50

21. Tahun 1834: Turki bin Abdullah dibunuh konspirasi internal keluarga Saud yang dipimpin sepupunya sendiri, yang diangkat jadi walikota Manfuhah yang bernama Mishari. Setelah mengalami konflik antar sesama klan Saud, Faisal bin Turki berhasil naik menjadi Penguasa baru kaum Wahabi.

22. Tahun 1837: Faisal bin Turki Al Saud, karena menolak membayar upeti ke Mesir, diringkus oleh Otoritas Turki Ottoman dan dibawa ke Mesir.

23. Tahun 1863: Faisal bin Turki Al Saud berhasil melarikan diri dari Mesir, kembali berkuasa di Riyadh tapi tetap mengakui kekuasaan Khilafah Islam Turki Ottoman dan rutin membayar upeti ke Mesir.

24. Tahun 1865: Faisal bin Turki Al Saud meninggal, anak-anaknya dari isteri yang berbeda-beda terlibat perebutan kekuasaan.

25. Tahun 1871: Sa’ud bin Faisal keluar sebagai pemenang dan berkuasa memimpin teritorial kaum Wahabi.

26. Tahun 1875: Sa’ud bin Faisal meninggal, kembali terjadi perebutan kekuasaan.

27. Tahun 1887: Abdullah Al Saud meminta bantuan Muhammad bin Rasyid penguasa Ha’il. Laskar Klan Rasyid setelah membantu Abdullah dan berhasil menyingkirkan pesaingnya akhirnya justru menangkap Abdullah dan menguasai Riyadh dengan mengatasnamakan sebagai wali dari Turki Ottoman.

28. Tahun 1889: Abdurrahman Al Saud, salah satu walikota dibawah kendali Al Rasyid memberontak tetapi berhasil ditumpas oleh Muhammad Bin Rasyid, Abdurrahman melarikan diri keluar dari Riyadh.

29. Tahun 1893: Abdurrahman Al Saud menetap di Kuwait dibawah perlindungan kekuasaan Klan Al Sabah dibawah protektorat Inggris berdasarkan traktat tahun 1899.

30. Tahun 1902: Abdul Azis bin Abdurrahman Al Saud yang merengek minta bantuan Inggris berusaha merebut kekuasaan di Riyadh dari Klan Rasyid yang didukung Khilafah Turki Ottoman.

Mulanya Inggris meragukan kemampuan Abdul Azis, tapi Abdul Azis meyakinkan Inggris bahwa metodenya adalah murni gerakan politik-militer yang akan “membunuh semuanya” yang menentangnya, tidak peduli meskipun Muslim.

31. Tahun 1906: Abdul Azis bin Abdurrahman Al Saud yang lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Saud dengan dukungan penuh dari Inggris berhasil menguasai QASIM, yang mendekati pusat pemerintahan Klan Rasyid di Nejd.

32. Tahun 1913: Hasa yang banyak penganut SYI’AH dikuasai. Ibn Sa`ud mengadakan perjanjian dengan ulama Syi’ah yang menetapkan bahwa Ibn Sa`ud akan memberikan mereka kebebasan menjalankan keyakinan mereka dengan syarat mereka patuh kepada Ibn Sa`ud. Pada saat yang sama, Syi’ah tetap dianggap sebagai kalangan Rafidah yang KAFIR.

33. Tahun 1915: Ditengah berkecamuknya perang dunia ke-I, Pada tanggal 26 Desember 1915, Ibn Sa`ud menyepakati traktat dengan Inggris. Berdasarkan traktat ini, pemerintah Inggris mengakui kekuasaan Ibn Sa`ud atas Nejd, Hasa, Qatif, Jubail.

Apabila wilayah-wilayah ini diserang, Inggris akan membantu Ibn Sa`ud. Traktat ini juga mendatangkan keuntungan material bagi Ibn Sa`ud. Ia mendapatkan 1000 senapan dan uang £20.000 begitu traktat ditandatangani. Selain itu, Ibn Sa`ud menerima subsidi bulanan £5.000 dan bantuan senjata yang akan dikirim secara teratur sampai tahun 1924. Dokumen diatas menjelaskan: Sebagai imbalan bantuan dan pengakuan Inggris akan kekuasaannya, Ibn Sa`ud menyatakan tidak akan mengadakan perundingan dan membuat traktat dengan negara asing lainnya. Ibn Sa`ud juga tidak akan menyerang atau campur tangan di Kuwait, Bahrain, Qatar dan Oman – yang berada di bawah proteksi Inggris. Ibn Saud juga berjanji membiarkan berdirinya negara Yahudi di Palestina yang dibidani Inggris.

34. Tahun 1916: Perjanjian penentuan batas wilayah. Komisioner tinggi Inggris Sir Percy Cox dengan mengambil kertas dan pena menentukan batas-batas wilayah kerajaan-kerajaan di Timur-Tengah sebagai kerajaan-kerajaan nasional yang berdaulat lepas dari Khilafah Turki Ottoman.

Sementara itu, saingan Ibn Sa`ud di Nejd, Ibn Rasyid, tetap bersekutu dengan Khilafah Usmaniah. Ketika Kesultanan Utsmani kalah dalam Perang Dunia I bersama-sama dengan Jerman, klan Rasyidi kehilangan sekutu utama. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya, Rasyidi dilanda persaingan internal di bidang suksesi. Perang antara Ibn Sa`ud dan Ibn Rasyid sendiri tetap berlangsung selama PD I dan sesudahnya.

35. Tahun1917: Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour menerbitkan deklarasi Balfour kepada Lord Rothschild seorang aristokrat dan miliuner Yahudi tanggal 2 November 1917 yang menjanjikan berdirinya negara Yahudi di Palestina. Pada tanggal 11 Desember 1917, Inggris dibawah pimpinan Jenderal Edward Allenby menduduki Palestina.

36. Tahun 1921: Setelah berbulan-bulan dikepung, pada tanggal 4 November 1921, Ha’il, ibukota Klan Rasyidi, jatuh ke tangan Ibn Sa`ud yang dibantu Inggris melalui dana dan persenjataan. Penduduk oase subur di utara itu pun mengucapkan bai’at ketundukan kepada Ibn Sa`ud.

37. Tahun 1922: Asir, wilayah di Hijaz selatan dikuasai Ibn Saud.

38. Tahun 1924: Mekkah dan Madinnah dikuasai.

39. Tahun 1925: Jeddah dikuasai, di tahun ini Ibnu Saud memproklamirkan diri sebagai RAJA HIJAZ.

40. Tahun 1926: Ibnu Saud memproklamirkan diri sebagai RAJA HIJAZ dan SULTAN NEJD. Agen intelejen Inggris yang bernama Harry St. John Pilby tinggal di Jeddah sebagai penasehat dan penghubung dengan pemerintah Inggris.

41. 1927: Perjanjian umum Inggris-Arab Saudi yang ditandatangani di Jeddah (20 Mei 1927). Perjanjian itu, yang dirundingkan oleh Clayton, mempertegas pengakuan Inggris atas ‘kemerdekaan lengkap dan mutlak’ Ibnu Sa‘ud.

Hubungan non-agresi dan bersahabat, pengakuan Ibnu Sa‘ud atas kedudukan Inggris di Bahrain dan di ke-Emir-an Teluk, serta kerjasama dalam menghentikan perdagangan budak. Dengan perlindungan Inggris ini, Abdul Aziz (yang dikenal dengan Ibnu Sa‘ud) merasa aman dari berbagai ancaman.

42. Tahun 1928: Suku Duwaish yang tidak senang terhadap sikap politik Ibnu Saud yang terlalu pro Barat dan menyetujui berdirinya Israel di Palestina melakukan pemberontakan. Dengan bantuan angkatan udara Inggris dilakukan pengeboman dan penumpasan pemberontakan suku Duwaish.

43. Tahun 1932: Ibnu Saud memproklamrikan berdirinya Kerajaan Saudi Arabia (Al-Mamlakah al-‘Arabiyah as-Su‘udiyah) dengan wilayah kekuasaan yang sampai sekarang ini dikenal sebagai Kerajaan SAUDI ARABIA (KINGDOM OF SAUDI ARABIA).

44. Tahun 1933: Ditemukan minyak di Wilayah Arab Saudi, Standart Oil Company dari California memperoleh konsesi selama 60 tahun. Perusahaan ini kemudian berubah nama menjadi Arabian Oil Company pada tahun 1934. Pada mulanya, pemerintah AS tidak begitu peduli dengan Saudi. Namun, setelah melihat potensi besar minyak negara tersebut, AS dengan agresif berusaha merangkul Saudi.

45. Tahun 1941: Untuk kepentingan minyak, secara khusus wakil Aramco, James A. Moffet, menjumpai Presiden Roosevelt (April 1941) untuk mendorong pemerintah AS memberikan pinjaman utang kepada Saudi. Utang inilah yang kemudian semakin menjerat negara tersebut menjadi ‘budak’ AS.

Pada tahun 1946, Bank Ekspor-Impor AS memberi pinjaman pada Saudi sebesar $10 juta dollar. Tidak hanya itu, AS juga terlibat langsung dalam ‘membangun’ Saudi menjadi negara modern, antara lain dengan memberikan pinjaman sebesar $100 juta dollar untuk pembangunan jalan kereta api

46. Tahun 1943: Konsesi ijin bagi AS menempatkan pangkalan militer di Arab Saudi yang terus diperpanjang sampai sekarang.

47. Tahun 1948: Deklarasi berdirinya Israel pada tanggal 14 Mei 1948 yang dibacakan oleh Perdana Menteri David Ben Gurion di Tel Aviv.

Proklamasi Israel itu ditentang oleh 5 negara Arab: Arab Saudi, Suriah, Mesir, Trans-Yordania, Libanon dan Iraq yang mengakitbatkan pecahnya perang Arab-Israel pertama sepanjang tahun 1948-1949. Namun perang ini adalah setengah hati, karena Negara-negara Arab sendiri sudah terikat traktat dengan Inggris melalui Perjanjian Penentuan Batas Wilayah yang ditentukan oleh Komisioner Tinggi Inggris Sir Percy Cox pada tahun 1916. Disamping itu juga telah adanya janji para penguasa negara Arab bentukan Inggris untuk membiarkan berdirinya Israel di Palestina sebagai imbalan atas jasa Inggris yang telah membantu berkuasanya para Raja boneka Inggris di masing-masing negara Arab.

48. Tahun 1953: Raja Abdul Azis bin Abdurrahman Al Saud (Ibn Saud) meninggal digantikan oleh Raja Saud bin Abdul Azis.

49. Tahun 1956: Perang Arab-Israel kedua, tentara Israel dibantu Inggris dan Perancis menyerbu Mesir dan menduduki Sinai. Perang dipicu karena Nasionalisasi Terusan SUEZ oleh pemerintahan Gamal Abdul Nasser, dimana saham terbesar terusan SUEZ dimiliki oleh Inggris dan Perancis.

50. Tahun 1964: Raja Saud meninggal digantikan oleh Faisal Bin Abdul Azis.

Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris




Bagian 51 - 61

51. Tahun 1967: Perang “enam hari” Arab-Israel ketiga, Israel menyerang Mesir, Suriah dan Yordania, menyusul penarikan mundur pasukan PBB dari Sinai dan setelah Mesir menutup Teluk Aqoba. Dalam perang itu Israel berhasil merebut Gurun Sinai, Tepi Barat, Yerusalem Timur, Jalur Gaza dan dataran tinggi Golan. Dengan jatuhnya wilayah Tepi Barat dan Jalur Gaza ke tangan Israel, berarti seluruh wilayah yang disediakan bagi negara Arab Palestina sesuai dengan rencana PBB.

52. Tahun 1973: Perang “Yomkhipur” Mesir merebut Sinai dan Syria merebut Dataran Tinggi Golan namun Israel dapat memukul balik. Negara-negara Arab melakukan embargo minyak untuk menekan Israel dan Negara-negara Barat yang mendukungnya.

53. Tahun 1975: Raja Faisal meninggal digantikan oleh Khalid bin Abdul Azis.

54. Tahun1978: Perjanjian Camp David, Israel mengembalikan Sinai kepada Mesir. Timbul polemik dan pro-kontra diantara Negara-negara Arab terkait nasib bangsa Palestina yang tidak menentu.

55. Tahun 1982: Raja Khalid meninggal digantikan oleh Raja Fahd bin Abdul Azis. Israel menyerang Libanon untuk mengamankan perbatasannya dengan Syria.

56. Tahun 1987: Gerakan Intifada dimulai, perlawanan bersenjata rakyat Palestina dibawah komando HAMAS salah satu faksi dari PLO.

57. Tahun 1991: Perang Teluk I, Amerika menyerang Iraq yang menganeksasi Kuwait. Pasukan Amerika didatangkan ke Pangkalan militer AS di Dahran, Arab Saudi.

Keluarga Saud mulai menanamkan investasi yang besar di AS, khususnya pada perusahaan-perusahaan keluarga BUSH. Dana sebesar 1,4 Milliar Dollar AS per tahun diberikan kerajaan Arab Saudi untuk menyokong kepemimpinan George W. Bush. Investasi sebesar 860 Milyar Dollar ditanam pemerintahan Arab Saudi di Amerika dan sebesar 300 Trilyun Dollar AS (senilai dengan 2.805.000.000.000.000.000 rupiah) uang Arab Saudi disimpan di Bank AS.

58. Tahun 1996: DR. Aidh Abdullah Al Qorni (penulis LA TAHZAN) dipenjara karena tulisannya yang mengkritik pemerintah.

59. Tahun 2001: Peristiwa 9/11 pengeboman WTC (menjadikan stigma negatif bahwa Islam = Teroris).

60. Tahun 2003: Perang Teluk kedua, AS menyerbu dan menduduki Iraq.

61. Tahun 2005: Raja Fahd meninggal, digantikan oleh Abdullah bin Abdul Azis.

Putra Mahkota Pangeran Sultan Bin Abdul Azis telah berumur 86 tahun dalam kondisi sakit-sakitan. Bila Pangeran Sultan meninggal dunia lebih dahulu dari Raja, yang dipersiapkan sebagai pengganti putera mahkota adalah menantu Raja Abdullah yaitu: Pangeran Faisal Bin Abdullah. Raja Abdullah mengganti beberapa pejabat teras pemerintahannya yang berideologi Wahhabi dengan orang-orang yang dianggap lebih toleran secara religi, berpikiran reformis dan dengan ikatan kerja yang dekat dengan raja. Penunjukkan Pangeran Faisal bin Abdullah sebagai Menteri Pendidikan Arab Saudi memang tepat. Karena kementerian ini sebelumnya membuat kurikulum yang memberi doktrin pada pelajar tentang ideologi kebencian dan kekerasan terhadap agama lain (Wahhabi).

Mereka mengajarkan sebagai bagian dari perintah agama penanaman kebencian terhadap selainnya bahkan kepada Ahlu Sunnah dan Syi’ah. Seperti yang ditunjukkan Laporan Juli 2008, budaya kebencian terhadap non-Wahhabi masih tetap ada dalam buku-buku bacaan kajian Islam terbitan Arab. Buku ini diwajibkan di seluruh sekolah umum Arab Saudi dan mendominasi kurikulum Saudi dalam kelas yang lebih tinggi. Kementerian memuat isi teks ini secara penuh dalam situsnya dan penguasa Wahhabi mengirimnya gratis ke masjid dan sekolah dan perpustakaan muslim di seluruh dunia. Pangeran Faisal bin Abdullah yang dikenal pemikir dan moderat juga dikenal cakap dalam memeriksa kurikulum. Dan dikemudian hari kita akan menyaksikan di Arab Saudi yang lebih moderat (baca: sekuler).

Raja Abdullah juga menggantikan Kepala Dewan Mahkamah Agung, Sheikh Saleh al-Luhaidan, yang selama ini dituding menghalangi upaya reformasi dengan Saleh bin Humaid. Sheikh Luhaidan telah menduduki pos ini selama lebih dari 40 tahun. Selama ini Luhaidan amat terkenal karena beberapa kebijakan ”tegas” yang berpijak pada ajaran konservatif. Salah satu pernyataan tegas pernah diutarakan Luhaidan. September lalu, untuk menanggapi program-program di stasiun TV satelit. Menurut Luhaidan, pemilik stasiun TV satelit yang menayangkan program ”tidak bermoral” harus dibunuh. Ia juga mengganti kepala polisi agama Muttawa, Sheikh Ibrahim Al-Ghaith, yang telah memimpin kampanye agresif di media massa bagi pelaksanaan keras adat-istiadat Islam dan menantang tokoh lain yang lebih liberal dalam pemerintah. Perubahan lain yang dilakukan oleh Raja Abdullah dengan menambah jumlah anggota Dewan Ulama dari 120 menjadi 150 anggota. Untuk pertama kalinya, Raja Abdullah menunjuk utusan dari empat sekolah hukum agama Islam Sunni di dalam Dewan Ulama.

Sebelumnya hanya tokoh atau perwakilan dari sekolah-sekolah Hambali yang mendominasi di Dewan Ulama. Akibatnya, yang mendominasi di dewan itu hanya ajaran Wahhabi, versi Arab Saudi konservatif. Raja Abdullah memerintahkan tiga tokoh Syi’ah Arab Saudi; Muhammad Al-Khanizi, Jamil Al-Khairi dan Said Al-Sheikh jadi anggota Dewan Ulama. Perintah dianalisa sebagai kemungkinan dikeluarkannya perintah kepada ulama Syi’ah untuk jadi anggota Forum Ulama Islam negara Arab Saudi. Di Homeland Salafy sendiri sudah ada usaha dari Raja Abdullah untuk mereformasi kurikulum pendidikan Wahabi/Salafy yang dianggap terlalu ekstrim dan menanamkan kebencian kepada kelompok lain.

Mengutip dari buku “Ilusi Negara Islam” pada bab 2 halaman 97 menyebutkan : sebuah Yayasan yang berafiliasi ke Arab Saudi menawarkan kepada pemerintah RI dana sebesar US$ 500.000.000,- dengan kurs Rp. 11.000, setara dengan Rp. 5.500.000.000.000,- (Rp. 5,5 Trilyun) Dengan syarat memberi ijin untuk melakukan kegiatan “infrastruktur pendidikan dan akhlak” (dalam tanda kutip) dan menempatkan orangnya di Badan Perencanaan dan Pengawasan Negara.

Sekian threads ini, terima kasih banyak yang sudah menyimak
Dari berbagai sumber yang dirangkum
#SalamUniversal
universalindigo.blogspot.comSejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris



Diubah oleh djendradjenar
ehem, link sumber asli nya gak disediakan dlm topik ini, agan TS ??
Foto Syarif Mekkah bareng (kelak) Presiden Israel emoticon-Smilie
Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris

gak nyangka dulu Presiden Israel rela pake dress Arab emoticon-Smilie
Diubah oleh dragonroar
Quote:


Hehehe... 😆😆
Balasan post dragonroar
Quote:


again you are not well informed,

Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris

it is the traditional dress of the region at that era.

consider yourself corrected?
Balasan post hannepin
Quote:


Weizmann itu Yahudi Eropa, bukan Yaman

Emir Feisal I (right) and Chaim Weizmann (also wearing Arab dress as a sign of friendship) in Syria
Balasan post dragonroar
Quote:


jangan suka sunat informasi emoticon-Stick Out Tongue

"Emir Faisal I and Chaim Weizmann (left, wearing Arab headdress as a sign of friendship) in 1918 in Transjordan"

ane rasa situ tau bedanya headdress dan dress spt yang situ post sebelumnya. ane rasa dari foto pun jelas dia pakai jas, dasi dan celana panjang. emoticon-Malu (S)
Balasan post yoseful
Quote:


BUMP..... si TS nya kemana ya ??
ni ts yakin tulisannya valid semua apa kecampur2 dengan propaganda dan hoax?

sebenarnya upaya hempher utk merusak islam lewat wahabi tu beneran ??

soalnya dokumen tersebut dianggap hoax,setidaknya dimata barat.bahwa dokumen hoax tersebut dibuat oleh Sabri Pasha,penulis ottoman,entah utk menumbuhkan semangat anti wahabi atau inggris.


mr hempher sendiri pasti pny pesona luar biasa sehingga saat ia masih remaja belasan tahun bisa meyakinkan Abd al-Wahhab tentang islam,lagian inggris mngkn sdh kehabisan orang kompeten sehingga pake bocah remaja utk jadi agen nya..emoticon-Ngakak (S)

TS saya di muat di berbagai jurnal sosial media kok, belum ada sejarawan dan politikus yang komplain 😇😇
Balasan post djendradjenar
Quote:


Memoirs of Mr. Hempher

Also titled “Confessions of a British Spy”, this book is a fabricated autobiography of a British spy that tells a tale of a man who allegedly founded the Wahhabism movement. The account states that the British were responsible for the movement initiated as a way to weaken Muslim morals and ultimately take over the Muslim population. Although obviously a fake, some Islam leaders still believe it to be a true account and it was of great significance to Islam conspiracy theorists.

http://www.ancientfacts.net/10-fake-documents-changed-history/?view=all

ulasan berbagai kejanggalannya :

https://historum.com/threads/british-origin-of-wahhabism.96733/

Balasan post djendradjenar
Quote:


ohh kriteria benarnya adalah dengan lempar ke mass media lalu tunggu ada yang komplain begitu? emoticon-Ngakak

super sekali, mental ijazah medsos sakti.

Sejarah & Kronologi Terbentuknya Kerajaan Arab Saudi Yang Dibantu Kerajaan Inggris

pahami di atas saja baru ngoceh lebih lanjut.
Balasan post hannepin
Quote:


welcome to indonesia emoticon-Big Grin


@TS ,coba ts sodorkan bukti solid bahwa kisah hempher benar benar sesuai memoar yg ditulis si penulis ottoman tersebut? ini hny memoar loh.."katanya","pengakuan si A" yg lom tentu si A beneran ngaku demikian.

kalau ts sendiri sdh sadar hoax atau ragu ragu,sdh sewajarnya thread nya ts edit sendiri,lbh baik ga nulis bagian yg meragukan daripada nyebar fitnah hoax memupuk kebencian ke pihak tertentu

mengenai materi tulisannya sendiri kan proses berdirinya kerajaan saudi,sepintas saya baca yg jelek jeleknya aja ya..kesannya destruktif doang..apa kerajaan saudi ga ada prestasi dalam proses pendiriannya? oke lah gw ga masalah situ mau nulis anti wahabi selama memang tulisan situ berdasarkan data valid,beneran,tiap org bebas mau pro kemana..asal valid,gitu aja sih

tp kalau mix gaje hoax,50:50,dan campur fakta dan ga ada niat mengkoreksinya,ane rasa bisa req close ni thread emoticon-Ultah
Diubah oleh raven12
Balasan post hannepin
Quote:


ts nya kurang riset dan cek ricek😁

wong sudah pada sepakat hoax kok,cape kali ngasih tau nya,seperti yg tertulis disini cocok utk ts :

Also titled “Confessions of a British Spy”, this book is a fabricated autobiography of a British spy that tells a tale of a man who allegedly founded the Wahhabism movement. The account states that the British were responsible for the movement initiated as a way to weaken Muslim morals and ultimately take over the Muslim population. Although obviously a fake, some Islam leaders still believe it to be a true account and it was of great significance to Islam conspiracy theorists.

http://www.ancientfacts.net/10-fake-documents-changed-history/?view=all

emoticon-Ngakak
Arab saudi, lahir dari pemberontakan melawan ottoman saat akhir PD1, bergantung kpd SDA minyak buat ekonominya, dan islam aliran wahabinya sudah ada sejak abad 18
Quote:


waduh, jd si TS nya ini bikin topik sejarah di sini yg isi nya gado2 hoax & fakta, gan.... ???
Balasan post yoseful
Quote:


ni kan ts yg sama dengan remason dan anak akaremoticon-Ngakak
Quote:

mengingatkan ane pada sosok Thomas Edward Lawrence (Lawrence of Arabia) btw setiap kali ane baca yang berhubung ww1 malah jadi inget Battlefield 1
yang berontak ke ottoman saat WW1 itu Saudi ayau syarifate Makkah..

kalau dari versi wahabi, muhammad bin abdul wahab ini muncul karena pada masa itu di wilayah Najd dan kebanyakan wilayah islam berkembang sekte menyimpang yang mana mereka banyak meminta kepada kuburan orang-orang saleh, juga berobat pada dukun dan mempercaya kurofat yang gak jelas. nah dia ini muncul untuk mengajak orang hanya meminta kepada Allah dan menjauhi dukun serta tidak berlebih lebihan pada orang saleh. kalau mazhab sendiri beliau bermazhab hanbali lihat saja buku bukunya lebih banyak menggunakan pendapat imam hanbali jadi fitnah itu kalau merek tak bermazhab yang benar mereka tak taklid (mengikuti secara buta) mazhab dan banyak ulama yang demikian contohnya imam bukhari.

FYI pandangan salah satu tokoh sufi ekstrimis bernama ibn al arabi yang dinukil buya hamka bahkan mengatakan bahwa seseorang harus ridho bila hartanya atau anak perempuannya di minta oleh ahlul bayt (keturuan kerabat nabi),


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di