alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfe097ac0d770135c8b4588/pr--pekerjaan-rumah---masih-di-perlukankah-saat-ini

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?



Pekerjaan Rumah !! Upsss disini maksud TS bukanlah menyapu, nyuci, dan pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan ibu rumah tangga lainnya. Tapi PR yang diberikan guru ke anak didiknya untuk dikerjakan di rumah, untuk esoknya dinilai seberapa bagus hasil dari PR mereka.

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

Nampaknya di zaman millenial saat ini dengan banyaknya kemajuan zaman PR terasa tidak di perlukan lagi, mengapa ? Saatnya Indonesia berbenah, pendidikan di sekolah mulai melakukan pendekatan dengan teknologi dan kemajuan yang dinamakan modernisasi.

Sedikit sekali waktu bermain anak ketika harus di bebankan adanya PR yang harus dikerjakan, bila kita lihat anak-anak di masa sekarang ada kursus entah itu musik, bahasa, atau kursus lainnya. Kemudian ekskul, yup ini juga menyita waktu sang anak agar tetap bisa berkarya pada ekskul tempatnya bernaung. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya menyita waktu lalu ditumpuk lagi dengan PR yang harus dikerjakan. Fiuhhh !! Lelah dan stamina menurun pun akan terjadi di masa anak seharusnya tumbuh secara alami, namun dipaksa untuk ini dan itu harus serba bisa !!

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

Ketika itu terjadi tingkat stress meninggi, maka pola pelarian anak pun menjurus pada buruknya moral dan mental. Mereka mencari cara untuk rehat dengan membully orang lain, dan mereka anggap ini sebuah kelucuan. Ada juga yang terpengaruh lingkungan dari coba-coba hingga menjadi pecandu narkoba, atau seperti di korea dengan tingkat stress yang tinggi banyak juga yang bunuh diri.

Adakalanya pertanyaan dan jawaban dilakukan dengan secara terbuka, mengajak anak untuk interaksi sejak dini. Tidak ada PR tapi si anak akan belajar secara mandiri karena pertanyaan dan jawaban akan di lakukan secara langsung di depan kelas. Teori ini menurut saya lebih enjoy bila dibandingkan harus di paksa menulis dengan lembaran jawaban yang harus dibawa pulang.

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

Atau memanfaatkan teknologi gadget dimana nantinya pertanyaan akan ada di gadget, lalu dijawab secara serentak lalu terlihat jawaban yang benar dan salah secara otomatis. Kemudian pihak pengajar pun memberikan penjelasan dari pertanyaan tersebut di depan kelas, sebenarnya ini hanyalah sebuah sistem saja agar anak-anak tidak stress dengan jadwal sekolah yang padat dan juga waktu yang ada hanya digunakan untuk belajar dan belajar.

Banyak anak sekolah merasa bosan, setiap hari hanya belajar di sekolah belajar di rumah pun belajar. Bermain hanya sedikit, belum lagi ikut kegiatan ini dan itu dan juga bagi yang muslim ada juga tambahan belajar mengaji. Tentu saja otak anak pun akan overload, karena dipaksakan harus semua bisa.

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

Lalu setelah lulus SMA hanya menjadi pengangguran baru ? Kemana nilai-nilai yang mereka kejar dengan belajar ? Bahkan lucunya ada juga yang menjadi penjual kopi pinggir jalan dan sukses !! Kalau belajar hingga pendidikan tinggi, kemudian lulus menjadi tukang kopi kok rasanya miris !! Jadi waktu dan segala daya upaya mereka ketika learning seakan sia-sia.

Eitss...tidak juga penjual kopi, kini pun harus belajar bagaimana membuat kopi yang menarik dan juga membuat mesin kopi yang terlihat rumit namun canggih. Campuran susu pun bisa dibuat seni indah di cangkir kopi bahkan tukang kopi modern pun banyak bermunculan bahkan lulusannya pun tak main-main sarjana !! Baik hukum, informatika, ekonomi, pertanian bahkan tehnik mesin bergelut dalam bisnis kopi.

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

Yang disesalkan kenapa tak ada sarjana kopi ?? Karena ternyata pendidikan di negeri ini bukan mencetak tenaga ahli namun hanya retorika saja, bahwa sarjana adalah orang yang berpendidikan tinggi, namun untuk sukses tentu saja mereka yang bergelut di lapangan lebih paham.

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

Sistem pendidikan yang harus semua bisa ini nampaknya harus dikikis perlahan, tentu saja menciptakan tenaga ahli harus di dukung pemerintahnya. Bagaimana sarjana pertanian mau bekerja kalau lahannya saja tak ada, tentu saja bisa balik arah jadi tukang kopi emoticon-Big Grin

Seruupuutt ahhh...

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

c4punk@2018

Referensi

Disini dan Disini



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?

PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?



PR ( Pekerjaan Rumah ) !! Masih Di Perlukankah Saat Ini ?
Diubah oleh c4punk1950...
keduax
Kalo nyangkanya tujuan sebenarnya PR itu buat murid, itu jauh dari perihal sebenarnya
PR itu justru mengarah kepada mengedepankan kontribusi orangtua terhadap pendidikan si anak
Penolakan PR justru lebih berisik dari pihak orangtua daripada anak, karena dgn adanya PR menambah beban orangtua, menunjukan ketidak harmonisan hubungan orangtua dan anak serta gengsi akibat kelupaan mereka terhadap materi yg dulu mereka pelajari
Karena pendidikan sekarang bagi orangtua sudah dianggap relasi konsumen - penyedia jasa
Yg penting udah bayar, hasil yg ada
Padahal meskipun 98% masyarakat kita rela mengeluarkan finansial pendidikan namun ironisnya 5 besar terbawah dalam hal jumlah ngeluarin duit
PR itu gak perlu, kasian yg masih sekolah jd gak punya banyak waktu dirumah. sdh sekolah 8 jam sehari terus di kasi PR yaa sama aja kita dipaksa utk selalu belajar. hidup yg singkat ini dipake buat belajar sangat2 tdk worth it kecuali passion ente memang di akademik.
tidak usahlah emoticon-Embarrassment
Quote:


Pendidikan anak memang jalurnya harus orang tua, mau dia sekolah atau tidak emoticon-Big Grin

Yang jadi masalah beban hidup yg besar orang tua dua2 nya kerja cri duit, kalo si ibu ga kerja sayang pendidikan tinggi malah dirumah jadi ibu rumah tangga ...ngapain sekolah tinggi kalau larinya ke dapur juga emoticon-Big Grin

Makanya karena gaya hidup si ibu pun menjadi sosialita, anak diasuh oleh PRT dan di didik oleh guru emoticon-Big Grin si Ibu sibuk perawatan dan bekerja untuk tambahan gaya hidup.

Quote:


Yup begitulah gan....tidak semuanya ber passion akademik.

Bisa saja ingin jadi musisi, seniman, rohaniwan dll. Masa yg di pelajari harus semua bisa, akhirnya bisa gila pas lulus cuma dagang kopi emoticon-Big Grin
Bukannya full day gk ada PR ya.

Klo masalah PR,sebenernya dulu di buat untuk ngisi waktu luang anak di rumah biar ada manfaatnya (Itu pun gk banyak)
Entah kenapa sekarang tambah banyak.

IMO
Sistemnya emang belum pas.
Di sini semua pelajaran harus bisa (padahal kelebihan orang beda2)

Beda dengan negara maju yg sekolahnya udah menjurus & tinggal kemauan si anak aja mau ambil apa.
Bebas mau berusaha jadi A atau B.

Ibaratnya sistem sini masih masih memandang kepintaran siswa ya dari nilai di atas kertas doang(bukan skillnya)

Terlebih lagi cuma menjurus ke beberapa mata pelajaran tertentu yg dianggap bergengsi aja
Quote:


Yup begitulah gan....semua harus bisa ujungnya lulus dagang kupi...emoticon-Big Grin

Mending pendidikan jadi ahli kopi, masuk ke bagian apa ya ? Tata boga atau pertanian emoticon-Big Grin
mungkin untuk mengikuti perkembangan zaman, PR pada generasi sekarang disesuaikan porsinya mengingat beberapa siswa mempunyai kegiatan diluar waktu sekolahnya....
Quote:


Tata boga kan buat masak breemoticon-Bingung (S)
Quote:


Nah betulll itu..

Quote:


Masak kopi masuk ga ya emoticon-Bingung (S)
emoticon-Sundul


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di