alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Strategi Pembelajaran Maharah Istima’
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfdfba5d675d4f40e8b4569/strategi-pembelajaran-maharah-istima

Strategi Pembelajaran Maharah Istima’

Secara umum tujuan latihan menyimak adalah agar siswa dapat memahami ujaran dalam bahasa arab, baik dalam bahasa sehari-hari maupun bahasa yang digunakan dalam kegiatan resmi.
Unsur yang sangat fundamental dalam interaksi sesama manusia adalah ketrampilan untuk memahami apa yang dikatakan atau diucapkan oleh orang lain. Dalam kehidupan berbahasa sehari-hari sering kita jumpai pendengar yang kurang terampil, baik dalam bahasa ibu atau bahasa kedua.
Salah satu prinsip linguistik menyatakan bahwa bahasa itu pertama-tama adalah ujaran, yakni bunyi bahasa yang diucapkan dan bisa didengar.  Atas dasar itulah beberapa ahli menetapkan suatu prinsip bahwa pengajaran bahasa Arab harus dimulai dengan mengajarkan aspek-aspek pendengaran dan pengucapan sebelum membaca dan menulis. Menyimak merupakan proses aktif dari aspek pendengaran untuk menyusun wacana yang bersumber dari deretan suara atau bunyi. Secara umum, keterampilan menyimak dimaksudkan sebagai kemampuan siswa untuk memahami bunyi atau ujaran dalam bahasa Arab dengan baik dan benar. Fathi Ali Yunus (1981:111) membagi kemampuan menyimak (istima’) menjadi empat, yaitu:[5]
1.    Memahami makna secara global
2.    Menafsirkan kalimat yang didengar
3.    Memberikan analisis terhadap kalimat yang didengar
4.    Memahami dengan sepenuh hati dari  apa yang didengar
Empat macam keterampilan menyimak tersebut merupakan gradasi yang secara metodologis juga perlu dipertimbangkan dalam proses pembelajaran. Pada tahap awal yang perlu ditekankan adalah keterampilan menangkap maksud dari apa yang didengar secara global.
Untuk dapat memberikan analisis, seorang pendengar harus mampu menyimak secara detail bunyi kalimat yang didengar, karena sebuah analisis harus didasarkan pada informasi yang menyeluruh dan pengetahuan lain yang dibutuhkan.
Pada tahap yang paling tinggi menyimak dimaksudkan untuk dapat memahami dengan sepenuh hati dari apa yang didengar. Apabila tingkat kemampuan mendengar sudah sampai tahap ini, maka seseorang dapat di katakan memiliki keterampilan mendengar yang sangat baik.
Ada tiga keterampilan yang perlu diperhatikan dan dikembangkan dalam menyimak, yaitu:
1.    Kemampuan mengidentifikasi bunyi kata bahasa Arab dengan tepat.
2.    Kemampuan menirukan apa yang telah didengar.
3.    Kemampuan memahami apa yang didengar .
Sedangkan tujuan dari pembelajaran menyimak (istima’),yaitu:
1.    Menirukan
2.    Menghafalkan
3.    Merangkum pokok-pokok pikirannya
4.    Memahami isinya
Dalam hal menyimak ini yang dibutuhkan adalah keaslian bahasa yang didengar. Dengan demikian maka untuk mengembangkan keterampilan ini diperlukan natiq asli (penutur asli) dengan penyampaian yang alami. Maksudnya adalah, untuk memberikan keterampilan menyimak yang sesungguhnya, maka yang didengarkan adalah bahsa asli, termasuk dalam cara pengucapannya, intonasinya, aksentuasinya, koma dan titiknya, serta hal-hal lain yang semuanya itu tidak di buat-buat (Makruf, Imam. 2009: 22).
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di