alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Fase Perkembangan dalam Studi Pengajaran Bahasa Arab
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfded18de2cf2b85b8b456a/fase-perkembangan-dalam-studi-pengajaran-bahasa-arab

Fase Perkembangan dalam Studi Pengajaran Bahasa Arab

Secara historis, inovasi dan perubahan pandangan dalam studi pembelajaran bahasa telah dimulai sejak tahun 1880 yang lalu. Ada empat fase penting yang bisa kita amati dari perkembangan dan inovasi dalam bidang pembelajaran bahasa sejak tahun 1880 hingga 1980-an. Fase pertama, antara tahun 1880-1920. Pada fase ini terjadi rekonstruksi atau pengembangan ulang bentuk-bentuk metode langsung (al-thariqah al-mubasyarah/ direct method) yang pernah dikembangkan pada zaman Yunani dulu. Selain itu juga dikembangkan metode bunyi (al-thariqah al-shautiyyah/phonetics method), yang juga berakar pada tradisi Yunani. [url=file:///E:/Ad-Dirosah/UIN%20MALIKI/METODOLOGI%20fix.docx#_ftn1][size=4][font="Times New Roman", serif][1][/font][/size][/url]
Pada fase pertama ini bidang pengajaran bahasa diperkenalkan dengan unsur baru yang lain, yaitu ilmu fonetik deskriptif. Biarpun masalah ini sudah dipelajari sejak pertengahan abad ke-19 oleh Brucke, Ellis, Bell, Sweet, Sievers, Klinghardt, Passy dan lain-lain. Namun Vietor lah yang menjalinkannya kedalam metode mengajar bahasa. Dengan menggunakan bahasa lisan sebagai titik tolak, Vietor dan para pengikutnya mengembangkan suatu metode yang intisarinya sebagai berikut :
1.     Kosakata harus diajarkan dalam kalimat, tidak berdiri sendiri-sendiri tanpa konteks karena kalimat adalah unit bahasa yang paling pokok
2.     Kalimat yang diajarkan tidak boleh disajikan tanpa hubungan tetapi selalu harus dikaitkan dengan persoalan yang menarik hati murid
3.     Hal-hal baru diajarkan melalui gerak-gerik tangan, gambar dan kata-kata yang sudah diketahui sebelumnya
4.     Bacaan diberikan kemudian dan hanya diajarkan bacaan yang bahannya disusun tahap demi tahap sehingga berangsur-angsur dengan melalui bacaan murid akan mengenal negara asing dan kebudayaannya. Negara asing yang dimaksud disini ialah negara yang bahasanya dipelajari si murid
5.     Pengetahuan tatabahasa diperoleh secara induktif dengan mempelajari teks. [url=file:///E:/Ad-Dirosah/UIN%20MALIKI/METODOLOGI%20fix.docx#_ftn2][size=4][font="Times New Roman", serif][2][/font][/size][/url]
Fase kedua, antara tahun 1920-1940. Pada fase ini di Amerika dan Canada dibentuk forum studi bahasa asing, yang kemudian menghasilkan aplikasi metode-metode yang bersifat kompromi (al-thariqah al-ittifaqiyyah/ compromise method) dan metode membaca (al-thariqah al-qira’ah/ reading method). Pada fase ketiga ini ada tiga periode yang dapat diamati, yaitu :
a.      Periode 1940-1950, adalah periode lahirnya metode efisien dan praktis dari dunia ketentaraan. Metode ini terkenal dengan sebutan American Army Method ( al-thariqah al-jundiyyah al-amrikiyyah), yakni metode yang lahir dari markas tentara Amerika untuk kepentingan ekspansi perang.
b.     Periode 1950-1960 adalah periode munculnya metode audiolingual (al-thariqah al-sam’iyyah al-syafawiyyah) di Amerika dan audiovisual (al-thariqah al-bashariyyah) di Inggris dan Prancis, sebagai akibat langsung dari sukses army method.
c.      Periode 1960-1970, adalah periode munculnya kerraguan dan kaji ulang terhadap hakikat belajar bahasa. Periode ini merupakan awal runtuhnya metode audiolingual, dan populernya analisis kontrastif, yang berupaya membantu mencari landasan teori dalam dalam pembelajaran bahasa.
Fase keempat, antara tahun 1970-1980. Fase ini dipandang sebagai titik balik dan merupakan periode yang paling inovatif dalam studi pemerolehan bahasa kedua dan asing. Hasilnya adalah pada tahun 1980-an muncul apa yang sekarang dikenal dengan pendekatan komunikatif (al-madkhal al-ittishali/ communicative approach) dalam belajar bahasa.
Secara umum itulah gambaran perkembangan pasang-surut pembelajaran bahasa. Yang terpenting sekarang adalah pemahaman tentang hasil-hasil yang dicapai selama ini dalam studi pembelajaran bahasa, terutama yang terjadi sepuluh atau lima belas tahun terakhir ini. Yang jelas porsi terbesar dalam studi ini dan telah mendapatkan hasil-hasil yang memuaskan adalah studi pemerolehan bahasa seperti yang telah dihasilkan pada dasawarsa tujuh puluhan.

[hr]
[url=file:///E:/Ad-Dirosah/UIN%20MALIKI/METODOLOGI%20fix.docx#_ftnref1][size=3][font=Calibri, sans-serif][1][/font][/size][/url]Acep, Hermawan. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2011. Hal.40
[url=file:///E:/Ad-Dirosah/UIN%20MALIKI/METODOLOGI%20fix.docx#_ftnref2][size=3][font=Calibri, sans-serif][2][/font][/size][/url]Muljanto, Sumardi. Pengajaran Bahasa Asing. Jakarta: Bulan Bintang. 1974. Hal. 21
 
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di