alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcd9ea582b2e59758b458e/pakar-neurologi-neurosains-berperan-raup-suara-dalam-pilpres

Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 

Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 

Jakarta, IDN Times - Neurosains atau ilmu saraf disinyalir berperan penting dalam meraup suara saat pemilihan presiden. 

Pakar Neurologi dr Ryu Hasan Sp.BS menjelaskan, hal itu tampak pada pemilihan presiden Amerika Serikat dan Brasil beberapa waktu lalu.


1. Neurosains digunakan untuk menyetir pemilih
Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 
Menurut Ryu, saat ini memasuki masa di mana kampanye dan proses politik dijalankan menggunakan neurosains sebagai alat pembaca dan mengintervensi melalui algoritma, termasuk respons jurnalis yang menuliskannya dalam berita."Kemenangan Trump di Amerika Serikat dan Bolsonaro di Brasil ditempuh dengan cara-cara mengancam kualitas demokrasi melalui penyebaran disinformasi (hoaks). Ini sangat mungkin terjadi di negara-negara lainnya, termasuk Indonesia," kata Ryu dalam diskusi Satyanegara Brain and Spine Center di Jakarta, Senin (26/11). Ryu mengatakan, kekhawatiran terbesar adalah memanfaatkan neurosains melalui disinformasi untuk menyetir pemilih. Sehingga, yang diutamakan dalam kampanye bukan platform politik, melainkan segala hal yang tidak relevan yang kemudian dipercaya publik.


2. Respons lawan politik diperhitungkan melalui neurosains
Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 
Pada pemilihan Presiden Amerika Serikat, lanjut Ryu, semua respons lawan politik sudah diperhitungkan melalui neurosains. Mereka merumuskan cara meraih suara publik dengan penelitian, yaitu mengambil sampel orang Amerika tiap bagian negara, memeriksa DNA hingga kromosom, kemudian dilakukan magnetic resonance imaging (MRI) fungsional. Hasil penelitian tersebut lantas menjadi acuan untuk mencari sistem pada otak manusia agar bisa merespons untuk memilih salah satu pasangan calon."Kejadian politik di Amerika Serikat 2 tahun lalu dan Brasil itu bukan hasil rekayasa. Itu dilakukan salah satu pasangan calon dengan bantuan neurosains. Jelas itu. Donald Trump menggunakan jasa neurosains untuk memetakan orang Amerika, gimana dan gimana agar milih dia. Apa yang terjadi? Trump menang. Padahal kubu Hillary sudah pede si Donald gak bakal terpilih," ujarnya.


3. Ujaran kebencian digunakan untuk meraih suara publik
Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 
Ryu menambahkan, ujaran kebencian dan ancaman juga kerap digunakan untuk meraih respons publik. Seperti pada pemilihan presiden di Brasil, Bolsonaro menerapkan ujaran kebencian seperti halnya yang dilakukan oleh Trump. Akhirnya, Bolsonaro yang diprediksi tidak akan terpilih, namun terbukti bisa memenangkan pemilu. "Kenapa ancaman lebih direspons? Karena otak dikembangkan dengan dominan teori konspirasi. Sifat seperti ini memberikan keuntungan. Respons emosi yang diperlukan bukan perkara salah atau benar, tapi mana yang memberikan keuntungan untuk survive. Yang otaknya gak ada teori konspirasi lebih mudah 'mati'," kata Ryu.


4. Kondisi politik Indonesia menunjukkan pola yang sama seperti Amerika dan Brasil
Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres 
Ryu menuturkan, kondisi politik di Indonesia saat ini menunjukkan pola yang sama seperti halnya di Amerika atau Brasil. 

Namun, Ryu tidak dapat memastikan apakah salah satu paslon menggunakan metode neurosains atau tidak, lantaran belum memiliki bukti yang kuat. 


Sumber : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres  Mengintip Perang Logistik dari Ajuan Kredit Prabowo yang Ditolak

- Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres  4 Pernyataan Sandiaga Uno yang Tuai Pro-Kontra

- Pakar Neurologi: Neurosains Berperan Raup Suara dalam Pilpres  Syafi'i Ma'arif: Agama Bukan untuk Kepentingan Pragmatisme

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Ibarat ID Kaskus nih si wowok wandoyok itu kolektor bata

Kurang lebih begitu mungkin emoticon-Ngakak (S)


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di