alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Sikapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Gelar ISODEL
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfcb591d675d416328b4583/sikapi-revolusi-industri-40-kemendikbud-gelar-isodel

Sikapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Gelar ISODEL

Sikapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Gelar ISODEL

JPP, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom), akan menggelar International Symposium on Open, Distance and E-Learning (ISODEL) pada 3--5 Desember 2018, di Bali. Simposium tahun ini merupakan simposium ke-9 dan direncanakan dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Tema yang diangkat tahun ini yakni “Making Education 4.0 for Indonesia”.

“Kita hidup di global village, di mana apabila ada kejadian di Tiongkok, Eropa, Amerika, atau Afrika maka imbasnya akan sampai ke Indonesia. Jadi kita harus mengikuti perkembangan di dunia ini. Yang sedang tren saat ini dan sudah disinggung dalam World Education Forum yaitu Revolusi Industri 4.0," demikian disampaikan Kepala Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom) Kemendikbud, Gogot Suharwoto, dalam taklimat media di Kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Senin (26/11/2018).

Ditambahkan Gogot, Presiden RI sudah mencanangkan tahun ini sebagai tahun "Making Indonesia 4.0". Oleh karena itu, saat ini merupakan saat yang tepat bagi Kemendikbud untuk memetakan kekuatan dan posisi dari sektor pendidikan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Berangkat dari hal itu, menurut Gogot, tema "Making Education 4.0 for Indonesia" pada intinya adalah bagaimana pendidikan menyikapi revolusi industri 4.0, khususnya di Indonesia.

Konsep pelaksanaan ISODEL tahun ini, dijelaskannya, menggabungkan 3 format acara menjadi satu kesatuan, yakni: (1) simposium yang merupakan ajang para pakar dan praktisi TIK pendidikan dan kebudayaan berbagi ilmu, ide dan gagasan, (2) workshop yang merupakan ajang para peserta dapat mendalami lebih detail tentang keahlian dan kompetensi TIK yang diperlukan, dalam menyambut era revolusi industri 4.0, serta, (3) pameran yang merupakan ajang menampilkan solusi teknologi terkini, dan inovatif dari berbagai mitra ISODEL.

“ISODEL tahun 2018 bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi pembuat kebijakan, ilmuwan, akademisi, guru, peneliti, dan praktisi dari seluruh dunia untuk bertukar pengetahuan, ide, dan pengalaman mereka untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia menuju Pendidikan 4.0.,” kata Gogot.

ISODEL 2018 akan menampilkan berbagai topik dan subtopik, di antaranya: (1) Teknologi Pendidikan dalam Revolusi Industri 4.0: Big Data, Internet of Things (LoT), Kecerdasan Buatan, Teknologi Keuangan, Virtual dan Augmented Reality (VR dan AR), Games, Ruang Kelas, dan Kampus Virtual, (2) Transformasi pendidikan digital: mempersempit kesenjangan digital untuk menjangkau daerah terpencil yang belum terjangkau, akses terbuka, pembelajaran fleksibel, dan akses berkebutuhan khusus, (3) Membangun karakter: melek digital, keterampilan abad 21 (berpikir kritis dan pemecahan masalah, kolaborasi, komunikasi, kreativitas dan inovasi), kecakapan hidup, serta (4) Pendidikan kejuruan: sertifikasi profesional, jaminan kualitas, integrasi pendidikan kejuruan ke Industri 4.0, kompetensi dan kualifikasi.

Menurut Gogot, saat ini Indonesia sedang mencari bentuk revolusi industri 4.0 dalam dunia pendidikan. Karena pengaruhnya sudah ke mana-mana tapi dunia pendidikan masih belum melakukan sesuatu yang cukup berarti.

“Harusnya ada sesuatu yang kita lakukan. Makanya nanti teman-teman akan lihat bagaimana setiap daerah, setiap bidang termasuk sektor swasta merespon revolusi industri 4.0 ini, khususnya di bidang pendidikan. Salah satu contoh paling nyata adalah cloud._Kita kalau baca buku referensi di mana pun pasti revolusi 4.0 itu yang pertama adalah teknologi _cloud. Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang pesertanya 9,1 juta siswa tahun 2018 kemarin itu menggunakan teknologi cloud. Kemudian internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), video conference, augmented reality (AR)," ujarnya.

Perwakilan dari SEAMEO Regional Open Learning Center (SEAMOLEC) Prakaikan Schneitz menyampaikan, SEAMOLEC sangat mendukung kegiatan ISODEL 2018. SEAMOLEC sendiri adalah bagian dari organisasi The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang fokus terhadap pembelajaran terbuka dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), yang berbasis di Jakarta.

“Misi kami bukan hanya untuk mendukung perkembangan teknologi informasi di Indonesia, melainkan juga bertanggung jawab pada tingkat Asia Tenggara. Tanggung jawab kami adalah untuk mempromosikan dukungan terhadap penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam sektor pendidikan. Selain itu, juga kami mendefinisikan keterbatasan maupun kebutuhan yang dimiliki negara-negara anggota SEAMEO dalam hal penggunaan TIK, terutama di daerah pedalaman,” terang Prakaikan.

Lebih lanjut Prakaikan menambahkan, salah satu materi yang diberikan dalam ISODEL 2018 adalah isu tentang pengembangan kompetensi guru menghadapi era revolusi industri 4.0. Salah satu pemateri adalah Direktur SEAMOLEC, Abi Sujak, yang akan memberikan paparan dengan topik “Teacher Education: Professional Development, Training Competencies for Industry 4.0”.

SEAMOLEC sebagai salah satu institusi yang memiliki fokus bidang pendidikan terbuka dan jarak jauh, akan memaparkan (PJJ) dan e-Pembelajaran: Akses dan Pemerataan, Kualitas Pendidikan untuk semua.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud Ari Santoso, selaku moderator dalam taklimat media, menyampaikan bahwa pelaksanaan simposium ini akan menjadi kesempatan luar biasa dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin mengingat banyaknya masalah di daerah pedalaman, dimana salah satu solusinya adalah dengan penggunaan TIK. Namun demikian, TIK bukan hanya cocok diimplementasikan di daerah pedalaman saja melainkan juga di daerah perkotaan karena tren pendidikan masa kini adalah kecepatan pembelajaran.

“Dari 4 sub topik di ISODEL 2018, saya harapkan banyak hal yang bisa dibagi terutama bagaimana pendidikan bisa menyesuaikan dengan tuntutan revolusi 4.0 juga terhadap vokasi sendiri. Karena sebagaimana kita tahu bahwa negara tetangga kita, Vietnam, Malaysia, dan Thailand sudah menyiapkan semuanya sejak 2-3 tahun yang lalu agar dunia pendidikan mereka bisa beradaptasi dengan revolusi industri 4.0,” pungkasnya.

ISODEL 2018 melibatkan berbagai lembaga dan organisasi, di antaranya, Pustekkom Kemendikbud, Universitas Terbuka, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), International Council for Open and Distance Education (ICDE), The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) Centre termasuk di dalamnya SEAMOLEC, dan Indonesian Distance Learning Network (IDLN).

Acara ini terbagi menjadi 4 bagian yakni: (1) paparan dari beberapa kementerian terkait, (2) plenary session yang menghadirkan para pakar pendidikan di dunia yang mewakili lima benua, (3) parallel session yang menghadirkan pembicara lokal yang mewakili instansi maupun pribadi; dan (4) sesi pameran yang diisi oleh berbagai perusahan IT multinasional.

Sebagai simposium internasional, ISODEL 2018, menampilkan berbagai pembicara dan pakar bidang TIK dan pendidikan baik dalam dan luar negeri. Hadir untuk memberikan sambutan dan arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Adapun hadir sebagai pembicara kunci, antara lain, Ketua Dewan TIK Nasional, Dr Ing Ilham Akbar Habibie, MBA, Guru Besar Universitas Terbuka Prof Dr Tian Belawati MSc, Director of Education, Microsoft Asia Pacific, Don Carlson, Professor of Urban and Regional Planning, Alabama A&M University, the United States, Dr Deden Rukmana, Chair Professor of Learning Technologies and Innovation, Universitas of Bristol of Hongkong, Lim Cher Ping, serta Coordinator UNESCO International Institute for Capacity Building in Africa - (UNESCO IICBA) Mame Omar Diop.

ISODEL 2018 juga memberikan kesempatan kepada akademisi, ilmuwan, praktisi, dosen, guru; dan profesional untuk mengirimkan karya dan mempublikasikannya. Menurut data per 26 November 2018, dalam simposium ini akan hadir 56 pembicara kunci dan pemakalah, serta 877 peserta dari berbagai institusi dan lembaga. (dik)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/pendidik...d-gelar-isodel

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Sikapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Gelar ISODEL Industri Modifikasi Kendaraan Didorong Terus Berinovasi dan Tembus Ekspor

- Sikapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Gelar ISODEL Cara Kemenperin Dongkrak IKM Naik Kelas di Era Digital

- Sikapi Revolusi Industri 4.0, Kemendikbud Gelar ISODEL Cegah Migrasi Profesi Petani, Pemerintah Genjot Infrastruktur dan Mekanisasi Pertanian

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di