alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Sekolah Biasa VS Pesantren
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfc3f13529a45742a8b4568/sekolah-biasa-vs-pesantren

Sekolah Biasa VS Pesantren

Kalo saya bilang "Sekolah (SMP/SMA)" hal apa yang pertama kali terlintas dipikiran anda?
Dan kalo saya bilang kata "Pesantren" hal apa aja yang pertama kali terlintas dipikiran anda?

Sebelumnya terimakasih sudah mau menyempatkan waktu kalian untuk membantu saya berkontribusi dalam menjawab pertanyaan ini.

Alhasil jawaban yang gua dapet dan udah gua simpulin dari orang-orang dengan latarbelakang yang berbeda-beda tentang apa sih "sekolah (SMP/SMA)" menurut opini masing-masing, *menurut mereka sekolah (SMP/SMA) itu :
 
  • Isinya anak-anak yang baru gede alias anak remaja dan mau bebas yang lagi nyari jati diri
  • Masa dari anak-anak menuju dewasa dan waktu peralihan juga beradaptasi yang tidak ingin dikekang lebih
  • Teman baru, belajar kelompok
  • Jaman yang gaulnya alay alias masa culun dan masa-masa jahiliyyah (kebodohan) lainnya
  • Pergaulan bebas
  • Masa transisi mulai mengenal banyak hal dan awal coba hal-hal aneh
  • Sekolah yang paling indah itu jamannya cinta monyet
  • Tawuran
  • Upacara
  • Sekolah masa asik
  • Inget mantan inget ditikung
  • Bajunya putih abu-abu
  • Pubertas
  • Kenangan dan masa lalu bersamanya
  • Pelajaran agama nya kurang
  • Budaya Nge-Geng
  • Jaman asik-asiknya buat nakal
  • Guru pilih kasih
  • Bukan guru tapi buku yang jadi pedoman karena cara belajar yang kurang efektif
  • Bimbel jadi penolong
  • Lebih to in ke eskul daripada dikelas

Sekolah Biasa VS Pesantren



Dan ini ada beberapa sudut pandang dari mereka tentang apa sih pendapat kalian tentang "pesantren", *menurut mereka pesantren itu :
  • Ketat peraturannya
  • Anaknya baik-baik
  • Kerudungan, peci an, sarungan
  • Hafiz Hafizah
  • Alim soleh solehah
  • Pasti bisa bahasa Arab
  • Paham agama
  • Pinter ngaji
  • Mandiri
  • Masjid
  • Santri
  • Disiplin
  • Berpola
  • Teratur
  • Kyai
  • Penjara Suci
  • Anak rantau


Sekolah Biasa VS Pesantren

Sumber foto:https://www.brilio.net/creator/8-potret-meriahnya-malam-nuzulul-quran-di-berbagai-daerah-060131.html


Oke let's talk about both of it, kalo menurut gua sekolah biasa ataupun pesantren itu sama. Sama-sama pergi dari rumah buat nuntut ilmu, buat belajar hal-hal baru yang nggak didapetin dirumah, mengasa diri menjadi pribadi yag lebih baik dengan bimbingan beberapa guru dan orang-orang yang berpengaruh baik lainnya, menemukan hal-hal baru, teman baru, ilmu baru, pendidikan baru dan banyak lagi.
Yang membedakan itu sistemnya, proses dan caranya berbeda dari sudut pandang sekolah biasa dengan pesantren.

Untuk thread kali ini, gua sebagai penulis nggak mau kalo cuma gua doang yang ngerasain hal-hal yang kadang orang kurang aware sama hal ini. Disini, gua ngajak kalian semua untuk beropini, berargumen dan open minded tentang perbedaan dari sekolah biasa dan pesantren pada umumnya. Most of people say that it's something usually done by everyone, hal yang dijadikan tradisi atau budaya-budaya yang dibuat oleh suatu kebiasaan pada umunya.

Wow, dari opini yang gua terima walaupun gak semua gua tulis karena banyak banget, dari banyak orang disini gua melihat adanya perbandingan positif dan negatif secara garis keras. Apa cuma gua doang yang ngeliat?
Jadi disini jatohnya kalo gua simpulin dari sudut pandang diatas bahwa anak-anak yang sekolah biasa itu terkenal negatif nya daripada positif nya, dan sebaliknya anak santri pesantren itu lebih dikenal dengan label orang-orang yang positif. Bullshit men!
Emang sih, apa yang kita lihat luarnya itu lebih menarik ketimbang mengamatinya lebih dalam. Otak bekerja untuk berfikir dan beberapa manusia maunya yang instan bahwa apa yang dilihat yaa itu realitanya padahal belum tentu juga.

Budaya cara pemikiran yang secara gak langsung ngasih impact ke pelaku. Entah itu baik ataupun buruk hasilnya, tergantung pelaku yang menanggapinya. Mereka bilang bahwa anak-anak sekolahan biasa itu cenderung lebih terkenal dengan kenakalan-kenakalan nya yang udah tertata berbagai macam kelas dari yang aman sampe membahayakan bahkan mematikan. Sebaliknya, tanggapan orang lain tentang anak pesantren yang udah keliatan luar dalemnya itu hampir sempurna yaa hampir standar sama malaikat lah. Nah, budaya-budaya pola pemikiran seperti ini yang harusnya diubah mindset nya.

Men! come on lah, jangan pernah nilai orang dari apa yang lu liat doang dari info yang lu denger doang dari mulut-mulut orang lain yang enggak bertanggungjawab. Mindset kita cara penilaian kita dan pandangan kita ke pelaku itu sangat besar impact nya, kita bisa liat lah masih banyak banget nih yaa kalo kita telusuri dan coba buka pandangan kita tentang anak-anak sekolahan biasa mereka yang berprestasi udah bisa banggain orang tuanya udah bisa naikin derajat orang tuanya bahkan udah bisa membiayakan kehidupannya sendiri sampe keluarganya berkat prestasinya, mereka yang agamanya masih kentel masih kuat bahkan ngasih impact baik ke sekitarnya, mereka yang baik-baik even mereka udah kenal banyak tentang ilmu kenakalan atau ilmu-ilmu gelap lainnya yang mereka dapet disekolahnya dipergaulannya dan mereka enggak nyentuh itu semua, dan sekarang mereka semua kehilangan label orang-orang baik yang harusnya mereka punya.

Nah, disini kita tau bahwa seberapa besar impact nya kalo kita punya pendapat tentang anak sekolahan biasa yang kebanyakan itu buruk. Perlahan mindset kalian akan menghantui mereka yang berakibat fatal bahkan sampai menggugurkan impian dan semangat mereka untuk terus berprestasi. I hope it will never be happen

Disisi lain pendapat orang lain tentang anak pesantren yang lebih dikenal dengan santri 99 % positif. Why?
Jujur gua sendiri anak pesantren iyaa gua santri dan sampe sekarang nama itu masih ada di diri gua, orang bilang anak pesantren itu selalu berpakaian yang bentuknya 11-12 kayak mukena buat sholat tapi kenyataannya gua masih tuh pake baju yang nggak gede-gede amat bahkan gua masih pake celana dan kerudung yang pendek, santri terkenal dengan kesopanannya dalam berbicara dan faktanya gua masih ngomong kata-kata kasar as human nobody perfect terkadang gua juga khilaf. Enggak semua orang suka dengan penilaian positif yang secara nggak langsung itu lebih cenderung dalam bentuk sindiran dan penindasan, dilihat dari gua sendiri yang masih jauh dari karakteristik standar ekspetasi mereka tentang anak pesantren yang selalu baik bagi mereka. Dan jujur, kadang gua ngerasa tertekan dengan cara mereka memandang seorang anak pesantren dan itu membuat gua merasa bersalah atas apa yang udah gua lakuin.
Enggak sedikit juga tuh anak pesantren it's mean masih banyak dari mereka ngelakuin hal sama yang dilakuin anak sekolahan biasa lainnya. Persepsi masing-masing sih menurut gua mah ya. Disini gua bilang kayak gitu bukan berarti gua membuka keburukan-keburukan nya anak pesantren itu bukan berarti gua menjelek-jelekan anak pesantren itu bukan mohon jangan salah kaprah yee para pemirsyah hadirin hadirot yang saya cintai.

Apa yang kalian tau tentang anak pesantren kebanyakan hanya sebatas yang keliatan dari luarnya aja yang sering mereka bilang kalo anak pesantren itu pasti baik-baik. Pasti? Bullshit men!
Don't judge a book from it's cover, semuanya kembali lagi ke pribadi dan prinsip hidup orang masing-masing. No matter how it is, positif ataupun negatifnya seseorang itu didasari atas kemauan diri sendiri sebuah tindakan hasil pemikirannya sendiri bukan dari label sekolahannya bukan dari latarbelakang sekolahannya, agamanya, keturunan keluarganya, pergaulannya, hartanya, jabatannya, apalagi nama sekolahannya. Tai kucing gak suka banget gua kalo apa-apa maen bawa-bawa nama sekolahan yaaelah gak ada hubungannya gitu loh.

Jadi disini gua mau ajak kalian kita semua untuk mengupgrade di reset gitu bahasanya, mereset mindset kita dari budaya-budaya pola pikir terhadap beberapa hal contohnya bisa kita ambil dari perbandingan anak sekolah biasa dan pesantren. Mulai dari kesadaran diri sendiri atau dari hal-hal kecil lainnya, bertahap pelan-pelan aja tapi pasti.
Jangan kita jadiin budaya buruk menjadi suatu kebiasaan yang kita terapin dikeseharian kita apalagi ke generasi-generasi kita selanjutnya. Dunia gak akan maju men kalo isinya orang-orang yang kayak gitu semua dan semoga kita bukan salah satu dari sampah-sampah dunia.

Di perjalanan hidup disaat kita dipertemukan atau dihadapi oleh hal-hal yang negatif cobalah untuk mengamatinya baru menilainya
Karena tidak semua yang baik itu akan selamanya membaik
Dan tidak semua yang buruk itu akan selamanya memburuk
Kecuali tidak ada pergerakan dari dalam dan luarnya

Jangan terlalu fokus dengan keburukan yang kamu liat, dengar dan ketahui apapun, bagaimanapun dan dimanapun itu, ubah mindset mu coba cari dan temukanlah aroma positif lainnya. Sampai kamu menemukannya, dan saat itulah kamu sadar betapa pentingnya sebuah penilaian.

Jadi kalau saya bilang "anak sekolah biasa (SMP/SMA)" hal apa yang pertama kali terlintas dipikiran anda?
Dan kalau saya bilang "anak pesantren" hal apa aja yang pertama kali terlintas dipikiran anda?
Tell me, and let's talk about it emoticon-Jempol
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di