alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
video detik2 Malam2 di Gunung di tidurin sama Pendaki cowo ga aku kenal (
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfbe4639e7404691d8b4567/video-detik2-malam2-di-gunung-di-tidurin-sama-pendaki-cowo-ga-aku-kenal

video detik2 Malam2 di Gunung di tidurin sama Pendaki cowo ga aku kenal (

Awal kejadiannya dapat tonton di video ini
&t=21s






Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa, Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Catatan letusan diketahui sejak abad ke-19. Gunung ini aktif dan sering mengalami erupsi skala kecil. Aktivitas terakhir adalah pada bulan Mei 2009 dan sampai Juni masih terus mengeluarkan lava pijar.[1] Sebelumnya ia tercatat meletus pada tahun 1999.
Maret 2014 Gunung Slamet menunjukkan aktifitas dan statusnya menjadi Waspada. Berdasarkan data PVMBG, aktivitas vukanik Gunung Slamet masih fluktuatif. Setelah sempat terjadi gempa letusan hingga 171 kali pada Jumat 14 Maret 2014 dari pukul 00.00-12.00 WIB, pada durasi waktu yang sama, tercatat sebanyak 57 kali gempa letusan. Tercatat pula 51 kali embusan. Pemantauan visual, embusan asap putih tebal masih keluar dari kawah gunung ke arah timur hingga setinggi 1 km.[2]
Catatan sejarah[sunting | sunting sumber]
video detik2 Malam2 di Gunung di tidurin sama Pendaki cowo ga aku kenal (


Gunung Slamet pada tahun 1910.



Sejarawan Belanda, J. Noorduyn berteori bahwa nama "Slamet" adalah relatif baru, yaitu setelah masuknya Islam ke Jawa (kata itu merupakan pinjaman dari bahasa Arab). Ia mengemukakan pendapat bahwa yang disebut sebagai Gunung Agung dalam naskah berbahasa Sunda mengenai petualangan Bujangga Manik adalah Gunung Slamet, berdasarkan pemaparan lokasi yang disebutkan [3].

Ekologi[sunting | sunting sumber]
Gunung ini mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukithutan Dipterokarp Atashutan Montana, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Legenda Gunung Slamet[sunting | sunting sumber]
Gunung Slamet memiliki cerita legenda yang turun temurun. Nama slamet diambil dari bahasa Jawa yang artinya selamat. Nama ini diberikan karena dipercaya gunung ini tidak pernah meletus besar dan memberi rasa aman bagi warga sekitar. Menurut kepercayaan warga sekitar, bila Gunung Slamet sampai meletus besar maka Pulau Jawa akan terbelah menjadi dua bagian.[4]
Jalur pendakian[sunting | sunting sumber]
video detik2 Malam2 di Gunung di tidurin sama Pendaki cowo ga aku kenal (


Pos pendakian Gunung Slamet, dukuh Bambangan



Jalur pendakian standar adalah dari Blambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Jalur populer lain adalah dari Baturraden dan dari Desa Gambuhan, Desa Jurangmangu dan Desa Gunungsari di Kabupaten Pemalang. Selain itu ada pula jalur yang baru saja diresmikan tahun 2013 lalu, yaitu jalur Dhipajaya yang terletak di Kabupaten Pemalang.
Pendakian Gunung Slamet dikenal cukup sulit karena hampir di sepanjang rute pendakian tidak ditemukan air. Pendaki disarankan untuk membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Faktor penyulit lain adalah kabut. Kabut di Gunung Slamet sangat mudah berubah-ubah dan pekat.
Jalur pendakian lainnya adalah melalui objek wisata pemandian air panas Guci, Kabupaten Tegal. Meskipun terjal, rute ini menyajikan pemandangan yang paling baik. Kawasan Guci dapat ditempuh dari Slawi menuju daerah Tuwel melewati Lebaksiu.

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Kebanyakan bunting sama bunting sumber-nya bray.
Aku kudu komen kepiye lik? emoticon-Bingung (S)
Disini gunung disana gunung... Ditengah tengahnya...
gunung kembar
ditidurin genderuwo? atau emoticon-Bingung
Terus gunungnya hamil dunk. Anaknya genderewo bukan??

Judulnya hiperbola banget emoticon-Cape d...
PART 3

Setelah pagi, sebelum teman-teman bangun, aku dan Vera berpakaian dan keluar sleeping bag, berpelukan di api unggun yg hampir mati tapi masih memancarkan kehangatan. Matahari sudah menghangatkan udara gunung yg dingin, kami berkemas setelah sarapan buat tenaga untuk turun dari gunung, maklum kami harus naik dulu untuk mencapai alur pendakian terdekat, kalau turun lewat trabasan sangat curam, kasihan cewek-cewek yang kelelahan.

Sudah hampir sore, ketika kami sampai dititik awal pendakian.
“Kalo langsung pulang mungkin sampai rumah jam 9-10 malem ni, gimana?” Santi bingung.
“Gini aja, kita menginap di TW aja banyak Villa kok. Ini gak musim pendakian dan gak musim liburan, jadi banyak villa kosong.” kataku.
“Ya udah gitu juga boleh” jawab Santi.

Kami mencari villa dan dapet sebuah villa deket pasar dengan 5 kamar. Budi dan Iwan tidak ikut menginap dengan alasan besok pagi masih ada tugas dan dua teman Santi yang turun duluan juga tidak ketemu waktu dibasecamp dan yang pasti sudah pulang.

Setelah membersihkan diri kami menghabiskan waktu melihat tv diruangan tengah sambil ngobrol hingga larut malam. Santi dan Ira sudah masuk kedalam kamar masing-masing, Jack dan Rudy udah dari tadi tenggelam dikasur kecapaian hanya tinggal aku dan Vera.

“Mas nanti tidur dimana? Yang kosong tinggal satu kamar mas.”kata Vera
“Aku gampang Ver, tidur disini pake sleeping bag juga gak apa-apa kok” jawabku.
“Jangan ah, kasihan mas, mas sekamar ama aku saja. Muat kok ranjangnya buat berdua”
“Emang gak apa-apa kamu?”
“Yeee, mas ini. Digunung aja kita berdua di sleepingbag.” kata Vera sambil menarik tanganku.
Aku menurut mengikuti Vera, gimana gak nurut diajak ama cewek imut.

Tidak aku sangka sampai dikamar Vera langsung memelukku dan berbisik ”Yang digunung lanjutin dong, pengen”
“Kamu serius, kan…”belum lengkap aku bicara, Vera sudah melancarkan ciumannya kubalas dengan mesra.
Tanpa banyak cakap kami sudah...

bersambung....
Balasan post kena.semprot
Quote:


kami sudah mencret mencret karena masuk angin di gunung yang dingin itu
hem emoticon-Bingung (S)
Quote:


video detik2 Malam2 di Gunung di tidurin sama Pendaki cowo ga aku kenal (


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di