alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfa9cd5c0d7706d568b4574/hari-guru-nasional-di-tengah-tantangan-industri-40

Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0

Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0
Sejumlah siswa-siswi bersalaman dengan guru seusai menyuapkan nasi pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Barat, Aceh , Sabtu (24/11/2018)
Hari Guru Nasional jatuh setiap 25 November, tahun ini menjadi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia. Hingga kini persoalan klasik masih melingkupi guru, sementara di sisi lain tantangan industri 4.0 sudah mengadang.

Penetapan 25 November sebagai Hari Guru Nasional (HGN) dilakukan lewat Keputusan Presiden No. 78/1994, yang diteken oleh Presiden ke-2 RI, Soeharto. Peringatannya memang merujuk pada hari lahir Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Hari Guru Nasional, karenanya tak berkaitan dengan Ki Hajar Dewantara, yang tanggal lahirnya diabadikan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, setiap 2 Mei.

Meskipun, lelaki bernama awal Raden Mas Suwardi Suryaningrat itu--salah satu pendiri Taman Siswa pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta--adalah juga seorang guru.

Tahun ini peringatan puncak HGN akan dilaksanakan pada 1 Desember 2018, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Tema yang akan diangkat pemerintah adalah "Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21".

Dalam wawancara Medcom.id dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyoroti problematika guru pada era sekarang. Berbagai persoalan klasik diakui masih dihadapi para guru di Indonesia.

"Masih perlu pembenahan berbagai hal. Jadi temanya menjadikan guru-guru kita profesional, berbudi pekerti, dan guru sebagai pemberi suri teladan bagi siswa pada abad 21," ujarnya dalam wawancara tersebut.

Sementara, dalam sambutan resmi menyambut HGN 2018, Mendikbud menyinggung tiga ciri guru profesional yang harus dimiliki oleh para guru. Salah satunya, guru profesional adalah guru yang memenuhi kompetensi dan keahlian inti sebagai pendidik.

Guru harus dapat menghadirkan pembelajaran abad XXI, yaitu menyiapkan peserta didik untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

Mendiknas juga menyinggung era industri 4.0, saat diperlukannya guru yang profesional yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi informasi yang supercepat untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar pada setiap satuan pendidikan.

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), organisasi guru terbesar di Indonesia saat ini, juga memilih tema tantangan era industri 4.0. PGRI menginisiasi lahirnya PGRI Smart Learning and Character Center, pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi pofesional dan pengembangan karakter guru sesuai kebutuhan zaman.

Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Unifah Rosyidi, kepada Kompas.id, Jumat (6/7/2018), menerangkan bahwa kemampuan guru untuk bertransformasi dalam pembelajaran digital yang dapat diterapkan di ruang kelas kini jadi perhatian.
Tantangan besar dunia pendidikan Indonesia
Bila merujuk benchmark internasional seperti TIMSS (Trends in International Mathematic and Science Study), PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study), dan PISA (Programme for International Assessment), kualitas pendidikan Indonesia bisa dibilang masih memprihatinkan untuk menyambut era industri 4.0.

Merujuk riset PISA yang dilakukan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 2015, misalnya, kemampuan membaca anak Indonesia berusia 15 tahun, di bawah rata-rata 72 negara lainnya, dengan skor 397. Angka ini kalah jauh dari negara tetangga seperti Singapura yang menjadi nomor wahid.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI). AKSI diklaim sebagai pemantauan mutu pendidikan secara nasional dan bersifat “longitudinal” pada satuan pendidikan SD/MI, SMP/ MTs, SMA/MA, dan SMK. Hasilnya menentukan penyusunan kebijakan peningkatan kualitas pendidikan.

Hasil riset untuk tingkat SD bertahun 2016 menunjukkan, siswa dengan kemampuan sains yang "baik", hanya mencapai 1 persen. Sedangkan kemampuan numerasi atau matematika, hanya 2,29 persen anak dengan kemampuan numerasi "baik". Di bidang membaca, sebesar 6,1 persen siswa dinilai punya kemampuan membaca yang baik.

Kunci untuk memajukan kemampuan literasi, numerasi, dan sains adalah peningkatan kualitas guru. Menurut Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan, Fiona Handayani, guru yang berkualitas mampu mengajarkan materi hingga sang anak bisa memahami logika dan menerapkannya, alih-alih menghafal rumus.

Sistem perekrutan dan pengembangan profesionalitas guru, menjadi kunci bila persoalan ini ingin diselesaikan. Inilah tantangan terbesar guru, bila melihat kondisi kemampuan siswa dalam tiga bidang penting menyambut revolusi industri 4.0.

Penulis buku Learning {Re}imagined (2014), Graham Brown-Martin, yang juga pendiri Learning Without Frontiers (LWF), pernah menulis bahwa pendidikan adalah jantung dari persiapan menuju era baru tersebut.

"Penting sekali untuk memiliki sistem pendidikan yang mengembangkan potensi manusia daripada sekadar berkompetisi melawan mesin. Pendidikan yang dirancang untuk ekonomi industrial yang kini mulai diotomasi, butuh perubahan: dari yang berbasis fakta dan prosedur, menuju yang aktif menerapkan pengetahuan agar dapat berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah," tulisnya.

Menurut hematnya, pendidikan harus bisa membawa anak-anak pada masa depan bekerja bersama mesin, daripada mengajaknya berkompetisi. "...memprogram mesin-mesin itu, bukan diprogram oleh mereka (mesin-mesin tersebut)," ujarnya.
Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...an-industri-40

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0 Maju mundur relaksasi investasi untuk asing

- Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0 Jojo cs kumpulkan Rp2 miliar untuk korban bencana di Sulteng

- Hari Guru Nasional di tengah tantangan industri 4.0 Harga minyak anjlok, pertemuan OPEC dipercepat

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
udahlah indon gak siap buat ginian.mending ke singapur / malaysia ama yang jelas lebih siap


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di