alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional
5 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bfa11195a5163b65f8b456f/guru-honorer-apakah-sama-dengan-guru-donorer-selamat-hari-guru-nasional

Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional


emoticon-nyantai ASSALAMUALAIKUM WR WB emoticon-nyantai


Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional

Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional

"SELAMAT HARI GURU NASIONAL"
JAYALAH PGRI emoticon-Cool


Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional

Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional




Di hari yg sangat spesial bagi para pendidik di seluruh negeri ini, ijinkan lah saya menyampaikan sepatah dua patah kata yg sering di ucapkan oleh mereka para pendidik yang masih memiliki status sebagai "GURU HONORER"

Quote:


Kami yg berprofesi sebagai guru honorer sering kali mendengar kata-kata pedas dari orang lain seperti "kerja yang ikhlas. Kalau gak ikhlas mendingan cari usaha lain. Jangan ngarep materi kalau jadi guru, lagian siapa sih yang nyuruh kalian jadi guru honorer? Gak ada kan??"
Begitulah. Banyak sekali orang yg nyinyir dengan bahasa nyindir ketika kami berusaha untuk menyampaikan aspirasi dari kami. Nyinyir yang getir.

Sebagai insan yang berkecimpung di dunia pendidikan, nasib kami memang selalu berhubungan dengan peraturan atau kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dan saya yakin kebijakan ini juga tidak lepas dari campur tangan Allah SWT. Maka kau saya boleh berpendapat, ini bukan tentang sebuah keikhlasan. Ini tentang keberpihakan negara terhadap mereka yang sudah berusaha sekuat tenaga untuk mencerdaskan anak bangsa. Dan dalam hal ini, guru berada diposisi garis terdepan

Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional



Kalian yang selalu mengatakan dengan entengnya "suruh siapa jadi guru honorer? Keluar saja !" Atau "kalau udah diniatin ngapain ngeluh"
Karena kalian tidak pernah berada diposisi tersebut. Dalam jangka waktu yang panjang, bahkan puluhan tahun mereka mengajar, terdapat proses panjang yang mereka alami.
dicaci, dimaki, dihina, dikurang ajarin oleh siswa, diberi harapan palsu akan mendapatkan tunjangan, dsb sudah mereka rasakan.

Guru Honorer Apakah Sama Dengan Guru Donorer? Selamat Hari Guru Nasional


Siapa yg menyuruh jadi guru honorer?
Jawaban mereka adalah tidak ada emoticon-Smilie
Tapi mereka juga manusia biasa. Mereka butuh pekerjaan, dan modal mereka adalah ilmu yg mereka dapatkan ketika kuliah di jurusan pendidikan. ketika ada kesempatan mengajar karena ada sekolah yg membutuhkan guru, kemudian mereka masuk kesana apakah salah??
Adakah yg salah ketika bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka??

Lantas apakah ada yg salah ketika para honorer menuntut untuk mendapatkan honor yang sepantasnya? Kemudian mereka² yg gak tau tiba² nyinyir lagi jaman sekarang guru udah gak layak disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Guru sekarang money oriented" HAHAHAHA hei kalian yang nyinyir, sadarkah kalian bahwa guru honorer juga manusia biasa yang punya kebutuhan untuk hidup? Dan ketahuilah bahwa untuk memenuhi kebutuhan mereka harus memiliki uang yang tidak sedikit !
Saya jadi teringat bahwa sesuai dengan Pancasila, negara berjanji akan menciptakan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Bahwa mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yg layak adalah hak bagi mereka yg sudah berjuang. Adalah hak bagi mereka-mereka yang sudah bekerja.

Tapi dimana letak keadilannya? Disaat UMR setiap tahun naik tapi gaji para guru honorer STAG diangka ratusan ribu rupiah?

Mereka hanya bisa pasrah menunggu keadilan dari para penguasa. Melalui demonstrasi mereka berusaha untuk menyampaikan aspirasinya. mengatakan apa yg sebenernya mereka rasakan. Tentu saja, melalui demonstrasi mereka berharap semakin banyak orang yg mendengar maka semakin banyak orang yg mendukung dan menguatkan mereka. Dan yaaa, meskipun berulang kali tidak direspon ketika melalukan demonstrasi tapi mereka percaya bahwa mereka masih memiliki kekuatan ketika mereka tidak sendirian


Semoga pemerintah makin sadar bahwa ada yg harus dilirik untuk ditingkatkan kesejahteraan nya. dan semoga ketika ada demonstrasi lagi, pemerintah bersedia menemui, tidak hanya mendiamkan mereka tanpa sebuah kepastian


SEKIAN DAN TERIMAKASIH


Quote:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 6
Reserved
Tujuan nya kan pengen jadi pns.
Quote:


Kalau itu kembali ke pribadi nya masing2 gan
Cuma kalau saya sendiri kalaupun tidak diangkat menjadi PNS mbok ya dikasih honor yg sewajarnya
Kerja dimana saja, PNS, honorer atau buruh yg gajinya umr pun, kalau tidak disyukuri tidak akan cukup.

Tapi soal keadilan, Pemerintah harus menegakkan.
Semangat untuk bapak dan ibu guru di seluruh Indonesia emoticon-Big Grin
Quote:


Bukan PNS nya gan yang tapi kesejahteraannya yang di pengen
selamat hari guru
Quote:


Bener gan...harus bersyukur
Dan harus cerdas cari peluang pekerjaan lain bagi mereka para honorer
Quote:


Semoga Pendidikan di Indonesia semakin maju
Quote:


Kesejahteraan dari PNS ya gan.. emoticon-Salam Kenal
Quote:


Kalau hanya utk mencari uang/honor tidak mengharap pns, pekerjaan lainnya masih buanyaak gan...
emoticon-Jempol
Guru makin banyak tuntutannya dari adanya sertifikasi gaji ke 13 lah, tapi sdm jndonesia gak maju maju
tahun 2019 tahun politik, guru2 honorer yg banyak jumlahnya kembali jadi "komoditi" politik ; dijanjikan janji2 surga....
sebenarnya kalo gurunya pintar dan cari info, ada yg namanya PPG dan Inpassing, kalo ga jadi PNS.
Quote:


Nah diatas sudah dijelaskan point nya karena mereka sarjana pendidikan maka alangkah lebih baiknya bekerja yg sesuai dengan latar belakang pendidikan
Quote:

Itu untuk yg PNS kak
Bagi yg honorer, jangankan sertifikasi
Honor saja cuma ratusan ribu dan dirapel kasihny

Quote:


Nah bener sekali gan.. cuma gak semua guru berkesempatan untuk itu
Quote:


Yg lebih kasihan lagi sudahlah tugas di pelosok dgn gaji bulanan yg kecil, sering terlambat dgn berbagai alasan pembahasan APBD belum kelar, pendataan yg aktif belum selesai, menunggu pencairan dana perbankan dll. Ada baiknya bapak/ibu yg duduk diatas, gajinya ditunda sampai 4-6 bulan biar tau gimana penderitaannya
Quote:


Red : apa yang ingin dituntut dari pemerintah? Diangkat jadi PNS apakah menjamin mutu pendidikan? Apakah sebanding mengangkat honorer dengan melakukan kerja mulia mencerdaskan bangsa? Saya tergelitik dg ini krn guru menjadi komoditas pekerjaan impian rakyat Indonesia, parahnya lagi diskriminasi ttg pendidikan di Indonesia, bgm pesantren dan dunia pendidikan lainnya ikut mencerdaskan bagsa pun tak ikut cara arogan, nantinya juga bakal ada pemberkasan, jawabnya kapan? tunggu ketika memang pemerintah butuh guru yang memang layak diangkat jadi PNS. Km diluar dunia keguruan tak nyinyir, km hanya bingung sj, sudah tau banyak honorer belom keangkat masih saja dunia pendidikan menciptakan calon guru yg berakhir demikian.

Ijo : guru wajib patuh akan aturan pemerintah, sesuai dg sifatnya hukum /aturan itu memaksa, mau tidak mau harus diikuti, sy rasa aturan pemerintah sudah tepat, pemerintah ngutang gitu untuk memenuhi tuntutan? Besarnya gaji guru yang nantinya diangkat berpotensi merombak APBN, padahal APBN Indonesia dah sangat tinggi, 20 persen itu dah gede ditambahi tuntutan guru honorer APBN mau nambah darimana? Harusnya dg luangnya waktu jadi guru carilah kerjaan sampingan, jadi seles, jualan , atau berbisnis. Jadi banyak sektor lain yg bisa dijadikan perkejaan tambahan ngasilin duit.


Orange : anda begitu setriotipnya melihat posisi guru spt itu, bagi sy guru bukan dilihat honorer atau pns, ane lihat guru pake baju dinas gak melebeli orang dia itu honorer, ane anggap guru yang sama derajatnya sama tukang kebun, petani atau pekerja ke bersih an sekelas OB, apa yang andai rasakan terus jadi baper adalah sebuah perasaan krn sifat prestisius, inilah yg menyalahartikan kritik ke dunia pendidikan, padahal tujuannya baik, jangan jadi guru bebannya besar, krn satu anak didik jadi napi dan kriminal ada andil gurunya, siapa yang didik? Dah disekolahin mahal2 malah berakhir dipenjara.

Pink : gak ada yg salah jadi guru, itu hak setiap warga negara, tp taukah kalo kemarin juga pemerintah buka lowongan cpns bahkan porsi guru paling besar daripada lembaga lainnya, satu problem itu hampir disetiap desa /kelurahan di jawa ada 2-3 sekolah dasar, parahnya serapan guru yang tinggi tidak sesuai yang diajar, bahkan kekurangan murid, sungguh miris. Di luar sana wilayah yang terpinggirkan masih banyak yang miskin pemahamn aksara dan buta huruf, jadi problem pendidkan bukanlah pengangkatan honorer, isunya apakah guru mampu mencerdaskan anak didiknya? Kita lihat pendidikan belum merata itu yang harus jadi fokus.

Blue : sy pribadi gak bisa membedakan mana guru honorer dan pns, masalahnya didaerah sy sendiri yg jadi guru naik motor, pakaian pun dipakai sama dg guru lainnya, gak ada diskriminasi penampilan. Guru orientasi nya di uang ya, knp karena bapak ane juga guru, bagaiman dia dapat gaji ke 13 dan dapat sertifikasi, setiap bulannya dengan gaji 6 juta ukuran UMR daerah masih dibawah 1 juta itu dah terbilang wah..jadi jika satu guru bisa per tahun 30 juta sesuai golongan nah pemerintah bayar darimana? Iuran siswa? Gak sanggup bosku, lah yayasan swasta (sekolah) aja ngegaji guru belom sanggup kok sesuai umr, padahal biaya pendidikan aja mahal, satu tahun dikalkulasi bisa 20 juta.

Jawaban terakhir dari legalstanding agan.

Keadilan bagi saya itu subyektif gini contoh simpel kasus perkara hukum masuk ranah meja hijau agar mendapatkan keadilan, tapi ya setiap keadilan itu sifatnya keberpihakan, jika putusan berpihak ke satu sisi atau kubu maka sisi lainnya merasa tak adil, begitu kebalikannya, ketika guru lupa akan tugas mulianya dan malah sibuk ngedumel dan menuntut saya menanyakan profesional guru, seperti menerima keadaan itu memang tak mudah, tapi itulah jalan yang dipilih, meminta keadilan bg sy pribadi hanya butuh kerendahan hati, ketika tuntutan ingin naik pangkat seperti sebuah utang, padahal pemerintah tak pernah berjanji pada guru honorer akan diangkat, kecuali punya kontrak politik dan jelas ada keterikatan janji itu. Keadilan sifatnya subtansial apa yang dituntut. Dunia pendidikan Indonesia miris, hampir satu guru hanya memiliki 1 kompetensi dasar, padahal kalo satu guru punya kompetensi lebih dari satu, jumlah guru bisa ditekan dan kesejahteraan bisa lebih terjamin. Sekaranglah mulai salahakan diri sendiri mengapa harus jadi guru menanggung beban yg menurut sy gak usah dijadikan beban, banyak berdoa tahajud dan ikhtiar semoga saja kebijakan politik mempengaruhi sikap pemerintah.
Quote:




Terima kasih gan sudah menanggapi thread saya secara kritis
Diatas apakah saya mengatakan bahwa mereka minta untuk langsung diangkat menjadi PNS??
Enggak kan??


Pada intinya berilah honor kepada mereka yg sesuai.. sesuai itu yg seperti apa? Ya yang manusiawi lah gan
Masa iya kerja 24 jam bahkan bisa lebih, masih ditambah kegiatan diluar jam mengajar dan mengurus administrasi mereka hanya digaji 500 ribu? Sedangkan umr setiap tahunnya naik??


emoticon-Smilie
Saya gak mau banyak komen.. disini saya hanya mengatakan keadilan. Bukan pns atau hal lainnya
Quote:


Isu tuntutan guru yang paling menonjol di pemberitaan adalah pengangkatan, krn mereka sudah frustasi dg kebijakan sekolahan tentang gaji honorer yang tak manusiawi. Inilah problem pendidkan yang wajib di evaluasi, sy pribadi paham betul bagimana seorang kapsek mendapatkan jabatan, bahkan mendapatkan uang diluar gajinya (bisnis), sekolah sekarang sudah dijadikan bisnis bagi kepalanya, kita juga tak punya nilai tuntutan juga ke sekolah yg bersangkutan. Solusinya evaluasi dunia pendidikan.

Tapi kalo masih begini caranya, dunia pendidikan suatu saat akan ditinggalkan, beralih ke pendidikan lebih rasional dan menerima murid tanpa deskriminasi setiap individu, contohnya : pesantren (dunia pendidikan) keagamaan memiliki peluang akan jawaban bobroknya sistem pendidikan formal, persoalan pesantren tak memiliki sarana yang memadai. Tapi yg tak kalah penting pendidikan moral dan etika lebih terbentuk disini, ketika keluar ke dunia kerja sudah memiliki enterpreneur, apakah dunia formal menciptakan enterpreneur, yang ada bisnis yang akan menjerumuskan ketingkatan pendidikan lebih tinggi, TK-Kuliah, begitu bisnis pendidikan hanya menguntungkan dinas pendidikan saja . Sedangkan serapan kempetensi yang dipelajari sangatlah rendah, jadinya banyak sarjana menganggur..
Diubah oleh BowoSan
Quote:


Agan sudah pernah sekolah di pesantren? Atau menjadi seorang pendidik di pesantren kah? emoticon-Smilie
Quote:


Ane pernah kerja di yayasan swasta (pendidikan agama) & ada kegiatan pesantren (tp gak diwajibkan), kalo bermujahadah pernah di pesantren.
Halaman 1 dari 6


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di