alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pria Simpatisan Capres Ini Tewas Didor saat Duel, Berawal dari Saling Menantang
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf9f8ef96bde6cc448b456f/pria-simpatisan-capres-ini-tewas-didor-saat-duel-berawal-dari-saling-menantang

Pria Simpatisan Capres Ini Tewas Didor saat Duel, Berawal dari Saling Menantang


tribun news

Nov 24, 2018 4:38 PM


Pria Simpatisan Capres Ini Tewas Didor saat Duel, Berawal dari Saling Menantang
Subaidi, tewas ditembak dalam duel di Dusun Pakes Arungan Timur, Desa Sokobanah Laok, Kecamatan Sokobanah, Sampang, Jatim, Rabu (22/11/2018). Almarhum bersama istri 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pria Simpatisan Capres Ini Tewas Didor saat Duel, Berawal dari Saling Menantang di Facebook

Ini harus menjadi pelajaran bagi elite kita yang saat ini terlibat dalam kontestasi Pilpres 2019 agar tidak selalu melontarkan pernyataan yang menyudutkan lawannya.

Panas di tingkat elite ini ternyata menjalar ke akar rumput.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang berujung hilangnya nyawa. 

Awalnya, aksi saling menantang terkait Pilpres di media sosial Facebook berujung duel di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, berujung tewasnya Subaidi, seorang tukang gigi, tewas setelah tubuhnya ditembus peluru panas dengan pistol rakitan milik Andika, pelaku.

Rabu (21/11/2018) siang, korban warga Desa Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, batal mendatangi pasiennya di Desa Sukobanah Laok.

Di tengah jalan, dia bertemu pelaku, pria pemilik akun Facebook yang menantang guru korban lewat komentar di status Facebook. Keduanya pun terlibat duel.

Korban membawa senjata tajam dan pelaku membawa pistol rakitan.

Akhir cerita, pelaku menembak dada korban hingga tembus ke punggung. Korban pun tewas.

"Dalam hitungan jam, Polres Sampang berhasil membekuk pelaku," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, Sabtu (24/11/2018).

Sebelumnya, guru korban sempat mengunggah foto dengan memegang senjata tajam.

Foto tersebut dilengkapi status, "Siapa pendukung Jokowi yang ingin merasakan pedang ini".

Kemudian status guru korban dibalas oleh akun Facebook atas nama Idris Afandi Afandi yang diduga milik pelaku, dengan komentar, "Saya pingin merasakan tajamnya pedang Habib Bahar tersebut".

Rekan korban sempat mendatangi rumah pelaku untuk mengonfirmasi komentar tersebut.

Pelaku membenarkan akun tersebut miliknya, namun bukan dirinya yang menulis komentar.

"Pelaku mengaku ponselnya telah dijual dan tidak mengetahui siapa yang menulis komentar tersebut," jelas Barung.

Beberapa hari setelahnya, korban mengunggah video pelaku yang disebutnya ketakutan hingga terkencing-kencing saat didatangi rekannya.

Dalam video tersebut, korban juga memberi keterangan akan membunuh pelaku jika bertemu.

Pertemuan pun terjadi hingga berujung duel pada Rabu (21/11/2018) siang.

Pelaku kini mendekam di tahanan Polres Sampang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Pelaku dijerat pasal berlapis tentang pembunuhan yang disengaja dan berencana dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup, atau penjara selama 20 tahun," ujarnya.

Melansir tribun madura, akibat penembakan yang diduga menggunakan senjata rakitan itu, korban sehari-harinya tukang gigi, yang semula dilarikan ke RSUD Slamet Martodirjo, Pamekasan, namun terpakas dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Pemaparan kasus pembunuhan Subaidi oleh pelaku Andika (Idris), akibat berdebat soal dukungan capres (facebook/dinda sari)
Selain peluru yang ditembakkan ke dadanya itu tembus hingga ke belakang, korban sering muntah darah.

Menurut keterangan sejumlah warga dan keluarga korban, sebelum kejadian korban ditelpon oleh pelaku, warga Desa Tamberu Barat,  untuk memasang giginya.

Namun saat itu pelaku, tidak meminta datang ke rumahnya, melainkan disuruh datang ke suatu tempat di kawasan Desa Sokobanah Laok, yang berjarak sekitar 6 km dari rumah korban.

Tanpa curiga, korban berangkat sendirian menemui pelaku yang ditemani satu orang lain di areal persawahan di kaki bukit. 

Setelah bertemu terjadi pembicaraan, namun tidak mengarah kepada pemasangan gigi. Tanpa diduga, dari jarak dekat pelaku menembakkan senjatanya ke tubuh korban.

Usai menembak, pelaku bersama temannya kabur dengan mengendarai sepeda motor.

Sedang korban yang ditembak mengerang kesakitan sambil  tapak tangannya memegang dadanya untuk menutupi lukanya.

Kemudian korban berusaha bangun berusaha naik sepeda motor namun korban tidak kuat dan ambruk.

Sementara suara tembakan itu mengagetkan warga sekitar, sehingga sejumlah warga ke luar rumah ke arah suara tembakan.

Melihat korban tersungkur dengan posisi telungkup, warga berusaha menolong korban membawa ke puskesmas.

Salah seoarang tokoh masyarakat Sampang, K Bahrudin, kepada TribunMadura.com, mengatakan, meski lokasi penembakan itu cukup jauh dari rumah warga, tapi suara tembakan yang didengar warga itu cukup keras.

Jadi wajar jika warga sekitar berhamburan ke luar untuk mengetahui apa yang terjadi.

Bachrudin, seorang keluarga Subaidi, mengatakan korban sempat menjelaskan penyebab penembakan itu. 

Menurut Bachrudin, insiden itu dipicu komentar korban pada status pelaku di Facebook yang dinilai memojokkan ulama. 

“Sebagai alumni pondok pesantren tempat korban menimba ilmu, korban tidak terima jika kiai dan ulama yang membimbing dirinya dihina dan dijelek-jelekkan pelaku, sehinga korban membelanya,” ujar K Bahrudin.

Editor: Tariden Turnip

Parah banget cuma gara2 pilpres
Ampe segitunya


http://manado.tribunnews.com/amp/201...ng-di-facebook



Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Ulama?
emoticon-Ngakak
Ya elah......mangkanye jangan jatuh cintah sama calon....ntar bs cintah mati....pegang aja ngga pernah
Sejak kapan jadi ulama?
lihat idnya ane pikir bokang ga taunya telok lemak itu emoticon-Ngakak
Yg mati nasbung,, turut berduka ajalah,,, makanya lain kali jgn suka nantang2in orang lain sambil bawa pedang segala, begitu ada yg berani beli koit jg kan ahirnya?

emoticon-Traveller
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
kenapa ga mampus dua2 nya
nasbungtot dan nastaik sama2 sampah
ke dua nya pasukan dajjal pantaslah selalu bikin kekacauan
segera saja lakukan genosida buat para parasit ini jangan biarkan mereka sampai beranak pinak nantinya hanya akan jadi sampah peradaban
emoticon-Imlekemoticon-Imlekemoticon-Imlek
emoticon-Imlekemoticon-Imlekemoticon-Imlek
Bnyk shbt nabi jmn dl emosional, cinta nabi itu bkn kyk fans maniak yg emosional tp ikutilah sifat2 nabi yg mulia...
Balasan post cokelat.kiloan
Quote:


Quote:


Habib Bahar bin Smith emoticon-Malu

Quote:


Pembunuhan berencana + bawa senpi rakitan = minimal 20 tahun penjara emoticon-Hansip
Diubah oleh mendadakranger
Wadaw emoticon-Turut Berduka
oke,, ada berita yg lbh goblog drpd berita ini nggak nih...? emoticon-Cape deeehh

saya dg shbt saya yg brbeda pilihan saja... Nggk segitunya smpai brtengkar, apalagi sampai MEMBUNUH,..! emoticon-Cape d...
Quote:


Lu jgn bego kaya nasbung. Gak baca full lu ya.

Yg di bunuh yg bela si Smith , pembunuh yg ngeledekin.

------------

Jadi pelajaran buat nastak/ nasbung, gak perlu terlalu fanatik, akibatnya nyawa melayang, anak bini siapa yg ntar nafkahin
Diubah oleh ultramanttaro
yg satu mati, yg satu lg membusuk di penjara karna melakukan pembunuhan berencana
emoticon-Traveller
Bukan bela calon presiden, tapi bela guru.
.....Beberapa hari setelahnya, korban mengunggah video pelaku yang disebutnya ketakutan hingga terkencing-kencing saat didatangi rekannya.

Dalam video tersebut, korban juga memberi keterangan akan membunuh pelaku jika bertemu....


Keknya ini bukan hanya karena politik....Itu karena harga diri( kesombongan korban).......

Madura itu terkenal dgn HARGA DIRI....cuman itu yg saya tahu...emoticon-Big Grin


Lagi pula keknya...maaf bukan bermaksud merendahkan almarhum...keknya dia cuma ikut2an,biar di bilang gagah emoticon-Malu


Semoga beliau di catat sebagai "mujahid".... emoticon-Ngacir
Balasan post hantupuskom
Quote:

Sementara Jokowi dan Prabowo santai ketawa2, minum teh sore, nonton silat Asian Games...

Pria Simpatisan Capres Ini Tewas Didor saat Duel, Berawal dari Saling Menantang
Balasan post hantupuskom
maklum, pendukung kedua pihak banyak yg tolol
212 bakal ada ceramah neh korban masuk surga
Balasan post dungdungprets
Martir akal sehat indonesia, semoga syahid, amiin emoticon-thumbsup
Quote:
Halaman 1 dari 4


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di