alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Performa Sektor Konsumer Masih Loyo
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf9095554c07a0b778b4567/performa-sektor-konsumer-masih-loyo

Performa Sektor Konsumer Masih Loyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham emiten konsumer belum memuaskan. Sejak awal tahun, indeks sektor saham ini mencatatkan penurunan 16,36%.

Penurunan ini lebih buruk dibanding penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di periode sama. Indeks saham barang konsumer juga tercatat turun paling dalam dibandingkan indeks sektoral lain.

Penyebabnya, ada dua saham berkapitalisasi pasar besar (big cap) masuk dalam indeks tersebut dan mengalami penurunan harga dalam tahun ini. Kedua saham itu adalah PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Kedua saham tersebut juga menjadi pemberat atau laggard IHSG. Saham HMSP mengurangi IHSG 126,1 poin atau setara 25,6%. Sedangkan saham UNVR mengurangi 93,8 poin atau setara 24,6%.

William Hartanto, Analis Panin Sekuritas, mengatakan, tahun ini bukan tahun sektor barang konsumer. Sentimen daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih. "Kenaikan 1,35% kemarin hanya teknikal rebound. Belum ada sentimen yang membuat sektor ini menarik bagi investor," jelas William, Jumat (23/11).

Yuliana, Analis Profindo Sekuritas, menilai, depresiasi rupiah juga membayangi sektor barang konsumer sepanjang tahun ini. Pasalnya, sejumlah komponen keuangan emiten barang konsumen cukup sensitif dengan pergerakan kurs.

UNVR misalnya. Hingga kuartal ketiga tahun ini, perusahaan ini mencatat rugi kurs Rp 2,62 triliun. Beruntung, angka ini justru turun 60% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.



Tetap ekspansi



Sentimen boleh saja belum sepenuhnya pulih. Tapi, bisnis tetap harus berjalan. Emiten barang konsumer tetap melakukan ekspansi supaya kinerjanya tidak ketinggalan ketika daya beli masyarakat membaik.

PT Kino Indonesia Tbk (KINO) misalnya, tahun depan akan berekspansi secara organik dengan menambah varian produk baru. Cuma memang, penambahannya tidak banyak.

Varian produk baru yang disiapkan juga hanya untuk produk personal care. Alasannya, produk yang sudah ada masih memiliki potensi perkembangan sangat tinggi. "Tapi, penetrasi industrinya masih rendah," imbuh Harry Sanusi, Presiden Direktur KINO, Jumat (23/11).

William menilai, tahun depan ada potensi sektor industri barang konsumer membaik. Ia memprediksi, investor akan kembali mengoleksi saham-saham barang konsumer saat melakukan rebalancing portofolio tahun depan. "Kinerja bagus tapi harganya turun, sehingga sahamnya dipandang murah," jelas dia.

Dari sisi fundamental, Analis MNC Sekuritas Victoria Venny juga melihat kinerja sektor konsumer bakal kembali berkilau. Rata-rata pertumbuhan pendapatan emiten konsumer sembilan bulan tahun ini mencapai 11,95%. Ini sesuai dengan target analis, mencerminkan 73,5% dari target konsensus. "Artinya, daya beli mulai meningkat sepanjang tahun ini," tulis Victoria dalam riset 15 November.

Survei Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan daya beli masyarakat selalu meningkat di kuartal keempat. Sebab, ada momen Natal dan tahun baru. Tahun depan juga merupakan tahun politik. Ini bakal jadi sentimen positif bagi sektor konsumer.

Victoria menyematkan rekomendasi bullish bagi sektor konsumer. Salah satu saham jagoannya adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM). Ia merekomendasikan buy dengan target harga Rp 85.000 per saham.

William menjagokan saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan target harga Rp 9.200 per saham. Sedang Yuliana menjagokan saham Buyung Poetra Sembada (HOKI) untuk trading jangka pendek.

Kemarin, GGRM naik 0,37% ke level Rp 80.500 per saham. Sedang ICBP turun 0,28% ke Rp 8.925 per saham. Lalu HOKI turun 1,92% menjadi Rp 765 per saham.

https://m.kontan.co.id/news/performa-sektor-konsumer-masih-loyo

https://nusantaranews.co/ambruk-dalam-kemelut-ekonomi-global/

meroket pala loe emoticon-Traveller
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Performa Sektor Konsumer Masih Loyo

Jual aja ke cinak
Persetan nasionalisme emoticon-Big Grin
biar ajalah,yang ngerasain pengusaha ini,kata nastak nasbung mah.
emoticon-Traveller
media jangan pesimislah gara-gara banyak data begini bank-bank agak gimana gitu klo mau ajukan kredit jadi ketunda-tunda,ujungnya lari keluar selain bank jadi dobel-dobel penderitaan rekan pengusaha.

besok harus bagus berita-beritanya ga mau tahu saya bangke nastak nasbung semuanya.
emoticon-Traveller
lesu memang betul, tp gak separah bacotan wowo juga kaleee

😂
yg penting bakso masih rp 10.000
Emang lesu kok 1-2 tahun belakangan

Tapi ga sampe 90% rakyat Indonesia misqueen wok emoticon-Ngakak

Buta huruf 55% emoticon-Ngakak

Jarang main ke mall wo?

Ga liat jalanan penuh mobil2 LCGC keluaran terbaru??

emoticon-Leh Uga

Lesu ekonomi, jgn sampai membutakan nurani ya masbro2 pada emoticon-Ngakak
Beneran lesu kok, buktine ijik ono le lembur sabtu minggu tetep ngetrit emoticon-Big Grin
Quote:
Balasan post Zendies
Quote:

tolol tong? janjinya gmana?

https://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20150126155744-78-27450/jokowi-janjikan-pertumbuhan-ekonomi-78-persen-pada-2018


https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-2781264/pertumbuhan-ekonomi-7-seperti-janji-jokowi-akan-terwujud-di-2017

Balasan post mahkotax.putra
Quote:


lah loe sendiri kog masi posting? ala bedanya posting dan ngetrit? goblog lo
Quote:


tempurung bersabda emoticon-Leh Uga
Balasan post Zendies
Kl bicara Janji
Mana ada yg bs ditepatin semua

Kaya ga tahu pulitik aje emoticon-Leh Uga

Lah wowo nyangkem sektor perdagangan janji ga bakal impor, itu mau gmn?

Wkakak longor emoticon-Ngakak
lah kata President gak loyo koq emoticon-Leh Ugaemoticon-Leh Uga
Balasan post venomwolf
Quote:


Performa Sektor Konsumer Masih Loyo
Balasan post mahkotax.putra
Pekok emoticon-Big Grin


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di