CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Nasib Perempuan di Daerah yang Menerapkan Perda Syariah
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bf265c69e740496258b456c/nasib-perempuan-di-daerah-yang-menerapkan-perda-syariah

Nasib Perempuan di Daerah yang Menerapkan Perda Syariah

Nasib Perempuan di Daerah yang Menerapkan Perda Syariah

APA yang sering terjadi di daerah yang menerapkan Perda Syariah? Biasanya korban pertama adalah perempuan.

Entah kenapa jika bicara Syariah perempuan selalu ditempatkan jadi objek yang harus diatur secara detil. Soal pakaian. Soal cara bergaul. Bahkan di Aceh perempuan yang kedapatan nongkrong di warung kopi semeja dengan cowok yang bukan suaminya akan dikenakan hukuman.

Bukan cuma itu. Meskipun perempuan Aceh sudah berjilbab, tetapi menggenakan blue jeans yang ketat, tetap juga kena hukuman. Sampai cara naik motor saja diatur Pemda. Gak boleh nyemplak.

Di Tangerang pernah ada Perda berbasis syariah yang mengatur jam malam bagi perempuan. Seorang buruh garmen terpaksa lembur untuk memenuhi kebutuhkan ekonomi keluarganya. Ia seorang harus pulang ke rumah agak larut.

Apa yang terjadi? Pamong Praja menangkapnya. Tuduhannya serius. Ia disangka pelacur karena berjalan sendirian di malam hari. Dibawa ke tempat penampungan disatukan dengan para penyandang masalah sosial.

Seorang karyawati garmen yang bekerja keras untuk menafkahi keluarganya dipermalukan oleh Pamong Praja yang hadir untuk menegakkan syariah. Ketika wajahnya disorot kamera TV, apa yang dirasakan perempuan baik-baik itu? Apa yang dirasakan anak-anaknya di rumah? Apa yang dirasakan suaminya yang juga bekerja sebagai tukang ojeg? Ketika ibu dan istri yang sedang mencari nafkah dituduh dengan tudingan menyakitkan dan ditampilkan wajahnya ke publik.

Di Aceh, lebih seru. Seorang perempuan diperkosa oleh delapan lelaki. Salah satunya adalah pacarnya yang brengsek. Kasusnya masuk pengadilan. Apa hukuman yang dijatuhkan?

Nasib Perempuan di Daerah yang Menerapkan Perda Syariah

Lelaki pemerkosa itu memang dihukum. Tetapi perempuan korban perkosaan juga kena hukuman. Dia dicambuk di muka umum. Wajahnya diperlihatkan. Alasannya karena dia datang ke rumah pacarnya sendirian.

Perda Syariah di Aceh seringkali digunakan untuk mempermalukan perempuan. Dicambuk di depan khalayak. Ketika cambuk algojo melucuti tubuhnya, ada rasa yang jauh lebih sakit dari sekadar ujung cambuk itu. Rasa dipermalukan. Rasa sebagai pendosa yang pekik sakitnya keyika dicambuk disambut dengan teriakan kegembiraan orang-orang yang menyaksikan.

Adakah yang lebih sakit dengan harga diri yang tersayat? Adakah yang lebih menghimpit selain dari hukuman sosial yang mempermalukan?

Aceh memang tidak segila Taliban di Afghanistan. Di negeri yang tidak pernah berhenti konflik tersebut, pernah dipimpin oleh gerombolan orang gila syariah. Disana perempuan yang ke pasar sendirian, akan langsung dieksekusi.

Alasannya karena tidak didampingi lelaki muhrim. Saya pernah menyaksikan gambaran ini dalam film berjudul Kandahar. Sebuah kehidupan gelap para perempuan Afganistan. Mereka tersiksa karena kemiskinan, karena diskriminasi hukum, juga pandangan lelaki bahwa merekalah sumber dosa.

Perempuan dalam pemerintahan Taliban hanyalah perkakas menyebalkan yang harus diawasi. Dia cuma pemeran figuran dalam kehidupan lelaki.

Nasib Perempuan di Daerah yang Menerapkan Perda Syariah

Di Saudi Arabia, atas nama syariah perempuan tidak bisa menyetir mobil sendiri. Suara mereka di politik juga tidak diakui. Jika kita amati pasangan suami istri di Saudi berjalan, jarang kita lihat mereka jalan berjalan bergandeng tangan. Biasanya lelaki jalan di depan dan perempuannya kucluk-kucluk mengikuti dari belakang.

Saya curiga lahirnya Perda-perda seperti itu, dulu cuma cara konyol politisi menyembunyikan kebobrokannya. Para pejabat bebas mengutil duit negara. Gak peduli pada layanan publik. Tapi rakyat ditipu bahwa mereka mewakili pemerintahan yang islami. Ujung-ujungnya agama dijadikan kedok lagi.

Makanya saya setuju, ketika dalam pidatonya ketua umum PSI Grace Natalie berkata, PSI tidak setuju pada pembuatan Perda Injili dan Perda Syariah. Sebuah pernyataan yang tegas dan jelas. Disampaikan justru ketika partai-partai nasionalis sedang bergenit-genit pada isu agama. Demi kekuasaan. Sebab, dari situlah awalnya penindasan pada perempuan.

Entahlah, apakah Tuhan hanya milik para lelaki? Padahal nama Allah yang paling akrab adalah Arrahman-Arrahim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebuah kosa yang mewakili kelembutan perempuan.

Sumber Rahayu

Kodrat wanita itu memang di rumah doang, Macak, Masak, Manak 3 M

Jangan seperti PSI caleg2nya malah banyak ceweknya, udah gitu pinter2 lagi emoticon-Blue Guy Bata (L) itu jelas penistaan ya akhi

Kapan Indonesia bisa maju kayak Afghanistan kalau begini caranya

emoticon-Christmas

Halaman 1 dari 6
siap2 ya buat para wanita yang kerja di mall. kalian cma dapet shift pagi ke siang, klo ga dpt tempat ya terpaksa dikeluarin.

Karena sudah pasti wanita ga boleh kerja di mall sampai jam 10 malem
Hanya ganti kostum tapi kelakuan sama aja. emoticon-Ngakak
Noh lo liat diaceh mau tahun baruan mereka pada keluar cari angin seger ke daerah tetangga emoticon-Ngakak
Temen kuliah cewek ane asal aceh sekarang bermukim di kab.sleman,menikahi pria suku jawa,dan hidup bahagia untuk selama lamanya emoticon-Smilie

Kisah ini tidak ada hubungannya dengan perda syariah aceh emoticon-Ngacir
Quote:


Karena diatas jam 10 harus segera mandi kucing. Makanya ga boleh keluar. emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Jiah.
Emang aceh ada emol emoticon-Ngakak (S)
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga peraturan buat akal2an laki2 lemah yg mudah ngac*ngan emoticon-Leh Uga
Yang gue heran, udah tau korban pertama penerapan syariah tuh perempuan.. koq malah masih banyak perempuan yang demo demo minta syariah ditegakkan..

emoticon-Cape d...
Lihat 5 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 5 balasan
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
saya doakan indonesia menyusul ya. maunya pada begitukan. pasti para perempuan itu pada bahagia. mengaji sebagai hiburan dan bersuka cita melahirkan anak-anak setiap dua tahun terus menerus tanpa terputus. memasak dan mencucui bagi para suami dan anak-anak setiap pagi , siang dan malam.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Otak kalau hanya sebatas selangkangan ya gitu
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Nasib Perempuan di Daerah yang Menerapkan Perda Syariah
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
karena yang ngajak Syariah tidak pernah merasakan jadi "perempuan"
momong..masak..mencuci..
itu saja..
acehnistan apa kabar?tambah nyungsep kah?emoticon-Wakaka
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
perda munawir....atjeh tahun baruan pada lari kemedan cari hibiran
Post ini telah dihapus oleh Kaskus Support 08
Quote:
sedikit nambahin, sekarang arab udah mulai kebuka kok. sekarang larangan wanita mengemudi uda dicabut, wanita juga udah boleh masuk stadion, dan putra mahkota arab mohammed bin salman (MBS) udah punya rencana bakal membolehkan wanita berbikini di pantai, tapi nggak semua pantai ya.. paling tidak arab sekarang udah berubah..

masalahnya di indonesia sekarang malah ada yang mau kaya afganistan.. heran ane.. emoticon-Hammer2
Mereka mengingkari ferintah bafaemoticon-DP

Timotius 2:11 “..Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengijinkan memerintah laki2; hendaklah ia berdiam diri.”
Diubah oleh crotafterkiss
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 6


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di