alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Depati Amir dan Orang Tionghoa Usir Penjajah
2.14 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be519c7dbd77086548b4568/kisah-depati-amir-dan-orang-tionghoa-usir-penjajah

Kisah Depati Amir dan Orang Tionghoa Usir Penjajah

Salah satu tokoh yang baru dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional adalah Depati Amir. Mendengar nama itu memang langsung teringat sebuah bandara. Ya, Depati Amir adalah tokoh dari Bangka Belitung.

Dikutip dari situs Kemendikbud, Kamis (8/11/2018), Pemerintah Hindia Belanda memberikan gelar Depati kepada Amir pada tahun 1830. Namun Amir menolak jabatan tersebut yang kemudian membuat Belanda khawatir.

Amir diminta oleh Pemerintah Hindia Belanda menggantikan ayahnya, Depati Bahrain. Selain putra dari Depati Bahrain, sosok Amir juga disegani Belanda karena sepak terjangnya menumpas perompak di perairan Bangka bersama dengan 30 pengikutnya.

Meski jabatan itu ditolak oleh Amir, namun rakyat Bangka kala itu tetap memanggilnya Depati. Hingga kini tokoh pejuang itu dikenal dengan nama Depati Amir.

Sejarawan Dien Madjid menulis dalam jurnal sejarah internasional Tawarikh pada tahun 2017 tentang kolaborasi Depati Amir dengan orang China. Tulisan Dien dalam bahasa Inggris berjudul 'Depati Amir and Chinese People's Resistance against Dutch Colonialism in Bangka, 1848-1851: An Archival Study'.

Dien mengutip sebuah arsip berbahasa Belanda yang kini disimpan di ANRI. Orang-orang China yang membantu Depati Amir melawan Belanda adalah para pekerja tambang.

Pada tahun 1849, setelah gagal ditangkap Belanda di Pangkalpinang, Amir bersama dengan Aim dari Blinyu, King Tjoan, Budjang Singkep, Akei Asan alias Si Hasan, Oebien, Bengol, Tata, Dayo, Dasum, hingga centeng bernama Ko So Sie mendatangi kantor pemerintahan. Arsip tersebut juga menulis bahwa orang-orang China itu memasok senjata untuk Amir seperti tombak, klewang, dan lain sebagainya.

Menurut Dien, keterlibatan orang China dalam perjuangan rakyat Bangka bersama Amir tak banyak ditulis dalam penulisan sejarah nasional di Indonesia. Dien Madjid dalam buku 'Ilmu Sejarah: Sebuah Pengantar' juga menyinggung sedikit soal perjuangan Amir melawan Belanda dengan berkolaborasi bersama orang Tionghoa.

Perjuangan Amir memperlihatkan semangat perjuangan yang tak memandang perbedaan. Dia tetap bisa bekerja sama dengan orang dari etnis lain untuk mencapai tujuan bersama, mengusir penjajah.

Akhirnya Belanda berhasil menangkap Depati Amir pada tahun 1851 setelah diadakan sayembara. Belanda kemudian mengasingkan Amir dan adiknya, Hamzah, ke Pulau Timor.

Meski diasingkan, Depati Amir tak berhenti berjuang mengusir Belanda. Dia bahkan menjadi penasehat raja-raja di Timor dan menyebarkan agama Islam di sana. Depati Amir wafat pada tahun 1869 dan dimakamkan di Kupang, NTT.
(bag/imk)


https://news.detik.com/berita/d-4293...-usir-penjajah

pahlawan gan
Urutan Terlama
Quote:
propaganda bukan nih?
tapi yang sekarang lebih bangga tanah kelahiran daripada tanah airnya sendiri


Kenapa peran Tionghoa dalam perjuangan melawan Belanda seperti ditutup2i dan berusaha dihilangkan dari sejarah ya?
emoticon-Bingung
Hoax


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di