alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kok Bisa Terjerat Utang di Aplikasi Fintech?
4.33 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be2e04498e31b58538b4567/kok-bisa-terjerat-utang-di-aplikasi-fintech

Kok Bisa Terjerat Utang di Aplikasi Fintech?

Kok Bisa Terjerat Utang di Aplikasi Fintech?



LAST UPDATE: 18 NOVEMBER 2018
akan selalu diupdate ketika ada temuan informasi baru.

Kemajuan Teknologi saat ini memungkinkan fasilitas perbankan semakin mudah diakses, bahkan fasilitas yang membutuhkan otorisasi berlapis, dengan fasilitas yang disediakan fintech (financial technology) dari tabungan bunga tinggi seperti deposito hingga reksadana, atau fasilitas yang lebih panas: pinjaman cash

Pinjaman bisa dengan alasan apa saja baik konsumtif ataupun menambah modal usaha untuk menjawab tantangan usaha, selama pinjaman ini di imbangi dengan kemampuan bayar, pinjaman dalam bentuk apapun tentunya anda tidak perlu takut mengunakan fasilitas cicilan. Sekali lagi, selama anda tahu betul siapa anda dan apa kemampuan anda karna jujur banyak yang gagal bayar selalu menyalahlan fasilitator pinjaman dengan satu kata yang paling sering di ucap kalau ada yang bahas tentang bunga, saya serahkan pada imajinasi anda kira kira kata apa sih yang muncul kalau bahas bunga h-h-h-h-h


Bila anda mengajukan pinjaman di bank, tentunya anda harus di survei, intinya proses yang luar biasa ribet. Namun bila mengajukan lewat perusahaan fintech, anda tinggal masukan Kartu Keluarga, KTP dengan foto selfie, data diri lengkap, dana langsung cari saat itu juga. YA, SAAT ITU JUGA.

Saat ini mulai banyak kasus dimana banyak yang "menjadi korban" terbelit utang jasa penyedia pinjaman via fintech, semakin meningkat sampai LBH Jakarta membuka posko darurat.

dikutip di: https://tirto.id/kasus-tagih-utang-f...pengaduan-c9cx
Quote:



dan "korban" nya sampai nekat bunuh diri

Quote:


Saya sebagai pengusaha UKM dan kuliah di jurusan ekonomi, tentu merasa aneh dengan maraknya tulisan yang mendiskreditkan fintech, apalagi perusahaan fintech yang sudah dapat perizinan OJK. Ehm.. wait, jadi ada fintech yang beroperasional tanpa izin OJK? Ada!

Quote:


Jadi inilah kesalahan apa yang banyak terjadi kenapa bisa terjerat utang di fasilitas fintech

(PUALING FATALLLLL) KESALAHAN 1: MEMINJAM DI FINTECH YANG TIDAK TERDAFTAR OJK
Kesalahan paling fatal yang dimulai orang awam dalam dunia persilatan permodalan, yaitu meminjam di sarang penyamun. Hal yang perlu di sadari bahwa tidak ada perbedaan meminjam di rentener lintah laper dengan fintech ilegal, SAMA SAMA TIDAK ADA MEKANISME TATA BAYAR YANG JELAS. Yang penting anda minjem uang, dan anda bakal jadi bulan-bulanan debt collector mereka, mereka dengan sengaja membiarkan anda lupa bayar tanpa notifikasi. Jadi ketika anda telat, siap siap bunga + penalti yang luar biasa besar.

Kenapa harus OJK? Karena fintech yang sudah taken perjanjian dengan OJK harus tunduk dengan aturan OJK, diantaranya memberikan 100% informasi baik total bayar yang harus dibayar per periode, bagaimana membayar, tabel angsuran dan bunga, hingga informasi paling kecil sekalipun, anda berhak tahu. Bila mereka sengaja menutupi atau mempersulit, anda bisa tuntut mereka balik di kanal OJK bagian pengaduan.

Quote:


Jadi, semua yang sudah terdaftar OJK pasti harus memberikan semua yang perlu anda tahu, mereka tidak akan berani menutupi atau bahkan menganggu privasi bila tidak diperlukan.

Kalau anda merasa terganggu dengan telepon yang hanya mengingatkan anda bayar tepat waktu, percayalah seharusnya anda bersyukur kalau anda diingatkan: karna itu kewajiban mereka.

KESALAHAN 2: MALES BACA KONTRAK - SYARAT KETENTUAN
et dah~ ini udah umum banget masalah literasi masyarakat Indonesia yang rendah banget! Fintech lending menciptakan informasi semakin simple dan semakin mudah diakses, sangkin mudah nya diakses banyak lender yang langsung scroll bawah pencet ACCEPT, gini mas/mbak, ini bukan install aplikasi yang tinggal scroll down pencet yes yes aja. Baca yang benar dan hapalin, kapan bayar, bagaimana bayar, penalti nya apa, tabel rincian bayaran per bulan, dan sebagainya. Jangan males baca mas/mbak~

KESALAHAN 3: TIDAK TERTIB TANGGAL BAYAR
Sekali lagi yang saya ingatkan walaupun anda mengunakan fintech dengan izin OJK sekalipun bahwa tidak ada bedanya anda meminjam di bank dengan di fintech: Sama sama harus bayar tepat waktu
Selalu ingat kapan jatuh tempo, siapkan uang sebelum jatuh tempo, pasang alarm di smartphone anda dengan kepintaran yang haqiqi tolong jangan punya smartphone kalau orang nya tidak smart, alarm kalender nya dipakai jangan hanya untuk penganggu bangun pagi anda.

Penyakit "tarsok" a.k.a entar-besok ini hukumannya tidak kenal ampun, tidak kenal amesti, tidak kenal musyawarah. Apa yang anda  tanda tangan termaksud hukuman penalti yang akan dibebankan kepada anda.


Spoiler for Contoh Fintech Yang Baik:



KESALAHAN 4: MEMANG DASARNYA YANG PINJAM "BESAR PASAK DARIPADA TIANG"
Ini saya ngak mau bahas lebih dalam, anda bisa menjelaskan dengan nalar anda sendiri. ini memang sedari awal salah anda sendiri.

Jadi jika anda menyadari apa yang anda lakukan, baik anda meminjam dimanapun entah di bank sistem apapun atau fintech manapun, bila anda berurusan dengan badan yang tepat, tahu aturan, dan tahu diri sendiri, kemudahan fasilitas 100% milik anda.

BTW: ini ada beberapa link yang patut dibaca sebagai wawasan tambahan kamu kalau mau minjam di fintech supaya kamu tahu hak kamu sebenarnya disaat kritis sekalipun:

Aturan perusahaan fintech tentang maksimum pinjaman dan maksimum penalti (MUST READ) from TIRTO

Daftar Fintech ilegal from CNBC
Diubah oleh bisabegitucom
Halaman 1 dari 8
Hai! Saya penulis yang hobi menulis dunia persilatan usaha-zaman-now dimana saya percaya bahwa teknologi bisa mengubah kehidupan seseorang secara signifikan.

Semoga tulisan saya bisa membantu kawan-kawan berkembang dengan lebih baik

Jangan sungkan untuk bertanya atau mengusulkan topik yang perlu saya teliti untuk dibagi di sini. Bisikin aja di profil saya emoticon-Smilie
Diubah oleh bisabegitucom
Klo kepepet mending minjem sama sodara emoticon-Shutup
pinjam uang buat bayar pinjaman lainnya. suruh kepintaran yang hqq emoticon-Embarrassment
Kalau punjam sama aplikasi bisa ya meraka yang galak saat nagih utang


Lah kok orang sekitar ane malah galakan yang ditagih utang ya?
Tulisan yang bagus agan TS, cuma di BP harus berasal dari berita. Cocoknya di pindah ke lounge aja emoticon-Toast
Minjemnya enak.
Pas disuruh bayar bilangnya yang nagih kasar.
Gw yakin itu yg bikin prkumpulan nasabah fintech yg mengeluh itu karena gak ada uang buat nyetor.
Quote:

Temen gue kayak gini nih, alhasil dia udah resign dr kantor gue dan gatau kemana dia. Yg jelas tiap hari ada aja yg telponin temen gue yg satu lagi nanyain si temen gue yg resign ini, ga cuma dari 1 atau 2 aplikasi tp lebih dari 5 hahaha. Saking numpuknya si penelpon ini sering titipin pesan ke temen gue yg ngutang ini buat bayar kewajiban pokoknya aja, bunganya di hapus emoticon-Ngakak
Quote:


Kalo kabur itu cara yang salah sih. Kalo ngajuin apapun yang urusan sama bank / BI kaga bakal disetujuin nih orang emoticon-Ngakak

Nyusahin temen2 nya pulak tiap hari mesti terima telpon dari dc emoticon-Ngakak
Diubah oleh cluuree.e
Quote:

Biasalah gali lobang tutup lobang, dan yg gue tau nih aplikasi2 fintech bunganya gede kan kalo kita ga bayar sesuai jatuh temponya emoticon-Ngakak

Seremnya tuh app2 gini kan punya akses di hp usernya, mereka bisa telpon kontak yg ada di hp kita kalo kita nunggak gini. Malu jg kan orang yg gatau apa2 kita punya utang emoticon-Ngakak
mau berbuat, ga siap tanggung jawab.
banyak iklannya juga repot...
emoticon-Ngakak
Quote:


Kalau bisa minjem ngak pake bunga ngapain berbunga yak? emoticon-Big Grin
Quote:


Bagai nyampur mie sedap dan indomi. Hqq bgts
Quote:


H-h-h-h maap masih newbie banget di dunia kaskus, ini aja mulai aktif karna rekomendasi temen.
Jadi harusnya di lounge? Yo wes tulisan next aja lah bosku. Thx buat sarannya ya
Quote:


Quote:


Quote:


Fintech belum tentu bunga nya lebih besar, malah ada yang bisa menawarkan lebih rendah apalagi kalau promo.

Biasanya bunga menyesuaikan dengan historical peminjam, kalau dia record nya bagus, selain limit naik bunga nya dikecilin karna dianggap ngak beresiko.

Tapi ujung nya sama kalo gagal bayar, masuk blacklist BI
minjem 500 dpt nya 375, balikin duitnya 600....hadeh....kalo bisa jgn konsumtif, kalo terpaksa konsumtif mending nabung dulu. emoticon-Nohope
Quote:


gak usah FIntech yang gak diakui oleh OJK, tuh lihat yang ngasih pinjaman harian di pasar2. Emang bisa diatur semua?

jadi pada dasarnya kenapa bermaslah? Karena loe salah analisa. Selesai.
jika ada client yang gak bisa bayar pinjaman, pertama2 loe ngaca dulu; kenapa loe kasih? setelah itu baru tagih

apakah fintech itu inovativ? tidak.
fintech itu hanya berbeda sistemnya saja; tapi skema nya sama, sama2 berdasarkan penghasilan; dan yang lebih bodoh si Fintech2 ini menawarkan produk kepada orang2 yang dulunya sudah merupakan target pasar Lembaga Keuangan Konvensional.

Si Fintech merasa diri sebagai inovator? inovasi yang ada di fintech itu hanya teknologi mobilenya; tapi tidak dengan cara pikir dalam memberikan kredit; selama si fintech ini masih tetap mengincar target pasar yang sama dengan target pasar lembaga keuangan konvensional. Itu sama aja dengan istilah Koperasi Simpan Pinjam yg kekinian. gak ada beda emoticon-Big Grin

Fintech2 sekarang cuma mengulang kesalahan yang sebelumnya pernah dilakukan oleh Lembaga2 Keuangan Konvensional
Diubah oleh smedev.id
Fintech tuh rata2 tarik jasa 1% per hari, kalo jatuh tempo nggak dilunasi argo jalan terus misal sampai 100 hari mk jasanya sdh 100%.

Apakah itu kejam? Tdk, asal sjk awal terbuka. Dan kalo yg terdaftar di OJK mmg wajib transparan.

Brengseknya fintech itu di soal privasi app mereka. Kerabat ane ada yg jd langganan fintech2 buat audit app mrk, hasilnya semua yg diaudit ada masalah soal privasi. Makanya tak jarang ada telpon "nyasar" dr fintech soal temann yg blm bayar utang. Syg di Indonesia blm ada aturan hukum soal privasi jd hal spt ini msh dipraktekkan fintech. Sebenarnya dgn spt ini fintech bs dilaporkan pencemaran nama baik, lho. Tp krn konsumen mrk (maaf) ecek2 ya blm ada yg punya kemampuan melawan fintech.
Ni akibat di pimpin sama planga plongo urus negara gk becusemoticon-Mewek
Quote:


See?
Dari pejwan pasti ada 1 yg produk gagal keg ini emoticon-Ngakak (S)
Halaman 1 dari 8


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di