alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5be15eb41ee5dfe6798b4567/rest-area-km-21

Rest Area KM 21

Quote:


Halo agan/sista Kaskuser yang ganteng dan cantik. 
Gw mau cerita-cerita tentang perjalanan dari Bogor sampai sekarang. Perjalanan hidup.

Kalo bisa komentarnya buat perbaikan update berikutnya. Jadwal update ga tentu juga karena banyak kejadian yang sudah sengaja dilupakan karena terlalu pedih, kawan. (Lebayy)



Rest Area KM 21

Sebuah Kisah Perjalanan, Lima Presiden yang Lalu



Dalam setiap kehidupan, ada satu atau lebih periode yang sangat berkesan dan menentukan arah hidup seseorang di masa depan.

01 - Wonderful Tonight

Namanya Greg, gw baru kenal kelas 1 SMA kebetulan kami sekelas. Cowok cuek yang beda dari yang lainnya, selain karena keturunan (no SARA) juga karena perilakunya yang cuek dengan kalung salib khas yang ga pernah dia lepas. Di sekolah negeri, murid non muslim bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Walau dengan perbedaan yang cukup mencolok, dia ga pernah minder atau membuat jarak dengan teman-teman yang lain. Gayanya yang khas selalu bisa menghidupkan suasanan kelas. Jam kosong dan jam istirahat menjadi waktu yang ditunggu buat kumpul-kumpul bareng murid cowok, bahkan sering kelas kami berinisiatif mengadakan acara diskusi sendiri saat guru keterampilan tidak mengajar, karena semua murid cowok dan bahan diskusinya ga jauh dari sistem reproduksi manusia. Beda ceritanya kalau ada murid cewek, semua menjadi cowok yang 'jinak'.

Kelas dua dan kelas tiga, gw seakan mendapat anugrah untuk tetap berada dalam satu kelas Fisika-1 bareng Greg. Anugrah karena banyak waktu gw bisa bareng Greg, bukan sebagai pasangan homo ya, dia punya kecengan bernama Loria di kelas seberang dan gw juga sibuk caper sama Rosa di kelas sebelah. Karena rumah kami dekat, gw sering berangkat bareng (ga sengaja ketemu di jalan) atau pulang bareng. Saling main ke rumah masing-masing udah hampir tiap hari karena kebetulan gw hobi matematika dan rajin buat PR. Rumah gw jadi sering tempat kumpul buat nyalin PR matematik atau fisika.

Sejak kelas satu kami ikut ekskul KIR (Karya Ilmiah Remaja), setelah ada ekskul Taekwondo, kami pun bergabung bersama teman-teman lainnya. Kalau istilah jaman sekarang, anak-anak Taekwondo adalah kumpulan murid-murid 'bocor', karena suka ngelawak, saling bully tapi kompak satu sama lain, minimal kompak dalam menghina kelompok lain. Terutama kelompok ekskul Pramuka dan menganggap mereka orang-orang kaku yang 'bau alam'.

Banyak yang beranggapan bahwa kelompok kami adalah eksklusif, padahal kami sama sekali tidak membatasi pertemanan. Siapapun yang mau, boleh gabung dengan orang-orang gila seperti kami, yang tidak punya aturan atau jadwal. Semua berjalan dengan begitu saja. Maka tidak heran kalau ada kesempatan kumpul di rumah seseorang, bisa hampir 50 orang yang ikut. Kebanyakan cowok, ga jarang ada cewek yang ikutan. Bahkan pada akhirnya hampir semua bergabung dengan hobby baru Pecinta Alam. Ekskul independen yang sama sekali bukan dibentuk oleh sekolah, bahkan dianggap tidak sejalan dengan peraturan sekolah karena tidak ada guru yang terlibat sebagai pembina atau pemandu kegiatan kami.

Kami sering mengadakan acara nginep di rumah teman atau di villa yang kebetulan bisa dipakai dan malamnya diisi acara nonton bareng Bilem Felajaran biologi reproduksi yang lalu dibahas di hari berikutnya di sekolah. Yah, kami cowok-cowok tuna pacar yang terlalu sibuk dengan banyolan dan mungkin karena ga ada cewek-cewek yang mau melirik. Tidak heran, kegiatan kami sama sekali tidak melibatkan guru atau murid cewek

Selain Pecinta Alam kami pun hobby foto-foto, karena kebetulan salah satu anggota ada yang punya peralatan kamera cukup lengkap pada masa itu. Maka kelompok kami secara tidak resmi memakai nama Outdoor Sport and Photography Club (OSPC). Meskipun kami harus patungan untuk biaya 'cuci-cetak' dan tambahan biaya cetak kalau mau pesan foto tertentu. hobby jalan-jalan dan fotografi sebenarnya termasuk mahal untuk anak-anak dengan uang jajan pas-pasan seperti kami, namun dengan patungan terasa lebih terjangkau

Di suatu hari Sabtu, di awal kelas tiga. Kebetulan gw ga ikut, mereka pergi kemping di satu curug di luar kota kami, di daerah Cisarua. Hari Senin setelahnya waktu upacara itu, Greg menarik gw ke barisan paling belakang dan disana sudah kumpul sebagian dari peserta kemping.

"Lo nyesel kemaren ga ikut" kata Greg bersemangat.

"Kenapa? ceritain dong!" Gw mulai penasaran

"Kami ketemu kelompok kemping lain, cewe semua berlima, anak R* (nama sebuah sekolah swasta di kota kami) Cakep-cakep." Greg mulai promosi. "semua pake celana pendek."

Wehh. Ini sih sekumpulan perawan di sarang penyamun. Menurut cerita yang beredar, anak-anak itu rencananya ada acara kemping Pramuka di sekolah mereka tapi batal. Karena sudah terlanjur bawa perlengkapan lengkap, akhirnya mereka berinisiatif kemping di Curug itu, dan sialnya ketemu begundal-begundal teman-teman gw. Kemping itu, menjadi awal dari cerita panjang berikutnya.

Keadaan berubah sejak perkenalan dengan kelompok itu, anggap saja namanya kelompok "Puspa", yang merupakan nama regu dalam Pramuka. Beberapa teman mulai membuat agenda sendiri-sendiri dan semuanya berhubungan dengan kelompok Puspa. Buat gw yang ga ikut kemping itu, ga ambil pusing dengan drama-drama dan persaingan tersembunyi di antara mereka. Greg, dengan tegas menyatakan pindah keimanannya dari Loria ke Cathy, salah satu anggota Puspa. Dia mengeluh tentang persaingan dengan teman lain yang sama-sama pedekate.

Gw yang jadi pendengar dari kedua belah pihak cuma bisa bilang "Makan tuh cewe!", dalam hati kecil gw sebetulnya menyesalkan perpecahan itu. Membuat kondisi saling mencurigai kalo kumpul-kumpul memisahkan diri. Semacam kubu #TeamGreg dan team-team yang lainnya.

Walau gayanya cuek dan bicaranya suka nyablak, Greg sesungguhnya orang yang paling enak untuk tempat curhat atau diskusi. Dia akan mengomentari masalah gw apa adanya, tanpa basa-basi memperhalus bahasanya. Dia juga orang yang ga segan untuk membanggakan kekurangannya misalnya "gw dong, keturunan tapi miskin.. haha."

Kegiatan di gerejanya membuat Greg bisa dibilang sering mengisi acara dengan menyanyi sambil main gitar, atau cuma jadi gitaris pun jadi. Bisa dibilang Greg adalah murid kesayangan guru kesenian kami. Mungkin di sekolah sebelumnya pun dia sudah jadi gitaris langganan spesialis "Lomba Seni" antar sekolah.

Di waktu senggang, dia rela mengajari gw main gitar dengan sabar. Tidak sedikit makian dan ejekan juga selama proses mengajari gw yang gw balas dengan makian "setann". Lagu pertama yang dipakai buat ngajarin gw itu dari sang maestro Eric Clapton, Wonderful Tonight.

Banyak lagu lain yang diajarin, kebanyakan lagu Iwan Fals karena memang dia fans berat Bang Iwan, selebihnya lagu-lagu lawas seperti "How Can I Tell Her" atau "Aline", "The End of the World" dan hampir satu kaset "Golden Memories" sudah gw kuasai kunci-kunci gitarnya.

Kemahiran Greg bermain gitar, mungkin jadi magnet bagi para cewek-cewek di sekolah, tapi entah kenapa dia cuma memuja satu orang, Loria, dan mengabaikan yang lainnya, kecuali Cathy.

Bersambung..
Diubah oleh Erroneous


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di