alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Kisah Tragis Friedrich Nietzsche "Tuhan sudah mati"
5 stars - based on 6 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdff7601a997537038b4574/kisah-tragis-friedrich-nietzsche-quottuhan-sudah-matiquot

Kisah Tragis Friedrich Nietzsche "Tuhan sudah mati"

https://bhaktisetiawan.wordpress.com...e-filsuf-gila/

Kisah Tragis Friedrich Nietzsche "Tuhan sudah mati"

Friedrich Wilhelm Nietzsche lahirkan pada 15 Oktober 1844 di Röcken bei Lützen, wilayah Sachsen, terletak di daerah pedesaan tanah pertanian di sebelah barat daya Leipzig, Jerman. Dinamakan Friedrich Wilhelm karena hari kelahirannya sama dengan hari kelahiran Friedrich Wilhelm IV, seorang raja Prusia yang sangat dihormati pada masanya, karenanya, merupakan kebanggaan bagi Nietzsche kecil karena hari kelahirannya selalu dirayakan banyak orang. Berasal dari keluarga yang taat kepada Protestan Lutheran, karena ayahnya, Carl Ludwig beserta kakek-neneknya merupakan biarawan, kecuali ibunya, Franziska Nietzsche, ia bukan seorang yang dekat dengan profesi suaminya (biarawati).

Nietzsche merupakan anak pertama. Ia mempunyai adik laki-laki dan perempuan. Adik perempuannya bernama Elizabeth lahir pada tahun 1846 sedangkan adik laki-lakiny bernama Joseph lahir pada tahun 1849. Kehidupan keluarga Nietzsche sangat bahagia, namun kebahagiaan ini tidak berjalan lama karena pada tahun itu pula sang ayah meninggal.

Setahun kemudian, Joseph, sang adik meninggal dan menyebabkan keluarga ini pindah ke Naumburg dan Nietzsche tinggal di lingkungan keluarga ibunya yang kebanyakan adalah perempuan.

Pada usia 10 tahun (1854), Nietzsche masuk Gymnasium yang terletak lima mil dari kota Naumburg yang merupakan sekolah asrama yang menerapkan peraturan sangat ketat tak ubahnya bagai hidup di penjara. Nietzsche kecil bukanlah murid yang pandai bergaul. Disana, teman-temannya mengenalnya sebagai pendeta kecil karena selalu menyendiri. Namun, empat tahun kemudian, ibunya memintanya pindah ke kota Pforta. Di sana ia belajar di sebuah sekolah asrama Lutheran. Ia mulai membaca karya-karya para sastrawan dan pemikir besar, seperti Schiller, Hölderlin dan Byron, ia juga meminati kejeniusan kebudayaan Yunani kuno terutama pemikiran Plato dan Aeschylus. Pada tahun-tahun terakhir di Pforta, Nietzsche sudah menunjukkan sikap liar dengan mengarang “Ohne Heimat” (tanpa kampung halaman) yang di dalamnya memuat gejolak hatinya yang ingin bebas dan berharap bisa dipahami.

Pada tahun 1864 Nietzsche melanjutkan studi di Universitas Bonn bersama temannya, Paul Duessen. Saat bersama Nietzsche, Dussen pernah mengatakan bahwa do’a itu hanyalah ilusi belaka dan kemudian Nietzsche menanggapi dengan mengatakan: “itu salah satu dari kedunguan Feuerbach”. Nietzsche menanggapi demikian karena waktu itu ia masih memeluk agamanya.

Pada tahun 1865, Nietzsche memutuskan untuk tidak belajar teologi, keputusan ini sangat erat hubungannya dengan keraguannya akan keimanannya dan tentunya mendapat tantangan dari ibunya. Namun ia pernah menulis surat yang isinya

“Jika engkau haus akan kedamaian jiwa dan kebahagiaan, maka percayalah, jika engkau ingin menjadi murid kebenaran, maka carilah…

dan pemikiran ini yang mendasari Nietzsche untuk menjadi free thinker. Di universitas Bonn, ia hanya bertahan selama 2 semester kemudian pindah ke kota Leipzig untuk belajar filologi klasik selama 4 semester di bawah bimbingan Friedrich Ritschl dan hal ini banyak membantu kemahiran Nietzsche dalam bidang filologi klasik. Di sini ia banyak mendapatkan penghargaan di bidang filologi klasik dari universitas. Di sini pulalah, secara kebetulan di tukang loak, dia menemukan buku Schopenhauer yang berjudul “Die Welt als Wille und Vorstellung”. Di kota ini pula, ia meninggalkan agamanya.

Tahun 1867 sampai 1868, Nietzsche mengikuti wajib militer untuk melawan Perancis sebagai salah satu penunggang kuda resimen artileri lapangan dekat Naumburg dan di sana ia mendapatkan banyak pengalaman yang tak terduga. Masa dinasnya berakhir karena ia mengalami kecelakaan jatuh dari kuda dan terluka. Setelah berakhirnya masa dinas militer, Nietzsche merasa studi filologi itu hambar dan mati, namun pendapat ini berubah setelah ia berkenalan secara pribadi dengan musisi Richard Wagner di rumah Herman Brockhaus (1806-1877), seorang ahli pengetahuan ketimuran yang telah menikah dengan adik Wagner. Dari sinilah Nietzsche memperoleh optimismenya kembali bahwa kebebasan dan karya yang jenius masih dapat dicapai asalkan diresapi oleh semangat Wagner.

Pada tahun 1869, atas rekomendasi dari Ritschl, Nietzsche diangkat menjadi professor luar biasa jurusan filologi klasik dan mendapatkan gelar doktornya tanpa ujian. Ia kemudian mengajar di Universitas Basle.

Setelah mendapatkan itu semua, Nietzsche berencana melepaskan kewarganegaraan Prusia. Kemudian ia mulai mengawali serangkaian kunjungan idilisnya pada Wagner di daerah Tribschen, dekat danau Lucerne.

Pada bulan Maret tahun 1870, Nietzsche diangkat menjadi profesor penuh. Sejak saat itu pula secara sukarela, ia ikut dalam perang antara Perancis dan Prusia sebagai perawat medis pada bulan Agustus tahun yang sama. Baru hari keempat sejak keikutsertaannya sebagai tenaga medis, Nietzsche terserang disentri dan diphtheria sehingga ia kembali ke Basle untuk mengajar. Pada bulan Oktober 1870, Nietzsche bertemu dengan Franz Overbeck dan hidup serumah bersamanya selama lima tahun. Ia banyak belajar kata-kata dan sejarah kuno dari Franz Overbeck yang merupakan seorang sejarahwan.

Beberapa tahun kemudian, Nietzsche terlibat skandal asmara dengan gadis bernama Lou Andreas Salomé. Dalam surat yang diberikan kepada Lou (2 Juli 1882) nampak jelas bahwa ia amat mencintai Lou :

“Hari yang lewat tampak seakan ulang tahunku; engkau kirimi aku persetujuanmu (datang dan tinggal selama tiga minggu), hadiah terbaik yang pernah diberikan orang kepadaku” (Nietzsche, 1977: 14)

Namun pernikahan impiannya gagal karena tidak disetujui oleh kakak perempuannya yang mengetahui adanya asmara segitiga antara Nietzsche, Lou dan Paul Ree. Setelah sadar pernikahannya tidak akan pernah terwujud, ia jatuh ke jurang keputusasaan yang sampai menjadi depresi. Depresi inilah yang lama-kelaman membuatnya gila pada 1889.

Setelah Nietzsche benar-benar menjadi gila, ia dirawat oleh kakak perempuannya hingga akhirnya Nietzsche meninggal pada 1900 di Weimar. Kematiannya termasuk yang tragis, karena selain ia meninggal dalam keadaan gila, ia juga meninggal karena tidak bisa menikahi Lou serta ia juga tidak mengetahui bahwa ibunya juga telah meninggal.


oh ya, biar nggak tegang, ane kasih lagu aja emoticon-Recommended Seller
Halaman 1 dari 7
ece homo
salah satu filsuf favorit ane, waktu sma dengan sombongnya baca-baca bukunya dan ngebawa quote dia sebagai prinsip hidup, padahal ngerti aja juga kagak.
filsuf paling fenomenal dan populer, ramalannya tentang masa depan semakin mendekati kenyataan, manusia semakin eksis dalam berkarya dan menciptakan sesuatu, manusia semakin mengambil alih dalam memaknai dunia dan hidupnya, manusia semakin tahu dengan hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya, dan nilai-nilai budaya usang seperti agama dan adat-istiadat hanya menjadi simbol tradisi saja yang tidak lagi menyentuh alam pikiran dan motivasi manusia untuk hidup dan eksis.
Diubah oleh tyrodinthor
Balasan post tyrodinthor
Quote:


Quote:


They call me Übermensch 'cause I'm so driven! emoticon-Ngamuk emoticon-Ngamuk emoticon-Ngamuk
Kisah Tragis Friedrich Nietzsche "Tuhan sudah mati"

Spoiler for eek:
Diubah oleh dragonroar
oh iya, kutipan manusia sbg superman itu pertama kali muncul dr filsafat ini ya, gan ??

btw, apa benar karya besar nya itu (tuhan telah mati) muncul saat ybs msh dirawat dlm RSJ, gan ??
baru tau kalau beliau sampai gila karena putus cinta.
"jika engkau haus akan kedamaian jiwa dan kebahagiaan, maka percayalah, jika engkau ingin menjadi murid kebenaran, maka carilah.. "

seandainya beliau menemukan kedamaian jiwa.. RIP mbah Nietzsche emoticon-rose

Quote:


hoax itu emoticon-Ngacir
dia gila karena kena sipilis akibat keseringan maen perek ditambah kegemarannya konsumsi opium
iya betul dia gila karena sipilis,dia mengkonsumsi opium karena kondisi tubuhnya yang ringkih sakit-sakitan sejak mudanya,karena kondisinya tersebut harus hidup berpindah-pindah tergantung kondisi cuaca jika musim dingin mungkin ke italia,musim panas bisa ke tempat atau negara lain itulah sebabnya dia harus berhenti mengajar.Tubuhnya sudah tidak bisa kompromi utk hidup di satu tempat.
kalau imanuel kant terkenal dengan pernyataan das ding an sich realitas ada pada bendanya dikritik oleh nietchzhe bahwa "tidak ada fakta semua adalah hasil interpretasi".objektifikasi imanuel kant disindir nietzche dianggap masih menyisakan "tuhan" yaitu masih ada unsur percaya ada realitas atau fakta yang tidak terpahami di luar sana sementara realitas adalah hasil interpretasi belaka bila ada kesalahan memahami wajar saja,cuma masalah interpretasinya saja yg salah.
Kalau ga salah itu polemik dia dgn imanuel kant.Kalau ane lihat orangnya suka bikin gara-gara ga peduli teman dekat seperti wagner atau orang terhormat seperti imanuel kant dibantai juga." orang harus tahu bagaimana membenci kawannya sekaligus mencintai musuh-musuhnya".
Quote:


Kenapa si manusia superman alias Nietzche ini sangat subjektif sekali ya pendekatan filsafatnya?
Quote:


maksudnya subjektif gimana?,bahwa kondisi tubuhnya yg ringkih sakit-sakitan jadi inspirasi pemikiran filsafatnya itu benar,Tapi Kalau filsafat itu konsep berpikir mengejar objektifitas maka kritik nietzche ya itu tadi yg ane posting.Ubermans itu konsep ideal nietzche ttg manusia yg sering diterjemahkan jadi superman walau kurang tepat juga diterjemahkan sbg superman sekarang lebih banyak diterjemahkan sebagai manusia yg melampaui.tafsir nietzche selalu baru karena dimensi pemikiran dia luas sekali apalagi banyak menggunakan bahasa metafora dan gaya tulisannya juga tidak tersusun secara sistematis.Manusia uberman bukan konsep manusia hebat penakluk,tapi lebih merujuk pada manusia yg selalu mencipta nilai-nilai ideal baru.
Quote:


Nietzche tau fakta itu cuma interpretasi tau darimana?
Quote:


hasil renungan filsafat dia.makanya sering disebut filsafat penghancur metafisika.
Quote:


Jika seseorang melihat meja pertama kali, apakah meja itu pernah terbayangkan sebelumnya di pikiran manusia? Kenapa benda yg dia lihat itu punya interpretasi "meja"?
Kant pikiran manusia menganggap meja sebagai itu kekal di dunia numenal, objektisasi meja itu bukan meja itu sendiri.

Dasar pemikiran Nietzche gimana emang? Jika objek punya interpretasi berarti fakta itu eksis. Ini fakta empiris atau fakta model gimana ya? Mungkin aja ane salah maksudnya.
Quote:

ente pernah baca nietzche?,maksud nietzche realitas yg ditangkap manusia itu adalah hasil interpretasi bukan realitas itu sendiri kemudian direfleksikan melalui bahasa.artinya Bahasa itu cuma topeng realitas maknanya bersifat sementara karena makna hakikinya tidak ada kosong bukan realitas yg sebenarnya kalau menurut nietzche.Kita mengatakan meja karena objek sudah ditafsir sebagai meja oleh pikiran si subjek.Nietzche juga tanya Atas dasar apa yg membuat subjek dan objek sebagai realitas yg terpisah ,realitas itu sendiri atau tafsir pikiran?.
Ane juga pusing entar ane baca-baca lagi,deh.he.he.heemoticon-Hammer2
Quote:


Kant : meja itu biru, biru itu konsep warna dari meja, konsep biru itu eksis dan hidup di pikiran kita dengan penggambaran intuisi. Jadi intuisi hanya menggambarkan kejadian sesungguhnya di balik layar.

Nietzche : konsep biru itu tidak eksis, manusia ketika berpikir tentang konsep biru itu tidak jujur pada sisi manusianya sendiri dan mengalah pada objek yg ingin diberi interpretasi, makanya nihilism harus dijalankan.

Kira2 gitu.. Bener gak?
nihilisme jadi konskwensi, jadi terima dosa itu.kira-kira begitulah.Tuhan mati kita-kita juga yg bunuhnya,kalau menurut nietzche.
Diubah oleh deanovan
Quote:


Makanya manusia kan mengalah pada objek meja, soalnya si objek memancing munculnya interpretasi penyebutan "meja". Interpretasi itu harus dibunuh termasuk Tuhan dan manusia bisa jadi dirinya sendiri dalam bentuk yg paling sempurna (Ubermensch), ya kan? Setelah pembunuhan makna dan pembunuhan Tuhan, terjadi nihilisme.

Salah urutan ane.

Subjektifnya ya kelihatan dari berfilsafat lewat pemaknaannya sendiri terhadap pengalaman diri sendiri yang sedang menjalani hidup. Filsafatnya "what mostly right" bukan "what is simply right", sama jiwa2 will to power nya menjadikan filsafatnya subjektif.
Diubah oleh fuzzyparadoxx
Quote:

Dengan kata lain filsafat subjektif itu ujungnya seperti mistikus sebagai pengalaman pribadi yang tidak bisa diobjektifikasi,gitu?.
Quote:


Bukan, ane tau manusia Ubermensch itu bukanlah sebuah idealisme yg ingin dibawa Nietzche tapi itu adalah jalur utama yg akan dilewati manusia jika membunuh Tuhan, makna2, harapan2, interpretasi. Itu bukan sesuatu yg subjektif.

Asal deduksinya gimana Nietzche kok bisa dengan mudahnya membunuh Tuhan? Apakah cuma amarah? Atau karena Nietzche terlalu berat melawan image Tuhan di dalam pikirannya sehingga membunuhnya?
Halaman 1 dari 7


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di