- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Akankah Lion Batalkan Pesanan Boeing Pasca-Jatuhnya JT-610?
TS
madcabonger2018
Akankah Lion Batalkan Pesanan Boeing Pasca-Jatuhnya JT-610?
Akankah Lion Batalkan Pesanan Boeing Pasca-Jatuhnya JT-610?
NEWS - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
29 October 2018 13:55

Foto: Lion Air JT-610 (Istimewa Lion Air)
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Lion Air buka suara soal rencana bisnis pemesanan pesawat setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang. Pesawat JT-610 merupakan pesawat tipe Boeing 737 Max 8.
Pesawat Lion Air JT610 dinyatakan jatuh di Tanjung Karawang setelah 13 menit take off. Pihak yang berwenang masih melakukan pencarian pesawat tersebut.
"Kami belum ada keputusan mengenai itu, tolong berikan kami waktu mengenai keluarga dan evaluasi yang ada di pesawat itu sebaik mungkin," ujar CEO Lion Air Edward Sirait dalam jumpa pers di Gedung Lion Air Operation Center, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Senin (29/10/2018).
"Jadi keputusan bisnis belum waktunya Kami sampaikan."
Asal tahu saja, Lion Air berencana memborong 50 pesawat jenis tipe Boeing 737 Max 10. Tak tanggung-tanggung Lion Air berencana membeli 50 pesawat tipe Boeing 737 Max 10 senilai US$ 6,24 miliar atau setara Rp 84,24 triliun.
Lion Air memborong pesawat ini karena memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi bahan bakar dan biaya operasional.
Berdasarkan Tim Riset CNBC Indonesia, sejak 2016 sudah tak ada lagi maskapai penerbangan Indonesia yang memesan pesawat buatan boeing.
terakhir kali maskapai RI memesan pesawat jenis Boeing 737 adalah pada tahun 2015. Kala itu, Sriwijaya Air memesan 2 unit Boeing 737-900 ER.
Foto: infografis/JATUHNYA LION AIR BOEING 737 MAX 8/Aristya Rahadian Krisabella
Lebih jauh sedikit, Garuda Indonesia memesan 50 unit Boeing 737 MAX pada tahun 2014. Sementara itu, Lion Air memesan 209 unit Boeing 737 pada tahun 2012 (terdiri dari 201 unit Boeing 737 MAX, 5 unit Boeing 737-800, dan 3 unit Boeing 737-900 ER). Pesawat pesanan Lion Air ini kemudian baru dikirim secara perdana pada 16 Mei 2017.
Meski demikian, pada tahun 2017 lalu, ternyata Lion Air sudah tidak lagi memesan pesawat ke Boeing. Adalah pabrikan merek Airbus asal Eropa yang kini dilirik perusahaan yang dipimpin oleh Rusdi Kirana.
Mengutip situs Airbus, Lion Air memesan 178 unit jenis A320 dan A321 neo dari Airbus pada tahun lalu. Tidak hanya Lion Air, Garuda Indonesia dan Citilink pun memesan masing-masing 8 dan 25 unit Airbus jenis A320 neo di tahun 2017.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20181029133613-4-39483/akankah-lion-batalkan-pesanan-boeing-pasca-jatuhnya-jt-610
Lion Air Konsumen Terbesar Pesawat Boeing di Dunia
NEWS - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
27 September 2018 15:22

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan Lion Air adalah pembeli terbanyak pesawat dari Boeing Company asal Seattle, Amerika Serikat (AS).
Hal itu memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan dagang dengan Negeri Paman Sam. Misalnya, produk baja nasional mendapat pengecualian dari AS soal tarif impor 20%.
"Lion Air, Indonesia yang paling banyak mencatatkan pembelian Boeing di dunia. Dengan banyaknya penduduk, Indonesia masih butuh pesawat Boeing dan kalian [AS] perlu baja," katanya hari ini, Kamis (27/9/2018).

PILIHAN REDAKSI
Seperti diketahui, baru-baru ini tepatnya pada April 2018, Lion Air telah merealisasikan pembelian 50 unit pesawat Boeing 737 Max 10 senilai US$ 6,24 miliar atau setara Rp 84,24 triliun.
Sebelumya, Boeing juga menjadi konsumen dari 71 unit pesawat Boeing 737-900 Extended Range dan 32 unit Boeing 737-800 Next Generation, serta 1 unit pesawat jumbo Boeing 747-400.

Foto: Ilustrasi Boeing (REUTERS/Jason Redmond)
Adapun, lanjut Mendag, Indonesia sebetulnya juga banyak mengimpor produk dari AS tanpa mengenakan banyak tarif.
"AS adalah mitra dagang terbesar kedua. Kapas adalah produk yang paling banyak diimpor Indonesia, sebelum dikirim kembali [berupa tekstil] ke AS. Begitu pula baja dan aluminium, yang banyak digunakan industri pesawat AS," kata Enggar.
Saat ini total perdagangan antara Indonesia-AS dinilai Enggar masih cukup rendah yakni US$ 28 miliar. Kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan.
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...oeing-di-dunia
Boeing 737 Max 8 yang Jatuh di Karawang Sudah Dipesan 4.783 Unit
29/10/2018

Boeing 737 Max 8 (Foto: Dok. Boeing)
Pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air yang jatuh di laut Karawang pada Senin (29/10) memang pendatang baru di dunia penerbangan. Namun pesawat Boeing tersebut telah dipesan ribuan unit oleh maskapai di seluruh dunia.
Boeing 737 Max 8 baru dikirimkan ke pembeli pada Mei tahun lalu. Maskapai pertama di dunia yang membeli pesawat ini adalah Malindo Air, anak perusahaan Lion Air, dan digunakan untuk penerbangan Kuala Lumpur-Singapura.
Pesawat Lion Air nahas dengan nomor penerbangan JT-610 juga barang anyar yang baru dikirim pada Agustus lalu. Penerbangan pesawat ini juga baru 800 jam. Ini juga menjadi kecelakan pesawat pertama yang menimpa Boeing 737 Max 8.
Menurut catatan Boeing yang dikutip Reuters, Boeing telah menerima pesanan 4.783 unit pesawat 737 Max. Sebanyak 219 di antaranya telah dikirimkan pada akhir September lalu. Per unitnya dibanderol seharga USD 110 juta atau lebih dari Rp 1,6 triliun.
Lion Air sendiri hingga saat ini punya 10 pesawat 737 Max yang dibanderol dengan harga Rp 1,6 triliun per unitnya, terbanyak di Asia. Hingga September 2018, Lion Air telah memesan 201 unit Boeing Max, termasuk 50 unit Max 10 yang ukurannya lebih besar ketimbang Max 8, senilai USD 6,24 miliar atau lebih dari Rp 84 triliun.
Selain Lion Air, maskapai Indonesia yang membeli 737 Max adalah Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.
Maskapai Garuda Indonesia telah memesan 50 unit armada Boeing 737 MAX seri 8. Total kontrak pembelian mencapai USD 4,9 miliar. Hingga saat ini, maskapai pelat merah Indonesia itu telah menerima 1 unit dari 50 unit pemesanan Boeing 737 MAX 8. Pengiriman perdana dilakukan pada 20 Desember 2017.
Mesin pesawat 737 MAX 8 adalah LEAP-1B yang diproduksi oleh CFM International, perusahaan patuhan Electric Co dan Safran SA. Mesin ini disebut lebih hemat bahan bakar ketimbang seri 737 Boeing sebelumnya.

https://today.line.me/id/pc/article/Boeing+737+Max+8+yang+Jatuh+di+Karawang+Sudah+Dipesan+4+783+Unit-Xnjmp9
---------------------------
Jadi asal tahu aja kalian semua, bahwa Lion Air (dan maskapai penerbangan di INDONESIA umumnya selain Lion Air) berserta maskapai penerbangan asal CHINA, adalah konsumen utama dan terbesar dari industri dirgantara Amerika Serikat yang masih tersisa di masa ini, yaitu Boein'g Int.
Apa yang bakal terjadi kalau INDONESIA dan CHINA kemudian kompak menghentikan pesanannya dari Boeing?
Bisa kolap tuh perusahaan AS itu. Makanya nggak heran kalau pemerintah ASakan ikut meneliti Lion Air JT610 untuk mengetahui sebab pasti dari kejatuhan model pesawatnya yang di klaim tercanggih saat ini serta peminatnya paling besar dan tercepat dalam sejarah penerbangan negeri paman Sam itu.
Menarik pula diamati bagaimana media-media besar milik AS sekelas The New York Times dan The Whasington Post serta CNN, pada rame-rame menurunkan analisis pakarnya masing-masing. Dan menarik, analis di media besar AS itu umumnya ''sangat membela" tentang kehebatan teknologi B737 MAX itu sehingga mereka merasa tak yakin bila pesawat buatan mereka itu bisa jatuh begitu saja dari langit (mungkin seperti mereka dulu meng-klaim tentang kehebatan kapal TITATIC dulu pada saat pelayaran perdananya).
Analisa liar pun kemudian datang bertubi-tubi dari media AS itu seperti kemungkinan adanya BOM, riwayat perawatan pesawat yang payah, bahkan tudingan bahwa pesawat yang jatuh itu di sewa dari China (tapi kemudian dibantah pihak Lion Air, yang benar, pesawat itu disewa dari Prancis) yang saat ini sedang berperang dengan pihak AS (''Trade War") sehingga bisa saja ada kemungkinan sabotase misalnya. Itu contoh saja bagaimana sebenarnya pihak negara AS khawatir sekali bila barang dagangannya itu bisa kehilangan kepercayaan konsumen seperti nasib pesawat Sukhjoi Superjet 100 buatan RUSIA yang jatuh saat uji coba terbang di INDONESIA pada tahun 2012 lalu contohnya.
NEWS - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
29 October 2018 13:55

Foto: Lion Air JT-610 (Istimewa Lion Air)
Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Lion Air buka suara soal rencana bisnis pemesanan pesawat setelah jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang. Pesawat JT-610 merupakan pesawat tipe Boeing 737 Max 8.
Pesawat Lion Air JT610 dinyatakan jatuh di Tanjung Karawang setelah 13 menit take off. Pihak yang berwenang masih melakukan pencarian pesawat tersebut.
"Kami belum ada keputusan mengenai itu, tolong berikan kami waktu mengenai keluarga dan evaluasi yang ada di pesawat itu sebaik mungkin," ujar CEO Lion Air Edward Sirait dalam jumpa pers di Gedung Lion Air Operation Center, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang, Banten, Senin (29/10/2018).
"Jadi keputusan bisnis belum waktunya Kami sampaikan."
Asal tahu saja, Lion Air berencana memborong 50 pesawat jenis tipe Boeing 737 Max 10. Tak tanggung-tanggung Lion Air berencana membeli 50 pesawat tipe Boeing 737 Max 10 senilai US$ 6,24 miliar atau setara Rp 84,24 triliun.
Lion Air memborong pesawat ini karena memiliki tingkat efisiensi tinggi dari segi bahan bakar dan biaya operasional.
Berdasarkan Tim Riset CNBC Indonesia, sejak 2016 sudah tak ada lagi maskapai penerbangan Indonesia yang memesan pesawat buatan boeing.
terakhir kali maskapai RI memesan pesawat jenis Boeing 737 adalah pada tahun 2015. Kala itu, Sriwijaya Air memesan 2 unit Boeing 737-900 ER.
Foto: infografis/JATUHNYA LION AIR BOEING 737 MAX 8/Aristya Rahadian KrisabellaLebih jauh sedikit, Garuda Indonesia memesan 50 unit Boeing 737 MAX pada tahun 2014. Sementara itu, Lion Air memesan 209 unit Boeing 737 pada tahun 2012 (terdiri dari 201 unit Boeing 737 MAX, 5 unit Boeing 737-800, dan 3 unit Boeing 737-900 ER). Pesawat pesanan Lion Air ini kemudian baru dikirim secara perdana pada 16 Mei 2017.
Meski demikian, pada tahun 2017 lalu, ternyata Lion Air sudah tidak lagi memesan pesawat ke Boeing. Adalah pabrikan merek Airbus asal Eropa yang kini dilirik perusahaan yang dipimpin oleh Rusdi Kirana.
Mengutip situs Airbus, Lion Air memesan 178 unit jenis A320 dan A321 neo dari Airbus pada tahun lalu. Tidak hanya Lion Air, Garuda Indonesia dan Citilink pun memesan masing-masing 8 dan 25 unit Airbus jenis A320 neo di tahun 2017.
https://www.cnbcindonesia.com/news/20181029133613-4-39483/akankah-lion-batalkan-pesanan-boeing-pasca-jatuhnya-jt-610
Lion Air Konsumen Terbesar Pesawat Boeing di Dunia
NEWS - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
27 September 2018 15:22

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengungkapkan Lion Air adalah pembeli terbanyak pesawat dari Boeing Company asal Seattle, Amerika Serikat (AS).
Hal itu memperkuat posisi Indonesia dalam hubungan dagang dengan Negeri Paman Sam. Misalnya, produk baja nasional mendapat pengecualian dari AS soal tarif impor 20%.
"Lion Air, Indonesia yang paling banyak mencatatkan pembelian Boeing di dunia. Dengan banyaknya penduduk, Indonesia masih butuh pesawat Boeing dan kalian [AS] perlu baja," katanya hari ini, Kamis (27/9/2018).
PILIHAN REDAKSI
- Dahsyat! Maskapai China akan Beli 7.690 Pesawat Buatan Boeing
- China Butuh 7.690 Pesawat Baru dalam 20 tahun, Bagaimana RI?
Seperti diketahui, baru-baru ini tepatnya pada April 2018, Lion Air telah merealisasikan pembelian 50 unit pesawat Boeing 737 Max 10 senilai US$ 6,24 miliar atau setara Rp 84,24 triliun.
Sebelumya, Boeing juga menjadi konsumen dari 71 unit pesawat Boeing 737-900 Extended Range dan 32 unit Boeing 737-800 Next Generation, serta 1 unit pesawat jumbo Boeing 747-400.

Foto: Ilustrasi Boeing (REUTERS/Jason Redmond)
Adapun, lanjut Mendag, Indonesia sebetulnya juga banyak mengimpor produk dari AS tanpa mengenakan banyak tarif.
"AS adalah mitra dagang terbesar kedua. Kapas adalah produk yang paling banyak diimpor Indonesia, sebelum dikirim kembali [berupa tekstil] ke AS. Begitu pula baja dan aluminium, yang banyak digunakan industri pesawat AS," kata Enggar.
Saat ini total perdagangan antara Indonesia-AS dinilai Enggar masih cukup rendah yakni US$ 28 miliar. Kedua negara telah sepakat untuk meningkatkan nilai perdagangan.
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...oeing-di-dunia
Boeing 737 Max 8 yang Jatuh di Karawang Sudah Dipesan 4.783 Unit
29/10/2018
Boeing 737 Max 8 (Foto: Dok. Boeing)
Pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air yang jatuh di laut Karawang pada Senin (29/10) memang pendatang baru di dunia penerbangan. Namun pesawat Boeing tersebut telah dipesan ribuan unit oleh maskapai di seluruh dunia.
Boeing 737 Max 8 baru dikirimkan ke pembeli pada Mei tahun lalu. Maskapai pertama di dunia yang membeli pesawat ini adalah Malindo Air, anak perusahaan Lion Air, dan digunakan untuk penerbangan Kuala Lumpur-Singapura.
Pesawat Lion Air nahas dengan nomor penerbangan JT-610 juga barang anyar yang baru dikirim pada Agustus lalu. Penerbangan pesawat ini juga baru 800 jam. Ini juga menjadi kecelakan pesawat pertama yang menimpa Boeing 737 Max 8.
Menurut catatan Boeing yang dikutip Reuters, Boeing telah menerima pesanan 4.783 unit pesawat 737 Max. Sebanyak 219 di antaranya telah dikirimkan pada akhir September lalu. Per unitnya dibanderol seharga USD 110 juta atau lebih dari Rp 1,6 triliun.
Lion Air sendiri hingga saat ini punya 10 pesawat 737 Max yang dibanderol dengan harga Rp 1,6 triliun per unitnya, terbanyak di Asia. Hingga September 2018, Lion Air telah memesan 201 unit Boeing Max, termasuk 50 unit Max 10 yang ukurannya lebih besar ketimbang Max 8, senilai USD 6,24 miliar atau lebih dari Rp 84 triliun.
Selain Lion Air, maskapai Indonesia yang membeli 737 Max adalah Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.
Maskapai Garuda Indonesia telah memesan 50 unit armada Boeing 737 MAX seri 8. Total kontrak pembelian mencapai USD 4,9 miliar. Hingga saat ini, maskapai pelat merah Indonesia itu telah menerima 1 unit dari 50 unit pemesanan Boeing 737 MAX 8. Pengiriman perdana dilakukan pada 20 Desember 2017.
Mesin pesawat 737 MAX 8 adalah LEAP-1B yang diproduksi oleh CFM International, perusahaan patuhan Electric Co dan Safran SA. Mesin ini disebut lebih hemat bahan bakar ketimbang seri 737 Boeing sebelumnya.
https://today.line.me/id/pc/article/Boeing+737+Max+8+yang+Jatuh+di+Karawang+Sudah+Dipesan+4+783+Unit-Xnjmp9
Quote:
---------------------------
Jadi asal tahu aja kalian semua, bahwa Lion Air (dan maskapai penerbangan di INDONESIA umumnya selain Lion Air) berserta maskapai penerbangan asal CHINA, adalah konsumen utama dan terbesar dari industri dirgantara Amerika Serikat yang masih tersisa di masa ini, yaitu Boein'g Int.
Apa yang bakal terjadi kalau INDONESIA dan CHINA kemudian kompak menghentikan pesanannya dari Boeing?
Bisa kolap tuh perusahaan AS itu. Makanya nggak heran kalau pemerintah ASakan ikut meneliti Lion Air JT610 untuk mengetahui sebab pasti dari kejatuhan model pesawatnya yang di klaim tercanggih saat ini serta peminatnya paling besar dan tercepat dalam sejarah penerbangan negeri paman Sam itu.
Menarik pula diamati bagaimana media-media besar milik AS sekelas The New York Times dan The Whasington Post serta CNN, pada rame-rame menurunkan analisis pakarnya masing-masing. Dan menarik, analis di media besar AS itu umumnya ''sangat membela" tentang kehebatan teknologi B737 MAX itu sehingga mereka merasa tak yakin bila pesawat buatan mereka itu bisa jatuh begitu saja dari langit (mungkin seperti mereka dulu meng-klaim tentang kehebatan kapal TITATIC dulu pada saat pelayaran perdananya).
Analisa liar pun kemudian datang bertubi-tubi dari media AS itu seperti kemungkinan adanya BOM, riwayat perawatan pesawat yang payah, bahkan tudingan bahwa pesawat yang jatuh itu di sewa dari China (tapi kemudian dibantah pihak Lion Air, yang benar, pesawat itu disewa dari Prancis) yang saat ini sedang berperang dengan pihak AS (''Trade War") sehingga bisa saja ada kemungkinan sabotase misalnya. Itu contoh saja bagaimana sebenarnya pihak negara AS khawatir sekali bila barang dagangannya itu bisa kehilangan kepercayaan konsumen seperti nasib pesawat Sukhjoi Superjet 100 buatan RUSIA yang jatuh saat uji coba terbang di INDONESIA pada tahun 2012 lalu contohnya.
Diubah oleh madcabonger2018 03-11-2018 08:31
0
2K
10
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan

