alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
The Story of an Asshole
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bdba143582b2e8d1d8b4572/the-story-of-an-asshole

The Story of an Asshole

Quote:



Hello Guys, Perkenalkan nama Gw Daffa, Gw berasal dari kota yang dikenal sebagai Kota Tepian di Kalimantan, Kalo kalian kepo dll, dan Bertanya Soal "Ini Fiksi atau Asli" Lebih baik kita anggap ini Fiksi saja ya, Setuju?.
Gw lahir tepat saat Billie Eilish Lahir hehehe, Iya gw seumuran ama dia, Hari Lahir Pun sama… Dan gw salah satu Fans dia… Lagu yang paling gw suka itu adalah "When the Party's Over" dan "Idontwannabeyouanymore", Eh kok malah Ngomongin soal lagu hehehe, Let's Start the Story Shall We?.

Gaperlu panjang-Panjang kan? Wkwkwk Cukup Pertanyaan Agan dan Sista sekalian simpan aja dihati Kalian, Maka akan terjawab semua dimasa depan Entah kapan emoticon-Ngakak (S)

Oh Ya.. Jangan Ngespam Komen di Wall ini dan Juga jangan Menanyakan soal Foto-Foto Karakter yang ada disini, Saya akan langsung Berhentikan Cerita ini jika terjadi demikian, Jangan jadi Manusia yang Suka Kepo tentang hal itu

Spoiler for Index:
Diubah oleh playas
Part 1

Keadaan gw sekarang ada disekolah, Sekolah yang dianggap sebagai Sekolah yang Ter Akreditasi A untuk SMP-SMP Favorite, Salah satu SMP Favorite di daerah Sini, karena Ibu gw adalah guru dari Sekolahan ini dan Nilai gw Pas-Pasan maka terpaksa gw masuk Sekolah itu, Gw Bingung dengan keadaan sekitar karena tidak ada yang Gw kenal sama sekali (Ehehehe, Maaf gan gw masih culun saat itu), Gw ditemanin oleh Bapak dan Gw ingat petuah Bapak gw sebelum pergi ke Kantor.

"Jangan Nakal ya, Disini kamu sudah dilatih untuk menjadi Dewasa, Jadilah anak baik dan Rajin karena disini ada Mamah, Jangan Bikin malu Kedua orang Tua seperti Saat SD ya, Jadilah lebih Baik." Ucap Ayah gw mengingatkan.
Gw mengangguk dan Berjalan kearah Lapangan dan Mengikuti Upacara Hari senin, Gw ditugaskan sebagai Petugas Paduan Suara, Gw akhirnya berkenalan dengan mereka satu per satu dan Gw mendapatkan seorang Sahabat yang gw anggap Saudara sendiri yaitu Ryan, Kami Mengobrol dan akhirnya kami melanjutkan Tugas kami.

Sekilas tentang Ryan, Dia tingginya sekitaran 167, Beratnya 35, Dia kurus Gan kurus banget tapi Ryan ini adalah Preman sekolah wkwkwkwk, Dia berkulit Sawo mateng dan Selalu memiliki kata-kata Favorite "Janc*k Koe!."

"Daf, Ini kita kapan mau mulai Upacaranya sih? Kok pinanya (kayaknya) lama betul, capek Eh." Ucap Ryan mengeluh sambil Merunduk memegangi Kedua lututnya.

"Ya sabar to Yan, Bentar lagi ini." Ucap Gw sambil menepuk keras pundaknya, Alhasil dia terkejut dan ngejar gw sampe Kearah Aula, Disaksikan banyak orang yang Ikut tertawa melihat tingkah kami.

"EKHM!." Ucap seorang Guru yang berdehem keras kearah Kami.
Kami menengok kearah Sumber suara dan akhirnya kami terdiam dan kembali kearah Barisan Paduan suara, Kami berdiri paling Belakang sambil Menaruh kedua tangan dibelakang.

"Aduh, Kamu pang(sih) lari-lari tertangkap kita kan?." Ucap Gw menjitak Ryan.

"Kan ndatau kalo ada gurunya, Hehehe." Ucapnya Cengengesan sambil menaruh kedua tangannya dibelakang.

Kami memulai Upacara hari itu dan menyanyikan Lagu Wajib, Indonesia Raya dan Tanah Airku, Gw gak terlalu Hapal lagu "Tanah Airku" Saat itu dan bisa dibilang, Gw paling Goblok soal Lagu-Lagu Nasional, Yang gw Hapal antara Indonesia Raya dan 17 Agustus doang.

Gw bernyanyi dengan nada Sumbang dan dibilang gak enak banget, Pas mencoba nada tinggi suara gw langsung ngekrack dan diliatin oleh orang-orang dibarisan ini sambil sedikit tertawa.

"Ya Tuhan, Salah ku apalagi ini." Ucap gw menepuk Dahi gw.

Mereka tertawa keras setelah Upacara dibubarkan, Kami berkumpul di dalam Aula yang cukup luas dan bisa dimasukkin Kelas 7,8 dan 9 sekaligus tanpa perlu Bersempit-sempit, Padahal Aula ini berada didekat lapangan dan dikelilingi oleh Kelas-Kelas yang didekat Ruang TU dan Ruang Kepala Sekolah serta Ruang BK, ada 2 WC didekat Pintu kelas Ujung dan WC itu dikenal sebagai WC Terangker disekolahan dan juga TER BAU emoticon-Frown

Hingga Akhirnya nama Kami dipanggil untuk memasuki Kelas yang lumayan Luas itu, dan Tiba-tiba kami melihat sesosok Wanita cantik dihadapan kami Semua, Putih, Bening dan Mengkilat.....
Part 2

"Wuiihhh Cok, Liat-liat tu didepan kita ada Bidadari." Ucap Ryan sambil mengetuk Punggungku 5x.

Aku masih berdiam diri menatap Indahnya ciptaan Tuhan saat itu, Ia memiliki rambut yang dikuncir kuda kebelakang sambil menaruh Tasnya di kursinya, Dia tersenyum kearah Kami dan menyuruh kami Duduk didepan Dia, Dia duduk dengan seseorang Bernama Icha, Dan Gw serta Ryan duduk didepannya yaitu Didepan Meja Guru sendiri (anak Rajin ehehehe).

Kami ber-4 Mengobrol soal apa yang akan terjadi nanti pas Ospek berlangsung, Sebuah keindahan yang tak bisa kupungkiri lagi, Gw mencuri-curi pandang menatapnya sambil Sesekali Ryan berdehem keras membuyarkan lamunanku.

"Gitu aja terus cok, Bagi-bagi lah." Ucap Ryan terkekeh pelan sambil merangkulku.

Kami berkenalan dengan semua orang dikelas dan Gw dianggap sebagai "Pelawak" dikelas karena setiap gw ngomong Spontan asal nyeplas nyeplos mereka ngira gw Ngelawak, Padahal itulah gw yang sebenarnya, Polos bak orang Idiot.

Kita akhirnya Mengenal namanya yaitu Natalia (gw panggil dia Nata sekarang ya), Sekilas tentang Nata, Tinggi sekitaran 155-156, Berat gak tau ntar gw dimarain ama dia emoticon-Frown , Dia Putih dan ada darah Chinese (Tidak bermaksud Rasis/SARA), Selalu menguncir Ekor Kuda rambutnya yang indah.

Kami tertawa bersama hingga datanglah 5 Manusia yang paling songong didunia dengan membawa Nama "Organization Slave of Indonesian School" (Sorry para OSIS eheheh ini kekesalan gw jaman dulu terhadap Osis sampe bikin Nama sendiri untuk mereka), Mereka mengetuk meja kami keras karena kami sedang mengobrol, Mengagetkan kami semua.

"Apa ini?, Baru masuk udah banyak gaya, Ngobrol sana-sini kau kira ini sekolah Mamak kau?." Ucap Seorang cewe dengan wajah garang menatap Kami.

"Nah ini nih, Kalian semua itu Baru disini, jangan sok jagoan deh." Ucap seorang Lelaki Didepan menghantamkan Penggaris Kayu panjang kearah Papan tulis membuat suara Dentuman keras.

"Eh ada cewek, Cantik pula, Siapa namanya?." Ucap laki-Laki itu ramah lagi sambil menatap Nata dengan tatapan Menggoda (fuck).

Gw terkekeh sambil menatap Ryan yang sepertinya sudah mengerti maksud gw dan ikut Tertawa, Kami ditatap tajam lagi oleh Mereka ber 5 Yang sepertinya ingin mengospek kami.

Kami Akhirnya berdiam hingga selesailah Bacotan mereka ini, Kami keluar dari kelas dan duduk dibatu didekat Aula itu, Mengobrol tak henti-henti tentang masa lalu Kita masing-masing.

Gw dan Ryan pun berkumpul dengan Para Lelaki tangguh yang kami Sebut dengan "Gaduk Boys", Ada Eka,Aksa,Dhifan,Gw,Ryan dan Alfano.

Kami sering tertawa bersama dan ngobrol bersama hingga akhirnya Skip beberapa hari kedepan Hehehe (Part selanjutnya ya)

Oh ya kelas kami adalah Kelas 7-A yang sekarang dikenal dengan 7-1 Eeheheheh

Part 3

"Weh ada makanan nda? kami lapar ni." Ucap Ryan menanyakan Hal itu kepada Nata dengan Watados

Ryan menarik Kursi gw dan duduk diatas Kursi gw saat Nata mengeluarkan Kotak Nasi yang berisi Nasi + Nugget 5 Potong, Ryan tampak senang sekali dengan makanan yang dibawa oleh Nata.

"Kalo makan aja cepet, Minta terus pula, Beli sana lah!." Ucap Icha menyindir Ryan disusul tawa kami ber - 4.

Ryan melihat kearah Kaka Kelas yang berada diluar kelas kami Bernama Lita lalu dia Menepuk Pundak gw.

"Dicari noh cuk, Sama si Lita ehehe." Ryan cengengesan Menatap kearah pintu.

"Si Goblog satu ini gabisa ditahan dikit goblognya, Jelas-jelas dia nyar-"

omongan gw tercekat saat Kak Lita memanggil nama gw 4 Kali yang akhirnya membuat gw terdiam, Terpaku tak berdaya (Apasih) menatap kearah Kak Lita yang memberikkan Senyuman manis dan Khasnya.

"YA ALLAH, REZEKIMU BANYAK SEKALI!!!." Teriak fw(Dalam hati emoticon-Cape d... )


"Nahkan, Apalagi yang kau tunggu wahai Pangeran Item bin Gembul, sana datangin lah." Ryan cengengesan setelah mengatakan hal itu.

Gw Getok pala Rian sambil ngambil Nugget yang berada di Tangannya.

"Woo Cah As*, Makananku diambil seenak jidat!." Teriak Ryan.

Gw Berjalan kearah Kak Lita dan menyalaminya, Gw lupa Apa aja isi pembicaraannya tapi Ini titik pentingnya.

"Sibuk gak? Temanin Kaka nah kekantin, Lapar ehehhe." Ucap Kak Lita sambil tertawa kecil.

"ADUH MELELEH ADE!!!." Ucap gw (Dalam hati lagi.... emoticon-Turut Berduka)

Gw Pun mengiyakan permintaan Kak lita dan kami berjalan kearah Kantin.

Sekilas tentang kak Lita, Doi tingginya 145an lah, Berat gatau emoticon-Frown , Ini dibilang Primadonanya Sekolahan gan cantik bener asli kalah natalia mah (Digebukin warga), Doi itu Alimnya kebangetan dan salah satu anak "Organization Slave of Indonesian School" tapi doi Bukan "Slave" melainkan "Sugary" EHEHEHEHEEH (Digetok Ketua OSIS). emoticon-Wagelaseh

LANJIIOOOTTT

Kami akhirnya sampai dikantin dan Gw diperkenalkan kepada teman-temannya, Gw aslinya Pemalu gan emoticon-Smilie (Pernah Makan Lumpur) (Bukan!1!!1) emoticon-Malu

Teman-temannya aduh Bidadari Surga semua gan, Bening-bening dan Alim semua, Ya Allah apakah ini semua Nikmat yang kau berikan?, Gw bingung emoticon-Ngakak

Gw Gendut,item,goblok,tolol gini bisa deket sama yang Putih,Langsing,Mantap,Cantik,Pintar,Mengkilat begini gimana ya caranya? Aduh geli-geli membayangkannya ehehheehehhehehehe. emoticon-Betty

Gw Berfikir bahwa Gw udah mulai merasakan "Cinta" ke 3 kalinya (Siapa yang pertama Dap?) (Temen SD) (Yang Kedua?) (Kau tanya lagi kubuat kau buntung ya!!) emoticon-Marah

"Asik Juga ya." Ucap gw setelah kami balik ke Kelas.

Lagi-lagi Kak Lita hanya memberikan senyuman khasnya yang bisa dibilang apa ya... gatau deh... Eh apa sih namanya?... Ah gatau deh, Lagi-lagi gw terkagum pada senyuman Khas itu tapi gaada sedikitpun Berniat untuk Memiliki/Menyakiti (Wagelaseh kata-katanya), Gw hanya ingin menjadi Pengagum Rahasia saja emoticon-Smilie dimana kehidupan gw akan selalu menjadi Stalker... Eh salah maksud gw Pengagum, Hehehe iya emoticon-Betty

Saat Kami kembali ke-kelas ada hal yang Ganjal yang akhirnya membuat gw terkejut akan hal itu...
.
.
.
.
.
.
...Gw lupa bayar makanan gw..... emoticon-Turut Berduka

Part 4

Ke waktu dimana gw Berada sekarang.

Kamis, 1 November 2018

"Kalo kamu mikir bahwa gimana cara kita kembali ke masa lalu itu adalah hal Bodoh, bagaimana jikalau orang dari masa lalu pergi ke masa depan untuk mengetahui hal tentang kehidupannya nanti." Ucap seseorang disamping gw sambil menatap Kearah Kelas-kelas dibawah Kelas kami dengan dihalangi sebuah Tembok setengah badan.

"Aku pernah memikirkan soal hal itu, Dimana kalo kamu di masa lalu ingin berlari ke masa depan untuk mengetahui apa hidupmu nanti, Aku menganggap diriku bodoh lagi saat itu." Ucap Gw menaruh kepala diatas dua Buah lengan.

"Kenapa demikian?." Ucap Seseorang itu yang berbalik, Dia adalah teman lamaku saat SMP

"Aku akan merusak hidupku yang sekarang dan tidak akan bertemu lahi dengan kalian jikalau itu terjadi." Ucap gw Sambil tersenyum emoticon-Smilie

Coffee Botolan di kedua tangan kami sudah mulai habis karena perbincangan tadi, Kami mulai tertawa bersama mengingat masa SMP kami lalu kamipun Berpisah kearah 2 arah yang berbeda.

"Aku akan ingat semua hal tentang kalian, Entah betapa Assholenya diriku dan entah Betapa Idiotnya aku masa itu, Kalianlah Penghias Novel Hidupku ini." Ucap Gw mengambil Tas yang sudah gw rapikkan.

Gw Berjalan keluar dari sekolahan Ini dan tak lupa melakukan Absen Fingering (Fingering emoticon-Betty).

Teman-Temanku, terima kasih atas semua waktu kalian saat itu, Dimana kita bisa bercanda bareng dan makan bareng, Dimana kita mergokkin anak SMP Ngerokok dan telanjang di Pohon Mangga belakang sekolah, dan Juga beberapa anak yang Pacaran dengan Bebas disana, Kita akan kembali ketempat dimana kita berasal.

Tribute to All of Us.

Let's Back to Story again, Shall We?.....


"Yo Mamen, Ma Brada, Ma Stupid Boy." Ucap Ryan dan Aksa Menepuk Pundak gw.

"Berisik dasar Kutil Naga!, Mamen mamen palakau permen." Ucap gw Kesal karena mereka mengagetkan Gw.

Mereka Mengikuti gw kearah kelas dan kejadian tak terduga terjadi, Nata menangis entah kenapa, Kami menanyakan hal itu kepada Eka dan lain-lain yang berada dikelas, Ternyata dia Diganggu oleh Alfano.

Ryan yang Panas akhirnya menubruk Alfano saat ia masuk kedalam kelas dengan cengengesan, Ryan mengamuk besar dan memojokkan Alfano ke tembok, Aksa membantingnya ke Lantai sambil mendorongnya kedepan.

Gw Berusaha menenangkan si Bidadari ini tapi entah kenapa dia masih Menangis, Gw pun akhirnya marah besar dan saat Alfano duduk, Gw gak sengaja menghantamkan Lutut kiri gw ke Muka dia sampai dia jatuh lagi terlentang kesakitan, Kami ber 4 menyeret dia ke Kursi bagian belakang dan Memojokkan dia.

"Ngapain kau?." Ucap Ryan dengan sebuah Pipa Besi di tangannya, entah darimana dia dapatkan itu.

"Anu...maaf." Ucap Alfano ketakutan.

Ryan Menghantamkan besi itu ketembok sambil teriak "JAWAB BODOH!.", Kami tak sadar bahwa Ryan itu sudah marah besar hingga kedua bola matanya Memerah.

Aksa Menarik Ryan kebelakang karena tidak ingin ada suatu hal terjadi, Gw memegangi Kerahnya Alfano dan menatap matanya Tajam-tajam.

"Aku nda tau loh ya, Buat dia berenti nangis atau kamu sakit!." Ucap Gw mengancam sambil melotot kearahnya.

Gw berdiri dan keluar kelas sambil memperbaiki Kerah dan Baju gw yang sedari tadi keluaran akibat kejadian tadi, Gw merasa kenapa gw marah? Gw bukan siapa-siapa dia kecuali teman.

Am i Falling in Love with her Now?.

Ryan keluar kelas sambil memperbaiki bajunya juga dengan Aksa.

"Cuk abisni kantin yok, Ke kantin nomor 2 itu, enak gorengannya." Ucap Ryan sambil Menatap gw dan Aksa.

"Hayo ajalah aku mah, Lapar juga ni perut!." Seru gw Berdua dengan Aksa yang diakhiri tawa kami berdua.

Entah Kenapa kami dapat menjawab pertanyaan Ryan dengan bersama dan juga jawaban yang sama? Am i fallin in l- (HIH BABI!1!1!1!!1!1) emoticon-Najis emoticon-Marah emoticon-Blue Guy Bata (L)

Kami Kekantin disusul oleh Eka dan Dhifan, Pesanan kami saat itu adalah Capuccino yang apa itu yang serbuk, Gud Night ya? (Nama disamarkan), Kami meminum Itu dengan memakan beberapa Tempe goreng yang masih panas.

"WADO PANAS CUK!." Teriak aksa yang akhirnya dipukul pundaknya oleh Ryan.

"Sudah tau panas malah kau masukkan semua kemulut cuk, Bodok betul!." Ucap Ryan disusul tawa kami semua.

Bule itu Baik banget, kami makan 10 gorengan tapi Gratis karena kami Murid baru, ehehhe untung ya? Eh kesian Bulenya rugi emoticon-Frown

"Nda Ngajak-ngajak!!." Teriak Icha memecah Kesunyian ditempat itu.

Icha Masuk kedalam Kantin dimana kami berada dan memakan Tempe Milik gw, Alhasil sebuah tawa keras dari Ryan karena kejadian hal itu.

"WADOO TEMPEKU CHA!!." Teriak gw Mengasihi tempe itu, Icha tertawa karena melihat muka gw yang saat itu tak bisa dideskripsikan (Hehehe bacot lo Cha)

"Woy!." Sebuah teriakkan kearah Kami semua membuat kami berhambur lari kedalam dapur si Bule yang bisa dibilang Minimalis membuat kami kesempitan.

Siapakah Dia?...

Part 5 : "The Meaning of Friends."

Kami bersembunyi kedalam dapur itu karena kami kaget seorang Guru BK yang dikenal Killer mengintai kami semua, Kami akhirnya berlari keluar lewat pintu belakang dari Dapur itu dan langsung mengarah kearah Lorong sekolah yang bertepatan dibelakang Ruang guru, Kami tertawa bersama ketika lari dari kejaran Guru BK itu membuat kami merasa tenang (Benarkah tenang?) Sesaat kami kembali ke Kelas para Siswa dan Siswi didalam kelas Bergeleng-geleng karena kelakukan Kami, Nama kami dipanggil oleh BK dan disuruh ke Ruang BK.

Alfano mengadu tentang hal itu, Mereka Semua merasa ada hal yang mengganjal saat itu, Karena Alfano mulai berjalan kearah kami dengan tatapan dan senyuman yang kami anggap terlalu menghina, Akhirnya kami menatapi kedua bola matanya tajam-tajam membuat dia semakin Menahan tawa yang akan meledak-ledak akibat tatapan kami yang mengintimidasi dia.

Kami semua keluar dari BK setelah diberi peringatan, Ryan dengan muka yang sangat merah akibat marah yang ia pendampun akhirnya tak bisa terelakkan, Pas Pulangan dia Mengejar kencang Alfano hingga menabraknya dan Membuatnya tersungkur ditanah, Dia Menyeret Alfano hingga hampir masuk parit, tetapi gw dengan Sigap memegangi dia dan Menahan perlakuan Ryan tadi.

"Si As* ini harus mati memang!." Teriak Ryan memecah kesunyian, Seluruh siswa didaerah Parkiran motor itu memegangi Ryan dan ALfano untuk memisahkan mereka.

"Sabar Cuk, Anak orang mati masuk penjara kau nanti!." Gw beri dia Peringatan dan akhirnya Ryan berjalan mundur mengikuti perintahku.

Kami semua Berdiri menatap Alfano yang tertawa keras, entah menghina atau apa malah membuat Ryan mengamuk dan menendang mukanya, Ryan melemparnya ke Tembok Taman Kanak-Kanak yang sepi membuat kami terkejut dengan hal itu, Ryan berlari mencekik Alfano ditembok disusul Hantaman Keras Lutut Aksa membuat kami Terperanjak Kaget melihat itu, Lutut Aksa menghantam keras Perut Alfano membuat dia teriak Keras dan jatuh berlutut ditanah.

"SABAR COK!!." Teriak Gw dan menarik mereka berdua, Gw menahan mereka agar tak terlalu kelewatan dengan hal itu yang akhirnya membuat Banyak guru Berdatangan, Ryan dan Aksa kabur keluar dari kerumunan dan pergi kearah Motor mereka masing-masing.

Aksa mengambil Sepeda sedangkan Ryan mengambil motor, Mereka berpisah disana kearah yang berbeda dengan Senyum penuh kemenangan, Alfano masih meringis kesakitan memegangi perutnya, Eka yang mengangkat Alfano malah didorong keras oleh Alfano membuatnya terdorong kebelakang 10 CM.

"Pantas aja Ryan ngamuk besar, Sok pro juga si babi satu ini!." Ucap Eka keras ingin memberi sebuah Pukulan.

Gw menarik tangan Eka dan Bergeleng saat ia Menatap gw, Dia melemah dan akhirnya Berpamitan Pulang kepada gw, Gw Kearah bapak gw yang berada tak jauh dari kerumunan dan naik keatas motor, Papa gw Nanya dengan pertanyaan yang bikin gw terkejut.

"Mau bikin anak orang Mati lagi?."

Gw terdiam setelah diberikan pertanyaan tadi membuat gw Memikirkan semua Dosa-dosa gw sebelumnya, Gw mengingat saat gw masih SD dan akhirnya gw menelan Ludah dan berkata.

"Enggak, Ngapain juga?." Ucap gw dengan sedikit menahan Takut dari Tatapan tajam Papa.

Gw akhirnya diantar Pulang dan gw berjalan kerumah, Gw membuka Pagar dan langsung kearah dapur setelah Mengunci pagar, Gw Masuk kedapur dan melihat kearah Makanan di Dapur.

"Nek ada makanan kah?." Ucap gw kepada Nenek yang berada di dapur.

"Nda ada, Tunggu mamamu pulang aja." Ucap Nenek gw dingin yang gw tahu bahwa saat itu dia lagi kesal entah kenapa? (Namanya juga nenek-nenek boy).

Gw membuka Handphone Furrare(Disamarkan) Lipat yang dibeli ayah gw dari daerah R***, Gw melihat SMS yang ada 5 Pesan tak terbalas.

"Gulam, Paling nanya WWE lagi." Ucap gw lalu menscroll kebawah.
"Fadhil? ngajakin ngeband lagi palingan." Ucap gw sambil ngescroll lagi.
"Gulam lagi? Sama euy isinya." Ucap gw melanjutkan scroll kebawah.
"Aduh Dari Ammar, Lupa ngajaki dia Ke SD mau ambil Ijazah." Ucap gw menepuk jidat.

Dan akhirnya satu nama terakhir membuat gw terdiam cukup lama, Membuat gw berfikir untuk menajawabnya atau Tidak, Membuat gw ingin membuka isi pesannya atau tidak.
Pesan itu dikirim oleh "Dia"....
Gw mulai memutar otak kearah Masa lalu dimana kami sering bermain bersama di Sekolahan hingga aku jatuh cinta padanya, Cinta monyet memang menyenangkan ya kawan?.

Sekarang

"Jadi dia kembali ke kehidupanmu lagi kah?." Ucap seseorang disamping gw Sambil menatap gw dingin.
"Ya bisa jadi dia kembali lagi untuk hal yang sama." Ucap gw menjelaskan.
"Apa?."
"Cinta.."
jejak 👣

Part 6 : Best Friend

Sekarang
"Aku mau lanjut, tapi sepi betul ni cerita
Lanjut atau stop aja?." Ketik gw di Handphone yang layarnya menunjukkan sebuah Aplikasi bernama Whatsup
"Lanjut lah J***, Awas kam(Kamu) Stop, Sampe partku aja belum." Balasnya dengan nada yang Gw kira adalah nada Marah tapi terlihat lucu.

Back to The Story
"Dia?." Ucap gw mengutak atik HP Jadul itu sambil mengetuk-ngetuk HP keras itu di meja.
"Nda nyangka bakal nge sms juga ini orang." Ucap gw Melemparkan HP kearah kasur.

Gw Berdiri dan berjalan kearah Jendela dan melihat kearah Motor As*rea didepan rumah, Motor Dinas kepemilikan Papa gw sedang bertengger dengan indahnya seperti memberikkan tanda "PAKELAH AKUU!!."emoticon-Turut Berduka

Gw Pun mengurungkan niat gw untuk make itu motor dan kembali ke kamar, Gw membalas sms dari "Dia" Yang berisi adalah.

"Gimana kabarmu, Masalalu?." Ketikannya membuat gw terdiam dan kembali tersenyum.
"Seperti dulu kala." Balas gw kepada SMSnya lalu gw taroh Itu HP Jadul dibawah bantal dan gw menuju kearah Dapur.

Keesokan Harinya...
"Pak Min, saya ambil 5 Lumpia isi Bihun ini ya." Ucap gw kearah Pedagang di kantin saat itu.
"Teh Sis*i Es Dua ya." Ucap seorang Lelaki disamping gw.

Kami Makan gorengan dan minum teh yang dia pesan tadi, Kami berbincang tentang apa yang kami rasakan sejak kelas 1 yang berat ini.

"Asli ndaenak coy dikelas 1 ni, Banyak aneh-anehnya, Nda ngotak memang." Ucap Lelaki disebelah gw sambil Mengetuk Dahinya.

"Yaiyalah nda ngotak, kam memang nda ada otak." Ucap gw sambil menyantap Lumpia itu tadi dan berakhir gw mangap-mangap kek Naga karena panasnya lumpia tadi.

"BAH PANAS KALI!." Teriak gw didepan muka dia.

Tak Lama ada seorang perempuan yang sangat gw kenal melintasi didepan kami semua, Wanita dengan berkrudung dan tatapan Manisnya seketika membuat kami terdiam dan menatapnya, Dia tersenyum kearah Kami dan berlalu meninggalkan kami.

"Yang itu ngotak atau nda ngotak?." Ucap gw Menunjuk kepada perempuan tadi yang hanya terlihat punggungnya.

"Bidadari emang ndapernah bisa ditebak." Ucap Lelaki yang bernama Adit tadi.

Sekilas Tentang Adit, Tingginya gatau, Berat gatau, Dia pake kacamata dan putih, Ya segitu aja.

"Ya makanya kutanya, Ngotak atau nda ngotak." Ucap gw geram.

"Angkatan kita gaada yang secantik dia cuy." Ucap Adit tanpa mendengarkan ucapan gw.

"Babi lah, mending pergi aja aku kegini." Ucap gw lalu berjalan pergi ke Kelas.

Sesampai dikelas gw melihat Para lekaki jantan dan Homowan dan Homowati itu berkumpul (kebo) emoticon-Betty sambil meminum air yang mereka anggap "Air Surgawi." Ya kalian jangan salah tentang air Sial ini, Air ini adalah campuran dari Extra Jess (no limit) emoticon-Betty , Kecap Manis dan Asin, Serta Sambal yang sangat banyak, Iya gw ga salah nulis...

EMANG SAMBEL KOK GAN, SERIUS!!!.

"Hayoo yang baru datang cepat minum." Ucap Ryan dengan tawa Khas kegoblokannya.

"MANA KU HAKUN(Mau)!." Teriak gw sambil menuju kearah Kursi gw dan duduk membelakangi Nata dan Icha.

"Mantep euy, Enak-enak seger ni." ucap Aksa yang akhirnya ia dipaksa Minum oleh mereka.

Aksa meminum minuman haram itu ampe habis dan membuat dia Muntah yang sangat banyak dikelas hingga mereka semua tertawa, Aksa mukanya pucat banget dan akhirnya yang kalian tau akan terjadi...

Some Poop inside his pants emoticon-Smilie

Mereka Rata-rata muntah ketika tau Aksa mengeluarkan Ampas Kehidupan itu dan membuat Aksa lari terbirit-birit ke WC yang lumayan jauh.

Gw malah keluar kelas dan menutup Hidung, Lu tau kenapa?

Itu dijalan Kececer semua gan emoticon-Smilie

Gw pun akhirnya berjalan kearah Kelas Adit dan tak sengaja menabrak seseorang, Dia meminta maaf dan gw pun sama, Kami akhirnya berkenalan dn gw akhirnya mengenal dia.

Suh, temen baik gw yang nanti bakal gw ceritain emoticon-Smilie

{Bersambung sementara ya} emoticon-Maaf Agan

Part 7 : Loneliness And Madness

Setahun berlalu, hari itu diingat sebagai hari terburuk dalam sejarah, Satu orang membuat darah berceceran diatas Lantai Aula yang membuat semua orang bergidik Ngeri, orang itu dicengkram kuat-kuat oleh gw.

"HANCUR!." Teriak gw sambil menghempaskan kepala orang itu ke lantai.

Gw mendengar teriakannya nyaring di Aula itu membuat banyak orang berlari ingin menghampiri dengan ketakutan diraut wajah mereka, Gw memegangi rambut orang itu dan menyeretnya lalu melemparnya ke tembok, Gw berjalan dengan mendengus kesal kearah kelas gw berada.

Gw Mendobrak pintu kelas itu dan membanting 2 Meja didepan gw, Gw menatap seseorang dihadapan gw dengan tatapan dingin, Tangan kami berdua mengepal dengan sendirinya, Menyimpan amarah yang besar.

"Kamu bos dia kan?." Ucap gw menggulung lengan baju sekolah gw saat itu, Gw berlari kearah dia dan menabrak perutnya sambil mendorongnya terus ke tembok hingga kami berdua menabrak Tembok dengan keras.

"SETAN!." Teriaknya mendorong gw dan mau melakukan beberapa Tendangan kombinasi (Asik)

Tendangannya meleset semua, seiring jalannya waktu gw dengan cepat memukul perutnya dan mundur sedikit sambil berlari kearah dia, Gw menghantamkan Tangan kanan gw yang dikepal kearah wajahnya sambil gw sedikit melompat (Gitu gengs)

Dia terseret ketanah dan tak bisa berdiri lagi, Entah Knocked out atau apa, gw bingung saat itu dan gw tindihi badannya dengan Meja yang gw balik tadi.

Gw berjalan keluar kelas dan duduk dikantin memesan Toro Boko Capuccino, Gw meminumnya dan melihat beberapa anak kelas 7 jalan sambil bilang permisi-permisi.

Mata gw tertuju pada suatu orang yang saat itu bisa dibilang paling Manis diantara para manusia yang lewat tadi.

"Habis emosi, dapat manis lagi." Ucap Bule Kantin membuyarkan lamunan gw.

Gw Tersenyum dan bayar lalu pergi ke Aula yang sudah bersih dari kotoran tadi, Di Aula itu gw duduk dan merenung melihat para OSIS membersihkan Lantai yang sudah kotor, gw melamun sambil menatap ke lantai.

Banyak Pikiran yang merasuki jiwa dan raga gw, membuat gw semakin pusing dan tertidur di Aula itu.

Selang Beberapa jam gw terbangun dan melihat sekitar kalau Sekolah sudah bubar, hanya tersisa kelas 7 saja yang masih belajar didalam kelas.

"Kita Belum selesai." Ucap seseorang memegangi gw dari belakang dan mencengkram kedua tangan gw.

To Be Continued..


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di