KOMUNITAS
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd7531262088121118b4572/sebenarnya-sepele-tapi-ini-bisa-mencederai-sumpah-pemuda

Sebenarnya Sepele, Tapi Ini Bisa Mencederai Sumpah Pemuda

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 4
ya sepatutnya lah kita berbangga dengan bahasa indonesia. dalam forum yg mayoritas orang indonesia ya gunakanlah bahasa indonesia yg baik dan benar. gak usah sok ngarab sok english. emoticon-I Love Indonesia (S)
Katanya berbahasa satu bahasa Indinesia. Tp judul berita "Makanan hits zaman "now"
Yaelah....
TS sendiri ga pake bahasa indonesia yg sebenarnya emoticon-Cool
gan namanya tempat pariwisata mau kerja apalagi di hotel udah pasti bahasa inggris merupakan hal wajib buat tes masuk.. emoticon-Big Grin
Selain ambigu trit ini rasanya kok agak ngawur ya? emoticon-Malu

Pertama tolong dipahami dulu bahwa bahasa Inggris adalah bahasa internasional! Sehingga setiap turis asing yang datang ke Indonesia secara otomatis akan menggunakan bahasa inggris. Meski banyak juga turis asing yang sedikit mengerti bahasa Indonesia.

Lagipula penggunaan bahasa Inggris oleh turis asing yang datang ke Indonesia itu bersifat sementara dan tidak ada kaitannya dengan Sumpah Pemuda!

Orang Indonesia yang berkunjung ke Arab pun tidak dipaksa untuk bisa berbahasa Arab. Kecuali untuk bekerja atau tujuan bisnis. Sebab orang Arab pun banyak yang bisa berbahasa Inggris.

Suka tidak suka orang Indonesia harus menerima bahwa bahasa Inggris adalah bahasa dunia yang mendominasi. Apalagi sejak SD kita dianjurkan untuk belajar bahasa Inggris. Tujuannya apa? Selain untuk kebutuhan pariwisata juga supaya kita bisa bergaul secara internasional.

Orang Jepang saja yang notabene anti terhadap bahasa asing. Mau tidak mau pada akhirnya mereka harus mengerti bahasa inggris. Karena mereka sadar bahwa bahasa Jepang tak sepopuler bahasa Inggris.

Lagipula TS tidak konsisten. Berharap orang asing yang datang ke indonesia bicara bahasa Indonesia tapi dirinya sendiri tidak menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Lantas apakah orang asing juga harus menggunakan istilah "Ane dan ente" hanya karena 2 kata itu dianggap lumrah digunakan di Kaskus?

Dalam konteks nasionalisme, penggunaan bahasa Indonesia itu lebih ditujukan kepada kita sebagai bahasa persatuan bagi seluruh warga negara Indonesia. Agar kelestarian bahasa Indonesia bisa terjaga. Jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan konteks Sumpah Pemuda!

Kalau sekedar untuk memenuhi syarat 2000 karakter, lebih baik membahas tema Sumpah Pemuda yang lain saja.
Diubah oleh napelogini
Third world country problem
di indo cari kerja diliat dia bisa pake bahasa inggris atau engga, gmn dong?
It's about businees gan,
Jadi, jangan dilihat dari satu sisi saja.
Karena dari sisi bisnis, bahasa inggris itu merupakan keharusan.
Coba kita bayangkan sejenak...
Kamu buka hotel, lalu kamu menerapkan SOP "harus berbahasa indonesia"... Katakan Hotel *3
Lalu, di seberang hotel kamu, ada juga Hotel *3, namun punya SOP "bisa berbahasa inggris"...
Anggap saja di wilayah itu cuma ada 2 hotel, yaitu hotel kamu dan hotel yang di seberang.
Nah, kira-kira, hotel mana yang lebih profit dalam setahun menurut agan?

teman ane dikeluarganya bini ana anaknya malah pake panggilan umi ukti abi ... padahal dia dak ada keturunan arep nengdi... biar lebih religius katanya...
Diubah oleh anakpino
Ts peak! Apa urusannya sumpah pemuda dengan bahasa inggris yg dipake resepsionis atau guide di tempat pariwisata?

Lu kalo ngomong yg bener dong!

Maksud dibuatnya sumpah pemuda itu bukan berarti kita berharap supaya orang asing ngomong bahasa Indonesia. Tujuannya supaya bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa persatuan.

Elu juga peak! Ngomong pribahasa di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung tapi salah menempatkannya.

Emangnya kalo elu berkunjung ke NTT atau Papua, lu disana dipaksa ngomong bahasa Papua? Kagak kan? Itulah makanya muncul Sumpah Pemuda.

Pikiran lu cetek amat sih! emoticon-Blue Guy Bata (L)
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
1 - 0 dari 1 balasan
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Fix yg nulis trit ini pikirannya cetek emoticon-DP
Quote:


Quote:


Quote:


3 komen cerdas emoticon-Cool
Quote:


Sumpah ngakak liat trit ini kok goblok banget emoticon-Wakaka

Mencampur adukan urusan perhotelan dan pariwisata sama sumpah pemuda emoticon-Wakaka
gunakan bahasa Indonesia sesuai EYD, jangan asal2an
Quote:


iya gan belom ngopi kali emoticon-Big Grin
ane mau ngakak malu gan emoticon-Big Grin
Apa tidak lebih baik pelajaran bahasa Inggris dihapus saja di republik ini agar tujuan Sumpah Pemuda dalam pandangan TS bisa terwujud?

Atau mungkin DPR perlu membuat UU agar di setiap hotel dan tempat pariwisata dilarang keras menggunakan bahasa asing kecuali bahasa Indonesia?

Soal ceramah yang menggunakan bahasa daerah (lokal)? Apakah ini tidak kontraproduktif atau bertabrakan dengan pribahasa "Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung"?

Ketika Khotib sholat Jumat di daerah Padang menggunakan bahasa daerah Padang. Karena 99% jemaahnya adalah warga padang. Maka sudah sewajarnya bukan?

Yang tidak wajar dan mencederai arti "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung" justru ketika kita yang tidak mengerti bahasa Padang malah "memaksa" atau berharap Khotib di Padang menggunakan bahasa Sunda atau bahasa Indonesia saja?

Jika itu harapannya, lalu bagaimana bisa kita bicara tentang "Melestarikan" bahasa daerah sebagai sebuah kearifan lokal?


Menggunakan istilah "ANE atau ENTE" dalam konteks dan atmosfir "Sumpah Pemuda" elok gak sih? emoticon-Ngacir
Diubah oleh davinof
situ ngocehin bahasa asing
tapi bahasa lokal juga di ocehin.

sehat ??
sorry gak setuju gw gan, lagian situ juga kontradiktif pernyataannya, nyuruh bule belajar b.indo kalo mau ke indo tapi situ gk mau belajar daerah buat memahami ceramah ustad2 didaerah, lagian kecintaan kita terhadap negara gk harus diliat dari bahasa yg dipakenya, tapi lebih apa yg kita perbuat untuk bangsa ini sih kalo kata aneemoticon-Smilie
Halaman 2 dari 4


×
© 2023 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di