alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Unggul di Ajang Internasional, Pendidikan Keterampilan Jadi Modal Terbesar Bangsa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bd67c6a9e74049a068b456c/unggul-di-ajang-internasional-pendidikan-keterampilan-jadi-modal-terbesar-bangsa

Unggul di Ajang Internasional, Pendidikan Keterampilan Jadi Modal Terbesar Bangsa

Unggul di Ajang Internasional, Pendidikan Keterampilan Jadi Modal Terbesar Bangsa

JPP, JAKARTA Sebanyak 31 peserta kompetisi yang tergabung dalam Tim Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia dikirim untuk berlaga di kompetisi keahlian dan keterampilan Internasional, World Skills Competition (WSC) di Abu Dhabi, United Arab Emirates.

Dalam acara yang digelar pada 15-20 Oktober 2017, yang merupakan ajang kompetisi tingkat dunia ke-44, sertai diikuti 76 negara anggota, diperlombakan kompetensi-kompetensi kejuruan yang menjadi kebutuhan dunia Internasional. Gelaran WSC itu sendiri, dihelat setiap dua tahun sekali. Dan Indonesia, sudah mengikutinya sejak 2005.

Kegiatan itu ditujukan untuk mempromosikan tenaga kerja muda di seluruh dunia, mengukur tingkat keterampilan serta kemajuan SDM dari para peserta serta menjadi media benchmarking kompetensi dan keterampilan tenaga kerja.

Pada WSC 2017, sebanyak 29 bidang lomba diikuti Indonesia. Yang mana, itu dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, Manufacturing Technology yang terdiri dari 16 bidang lomba di antaranya mechatronics, car painting, dan prototype modelling. Kemudian kedua, Tourism, yang terdiri dari delapan bidang lomba. Di antaranya Fashion Technology, Cooking, dan Beauty Therapy. Ketiga adalah Information Technology, terdiri dari 4 bidang lomba. Antara lain, Web Design and Development, Graphic Design and Technology, dan Mobile Robotic.

Demi mempersiapkan calon peserta/kompetitor WSC 2017, Direktorat Pembinaan SMK Kemendikbud bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya, Pusat Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Otomotif dan Elektro Malang dan sejumlah perusahaan swasta.

Melepas kepergian tim nasional tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy memberi pesan kepada para peserta kompetisi agar dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Mendikbud juga mengingatkan, dibutuhkan individu yang memiliki skill baik serta mental dan psikis yang kuat untuk memenangkan kompetisi.

“Kita harus mempersiapkan generasi-generasi petarung yang punya ketahanan untuk mencapai sesuatu yang harus dicapai,” ujarnya, saat memberikan sambutannya di acara Pembekalan dan Pelepasan Kontingen WSC Indonesia di Graha Utama, Kemendikbud, sekitar setahun silam.

Mendikbud saat membeberkan capaian 4 Pemerintahan Jokowi-JK bidang Pendidikan di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10/2018), dalam diskusi media Forum Merdeka Barat 9, mengatakan bahwa hasil yang diperoleh tim Indonesia di ajang itu sangatlah menggembirakan. Betapa tidak. Indonesia menduduki peringkat ke-12 dari total 56 negara yang mengirimkan timnya untuk bertanding. Indonesia bahkan tercatat hanya terpaut satu peringkat dengan Inggris.

Sedangkan mengisi urutan pertama hingga ketiga adalah Rusia, Brazil, dan China. Jepang sendiri berada di urutan keenam, kemudian Jerman di urutan 9, dan Prancis di urutan 10. Amerika Serikat bahkan berada jauh di urutan ke-41 dan Saudi Arabia di urutan ke-43.

Keberhasilan di kontestasi keterampilan tingkat internasional itu menjadi bukti betapa Pemerintah Indonesia memang tengah meletakkan perhatian penuh pada pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah, sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR 2018, dalam rangka HUT ke-73 Republik Indonesia, memandang bahwa pembangunan SDM menjadi modal terbesar dan terkuat bagi Indonesia.



Tanda-tanda Perbaikan

Seiring fokus upaya pembangunan SDM tersebut, diungkapkan Presiden, sejumlah indicator terus menunjukkan perbaikan. Antara lain, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia dari 68,90 pada 2014 menjadi 70,81 pada 2017. Dengan hasil itu, kata dia, Indonesia masuk dalam kategori High Human Development.“Kita bersyukur apa yang kita kerjakan membuahkan hasil, kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam empat tahun terakhir terus membaik,” ujarnya.

Membangun manusia Indonesia, Presiden menegaskan, merupakan investasi untuk menghadapi masa depan, untuk melapangkan jalan menuju Indonesia maju. “Kita persiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya,” jelasnya.

Presiden menegaskan, komitmen membangun manusia Indonesia itu juga diwujudkan melalui pendidikan. “Di mana kita wujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang pada 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa,” jelasnya.

Menurut Presiden, proses pendidikan harus mampu membuat manusia Indonesia lebih produktif dan berdaya saing. “Maka itu, dalam empat tahun ini, kita fokus untuk memperkuat pendidikan serta pelatihan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia terampil, yang siap memasuki dunia kerja,” tegasnya.



Revolusi Industri 4.0

Peningkatan daya saing anak bangsa, tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwa kini Indonesia tengah menghadapi tantangan untuk bersiap menghadapi perubahan dalam berbagai sektor. Itulah sebabnya, Indonesia juga sudah menyiapkan terobosan baru dengan nama Making Indonesia 4.0 yakni sebuah roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era tersebut.

Dahsyatnya tantangan Revolusi Industri 4.0 bukan lagi persaingan antartenaga kerja manusia, melainkan dengan mesin. Bahkan melejitnya teknologi baru dalam dunia sains serta meningkatnya kecerdasan buatan diperkirakan akan melibas peran manusia di dalam sebuah industri atau perusahaan.

Era ini menghasilkan perubahan yang supercepat, hampir semua bidang konvensional digantikan oleh sistem baru dengan menawarkan kemudahan, praktis, dan pelayanan prima. Munculnya Revolusi Industri 4.0 menjadikan segalanya serba digital, semakin hari sistem konvensional kian jauh tertinggal.

Apabila revolusi industri 4.0 menyerbu, semua tenaga manusia digantikan oleh mesin. Maka timbullah satu pertanyaan, akan kemanakah lulusan SMK yang notabene disiapkan untuk bekerja?

Revolusi Industri 4.0 adalah upaya transformasi untuk meningkatkan efisiensi pada setiap rantai nilai dengan mengintegrasikan kemampuan digital dan lini produksi di industri yang mengacu pada peningkatan otomatisasi, komunikasi machine-to-machine dan human-to-machine, artificial intelligence, dan pengembangan teknologi berkelanjutan pada industri.

Tuntutan itu tak dapat dihindarkan, tetapi harus disambut dengan mempersiapkan diri semaksimal mungkin menyambut era tersebut. Implementasi Revolusi Industri 4.0 membutuhkan keterampilan baru sehingga penyiapan SDM dengan kompetensi sesuai dengan pengembangan teknologi menjadi sebuah keharusan yang tak dapat ditawar.

Jika negara ini sudah membuat strategi dengan Making Indonesia 4.0-nya, maka begitupun juga dengan lembaga pendidikan khususnya SMK. Terobosan serta inovasi baru perlu digalakkan.

Namun sebelum itu, tombak utama yang harus diacungkan adalah kesiapan mental yang tangguh dan berani maju menghadapi era serba digital. Para lulusan pendidikan vokasi adalah orang-orang yang siap untuk menghadapi gejolak perubahan sistem industri semacam revolusi industry 4.0.

Para mahasiswa sekolah vokasi atau siswa SMK disiapkan untuk berkerja. Mereka dilatih dan dibimbing untuk cepat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi begitu cepat. Untuk itulah, Presiden berharap universitas dan SMK mampu mendidik dan mencetak lulusan-lulusan yang bisa berinovasi dalam menghadapi segala perubahan yang ada.

Sistem pendidikan yang dapat menjawab tantangan tersebut adalah pendidikan vokasi berbasis kompetensi yang link and match dengan industri, yaitu pendidikan yang dapat mencetak tenaga kerja dengan keterampilan khusus sesuai kebutuhan pada masing-masing industri. Dengan kerja keras bersama, Presiden menegaskan, bukan hal yang mustahil Indonesia mampu menjadi yang terdepan.

"Suatu hari nanti, kita berdoa, bukan kita yang sibuk mengejar ketertinggalan teknologi dari negara-negara lain, tapi justru negara lain yang sibuk mengejar Indonesia di bidang teknologi," pungkas Presiden. (bs/nur)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/pendidik...erbesar-bangsa

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Unggul di Ajang Internasional, Pendidikan Keterampilan Jadi Modal Terbesar Bangsa RI-Jepang Jajaki Peningkatan Kolaborasi Sektor Industri dan SDM

- Unggul di Ajang Internasional, Pendidikan Keterampilan Jadi Modal Terbesar Bangsa 4 Tahun Jokowi-JK:Serius Tangani Kebudayaan, Kemendikbud Ajukan DAK Kebudayaan

- Unggul di Ajang Internasional, Pendidikan Keterampilan Jadi Modal Terbesar Bangsa Konsisten Perluas Pasar Ekspor, Bio Farma Raih Primaniyarta 2018



×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di