Cho Young-Wook (Korea Selatan)
Piala Asia U-19 2018 ini akan menjadi gelaran terakhir pemain berposisi penyerang tersebut. Cho bisa dibilang sudah kenyang pengalaman bermain di kategori usia. Pemain FC Seoul ini juga bermain pada Piala Asia U-19 edisi 2016 lalu. Bahkan Cho masuk dalam skuat Korea Selatan pada ajang Piala Dunia U-20 2017 yang digelar di negaranya sendiri
Takefusa Kubo (Jepang)
Lionel Messi dari Jepang, begitu Kubo diberi julukan. Bukan tanpa alasan, Kubo pernah menjalani latihan bersama La Masia selama empat tahun sejak berusia 10 tahun, sebelum akhirnya kembali ke Jepang. Kubo sendiri saat ini masih berusia 17 tahun, dan dirinya juga masuk skuat Jepang pada Piala Dunia U-20 2017 di Korea Selatan, saat usianya masih 15 tahun
Sebastian Pasquali (Australia)
Nama Pasquali mulai dikenal setelah menjalani debut untuk tim senior Melbourne Victory di laga uji coba kontra Juventus, 2016 lalu. Setelah itu Pasquali berhasil menembus tim utama Melbourne Victory. Tapi karier pemain yang berposisi di gelandang tersebut bersama Melbourne Victory tak bertahan lama, karena dia dibeli oleh raksasa Belanda, Ajax.
Feras Al Brikan (Arab Saudi)
Al Brikan menjadi salah satu pemain Arab Saudi pada Piala Asia U-16 dua tahun lalu. Meski Arab Saudi gagal tampil memuaskan, tapi performa Al Brikan cukup menjanjikan. Pada babak Kualifikasi Piala Asia U-19 tahun ini, Al Brikan merupakan tumpuan Arab Saudi dalam urusan mencetak gol. Pemain Al Nassr ini menjadi top skorer tim dengan empat gol
Tao Qianglong (Tiongkok)
Qianglong masih berusia 16 tahun saat Piala Asia U-19 2018 berlangsung. Meski begitu, dia mampu membuktikan diri bisa menjadi sumber gol untuk timnya. Pada babak Kualifikasi Piala Asia U-19 2018 lalu, Qianglong menjadi penentu kemenangan di partai pembuka kontra tuan rumah Kamboja. Saa ini, Qiaolong tercatat bermain untuk Hebei China Fortune