alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Investigasi Indonesialeaks, Polri: Silakan Laporkan Lagi ke KPK
1 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbd59eaddd77041748b4567/investigasi-indonesialeaks-polri-silakan-laporkan-lagi-ke-kpk

Investigasi Indonesialeaks, Polri: Silakan Laporkan Lagi ke KPK

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian RI mempersilahkan jika ada yang akan melaporkan dua eks penyidiknya karena dugaan perusakan barang bukti. Dugaan itu merujuk kepada peristiwa yang terjadi ketika keduanya bertugas sebagai penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti yang dilaporkan Indonesialeaks.

“Ya silakan dilaporkan ke KPK,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto saat ditemui di kantornya, Selasa 9 Oktober 2018.

Dua anggota Polri tersebut adalah Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun. Nama mereka disebutkan gamblang dalam produk investigasi bersama sejumlah media termasuk Tempo, Indonesialeaks, karena diduga merusak barang bukti berupa buku bank.

Buku bersampul merah atas nama Serang Noor IR berisi transaksi keuangan dan aliran uang dari perusahaan milik Hariman Basuki, CV Sumber Laut Perkasa ke sejumlah petinggi Polri,termasuk Kapolri sekarang Jendral Tito Karnavian. Hariman saat itu disidik dalam kasus suap hakim MK soal aturan impor daging sapi.

Polri, menurut Setyo, akan mengikuti aturan yang berlaku jika nanti ada kebutuhan pemeriksaan terhadap dua anggotanya tersebut. Namun, dia menambahkan, pemeriksaan Pengamanan Internal Polri tak menemukan bukti Roland dan Harun melakukan perusakan barang bukti tersebut.

“Dua orang itu sudah dicek oleh Paminal, dan tidak terbukti melakukan itu," ujar Setyo sambil menambahkan, “Dalam pemeriksaan internal KPK pun tidak ada masalah terkait dugaan perusakan barang bukti.”

Bekas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, juga berpendapat jika Ronald dan Harun harus diproses dalam pasal penghalangan penyidikan korupsi. Dia menuntut keberanian pimpinan KPK yang sekarang untuk melakukan itu. "Setidaknya sudah merintangi penyidikan dan telah menimbulkan kerugian maka harus dikenakan pasal pidana," ujarnya.

sumber https://nasional.tempo.co/read/11347...k/full&view=ok


Terkait hal tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengakui sudah pernah menyelidiki dan memeriksa langsung Basuki Hariman soal aliran dana suap ke sejumlah pejabat negara tersebut.

"Begini, itu kan (kasus) tahun 2017 dan kami sudah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan kepada Pak Basuki langsung. Sumbernya dari siapa? Pak Basuki," kata Adi Deriyan, Senin (8/10/2018).

Adi mengklaim, dari hasil pemeriksaannya, Hariman mengakui tak pernah memberikan suap terkait impor daging kepada pejabat negara.

Adi juga membantah adanya perusakan terhadap buku merah yang menjadi barang bukti soal adanya aliran dana dari Basuki. Dia juga memastikan, buku merah tersebut telah dihadirkan di persidangan Basuki soal perkara suap.

"Siapa yang bilang diduga dirobek? Begini, sekarang buku merah dijadikan barbuk di pengadilan. Enggak ada apa-apa kan? pengadilan berjalan lancar. Tapi sekarang kita tanya ke Pak Basuki sebagai sumber informasi tentang buku merah," ucapnya.

sumber https://www.suara.com/news/2018/10/0...ni-kata-polisi


Sejumlah sumber menyebutkan, Roland dan Harun dinilai melanggar kode etik sehingga dikembalikan ke institusinya. Namun juru bicara KPK, Febri Diansyah, membantah hal tersebut. "Keduanya dikembalikan karena sudah mendekati masa tugasnya di KPK," kata dia, Ahad, 29 Oktober 2017.

https://nasional.tempo.co/read/10289...i/full&view=ok


Dipertegas apakah polisi Roland dan Harun dibalikin ke institusi asalnya terkait sengaja menghilangkan serta merusak barang bukti penyidikan berupa catatan pengeluaran petinggi PT Impexindo, Basuki Hariman, selaku penyuap Hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, Saut Situmorang menjawab diplomatis.

"Kalau kalian kaitkan dengan barang bukti, ya barang bukti yang mana? Kasus yang mana? Kan di pengadilan sudah selesai," jawabnya.

https://hukum.rmol.co/read/2017/11/0...a-Pelanggaran-
Diubah oleh ikardus
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
nanti mewek lagi kalo dilaporin
kasus rs makin diubek2
KPK mana berani

:gaasik

Kalo pagar sudah makan tanaman siapa yg bisa lawan ? Pemilik rumah ? Pemilik rumah pun tunduk karena bisa jadi dimakan oleh si pagar atau dia juga gak aman kalo gak ada pagar emoticon-Traveller
yakin lanjut mau lapor nih?
nasbung laknat jidat item di trit ini aneh ya emoticon-Big Grin
merong2, mewek2, berisik, giliran di suruh laporin langsung masuk got semua makan tai lagi emoticon-Big Grin
jgn lupa daster nya di pake bro, masa banci gak pake daster emoticon-Embarrassment
Diubah oleh sudarmadji-oye
prabocor menyatakan perang thd tito
sejak amin rais dipanggil, tiba2 muncul berita menyudutkan polri

laporkeun

ayo pe a 212
Balasan post rajakadall
Quote:


Ya gpp, biar keliatan mana yg bener mana yg kagak. Orang Kalo g punya AIB apanya yg didapet Kalo dikorek korek?

Sebaliknya orang Kalo punya aib, buka dikit joss mbleber kemana mana.

Sekarang Ada cctv watsap utube kaskus, mau mainan oplas juga ketahuan emoticon-Leh Uga
Suruh laporin dipersilahkan malah nyinyir... kubu sono si aming baru dipanggil saksi udah teriak kriminalisasi, mau nuntut pera peradilan, otak lu yg pera bung.. ngencret emang otak nasbung...
Quote:
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16
Balasan post domba.n.tarzan
Quote:


bodo amat gan ane muslim emoticon-Embarrassment
bukan teroris ye, krn teroris doyan sodomi emoticon-Embarrassment

Noordin Diduga Sering Disodomi
http://palembang.tribunnews.com/01/1...ering-disodomi

Investigasi Indonesialeaks, Polri: Silakan Laporkan Lagi ke KPK
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support16


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di