alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Indonesia Untung Rp1,13 Triliun dari Hotel&Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB 2018
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbd4bbcdac13eee0f8b4568/indonesia-untung-rp113-triliun-dari-hotelamppenyelenggaraan-annual-meeting-imf-wb-2018

Indonesia Untung Rp1,13 Triliun dari Hotel&Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB 2018

Indonesia Untung Rp1,13 Triliun dari Hotel&Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB 2018

Bisnis.com, JAKARTA - Penjelasan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pertemuan IMF-World Bank 2018 yang digelar Bali telah membuat Politisi Demokrat Andi Arief mencabut kritikannya.

"Saya tarik semua kritik saya soal Pertemuan IMF Bali setelah saya dengar Pak Jokowi bilang bahwa IMF dan Bank Dunia yang membiayai pertemuan itu. Saya bener-bener kaget, sekali lagi kaget," kata Andi Arief dalam cuitannya di akun twitternya @AndiArief__ yang dipantau Selasa (9/10/2018).

Dalam pemberitaan sebelumnya, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa biaya yang dikeluarkan dipakai antara lain untuk memperluas "apron" di Bandara Bali dan membuat terowongan di persimpangan yang ada di Bali agar tidak macet.

"Artinya, setelah ini akan dipergunakan terus, terowongan juga dipergunakan terus, kemudian apron untuk bandaranya dipakai terus, bukan sesuatu yang hilang. Mereka (tamu undangan) membiayai sendiri kok, hotelnya bayar sendiri, makan juga bayar sendiri," ungkap Jokowi setelah melakukan orasi ilmiah di Universitas Sumatera Utara, Medan, Senin (8/10/2018).

Dalam keterangan yang diterima Antara, menyebutkan bahwa hitung-hitungan biaya dan manfaat yang dikumpulkan dari berbagai sumber mengungkapkan bahwa anggaran yang tersedia sebesar Rp810 miliar, atas arahan Jokowi, telah dihemat dan hanya dipakai Rp566 miliar untuk pelaksanaan acara IMF-Bank Dunia selama tujuh hari.

Pemerintah hanya sekadar menanggung persiapan untuk para tamu yang hadir, bukan membayar keperluan tamu.

Pemasukan Jangka Pendek

Untuk pemasukan jangka pendek, yakni pengeluaran pengunjung (delegasi dan nondelegasi) yang berasal dari mancanegara maupun domestik mencapai Rp1,1 triliun (sumber: Bappenas, 2018).

Hitungan tersebut merupakan rata-rata pengeluaran peserta 150 dolar per hari selama tujuh hari menginap perkiraan awal jumlah delagasi 18.000 dan saat ini telah mencapai 34.000 delegasi.

Perkiraan rincian hitungan tersebut dari hotel dan penyelenggaraan IMF-Bank Dunia sebesar Rp943,5 miliar, makanan dan minuman Rp146 miliar, transportasi sebesar Rp74 miliar, belanja Rp5 miliar.

Sementara, dari penyelenggaraan "Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions" (MICE), "Indonesia Pavilion, Exhibition, Food festival, Art and craft expo, Infrastructure expo, Tourism booth, Indonesia gourmet and Food festival" mampu menyumbang devisa hingga sebesar 43,2 juta dolar AS atau setara dengan Rp639,36 miliar.

Dengan demikian, total pemasukan diperkirakan Rp1,1 triliun ditambah Rp639,36 miliar, sehingga mencapai Rp1,7 triliun.

Besar Keuntungan

Dengan total pengeluaran pemerintah Rp566 miliar, maka untung penyelenggaran IMF-WB ini Rp1,13 triliun atau dua kali lipat dari biaya yang dikeluarkan.

Penyelenggaraan IMF-WB ini juga membuat Indonesia mendapat manfaat dalam jangka panjang, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Bali yang sempat menurun akibat Gunung Agung yang diperkirakan 0,64%, dari 5,9% menjadi 6,54%.

Sumber Bappenas menyebut kenaikan ini berasal dari sektor perhotelan (0,12%), makanan dan minuman (0,05%), konstruksi (0,26 %), dan sektor lainnya (0,21%).

Perbaikan infrastruktur di Bali seperti, percepatan pembangunan "underpass", pembangunan apron bandara, dan pengadaan perangkat teknologi informasi (IT) sebagai bentuk penunjang pariwisata di Bali kedepannya sebagai destinasi wisata Internasional.

sumber http://finansial.bisnis.com/read/201...ng-imf-wb-2018


Jadi Tuan Rumah Pertemuan IMF-WB, Apa Untungnya?

Perekonomian Bali diprediksi meningkat tujuh persen. Lihat saja, hotel-hotel Bali fullbooked. Sisanya hanya kamar-kamar wah yang tak terjangkau sobat misqueen. Restoran-restoran pun pasti kebanjiran pesanan, baik itu katering atau penyewaan makan bersama.

Kafe-kafe akan ramai, apalagi tempat wisata. Siapa yang bisa mengabaikan pesona Pulau Dewata. Sepekan Pertemuan IMF-WB tidak akan cukup untuk mengeksplorasi keindahan Bali. Setidaknya sebagian dari peserta pasti ada yang memperpanjang masa tinggal mereka di Bali, untung-untung mereka juga menjangkau lokasi wisata lain di Timur dan Barat Indonesia.

Tak hanya itu, mereka juga membawa dolar AS, yen, renminbi, dolar Singapura, dolar Zimbabwe, riyal, peso, euro, poundsterling ke Indonesia. Pertukaran valuta asing (valas) ke rupiah semoga saja bisa membantu meningkatkan permintaan rupiah yang berujung pada penguatan kurs. Jika satu orang menukarkan 100 dolar AS selama sepekan, dikali 10 ribu orang saja, kebutuhan rupiah untuk mereka mencapai Rp 15 triliun (kurs Rp 15 ribu per dolar AS).

Ini masih hitungan kasar. Bisa lebih, bisa pula kurang dari itu. Tapi berdoa saja lebih dari hitungan itu. Hasilnya bisa dilihat usai acara.

Tak bermaksud tidak bersimpati pada saudara yang tertimpa bencana, pertemuan IMF-WB ini justru penting untuk menentukan posisi Indonesia di mata dunia. Di tengah bencana yang melanda, Indonesia mampu melaksanakan pertemuan penting organisasi dunia. Bukan untuk meminta dikasihani, justru untuk menunjukkan kekuatan dan ketegaran negara ini dalam menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga.

sumber https://republika.co.id/berita/ekono...-apa-untungnya


Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah berhemat dalam menggunakan anggaran untuk Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) yang alokasinya Rp 855,6 miliar. Hingga saat ini dana yang dikeluarkan baru Rp 566 miliar.

"Dari total pagu anggaran yang dialokasikan APBN 2017/2018 itu, sampai hari ini kami menggunakan sekitar Rp566 miliar. Jadi kami betul-betul menghemat yang tidak perlu," kata Luhut dalam konferensi pers persiapan Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Senin.

Selaku Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WB, Luhut menjelaskan anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk mengembangkan infrastruktur di Bali di antaranya perluasan apron Bandara Ngurah Rai dan pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, serta untuk menyambut para tamu dan delegasi.

Pengembangan infrastruktur itu disebut Luhut sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan sektor pariwisata Bali dan mengurangi kepadatan lalu lintas. "Dengan membangun underpass, sekitar 40 persen kepadatan lalu lintas berkurang," kata dia.

Baca juga, Luhut: Pertemuan IMF, Indonesia Semakin Dikenal.

Sementara perluasan apron bandara akan meningkatkan jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel di Bali dari sekitar 60 persen menjadi 70-80 persen.

Kehadiran peserta Pertemuan Tahunan IMF-WB yang mencapai 34.223 orang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan dan menambah devisa yang masuk ke dalam negeri.


Menurut perhitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dampak ekonomi secara langsung kedepannya diperkirakan senilai Rp 5,9 triliun untuk pariwisata akibat pembangunan sejumlah infrastruktur yaitu underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa, Patung Garuda Wisnu Kencana dan tempat pembuangan akhir sampah Suwung serta biaya operasional.

Sementara itu, diharapkan para tamu dan delegasi akan "menyumbang" devisa triliunan rupiah untuk kebutuhan dan akomodasi mereka selama perhelatan yang diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018.

sumber https://republika.co.id/berita/ekono...-untuk-ktt-imf
Diubah oleh: ikardus

jelas untunglah wong bayar sendiri2

Indonesia Untung Rp1,13 Triliun dari Hotel&Penyelenggaraan Annual Meeting IMF-WB 2018
koq isa ya
Untung dari mana emoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
mayan kan ternyata bikin ajang2 internasional ke indo.
Pengalaman ikut pertemuan internasional sih emang hotel bayar sendiri. Makan juga bayar sendiri kecuali kalo paket meeting termasuk makan siang (gak semua pertemuan ada makan siangnya mis. di kantor PBB dikasih air minum aja udah syukur) atau kalo ada undangan makan malam. Jemput bandara tanggung jawab kedutaan masing-masing. Jadi biaya tuan rumah buat bayar ruang meeting (kecuali kalo bisa pake gedung milik pemerintah/organisasi internasional), honor staff panitia, suvenir, sama sedia layanan2 kayak kesehatan, pengamanan, internet (jd inget dulu APEC Bali 2013 bikin internet seDenpasar lelet gara2 prioritas buat Nusa Dua) dll.

Para mucikari beserta angel IGO nya jelas panen

emoticon-nyantai
Balasan Post koko.wi
Quote:


lah maunya gimana, d bayarin, ntar nyinyir lagi ? emoticon-Big Grin

bagus kan untung... yg untung pun sebenarnya para pengusaha Hotel, Resto, Transportasi, lokasi wisata yg d kunjungi, sektor handycraft, dan masyarakat lainnya emoticon-Smilie
Masyarakat sana untung dari selesainya infrastruktur penunjang yg dapat mempercepat dan memperbesar daya tampung wisatawan yg berkunjung kesana
pemerintah untung secara gak langsung dr perputaran ekonomi dan dari masuknya devisa ke Indonesia emoticon-army
Quote:


wah pengalaman yg hebat gan
terus situ ikut pertemuan bawa nasi bungkus sendiri dong emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Quote:
Menguntungkan kalau bkn duit sendiri yg digunakan. Hotel yg digunakan sebagian milik asing.

Duit segitu klo didistribusi langsung ke masyarakat hasilnya lbh dahsyat
Balasan Post edisibaru
Yaelah gan yg penting kan gak rugi lah seperti dugaan banyak orang. Mosok semua dana mau di gelontor ke masyarakat melulu aja. Bernegara kan banyak urusannya
Quote:


Berkaca dari event KTT APEC 2013 lalu, setidaknya mereka bakal spending 1000 dollar lah minimalnya saat stay di bali, itu yg para delegasinya dan belum para jurnalis, pengawal dll
Untung besar dah pokoknya bali ketempatan hajatan besar muluemoticon-Big Grin
Wakakak.. dibayarin protes, bayar ndiri protes...
Ketahuan bener gak ngertinya acara ginian.

Berilmu yang tinggi lah... biar tau proses ikut acara simposium.. kurang lebih gitu dah.
Yang ngerti omongan ane silahken jelaskan hak dan tanggung jawab para undangan... ane males nulisnya.


Yang sekolahnya rendah ato cuma jago ngetik keyboard mana ngerti ginian?
palingan mentok pengalaman di undangan kondangan. Itu juga paling nyelonong pas kotak hadiah... ato masukin brosur dalem amplop.
Diubah oleh mainsilat
Quote:


Waktu APEC ane masih jd volunteer tuhemoticon-Ngakak
Balasan Post edisibaru
Quote:


kalau sebagian brarti sebagian lagi milik sini kan ? emoticon-Wink
lagipula, mo punya asing sekalipun, 90% pekerjanya kan orang Indonesia toh ?
juga hotel2 asing itu bayar segala kewajibannya ke sini, mulai dr pajak sampai CSR ? emoticon-shakehand

jadi ya tetap... sekalipun hotel milik asing, tetap penghasilannya terbesar balik lagi ke sini emoticon-Ultah
Ane sebagai praktisi pariwisata di Bali, merasakan sendiri dampaknya, penyebaran turis, yg sebelumnya cm di daerah Nusa Dua, sekarang menyebar ke area lain seperti Kuta, Jimbaran, Ubud, dan Seminyak, bulan Oktober adalah masa low season bagi pasar Eropa, hotel biasanya bisa memenuhi okupansi 50-70%, kalau sekarang bisa 70-100%...sedangkan underpass dan bandara itu guna mendukung pergerakan turis di masa datang...dan BTW event IMF dan World Bank ini memblok area ITDC atau area hotel2 berbintang, dengan range harga antara 1,5jt-20jt...jadi kalau dihitung kalau satu area di blok, akan butuh duit sekitar 1 t lebih


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di