alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Skandal Perusakan Buku Merah, Ini Kata Polisi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbcda4c5a51631a348b4567/skandal-perusakan-buku-merah-ini-kata-polisi

Skandal Perusakan Buku Merah, Ini Kata Polisi

Suara.com - Kasus suap kepada mantan hakim Mahkamah Konstusi Patrialis Akbar yang membuat pengusaha impor daging Basuki Hariman divonis delapan tahun penjara, kembali menyeruak ke publik.

Pasalnya, berdasarkan hasil peliputan invetigasi 5 media yang berkolaborasi dalam IndonesiaLeaks, terungkap adanya aliran dana dari Basuki ke sejumlah pejabat negara lain, petinggi Polri, termasuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Baca Juga : Napi Lapas Merah Mata Palembang Tewas Gantung Diri
Aliran dana tersebut tertulis dalam buku bersampul berwarna merah, yang berhasil disita KPK di salah satu kantor perusahaan Basuki pada tahun 2017. Namun, buku merah itu diduga telah dirusak.

Terkait hal tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengakui sudah pernah menyelidiki dan memeriksa langsung Basuki Hariman soal aliran dana suap ke sejumlah pejabat negara tersebut.

"Begini, itu kan (kasus) tahun 2017 dan kami sudah melakukan proses penyelidikan dan penyidikan kepada Pak Basuki langsung. Sumbernya dari siapa? Pak Basuki," kata Adi Deriyan, Senin (8/10/2018).

Adi mengklaim, dari hasil pemeriksaannya, Hariman mengakui tak pernah memberikan suap terkait impor daging kepada pejabat negara.

Baca Juga : Indonesia 4 Emas, Ini Update Klasemen Perolehan Medali APG 2018
"Kami tanya ke dia (Basuki) apa benar pernah memberikan apa yang tercatat dalam buku merah? kata Pak Basuki tidak pernah (berikan dana ke pejabat negara). Jadi selesai, kalau sumbernya saja bilang tidak pernah, kenapa kita bilang ada," bebernya.

Meski mengklaim tak tahu isi dari catatan di buku merah itu, Adi menyampaikan pemeriksaan terhadap Basuki Hariman sudah dilakukan.



Basuki, kata dia, juga sudah menyangkal adanya aliran dana kepada pihak-pihak lain melalui pemeriksaan yang sudah dilakukan.

"Yang beredar isinya apa? Aku tidak terlalu ngeh (paham). Tapi kalau lo tanya apa ada aliran dana, Basuki sudah saya tanya, dan itu tidak benar," kata dia.

Baca Juga : Pelaku Pembunuhan Pelajar SMP di Depok Dibekuk Polisi


Adi juga menyangkal adanya perusakan terhadap buku merah yang menjadi barang bukti soal adanya aliran dana dari Basuki. Dia juga memastikan, buku merah tersebut telah dihadirkan di persidangan Basuki soal perkara suap.


"Siapa yang bilang diduga dirobek? Begini, sekarang buku merah dijadikan barbuk di pengadilan. Enggak ada apa-apa kan? pengadilan berjalan lancar. Tapi sekarang kita tanya ke Pak Basuki sebagai sumber informasi tentang buku merah," ucapnya.

sumber https://www.suara.com/news/2018/10/0...ni-kata-polisi
gimana versi KPK ?
katanya ada rekaman cctv adegan perusakan buku merah ?
Quote:


Kok bisa polisi masuk ruangan barbuk kpk yaemoticon-Confused
Quote:
astajim skandal wereng lagi ya emoticon-Big Grin

ada aliran rekening gendut dari ppatk dan kpk yg mampet
ada anak jendral yg mo jadi kapolri yg bisa pinjem milyaran dari luar negeri, bentuk cash, dan yg ngasih pinjem skrg bangkrut
ada kasus cicak buaya dan kriminalisasi tiap komisioner KPK tiap nyenggol polisi

dll yg maksa kita goblok massal dan ngikuti logika mereka yg ajaib emoticon-Imlek
Quote:


kan statusnya saat itu penyidik KPK
hmm.. ngeri2 sedap ni kasus..
antisipasi ya KPK harus full punya penyidik yg direkrut sendiri..
jangan sampe deh ada cicak VS buaya lagi

ntar yang seneng ya para JAHANAM itu............
clue: ujung2nya.. bila ada aliran dana, maka ppatk bisa nelusurin..

kita buat simple
Mulai ada bidak yang jadi sasaran setelah kubu sebelah kehilangan bidak juga
Quote:


bagus lah..
enaknya emang begini, tanya aja "ada ngga?" kalo dijawab "ngga ada" ya selesai
Pak aye juga mau nanya nih

Pelaku penyiram air keras Novel Baswedan sdh ketangkap blm??? emoticon-Bingung


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di