alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Supervolcano Yellowstone Ancam Peradaban, NASA Siapkan Pengeboran
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc7a599e74046f478b4568/supervolcano-yellowstone-ancam-peradaban-nasa-siapkan-pengeboran

Supervolcano Yellowstone Ancam Peradaban, NASA Siapkan Pengeboran

Supervolcano Yellowstone Ancam Peradaban, NASA Siapkan Pengeboran

TEMPO.CO, Jakarta - National Aeronautics and Space Administration atau NASA tengah menyiapkan proyek ambisius untuk mencegah ledakan supervolcano di Taman Nasional Yellowstone, Wyoming, Amerika Serikat.

Badan Penerbangan dan Antariksa itu ingin mengebor lubang di sisi gunung berapi agar ledakan super dahsyat tidak terjadi di masa depan, sebagaimana dilaporkan Express, 8 Oktober 2018.

Secara sederhana, upaya NASA mengebor dan menyemprotkan air bertekanan tinggi ke dalam gunung api agar suhu yang ada di dalam gunung api turun. Proyek ambisius tersebut ditaksir memakan biaya sebesar US$ 3,46 miliar.

Anggota NASA di Bidang Laboratorium Tenaga Penggerak (Jet Propulsion Laboratory) Brian Wilcox mengatakan membangun saluran air yang berada pada kawasan pegunungan merupakan proyek yang mahal dan tidak mudah. Persoalan paling mendasar ialah masyarakat tidak ingin cadangan airnya terkuras akibat proyek tersebut. "Akan sangat kontroversial karena orang-orang (di seluruh dunia) tengah putus asa dengan kebutuhan air," kata dia seperti dikutip Express.Co.UK, Selasa, 9 Oktober 2018.

Business Insider melaporkan bahwa di bawah Taman Nasional Yellowstone, ada waduk magma besar yang bertanggung jawab untuk semua geyser dan wadah panas yang menggelegak. Waduk ini memiliki potensi untuk menghancurkan umat manusia.

Kira-kira setiap 100.000 tahun, ada sebuah ledakan supervolcano di suatu tempat di dunia, yang memiliki konsekuensi berakibat fatal. Jika gunung berapi di bawah Taman Nasional Yellowstone meletus, itu akan menghasilkan kelaparan di seluruh dunia dan musim dingin vulkanik. Menurut perkiraan PBB, erupsi itu menyebabkan manusia hanya memiliki cadangan makanan yang cukup untuk 74 hari.

"Yellowstone meletus kira-kira setiap 600.000 tahun, dan itu sekitar 600.000 tahun sejak terakhir meletus,” ujar NASA.

Profesor Astrobiologi Universitas Westminster Lewis Dartnell belum lama ini mengatakan letusan Yellowstone bisa berdampak kepada peradaban manusia. Dartnell menyebut Yellowstone akan meletus dengan kekuatan terbesarnya seperti di masa lalu.

Lebih lanjut, Wilcox menilai, saat ini Yellowstone mengalami "kebocoran" panas sekitar 6 gigawatt. Bila rencana pengeboran berjalan, tingginya suhu itu bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik bertenaga panas bumi.

Otoritas bisa bekerja sama dengan swasta untuk mengoptimalkan panas bumi menjadi pembangkit listrik di mana nantinya bisa dimanfaatkan publik. "Anda perlu memberikan insentif kepada perusahaan untuk menggali. Keuntungan jangka panjangnya kita bisa mencegah terjadinya ledakan super dahsyat di masa depan," kata Wilcox.

Survei yang dilakukan para geologis Amerika Serikat (The United States Geological Survey/USGS) meragukan langkah pengeboran bisa mengurangi ledakan besar di Yellowstone. Para geologis justru menilai pengeboran malah berpotensi meningkatkan resiko letusan supervolcano. Di sisi lain, geologis menyatakan, pembangunan di sekitar kawasan taman nasional tidak diperkenankan. "Artinya membangun pembangkit listrik di atas gunung berapi tidak akan pernah terjadi," sebut USGS

Sumber

Terjadi perdebatan antara NASA dan Geologis Amerika. Tapi yang pasti kedua pihak sependapat bahwa di Yellowstone ada supervolcano yang bisa bikin kiamat.

Semoga ada jalan keluarnya

emoticon-Takut
Halaman 1 dari 2
Yellowstone erupsi...
kaya d Film 2012 sampai bukit aja terbang emoticon-Hammer
superan mana sama danau toba?
Yellowstone sama Toba sejenis ya gan
Balasan Post lauda.9396
Quote:


Quote:


Sejenis gan. Sama-sama supervolcano yang bisa bikin kiamat. Nih ada artikelnya:

Ada 'Kekuatan Tersembunyi' di Bawah Permukaan Danau Toba?

Supervolcano Yellowstone Ancam Peradaban, NASA Siapkan Pengeboran

Oleh Citra Dewi pada 17 Sep 2016, 10:52 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Perairan yang berlokasi di Sumatera Utara itu memiliki panjang sekitar 100 kilometer dan lebar 30 kilometer.

Menurut sejumlah ilmuwan, danau itu terbentuk karena erupsi hebat Gunung Toba yang terjadi pada 74.000 tahun lalu. Dilansir dari Daily Mail, letusan tersebut membinasakan sekitar 60 persen makhluk hidup pada saat itu.

Kala meletus, Gunung Toba memuntahkan 2.500 kilometer kubik lava, setara dua kali volume Gunung Everest. Erupsinya 5.000 kali lebih mengerikan dari letusan Gunung St Helens pada 1980 di Amerika Serikat.

Menurut situs Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), dalam waktu sekitar dua minggu, ribuan kilometer kubik puing dimuntahkan dari puncaknya. Aliran piroklastik--awan yang merupakan campuran gas panas, serpihan batu, dan abu--mengubur wilayah sekitar 20.000 kilometer persegi di sekitar kaldera.

Pasca-letusan, Gunung Toba meninggalkan kaldera modern yang dipenuhi air--menjadi Danau Toba. Sementara, Pulau Samosir terangkat oleh magma di bawah tanah yang tidak meletus.

Walaupun telah terjadi puluhan ribu tahun lalu, para peneliti memprediksi erupsi dahsyat Danau Toba akan terjadi lagi. Namun menurut mereka, peristiwa tersebut tampaknya tak akan terjadi dalam waktu dekat.

Ivan Koulakov dan rekan-rekannya dari Siberian Branch of the Russian Academy of Sciences, meneliti apa yang tersembunyi di bawah Danau Toba dengan menggunakan data seismik.

Tim peneliti itu membuat sebuah model yang dipublikasikan di jurnal Nature. Mereka menunjukkan bagaimana kolam magma tumbuh di bawah kaldera Toba. Meski terlihat tenang, peneliti mengatakan bahwa "mesin" yang menghasilkan magma akan terus aktif.

Dengan menggunakan data seismik untuk melacak sistem saluran Toba, mereka memperoleh saluran rumit dengan magma yang bergerak naik melalui tingkat tertentu.

Tim itu juga melacak magma hingga kedalaman 150 km. Pada level itu, sejumlah besar unsur-unsur kimia atmosfer dihasilkan di subduksi--batas antar lempeng yang bersifat konvergen.

Mereka kemudian bergerak ke atas dan mencair, berkumpul di dasar kerak, dan menciptakan reservoir magma seluas 50.000 kilometer kubik dengan kedalaman 75 kilometer. Proses tersebut terus berulang dan membentuk kerak reservoir dangkal yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya letusan dahsyat.

Meski terdapat kemungkinan letusan hebat terjadi lagi, para ilmuwan mengatakan bahwa kita tak perlu cemas akan hal tersebut.

"Terdapat kemungkinan bahwa, dalam jangka waktu panjang, letusan besar akan terjadi berulang kali hingga (sistem patahan) Investigator Fracture Zone, di mana menjadi sumber terbesar letusan dahsyat, menghujam ke bawah Toba," ujar ilmuwan seperti dilansir International Business Times.

Mereka menambahkan, magma cair dan volatil di kerak kemungkinan belum dicapai, sehingga letusan dahsyat berikutnya diperkirakan baru akan terjadi dalam beberapa puluh ribu atau ratusan ribu tahun mendatang.

Toba bukanlah satu-satunya supervolcano di mana reservoir magma ditemukan di dalamnya. Struktur serupa juga terdapat di supervocano Yellowstone di Amerika Serikat. Menurut peneliti, hal itu menunjukkan bahwa reservoir magma yang luas dan padat di bawah kerak Bumi merupakan mekanisme kunci penyebab letusan dahsyat.

Jika Yellowstone kembali meletus, kekuatan erupsinya diperkirakan ribuan kali lebih kuat dari letusan gunung St Helena pada 1980. Ia akan memuntahkan lava ke langit, sementara abunya yang panas akan mematikan tanaman dan mengubur wilayah sekitarnya hingga radius lebih dari 1.600 kilometer.

Tak hanya itu, dua pertiga wilayah Amerika Serikat bisa jadi tak dapat dihuni lagi karena udara beracun yang berembus dari kaldera.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa abu hasil letusan dapat menghalangi sinar Matahari dan menyebabkan penurunan suhu Bumi secara drastis. Hal tersebut dapat mengakibatkan kelangkaan pangan dan kematian massal.

Sumber
Terakhir si toba ya, 70an ribu tahun lalu
Tambahan:ternyata terakhir di nz, 26.500 tahun lalu

Tapi bagi penganut bumi umur 6000 tahun, itu cuma hoax emoticon-Imlek
Diubah oleh rickreckt
ngeri gan
berarti kalo yellowstone meledak bisa menjadi danau tobanya amerika
emoticon-Big Grin
Quote:


Kan udah meledak 600rb tahun lalu, tapi gk jadi danau malah jadi geyser
saat orang amerika berdebat masalah menyelamatkan dunia. ini kaum sontoloyo masi ribut ngurusin hal sepele.
Lah. Orang sono ga punya juru kunci? Masih kalah lah sama dimari emoticon-Embarrassment
Kalau meletus lagi mantap donk.
Kita jadi saksi hidup
Quote:

tapi setelah ane pikir2, apakah langkah amerika untuk mencegah letusan ini tepat? soalnya super-eruption setiap 100rb th sekali sepertinya memang diperlukan supaya bumi tidak overcrowded. hmm...


Quote:


Dengan ngebor itu adlh langkah tepat gan, asal ngebor nya bener ya emoticon-Big Grin

klo ngebor, tekanan di perut magma bs dikeluarkan perlahan dan tekanan yg keluar td bs drubah jd tenaga ut gerakin turbin listrik (geothermal) alhasil jd energi terbarukan yg unlimited.

prinsipnya sama kyk niup balon, klo g ad lubang tu balon bakalan ngembung sampe akhirnya pecah (letusan) dg ngebor maka jangka letusan (pecah) bs lbh lama
dinuklir aj sekalian emoticon-Traveller
Quote:


bukan itu gan. maksud ane dengan mencegah letusan justru malah merusak keseimbangan alam karena letusan setiap 100rb tahun sekali itu sepertinya memang diperlukan untuk mengurangi populasi mahluk hidup di bumi supaya tidak overcrowded. ya teori ane sendiri sih emoticon-Malu
Balasan Post bramhiphip
Quote:


kalau salah ngebor ntar kek lapindo ya?
Balasan Post ralphhin
Quote:

Yang saya pikir, manusia itu sekarang unik sih. Mereka tahu tentang keseimbangan alam seperti ini, dan untuk mempertahankan dirinya, dengan ilmunya mereka mungkin dapat menggeser keseimbangan alam ini.

Ingin lihat apa kata Mother Nature soal ini.


Quote:


Bedanya klo lapindo lumpur..ini bakalan magma panas

emoticon-Leh Uga


Quote:


Bener jg sih ente..mgkn aja krn ad letusan global warming jd stop krn suhu dunia menurun
wlupun hrs dtuker dg nyawa..tp kita sendiri jg yg bikin dunia ini sesak.
klo soal it gtw mana yg baik at mana yg salah emoticon-Big Grin
Quote:


lebih mengerikan MAGMA PANAS dong.. emoticon-Takut
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di