alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sains & Teknologi /
Bersatunya Kembali Semua Daratan di Bumi adalah Keniscayaan Ilmiah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbc1b02c0d770f9548b457f/bersatunya-kembali-semua-daratan-di-bumi-adalah-keniscayaan-ilmiah

Bersatunya Kembali Semua Daratan di Bumi adalah Keniscayaan Ilmiah

Bersatunya Kembali Semua Daratan di Bumi adalah Keniscayaan Ilmiah
Illustrasi benua super Pangea (bigthink)

Pernahkah Anda membayangkan seluruh daratan di muka bumi bersatu? Jika ya, itu bukan hanya bayangan Anda saja. Sekitar 251 juta tahun lalu, tepat sebelum kepunahan dinosaurus, seluruh benua di bumi memang bergabung membentuk benua besar Pangea.

Hamparan daratan luas tersebut membentang di area kathulistiwa, yang akhirnya terbagi menjadi dua wilayah Gondwana di selatan dan Laurasia di utara. Ketika terpisah, Gondwana dan Laurasia terbagi menjadi tujuh benua yang kita kenal saat ini.

Sejarah ini menimbulkan pertanyaan, apakah pergerakan tektonik Bumi saat ini akan membentuk benua besar Pangea kembali? Jawabannya adalah iya. Sebagai informasi, Pangea bukan benua besar pertama yang terbentuk dalam sejarah geologis bumi selama 4,5 miliar tahun. Artinya, itu juga bukan yang terakhir.


"Itu adalah bagian dari perdebatan yang tidak banyak diperdebatkan," ungkap Ross Mitchell, ahli geologi di Curtin University, Australia dikutip dari Live Science, Kamis (04/10/2018).

"Tapi, 'Pangea berikutnya' akan berbentuk seperti apa.. di situlah ada beragam pendapat," imbuhnya. Para ahli geologi sepakat bahwa ada siklus pembentukan benua besar yang teratur dan jelas. Menurut catatan mereka, setidaknya pembentukan benua besar sudah terjadi tiga kali. Pertama, benua besar Nuna (juga disebut Columbia).

Benua super ini terjadi sekutar 1,8 hingga 1,3 miliar tahun lalu. Kedua, benua besar Rodinia. Benua super ini mendominasi planet kita antara 1,2 miliat hingga 750 juta tahun lalu. Ketiga adalah benua super Pangea yang terjadi pada 251 juta tahun lalu.


Hal tersebut, menurut Mitchell, menjadi bukti bahwa akan ada benua super lain yang terbentuk di masa depan. Pergerakan lempeng bumi Seperti yang kita ketahui, korvegensi dan penyebaran benua saat ini berkaitan erat dengan gerakan lempeng tektonik bumi.

Ada 9 lempeng utama yang bergerak di atas mantel bumi, lapisan cair yang terletak di antara inti dan kerak semi-padat planet kita. Lempeng-lempeng tersebut bergerak akibat sebuah proses yang disebut konveksi.

Konveksi sendiri terjadi ketika material lebih panas dari inti bumi naik ke atas dan mantel batu yang dingin bergerak turun. Pergerakan naik turunnya mantel bumi inilah yang membuat lempeng-lempeng tersebut menjadi terpisah atau bergabung dengan cara mendorong satu sama lain. Sebenarnya, para ilmuwan dapat melacak pergerakan lempeng tektonik menggunakan instrumen GPS.



Siklus benua besar Salah satu hal yang menjadi pertanyaan adalah, kapan benua besar tersebut akan kembali terbentuk? Menurut Mitchell, benua super baru terbentuk setiap 600 juta tahun atau lebih. Meski begitu, dia tidak menampik bahwa ada kemungkinan benua besar akan terbentuk lebih cepat.

Mitchell memperkirakan Amasia (benua super yang akan terbentuk) terjadi lebih cepat karena panas internal bumi menghilang. Ini membuat koveksi terjadi lebih cepat.

"Mengingat bahwa masa kejayaan Pangea mungkin terjadi 300 juta tahun lalu, Amasia akan terbentuk 300 juta tahun dari sekarang," kata Mitchell. "Tapi itu bisa terbentuk lebih cepat, yaitu 200 juta tahun dari sekarang,"  tegasnya.

Sulitnya prediksi Meski telah diperkirakan, tapi memprediksi kelahiran Amasia bukanlah hal yang sederhana.

"Hal tersulit dari memprediksi Pangea masa depan adalah bahwa Anda tidka dapat menggunakan gerakan lempeng saat ini dan menghitungnya begitu saja," kata Mitchell. Apalagi gerakan lempeng bumi bisa berubah secara tak terduga.

Ditambah ketidaksempurnaan di dasar laut menyebabkan lempeng membelok dari lintasannnya. Matthias Green, ahli kelautan di Bangor University, Inggris mengatakan bahwa kini California dan Asia Timur sedang menuju Hawaii. Sedangkan Amerika Utara terus menjauhi Eropa.


Di lain sisi, Australia bergerak ke utara pada jalur trabakan dengan Korea dan Jepang. Afrika justru berputar arah ke uatara menuju Eropa. Tapi jangan bayangkan lempeng ini bergerak sangat cepat.

Pergerakannya hanya terjadi pada kecepatan sentimeter per tahun saja. Mitchell dan Green menyebut pergerakan ini seperti permainan "tetris" geologi.

Perkiraan mereka, nantinya Samudra Atlantik akan tertutup Kanada yang menabrak Semenanjung Iberia. Selain itu, Amerika Selatan akan menabrak Afrika bagian selatan.

Bisa jadi, Samudra Pasifik akan menghilang tergantikan dengan Asia dan Amerika Utara. Bahkan, dalam hipotesis tak biasa Mitchell, Amerika Utara dan Asia kemungkinan bergerak untuk berkumpul di Kutub Utara menghilangkan Samudra Arktik.


Pengaruh pada kehidupan Ketika seluruh daratan di muka bumi bersatu tentu ada berbagai perubahan kehidupan terjadi. Itu karena fenomena ini akan mengubah pola cuaca dan iklim.

Artinya, keanekaragaman hayati akan sangat terpengaruh. "Kepunahan massal terbesar hingga saat ini terjadi selama Pangea," kata Green. "Apakah itu karena kita berada di benua super? atau kebetulan?" sambungnya. Pendapat green ini mengacu pada kepunahahan Permian-Triassic yang dijuluki "Kematian Besar-besaran".

Saat itu, 90 persen spesies di dunia mati 250 juta tahun lalu. Sebagai informasi, sesaat setelah Pangea terbentuk, terjadi dua letusan gunung berapi besar yang memuntahkan sejumlah besar metana dan karbon dioksida ke atmosfer. Muntahan material gunung berapi itulah yang kemungkinan menyebabkan kematian massal.


Namun, para ilmuwan tidak sepakat tentang kaitan lempeng tektonik dan proses konveksi yang membentuk Pangaea dengan peristiwa gunung berapi yang kritis ini.

Karena itu, masih tidak jelas apa yang akan terjadi pada kehidupan di Bumi ketika benua super berikutnya terbentuk. Tapi, berkat para ilmuwan seperti Mitchell dan Green, setidaknya kita bisa tahu seperti apa bentuk muka bumi akan terlihat beberapa ratus juta tahun dari sekarang.




SUMBER : https://sains.kompas.com/read/2018/1...scayaan-ilmiah
Diubah oleh matthysse67
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Bukannya makin misah? Kebayang dimasa depan bumi penuh pulau kecil
Quote:


makin misah dan pada akhirnya kelak akan kembali menyatu

PERGERAKAN LEMPENG BUMI SAAT INI :

Amerika Utara makin menjauhi Eropa

Amerika Selatan makin bergeser ke barat

Afrika berputar ke utara semakin mepet ke Eropa lalu bergeser ke barat sementara Afrika bagian selatan akan menabrak Amerika Selatan

Australia bergerak menuju utara yang kelak akan menabrak Korea & Jepang
Diubah oleh matthysse67
Gak bisa kebayang gempanya ...emoticon-No Hope
Quote:


Terus aku kudu kepiye..?
mungkin saat itu manusia sudah punah dan digantikan oleh manusia lainnya
Quote:


lha yo mbuh to mas, sakkarepmu ae aku manot emoticon-Betty
Balasan post matthysse67
Quote:


Nek nunggu 600jt tahun maneh gelem opo ora?
nek gelem tungguen 600jt taon maneh yo..

Tak tinggal mbudal disek, jogo sing bener..
mengko 600jt taon maneh kabari yo..
Quote:


adewe wes dadi lemah iyo mas emoticon-Betty
He he he ... baru ingat sesuatu neh ...
Dikatakan mengenai "panas internal bumi yang menghilang" ...
Bila itu terjadi, maka akan ditemui banyak sekali rongga dalam area perut bumi. Disebabkan terjadi pemadatan material (besi) yang ada di dalamnya. Dimana rongga-rongga itu akan diisi oleh gas, sisa dari proses sebelumnya. Dan sekaligus juga berfungsi sebagai penumpu lapisan kerak bumi diatasnya.
Itu kemudian bisa ada tiga "alternatif cerita". Bahwa kemudian bisa kita dapati fenomena pada alat giroskop. Dimana kerak bumi bagian atas akan bergerak menyesuaikan keseimbangan seiring dengan gerak rotasi bumi, yang mana itu terjadi sebagaimana saat sekarang, namun dengan kecepatan geser yang lebih cepat. Dan tentunya benturan-benturan antar lempengan pun akan terjadi pada level yang lebih tinggi dari yang ada sekarang. Jangan heran bila kemudian bisa muncul angka 20 R.
Kemungkinan kedua, berat dari kerak bumi yang ada diatas membuat beberapa lempengan kemudian "jatuh pada posisi bawah bumi" hingga menyatu. "Jatuh pada posisi bawah bumi" itu saya letakkan dalam tanda kutip, karena bila ditinjau dari luar angkasa, sebetulnya tidak ada posisi atas-bawah.
Kemungkinan ketiga, gas yang menjadi penyangga itu bocor. Yang kemudian membuat kerak bumi yang ada diatas menjadi ambles.
btw gan saat bersatu kembali apakah diiringi dengan perubahan iklim
Quote:


kemusnahan jaman Permian mah bukan cuma karena erupsi Gn berapi yg lokasinya ada di Siberia saat ini, tapi karena "kebetulan" posisi gunung berapi itu dulunya ratusan juta tahun sebelumnya adalah hutan sangat lebat dan bekas2 hutan itu membentuk deposit batubara dalam jumlah luar biasa besar (hingga kini pun Russia juga merupakan produsen batubara dunia) sehingga ketika gunung berapi erupsi selama puluhan tahun, lelehan lara secara tak sengaja membanjiri deposit batubara disana sehingga deposit batubaranya ikutan terpanggang dan terbakar menimbulkan asap karbon ke langit sampai stratosfer emoticon-Embarrassment
ketika karbon dan bahan lainnya yg campuran materi gunung berapi turun ke Bumi, saat jatuh ke laut perlahan bercampur sehingga menjadi lengket dan jadi jelly sehingga mem blok sinar matahari di lautan dan memusnahkan 95% biota laut dan lanjut ke biota daratan emoticon-Takut (S)

Bumi baru pulih dr Extinction di akhir Permian itu setelah 20rb tahun kemudian emoticon-Amazed
Bisa touring keliling dunia nih..
mungkin aja gan. tp kita sudah tidak ada di bumi lagi
Kalau bersatu kembali tandanya luffi sudah menemukan harta karun one piece emoticon-Cool
Quote:


kalau itu pasti !
cepet cepet dah jadi 1 lagi , biar kalo ane ke jepang kaga jauh jauh amat emoticon-Cool
Berarti kehidupan mulai dari nol lagi emoticon-Traveller
Itu kan teori, biarlah generasi berikutnya yang mikirin dan ngalamin.
Sekarang yang ane pikirin gimana income bisa nambah


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di