alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Dijual Rp 22 Miliar, Inilah Isi Surat Einstein tentang Agama dan Tuhan
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbb1afc94786829758b4569/dijual-rp-22-miliar-inilah-isi-surat-einstein-tentang-agama-dan-tuhan

Dijual Rp 22 Miliar, Inilah Isi Surat Einstein tentang Agama dan Tuhan

Quote:



disini yahudi wannabe semangat banget promosiin dan jilatin bool bangsa(t) pilihan emoticon-Big Grin
Halaman 1 dari 2
Quote:


kalau agama yahudi kek anak kecil, lalu gimana keresten yg jadi pembantu setianya yahudi ?
einstein kan dari dulu emang gak percaya sama tuhan dari agama emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin, cuman yah org2 yg hobi konsumsi hoax selalu bawa quote bawa2 nama dia dan selalu maksain kalo agama dan sains harus seimbang dan selaras emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak


Quote:


quote tuhan tidak bermain dadu ya.. emoticon-Big Grin

yg paling konyol einstein pernah di klem sbg islam syiah
emoticon-Ngakak
mbah pantheis spinoza
Yg kritik yahudi bukan cm einstein.. Islam pun kritik yahudi.. dan einstein ga tau islam..





biasanya kena bata banyak neh...
Diubah oleh geert.wilders
Balasan Post vaklentine
Ke bawahnya lagi yang tukang mewek tukang claim tukang bohong aloha snack bar jgerrr dan langsung bunuh sana bunuh sini kalo dikritik. Yang konon katanya penyebarannya damai dan slogan marketing basinya Lakum Dinukum Waliyadin.

Kayak anak kecil? Wah pujiannya kelewatan kalo ditujukan ke yang satu ini.
Quote:


bukan, quote yg "ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh". pdhl jelas si einstein kaga percaya agama emoticon-Ngakak
Balasan Post lexarrio
Quote:


Marketing nya jauh banget sama isi sesungguhnya emoticon-Ngakak
yahudi sama fansboynya itu memang lawakan emoticon-Ngakak
tanggapan si eric gutkind sendiri gimana ?

nice thread
Balasan Post rickreckt
Marketing tifu-tifu yang penting downline bertambah banyak.

Jadi jangan heran kalo mereka ini ngebanggain kuantitas mulu.

Lupa kalo keluar dari membership harus dihukum mati menurut manual booknya.
Agama jangan diributkan itu intinya gan 😁👍
Berani juga ya einstein emoticon-Big Grin
Ibnu al-Rawandi (wafat 911) dikenal sebagai salah satu sarjana Muslim klasik yang oleh lawan-lawannya sering dilabeli sebagai ateis dan heretik. Ia dikenal sebagai sarjana dan pemikir yang sangat skeptis terhadap Islam dan kritikus agama secara umum. Konon, semula al-Rawandi merupakan pegikut Mu’tazilah, faksi teologi rasionalis Islam, sebelum memutuskan sebagai seorang “freethinker”.

Sarah Stroumsa dalam bukunya, Freethinkers of Medieval Islam, menyatakan bahwa al-Rawandi dikabarkan pernah menyebut al-Qur’an sebagai “kumpulan pidato dari (seorang) makhluk yang tak bijak”. Ia juga menolak cerita-cerita mu’jizat Ibrahim, Musa, Yesus, Muhammad serta nabi-nabi lain sebagai “trik curang” dan tipu muslihat belaka.

Sarjana lain yang sering disebut atau dianggap terutama oleh “kubu lawan” sebagai “mulhid” (ateis, zindik, heretik, murtad) dalam literatur keislaman adalah Abu Bakar al-Razi (w. 925), yang dalam versi Latin disebut Rhazes atau Rasis. Tidak seperti al-Rawandi, al-Razi dikenal jauh lebih mumpuni pemikiran dan intelektualitasnya.
Al-Razi juga seorang sarjana polymath yang sangat prolifik. Ia menulis banyak karya ilmiah (konon mencapai 250 judul risalah) di berbagai bidang: kedokteran, astronomi, fisika, filsafat, matematika, musik, dan masih banyak lagi, termasuk ilmu-ilmu keislaman tentunya.

Tidak seperti al-Rawandi yang nyaris tidak ada sarjana yang menulis riwayat hidupnya, banyak sarjana yang mendokumentasikan sejarah dan karya-karya al-Razi seperti Edward Browne, Cyril Elgood, Donald Campbell, Henry Sigerist, dan sebagainya.
Selain menulis karya-karya di bidang kedokteran dan eksakta, al-Razi juga menulis sejumlah karya akademik yang mengkritik tentang pewahyuan, kemukjizatan, kenabian, dan diktum-diktum agama secara umum. Al-Razi juga pernah menyebut al-Qur’an sebagai karya yang penuh dengan kontradiksi serta tidak berisi informasi dan penjelasan ilmiah.

Meskipun sasaran utama kritik al-Razi adalah Islam, al-Razi, seperti ditulis dalam The Oxford Handbook of Atheism, juga mengkritik agama-agama lain, khususnya Yahudi, Kristen, Zoroastrianisme, dan Manicheanisme.

Tokoh Muslim klasik lain yang dianggap sebagai freethinker, heretik, dak kritikus agama adalah Abu al-Ala al-Ma’ari (w. 1057), seorang sastrawan dari Suriah, dan juga Omar Khayyam (w. 1131), seorang sarjana dan sastrawan dari Nishapur, Iran.

Meski embrio atau akar-akar ateisme (ilhad) sudah ada sejak Abad Pertengahan (sejak 8 Masehi), era ketika dunia Islam sedang mengalami surplus sarjana dan pengetahuan, bentuk-bentuk ateisme di kawasan Islam yang agak mirip-mirip pengertiannya dengan yang berkembang di Barat baru muncul pada abad ke-19 Masehi.

Menurut Samuli Schielke dalam The Oxford Handbook of Atheism, gerakan pemikiran bebas, antiagama, dan antiklerik di kalangan umat Islam di abad ke-19, pertama kali muncul di Iran, kemudian India, lalu kawasan Turki Usmani dan daerah Islam yang masuk koloni Rusia (termasuk Asia Tengah dan Balkans). Konon, gerakan ini diperkenalkan oleh Arab Muslim dan Kristen yang tinggal di berbagai wilayah

Kendati gerakan antiagama dan antiklerik ini muncul bersamaan dengan kolonialisasi umat Islam oleh sejumlah negara Eropa, bukan berarti gerakan ateisme di sejumlah kawasan Islam ini semata-mata merupakan adaptasi dari “ateisme Barat”. Mengapa? Karena Islam, seperti dipaparkan di atas, juga memiliki sejarah heretik dan pembangkangan atas norma, doktrin, ajaran, dan diskursus keagamaan dan keislaman.

Jadi, gerakan ateisme serta nasionalisme antiagama dan antiklerik yang muncul cukup masif di abad ke-19 hingga awal abad ke-20 itu bukan hanya lantaran pengaruh unsur-unsur asing (Eropanisme), melaikan juga “unsur-unsur lokal” keislaman (yaitu tradisi “pembangkangan teologis”).

Ateisme di Timur Tengah juga perlu disikapi atau dilihat dalam bingkai yang lebih luas: perkembangan modernisme sekular yang mulai menjamah kawasan Islam dari Semenanjung Balkans dan Asia Tengah hingga Timur Tengah dan Afrika.
Di antara sekian tokoh ateis yang cukup fenomenal pada awal abad ke-20 adalah Ismail Ahmad Adham (w. 1940), seorang penulis Mesir dan kritikus sastra yang lahir di Turki tapi menetap di Alexandria dan mengklaim sebagai didikan University of Moscow, Russia. Ismail merupakan salah satu sedikit penulis dan pemikir Mesir yang terang-terangan mendeklarasikan diri sebagai ateis.

Ditulis ulangd engan beberapa suntingan, tanpa merubah makna dari tulisan:
Sumanto Al Qurtuby
Dosen Antropologi Budaya, King Fahd University of Petroleum and Minerals, Dhahran, Arab Saudi
Diubah oleh YogSothoth
Agama itu subkultur.

Makanya dogma dan hukum di dalamnya selalu berakar dari budaya mana agama itu berasal.

Dan yang lebih khusus lagi agama dari timur tengah. Rata2 agama adalah tools politik. Semua "nabi" agama abrahamik selalu menjadi pemimpin politik yang dapat mempengaruhi gerakan massa.
Dasar jiniyeus, suratnya jg bahasanya susah dimengerti. Kaya bahasa sastra.
Balasan Post ranttalker
Quote:


Itulah sebabny tridharma beda dgn trio samawi. Gaya bahasany lebih kalem, konsep ketuhananny jg sangat berbeda.

Mungkin pd masa itu pemikiran org2 india n china di dlm hal spiritualitas n filosofi kehidupan sudah lebih maju dari org2 timur tengah.
Balasan Post ranttalker
Quote:

Politik itu rata2 kotor bila agama bercampur dgn politik akhirnya ikut kotor, dogmatis kaku . Agama yg baik itu tetap jernih bersih jujur dgn suara hati n pikiran manusia .
Quote:


Pemimpin politik apaan si anak tengah emoticon-Gila, matinya dipantek gitu ga bisa apa-apa...

emoticon-Ngakak
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di