alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bisa Terpeleset di Isu Ekonomi, Jokowi Disarankan Belajar Dari SBY di Pilpres 2009
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bbac5bed9d770312c8b4568/bisa-terpeleset-di-isu-ekonomi-jokowi-disarankan-belajar-dari-sby-di-pilpres-2009

Bisa Terpeleset di Isu Ekonomi, Jokowi Disarankan Belajar Dari SBY di Pilpres 2009

Bisa Terpeleset di Isu Ekonomi, Jokowi Disarankan Belajar Dari SBY di Pilpres 2009


Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menyarankan calon presiden nomor urut satu Joko Widodo harus belajar dari pengalaman Susilo Bambang Yudhoyono saat menuju masa jabatan kedua pada Pilpres 2009, dalam menyusun kebijakan ekonomi mejelang Pemilihan Presiden 2019 karena bisa berpengaruh terhadap elektabilitas.

Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan memaparkan menjelang Pemilu 2009, elektabilitas SBY yang saat itu posisinya sama sebagai calon presiden petahana, sempat mengalami penurunan karena kebijakan ekonomi.

“Meski kemudian membaik lagi setelah kebijakan ekonomi yang dinilai tepat waktu itu. Itu pelajaran penting Jokowi menghadapi 2019 dari pengalaman SBY menjelang Pilpres 2008,” ujarnya saat memaparkan hasil survei SMRC, Minggu (7/10).

Menurut Djayadi, posisi Jokowi saat ini menyerupai SBY saat 2008. Saat itu, elektabilitas SBY selalu di atas pesaingnya Megawati Soekarnoputri. Hanya saja, elektabilitas SBY sempat terpeleset saat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Akan tetapi, penurunan elektabilitas itu tak berlangsung lama. Setelah itu, elektabilitas SBY naik lagi dan terbukti mampu memenangi Pilpres 2009.

Dari survey SMRC, tecermin bahwa tren elektabilitas Jokowi sebagai petahana menjelang Pilpres 2019 lebih baik dari tren elektabilitas SBY menjelang 2009. “Saat itu SBY menang, dan peluang Jokowi untuk menang lebih baik,” kata Djayadi.

Dari tiga isu penting, kondisi ekonomi, politik, dan hukum, tren persepsi masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla cukup baik.

Dari sisi ekonomi, sebanyak 39,1% responden menilai kondisi ekonomi lebih baik. Selisih paling dekat adalah 29,3% responden yang menilai kondisi ekonomi tidak berubah atau sama saja. Ada 22% responden yang menilai kondisi ekonomi saat ini lebih buruk dan jauh lebih buruk.

Publik cukup yakin dengan kondisi perekonomian pada tahun depan, namun masih di bawah 50%. Sebanyak 48,2% responden menilai kondisi ekonomi pada 2019 akan lebih baik.

Demikian pula dengan kondisi perpolitikan dan hukum yang trennya cukup baik dan terus naik berdasarkan survei SMRC.

Halaman 1 dari 2
Boleh silahkan belajar hal yang baik dari siapapun jua. :monggo
dulu gua prediksi pak kala yg di no 2 eh trnyta masih kalah sama bu mega
Belajar membuat Candi hambalang emoticon-Ngakak
Balasan Post YourLord
Quote:


udah ada tuh

kereta cepat jakarta - bandung yang nilainya 80 T
Industri di indonesia sudah semakin minus perkembangannya, bertahan karena masih banyak barang mentah yang masih bisa di ekspor ke luar. Direct investment hampir nggak ada, rata2 cuman mampir sebentar (hot money). Investasi dari china rata2 tidak berpengaruh besar, mereka ngerjain project pake kontraktor dari sana dan banyak tenaga dari sana. transaksinya juga kebanyakan terjadi di china . Ini terjadi juga di sebagian besar negara yang investornya dari china. Kalau mau lihat gimana malaysia membatalkan beberapa proyek dari china, coba dengerin alasan pm yg sekarang kena batalin proyeknya.
Quote:


PLTU Riau juga ancang2 mau jadi candi juga tuh..

Terus proyek mangkrak pembangkit listrik 35 ribu watt juga terancam jadi candi gara2 dollar meroket.. emoticon-Request
Lah beberapa kan dh ditiru
1. Dana bansos naik.
2. Gaji PNS naik
3. TDL, BBM, BpJs, pajak dthn tdk naik
Quote:
Diubah oleh 54m5u4d183
Balasan Post youdoyouknow
Quote:


kalo belajar dari kapir boleh gak bray ? emoticon-Takut (S)
Quote:


Boleh bray, silahkan. :monggo
fensboy
Quote:


fensboy joko kayak elu ni yg bikin joko makin gak berkembang..
belajar ke yg lebih senior dan lebih pinter, kalian nyinyirin..emoticon-Leh Uga
klo.memang bermanfaat ya monggo
jangan pandang kawan atau lawan
klo ada ilmu yg bisa diambil ya ambil saja
terpeleset isu ekonomi pun koalisiPrabohong udah game over kok ini. emoticon-Cool
Balasan Post pop.pop.duar
Saya Prihatin emoticon-Ngakak


Harus hati2 jangan sampai terpeleset dan panik. emoticon-Malu


KOALISI PANIK
Penulis Denny Siregar


Kenapa mendadak koalisi sebelah mengalihkan isu dari operasi plastik ke isu ekonomi dan menyerang pertemuan tahunan IMF dan World Bank di Bali?

Sejak awal situasi koalisi di sana memang sedang buruk-buruknya. Situasi itu dipicu oleh isu adanya uang 1 triliun rupiah yang dikucurkan si "tempe ATM" kepada dua partai pendukungnya.

Kabar burung berkicau bahwa uang yang disetor sebenarnya baru 70 M saja, sebagai depe tanpa persik, tapi sisanya belum keluar juga sampai sekarang. Kalau pun keluar cuman incrit-incrit saja.

Memang darimana sisa uangnya? Ya, tentu dari investor lah. Strategi yang dipakai memang strategi ala Hedge Fund Manager. Taruh dikit dulu untuk kepastian, jika sudah sah baru tunjukkan ke investor, "Tuh gua dah jadi kan? Sekarang mana duit sisanya?"

Nah, investor juga tidak go to the block. Mereka butuh kepastian yang lebih pasti lagi. Uang keluar setahap demi setahap menunggu perkembangan yang terjadi karena hasil survey kok tidak naik-naik meski si "tempe ATM" sudah disana. Sudah jual ganteng, kaya dan milenial, tapi kok survey tidak bereaksi.

Supaya uang investor keluar semua untuk pembiayaan gerakan kampanye yang rakus dana, maka dirancanglah sebuah gerakan massa. Dibikinlah strategi operasi plastik itu.

Gagal. Malah jadi blunder total. Investor malah pelan-pelan mundur karena tidak mau ketahuan. Disinilah kepanikan melanda karena cadangan kas sudah terkuras.

Akhirnya diputuskan, "Supaya biaya kampanye murah, ya kita undang-undang wartawan aja, jangan bikin acara apa-apa dulu sampe ada investor baru. Kita kritik-kritik aja, siapa tahu dapat tanggapan dan isunya jadi meluas..".

Koalisi sebenarnya berharap uang dari "keluarga kaya tujuh turunan itu", tapi mereka baru tahu bahwa keluarga itu peditnya naudzubillah.

Sampai sini paham, kan? Belum selesai. Kita kembali ke awal ke isu 1 triliun itu..

Beredar kabar bahwa salah satu partai pengusung sedang pecah. Perpecahan diawali rebutan uang mahar itu. "Pusat dapat uang kok tidak disebar ke daerah? Daerah udah megap-megap. Jangan dimakan sendiri dong.." Itulah akibat uang mahar terbongkar, daerah jadi tahu berapa-berapanya.

Daerah tidak mau tahu bahwa pusat masih cuman terima sekian puluh miliar saja dari yang dijanjikan ratusan. Akhirnya goyahlah daerah. Apalagi si partai memang ada perpecahan internal, sehingga lawannya di internal makin ampuh mengacak-acak untuk mencari pengaruh di dalam. Dan kita dengar kabar di beberapa daerah, para pejabat internal mundur total.

Politik memang tidak seperti tampak di permukaan. Permukaan seperti air tenang tapi di dalamnya terjadi gemuruh besar. Ada yang mata duitan, ada yang pengen cari keuntungan di depan, ada juga yang lagi deg-degan menunggu ketokan pintu polisi yang berhasil membongkar isi hape tersangka operasi.

Ruwet, kan?

Begitulah koalisi berdasarkan kepentingan uang dan kekuasaan. Tali temali diantara mereka rapuh dan mudah terurai. Bentar lagi juga rontok dan saling memakan..

Kita nikmati aja sambil seruput kopi dan bernyanyi, "Mungkin Tuhan mulai bosan, melihat tingkah kalian. Yang selalu salah dan dan bangga dengan dosa-dosa..."
Quote:


deni yg satu ini sama aja suka giring opini pake teori konspirasi.
Bedanya kata2nya lebih halus.
Klop kalo sama anies nih.....
Benar, ekonomi memang yg paling kelihatan kedodoran.....

Sebenernya kubu sebelah jg tau kondisi skrg ga murni kesalahan rejim jkw, tp mau ga mau kan mereka harus punya bahan serang.

Sayang belum kelihatan dr tim jkw yg spesialis menangkal isu ekonomi....
Mungkin eric tohir nanti bisa turun tangan, doi kan pengusaha juga macam uno....
rakyat udh kecewa ama rezim dungu iniemoticon-DP
Bisa Terpeleset di Isu Ekonomi, Jokowi Disarankan Belajar Dari SBY di Pilpres 2009
Bisa Terpeleset di Isu Ekonomi, Jokowi Disarankan Belajar Dari SBY di Pilpres 2009
Bisa Terpeleset di Isu Ekonomi, Jokowi Disarankan Belajar Dari SBY di Pilpres 2009
atas gue kecewa
udah panik ngatasi masalah ekonomi ditambah kritik dari pendukung wowo

makin ketakutan aja
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di