TS
metrotvnews.com
Indonesia Butuh Ribuan Pendeteksi Pasang Surut Air Laut

Jakarta: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut Indonesia memerlukan ribuan alat pendeteksi pasang surut air laut yang bernama tide gauge. Alat tersebut berhubungan dengan jenis-jenis permodelan tsunami yang dimiliki BMKG.
'Kita mengoperasikan sebanyak 130 alat, tapi kurang banyak, harusnya 1.000, karena pantai-pantai Indonesia timur banyak, di teluk-teluknya sebaiknya ada juga,' ujar Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Kamis, 4 Oktober 2018.
Alat tersebut juga digunakan untuk mengkonfirmasi terjadinya tsunami atau tidak, sehingga penting untuk BMKG memberikan peringatan dini maupun pengakhiran. Kondisi tersebut diperparah dengan alat-alat pendeteksi tsunami bouy yang sudah tidak beroperasi lagi sejak 2012.
Namun pihaknya enggan menjelaskan secara rinci antisipasi pemerintah dalam membangun sistem alat bencana tsunami. Terlebih tidak beroperasinya bouy karena kerap dijadikan tempat senderan kapal-kapal.
Baca: Indonesia Butuh Pendeteksi Tsunami Lebih Mutakhir
'Saat ini pemerintah lagi fokus pada infrastruktur, jadi butuh dan yang besar, pemerintah tau mana yang prioritas ,' pungkasnya.
Kendati demikian, selama ini, BMKG mengklaim telah memberikan peringatan dini tsunami lebih baik dari negara lain. 'Kita 21 kali mengeluarkan peringatan tsunami hanya empat yang miss, tapi ini sudah cukup bagus dibandingkan negara lain,' imbuhnya.
Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...surut-air-laut
---
Kumpulan Berita Terkait :
-
Seorang Remaja Diselamatkan dari Reruntuhan Bangunan-
KKP Buka Posko Bantuan di Palu-
Warga Palu Mengantre 18 Jam demi BBManasabila memberi reputasi
1
298
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan