CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[TAMAT] Inilah Kisah Hidupku (Horor)
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5bb643b314088d71148b4567/tamat-inilah-kisah-hidupku-horor

Inilah Kisah Hidupku (Horor Based On True Story)

Ini Merupakan beberapa kisah hidup yang telah saya jalani kawan, beberapa hal kadang bisa dikatakan diluar nalar kita sebagai manusia. Akan saya ceritakan beberapa kisah ini saya coba untuk urut dari semenjak kecil, dimana kalian semasa kecil pasti punya yang namanya teman khayalan, entah itu sekedar khayalan atau memang makhluk tak kasat mata yang berkawan dengan kita kala itu sebagai teman bermain. Sama halnya dengan kalian kawan, saya juga memiliki kawan khayalan semasa kecil yang ternyata setelah saya ketahui "DIA" adalah mahkluk gaib dan juga beberapa pengalaman gaib yang saya alami hingga saat ini. Baiklah..... Agar tak terlalu lama menunggu, akan saya mulai kisah ini. Kisah berdasarkan pengalaman pribadi, dimana nama-nama dalam tokoh cerita ini sengaja saya samarkan agar menjaga dari kawan-kawan yang suka penasaran. Jika ada yang bertanya apakah saya ini INDIGO??? sejatinya susah untuk menjelaskan kepada kawan-kawan semua disini. Biarlah..... nanti akan ada saat dimana saya jelaskan dalam cerita ini. Oiyaa.... Sebelumnya saya mohon permisi dulu ama mimin dan momod serta para sesepuh kaskus dimari yang menghuni forum SFTH numpang cerita dimari dan mohon bimbingannya jika masih banyak kekurangan dalam penulisan cerita ini. Selain itu buat kawan yang sudah tahu siapa saya ataupun penasaran siapa saya ini?? lebih baik nikmati saja ceritanya, tidak usah KEPO ikuti RULES yang ada di SFTH ini. Terlepas dari kawan semua mau nanti akan bilang kalo cerita ini  ini fiktif atau real itu hak kawan semua. Saya hanya sekedar berbagi bercerita. Semoga dari cerita saya ini ada hikmah dan kebaikan yang bisa diambil. Dan inilah kisah hidupku:
Bagian 1 Teman Khayalan
Bagian 2 Bertemu Jin Qarin
Bagian 3 Pengalaman Horor Semasa Di Kampung
Bagian 4 Hijrah Ke Pulau Seberang
Bagian 5 Menutup Penglihatanku
Bagian 6 Mengenang Masa SMP
Bagian 7 Ada Cerita Dimasa SMA
Bagian 8 Pengalaman Mistis Kala SMA
Bagian 9 Selamat Dari Kiriman Gaib
Bagian 10 Memacu Adrenaline
Bagian 11 Si Pahit Lidah
Bagian 12 Teror Baksos Kuliah
Bagian 13 Baksos Mencekam
Bagian 14 masa Perkuliahan
Bagian 15 Masa Sulit
Bagian 16 Terpecah-Belah
Bagian 17 Astral Projection
Bagian 18 merajut Asa
Bagian 19 Gadis Penjual Kue
Bagian 20 Bermain Hati
Bagian 21 Penunggu kost
Bagian 22 Bertandang
Bagian 23 Sebuah Jawaban
Bagian 24 Bertemu Bapak
Bagian 25 Menyerupaiku
>>Lanjutan Story Inilah Kisah Hidupku<<

Bagian 1 Teman Khayalan
Sebut saja saya Santoso Lelaki Keturunan Jawa Tulen yang sampai sekarang ini saya masih menetap di sebuah Pulau yang terkenal dengan keindahan alam dan adat istiadatnya yang masih kental, Pulau yang terkenal dengan julukan pulau seribu Pura. Yappzzz..... disinilah saya berada saat ini kawan. Okee.... Kita Flashback ke masa saya kecil dulu ya, Saya kurang begitu ingat betul ketika kecil diasuh oleh nenek dan kakek saya di kota yang terkenal dengan julukan Kota Gadis. Hanya sedikit yang mampu saya ingat semasa kecil, nampaknya usia memang mempengaruhi memori ingatan. Ketika itu saya hanyalah anak kecil yang ditinggalkan oleh kedua orang tua saya merantau diluar pulau Jawa, tak ada satu pun kawan yang berteman dengan saya saat itu, sering kali saat pulang bermain saya akan tiba di rumah dalam keadaan menangis dan baju penuh noda tanah. Mungkin karna saya ini anak yang aneh dan sedikit gila??....... ya, kenapa saya bisa berkata begitu?? Karna yang saya ingat saat itu, kawan-kawan kecil saya menjauhi dan menganggap saya ini orang aneh, sering ngomong sendiri tak jelas dengan siapa saya berbicara. Kejadian itu terjadi dimana saya belum memasuki masa sekolah SD bahkan TK pun belum.

Disuatu siang yang terik sedang bermain sendirian di teras karna tak ada yang mau berkawan denganku sambil sesekali melirik ke arah jalan melihat kereta pengangkut tebu lewat, datanglah seorang anak kecil menggunakan gaun berwarna putih layaknya seorang putri raja yang sedan berulang tahun menghampiri saya yang masih bocah. kamu kok sendirian nggak main ama teman-temanmu???
Saya: ra gelem dolan ambek aku jarene aku kie aneeh??!!! eeehh..... koe kie sopo??? (nggak mau main sama aku, katanya aku ini aneh)
"SARI"
Saya: SANTOSO.... Sambil kuulurkan tangan kepada Sari untuk berkenalan dengannya dan kami pun berjabat tangan kemudian.... saya ingat betul benar-benar menjabat tangannya saat itu
Saya; Laah.... kok aku ndak tau kamu
Sari: iya.... baru saja pindah kesini, aku juga nggak punya teman

Tak lama kemudian kami sudah saling akrab, karna saat itu aku merasa Sarilah teman Pertama yang mau bermain denganku saat itu, yang kuingat Sari ini kulitnya putih rambut berponi dan lurus hingga sebahu. Tak terasa kami pun asiek bermain hingga Ketika nenek memanggilku untuk mandi, maka saat itu pulalah Sari pamit pulang kepadaku dan aku pun berkata "besok main sama aku lagi ya" IYA, jawab Sari kepadaku, kemudian berlari kearah jalan depan rumahku berbelok ke kanan. Ketika nenek menghampiriku bertanyalah Beliau, Ngobrol karo sopo Le????

Saya: Iku mbah Ibu (sebutan ku kepada eyang putri kala itu) ono cah wedog anyar ayu ngejak dolan aku neng kene (ada anak perempuan baru, cantik ngajak main disini)
 Nenek: lhaaa..... terus dimana sekarang??
Saya: sudah pamit pulang mbah Ibu
Nenek: ya sudah sekarang mandi ya Nak
saya: nggih iya mbah Ibu

Hari berganti hari pun terlewati, saya sudah tak kesepian lagi karna setiap saya main di Teras rumah, entah darimana sosok Sari ini tiba-tiba muncul dan selalu dengan pakaian yang sama menemani ku bermain dan tak pernah terbesit pun rasa curiga kenapa Sari ini setiap menemuiku tak pernah berganti pakaian. Hingga suatu ketika sedang asyiknya kami bermain, nenek mengejutkanku dengan kehadirannya seraya berkata "ooohhh.... iki tho sing jenenge Sari??" seketika itu Sari kaget dan menjawab nggih mbah, Kulo pamit nggih mbah  (iya, saya pamit ya mbah) kata Sari yang kemudian buru-buru lari meninggalkanku.

Nenek: lee..... jangan sering main dengan Sari, main sama teman lainnya kan banyak
Saya: Nggak.... aku cman dijadikan bahan ejekan saja, sambil nunjuk teman-teman yang sedang lewat depan rumah ingin bermain ke sawah sebelah rumah
Nenek: ya pokoknya jangan sering-sering mbah Ibu tidak suka
Saya: YOOO...... berlalu melewati mbah sambil mutung karna kesal teman bermain satu-satunya mendadak pulang.
Setelah merasa cukup lama mengenal Sari, aku pun menanyakan kepadanya dimana dia sebenarnya tinggal
Saya: Sari, sebenarnya rumahmu dimana??? aku pengen tahu!!!
Sari: ya... nanti aku tunjukkan, rumahku dekat kok
Saya: sekarang saja ya... aku pengen tahu
Sari: ya udah aku anterin ke rumahku, tapi kamu nggak boleh masuk rumahku ya, nanti nganterin aku sampai depan gerbang saja
Saya: gampang itu Sari, yang penting aku tahu rumahmu, aku kan bisa gantian main ke rumahmu
Sari: tidak usah.... Biar aku saja yang main ke rumahmu
Saya: gimana jadi nggak aku nganterin?? sampe depang gerbang rumahmu
Sari: Aayooo.... kalo gitu sekalian antarkan aku pulang
Kami pun berjalan sambil ngobrol ngalor ngidul entah apa yang saya obrolkan saat itu karna sudah benar-benar lupa dan yang saya ingat hanyalah pandangan orang-orang di kampung saya yang saya lewati melihat dengan tatapan aneh ke Saya. Tibalah di depan gerbang rumahnya Sari, rumah itu tak besar namun terlihat bergaya arsitektur modern saat itu. pagar dengan pondasi setengah meter yang kemudian bagian atas dilanjutkan dengan teralis besi. Rumah sederhana namun cukup mewah bagi orang kampung dijaman itu, dindingnya bercat putih dengan beberapa hiasan bunga anggrek tertempel dengan indahnya
Sari: ini rumahku ya sudah aku pulang ya..... kamu ndak usah ikut ke rumahku soalnya Bapakku galak, pokoknya jangan pernah main ke rumahku
Saya: masak sudah tahu rumahmu nggak boleh main ke rumahmu??
Sari: udahlah.... Kamu nggak usah keras kepala
Saya: iyo.... iyoo (sambil bersungut-sungut) Yaa...... ya udah aku balik pulang dasar pelit
Sari: tenang aja, besok aku pasti main ke rumahmu

Tapi ternyata pertemanan aku dengan Sari ini tak lama, karna sebelum Sari pamit untuk pindah keluar kota bersama keluarganya, dimana sebelumnya aku sempat ditunjukkan rumahnya yang berada dipinggir jalan yang masih sederet dengan rumah Eyangku namun ternyata jaraknya cukup jauh bagiku yang kala itu masih bocah. Aku pun sebenarnya sering kali mengantarkan Sari pulang hingga depan Pintu gerbang rumahnya. Hingga pada saat sedang beristirahat setelah keasyikan bermain Sari berkata kepadaku:

Sari: maaaf ya Santoso.... aku nggak bisa lama jadi temanmu
Saya: lhaaa... mangnya Bapakmu tidak senang kamu main denganku
Sari: bukan Santoso.... aku sekeluarga akan pindah karna Bapakku pindah tugas kerja
Saya; Ya udah nanti kabari ya kalo mau pindahan..... aku pengen ketemu terakhir kali sebelum pindah
Sari: Ra usah..... ]Nggak usah........ Nanti kalo aku sudah nggak pernah main kesini brarti aku sudah pindah......(dengan mimik muka sedih)
Saya: yo wes ayo dolan neh...
Sari: tapi tenang aja nanti kamu pasti punya teman seperti aku
Tau ndak..... saat itu permainan yang sering saya lakukan dengan Sari biasanya bermain masak-masakan atau bermain tanah, kadang pula bermain sembunyi-sembunyian yang entah saat itu saya juga lupa-lupa ingat permainan apalagi yang saya lakukan bersama dengan Sari.
Hingga tibalah saat Sari akan pindah, Dia datang seorang diri seperti biasanya saat dia datang untuk menemaniku bermain, namun kedatangannya kali ini ternyata untuk mengucapkan pamit perpisahan kepadaku, sungguh saat itu hatiku terasa amat pilu, teman satu-satunya harus pergi meninggalkanku
Sari: Santoso.... Santoso....... Maaf ya seumpama banyak kesalahan, aku sudah saatnya pindah (dengan mimik wajah sedih dan terlihat menitikkan air mata)
Saya: lhaaa....... Aku disini nggak punya teman, sipa yang mau berteman kecuali kamu SARI
Sari: Tenang aja nanti kamu juga pindah darisini, temanmu juga banyak nggak bakal kesepian, kamu bakal jadi orang besar, semua orang segan dengan kamu
Saya: beneran kamu pindah ( tak kuasa air mataku pun mengalir deras ) sambil terisak-isak dan terbata-bata.... Ayoo aku antar pulang, pokoknya aku antar pulang seperti biasanya ya...
Sari: tidak usah.... aku pamit yo (terlihat raut wajah kesedihan dari perpisahan antara aku dan Sari)

Kemudian Sari berjalan meninggalkanku yang masih menangis karna ditinggal satu-satunya teman terbaik yang selalu menemani, Tak menunggu lama aku pun berlari menyusul Sari yang masih tak jauh dari hadapanku sambil kupanggil-panggil namanya Sari...Sari...Sari... sesekali Sari menoleh dan tersenyum melihatku. Namun anehnya aku tak menyadari bahwa aku yang berlari kencang sambil menangis mengejar Sari yang berjalan rasanya tak juga bisa mendekatinya bahkan semakin menjauh di depanku, hingga saat aku lihat Sari memasuki gerbang rumahnya tiba-tiba saja rumah tersebut menghilang, berganti menjadi sebuah rumah yang sudah rusak di bagian sana-sini, jendela sudah pecah kacanya bahkan atapnya pun sudah berlubang. Bangunan rumah tersebut sama persis saat pertama mengantarkan Sari hingga depan gerbang rumahnya hanya saja kondisinya sangat-sangat jauh sekali berbeda dari sebelumnya, berbanding 180 derajat.
Saat itu aku masih tak percaya dengan penglihatanku..... masih menangis layaknya bocah yang kehilangan mainan kesayangannya sembari memanggil-manggil nama Sari di depan pintu gerbang yang sudah reyot itu. Melintaslah Pak Kamidi (bukan nama sebenarnya) melihat saya dengan penuh keheranan sedang menangis di depan rumah yang ternyata bagi warga situ merupakan rumah yang sangat angker.

Pak Kamidi: Lhaaa.... kenapa kamu nangis disitu Nak??
Saya: masih menangis tak menghiraukan perkataan Pak kamidi
Pak kamidi: Nak..... Ikut Bapak ya, nanti dianterin pulang sekalian mampir warung saya belikan jajan
saya: aku mencari temanku SARI Pak, tadi rumahnya disini, sekarang kok berubah rumahnya
Pak kamidi: (dengan wajah heran) ya sudah... besok saya antar lagi ke rumah SARi ya..... ayoo sekarang pulang ikut Bapak, sisan bapak gendong sekalian nyari jajajn kesukaanmu ya Nak
saya: aku pun menuruti permintaan Pak Kamidi dengan masih tetap menangis sesekali menyebut nama Sari.
setelah dari warung membeli jajan kesukaanku, diantarkannya aku pulang sampai ke rumah. Dirumah saat itu yang kuingat hanya Mbah Kung dan mbah Ibu saja. Berhari-hari aku diam di depan teras rumah tanpa melakukan kegiatan apapun, sesekali teman-teman sebayaku lewat memanggil namaku Santoso....Santoso... Ayo dolan neng sawah, tapi belum sempat aku menjawab sudah mereka jawab sendiri dengan mengatakan cah aneh kuwi rodo kenthir ojo dijak ngko melu edan.( orang aneh itu agak gila jangan diajak nanti ikutan gila )
Entah kapan.... waktu itu kedua orang tuaku pulang, bahkan aku tak mengenali kedua orang tuaku karna yang kutahu saat itu orang tuaku hanyalah mbah Kung dan mbah Ibu saja, bahkan merasa aku takut saat itu karna bertemu dengan orang asing yang mengatakan bahwa mereka itu kedua orang tuaku.


Bagian 2 ( bertemu Jin Qarin )
Sepasang orang dewasa yang datang ke rumahku itu mengaku sebagai kedua orang tuaku, dimana si Wanitanya saat itu sedang hamil besar, saat itu aku belum tahu kalo itu Ibuku. Saat itu aku merasa tidak tenang karna terdengar kabar jika nanti aku akan dibawa oleh mereka (kedua orang tuaku) pindah. Hingga pada suatu sore saat asyik bermain sendiri datanglah seorang anak perempuan cantik dengan senyumnya yang lucu memperlihatkan beberapa giginya yang ompong karna terlalu banyak memakan kembang gula. berpakaian agak tomboy dengan celana jeans pendek ala tokoh games mario bross, sayangnya aku lupa nama anak itu. namun aku merasa sangat akrab sekali seperti sudah sangat lama kenal dengan anak perempuan itu. Aku merasakan Dia itu seperti sodaraku sendiri, aku mengenalnya berbarengan dengan kedatangan kedua orang tuaku. Aku pun bertanya kamu anaknya om sama tante itu ya???
Anak Perempuan: ssstt..... jangan keras-keras aku ini adikmu
Saya: haaaah...... Adik darimana, aku kan ndak punya adik
anak perempuan: iyaa.... tapi bentar lagi aku akan jadi adikmu
tibalah hari dimana saat mamaku akan melahirkan adik ku yang sekarang, aku masih disibukkan dengan kegiatanku bermain dengan anak perempuan misterius itu. Suara erangan mamaku dibantu oleh mbah Ibu terdengar dari luar kamar bersalin. oiyaaa.... Saya lupa mengatakan kalo nenek/eyang adalah seorang Bidan yang buka praktek di rumah, sedangkan kakek pensiunan Pegawai pabrik Gula. Yang ternyata sebenarnya setelah aku Tahu bahwa kakek adalah salah satu orang penting yang menumpas pemberontakan terkenal yang terjadi di tahun 1965 di kota Gadis. Berkatalah si Anak perempuan misterius kepadaku

Anak perempuan: Waktunya sudah Tiba!! adikmu akan segera lahir dan aku yang akan menemani adikmu dilain sisi hingga akhir hayat.
Saya: maksudmu apa??? aku ndak ngerti
anak perempuan: sudah waktunya aku pergi, nanti ada saatnya kamu akan tahu sendiri
kemudian dia berlari menuju ruangan dimana mamaku sedang mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan adik ku, aku pun mengejarnya hingga terlihat si anak perempuan ini masuk menembus kamar tersebut. ketika akan aku buka pintunya ternyata terkunci dan aku pun ditarik oleh eyang kakung agar tidak ganggu si mbah yang lagi membantu proses persalinan. Pecahlah tangis keras seorang bayi perempuan di ruang persalinan itu dan yang kutahu setelah mamaku merasa cukup lama dan bisa meninggalkan anak perempuannya. maka berangkatlah kembali merantau ke pulau seberang dengan papaku, aku juga tak ingat berapa lama kedua orang tuaku tinggal di kampung hingga saat mereka menitipkan lagi salah seorang anaknya dan akhirnya  aku mulai tumbuh bersama adekku dalam asuhan mbah kung dan mbah Ibu. Disitu aku masih belum mengerti hanya merasa sosok adik perempuanku ini seperti sudah pernah kenal sebelumnya tapi entah dimana???..... seperti Dejavu dan aku baru tersadar saat akan memasuki masa SMP, dimana kubuka album foto semasa kecil. Disitu aku teringat jelas mulai dari pakaian, model potongan rambut bop hingga senyum lucu dihiasi gigi ompong karna terlalu banyak makan kembang gula. Ini akan anak perempuan misterius itu?? kenapa ini menjadi adekku ya?? siapa dia sebenarnya?? Pertanyaan itu aku simpan sangat lama hingga akhirnya aku dapatkan ketika sudah menginjak masa SMA dimana saat khutbah jumat berkumandang, dijelaskannya tentang Jin Qarin yang menemani manusia sedari lahir hingga ke liang lahat. Bertanyalah aku dalam hati.... jangan-jangan!! sosok anak perempuan misterius itu dulu adalah Jin Qarin adikku??? Tapi, apa mungkin aku bisa bertemu Qarin dari orang yang saat itu belum lahir?? sampai sekarang masih menjadi misteri bagiku
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bukhorigan dan 39 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Dauh.Tukad
Halaman 1 dari 19
lanjut gan... emang kota gadis itu mana gan?
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
keknya seru ni,,izin bangun tenda dimari gan,,,,
di mohon lanjutannya gan,,
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
ditunggu apdetannya gan

keknya cakep nih ceritanya

mohon jangan dibikin kentang ya emoticon-Wagelaseh

Bagian 3 (pengalaman horor semasa di kampung)

Sebagai gambaran, rumah eyangku ini bagi ukuran di kampung termasuk besar dengan halamannya yang luas ditumbuhi oleh 9 jenis pohon mangga. Rumah ini juga digunakan sebagai tempat praktek Eyangku yang kebetulan memang berprofesi sebagai Bidan di desa tersebut. Namun tak jarang pula Eyangku datang ke rumah mereka yang kebetulan rumahnya jauh ataupun beda kampung. Rumah bergaya tahun 70an dengan teras luas beralaskan marmer dengan atap teras menggunakan seng yang berwarna-warni, dipercantik dengan sepasang kursi tamu dari anyaman karet berwarna-warni layaknya pelangi senada dengan atap teras. Rumah eyangku berada tepat dipinggir jalan besar, dimana jalan tersebut merupakan salah satu akses jalan jika ingin menuju ke Kota dimana Kanjeng Sri Sultan Pakubuwono tinggal. Masuk ke dalam kalian akan menemukan banyak sekali ruangan, baik itu permanen maupun hanya disekat dengan papan, tiap kali melewati tempat ini aku selalu ditakuti dengan banyak sekali penampakan, mulai dari penampakan wanita berbaju putih dengan rambutnya yang panjang dan lurus bak iklan shampoo sambil menggendong bayi sampe dengan yang paling seram yaitu penampakan berbentuk seseorang yang mengenakan pakaian berwarna layaknya malaikat pencabut nyawa sambil memegang sebuah tongkat kayu yang diujungnya terdapat sebilah celurit melengkung berukuran besar dan panjang. Sosok itu yang paling sering aku temui di rumah eyangku bahkan sosok itu sering kali mengejarku hingga aku lari terbirit-birit ketakutan.

Kenakalanku paling parah adalah ketika ada bus lewat di depan rumah pasti melaju dengan sangat kencang dan entah kenapa aku sering kali melemparinya dengan batu, sungguh kenakalan yang tak masuk diakal bagiku hingga sampai sekarang. Bahkan tak jarang sang sopir memberhentikan busnya dan meminta ganti rugi kepada eyangku, jika sudah begitu aku pasti distrap/dihukum dengan dikunci dalam gudang yang sangat gelap dan menyeramkan. Aku tak hanya takut pada gelap tapi juga pada penampakan makhluk gaib yang menghampiriku saat berada di gudang, jumlah mereka jauh lebih banyak daripada yang ada diruangan depan.

Puncaknya Karna aku nie bocah laki-laki tapi terlalu cengeng dan bandel saat itu hingga membuat eyang kakung geram. Suatu malam diajaknya aku ke pemakaman, kawan tau sendiri pemakaman itu saat siang hari terasa ngeri dan mistisnya seperti apa??.... Ini aku dibawa oleh eyang kakung saat malam hari dengan mata tertutup hingga sampai ketengah pemakaman kemudian tutup mataku dibuka dan eyang kakungku meninggalkanku dengan lari sekencang-kencangnya, awalnya hanya gelap yang aku lihat. Kemudian hawa dingin menerpa seluruh tubuhku, hawa dingin yang terasa sangat berbeda hingga menaikkan semua bulu kudukku. Aku hanya bisa berteriak memanggil mbah kung.... Mbah kung.... Aku kenapa ditinggalkan disini??..... Mbah kung..... Mbah Kung....Aku tak sadar keberadaanku memancing banyak makhluk halus datang, terdengar suara geraman yang sangat berat dan terasa jauh disebelah kiriku.

Saat ku tolehkan pandangan ternyata sesosok mahkluk gaib dibungkus kain kafan putih dengan banyak noda tanah disertai bau anyir yang membuatku mual, saat kutatap wajahnya yang hitam legam bagai arang dengan salah satu bola matanya yang keluar tergelantung dipipinya terlihat dari lubang matanya banyak sekali belatung. Aku pun tak kuasa lari pukang langkang sambil menangis sembari menyebut mbaaah Kung..... Mbaaahh Kuuung, aku takuutt.... Ada setan mbah. Ku terus berlari menyusuri jalan setapak di pemakaman itu, hingga langkahku terhenti saat melihat sesosok wanita berpakaian putih disebelah pohon bunga kamboja memanggilku Lee..... Leee.... Kulihat kakinya yang pucat tergelantung tak menyentuh tanah, kemudian tertawa melengking hihi..... Hiiihiiii...... Hiiii..... Hiiihihiiii......
Lari dan terus berlari sambil menangis dan memanggil mbah kung ku, hanya itu yang bisa kulakukan. Kemudian dihadangnya aku oleh sesosok makhluk hitam besar berperawakan seperti gorila dengan rupa mirip anjing dan matanya yang merah menyala ditambah suara erangannya yang menakutkan aaaarrrgh...... Aaarrrgh..... Aaaarrrrrgghh.... Ku ambil arah sebelah kanan tak peduli kuburan siapa pun itu aku injak yang penting nyawaku selamat. Sampai aku terjatuh sat sebuah tangan memegang salah satu kakiku.

Kutendangnya tangan itu dengan salah satu kakiku hingga kakiku yang digenggamnya terlepas, tak lagi ku pedulikan sandal yang tertinggal, bangkit dan berlari lagi menyusuri jalan setapak di pemakaman itu. Hingga aku akhirnya benar- benar bertemu eyang kakungku, kupeluk.... Menangis sejadi-jadinya, eyang kakung hanya kemudian menggendongku dan menghela napas lalu mengatakan Cah lanang kok Gembeng...... (anak laki kok nangisan)..... Arep dadi opo koe??.... Koe kie kudu dadi wong gedi koyok mbahmu kie, ra oleh sitik-sitik gembeng koyok ngene (mau jadi apa kamu??.... Kamu itu harus jadi orang besar, nggak boleh dikit-dikit nangisan).
Pernah juga ada satu kejadian saat aku sedang tidur siang dengan om ku, kala itu aku yang tak bisa tidur sengaja mengganggu om yang sedang tidur. Agar terbangun dan mengajakku bermain. Tapi apa yang terjadi??..... Ketika om ku membalikkan badan seketika wajah dan tangannya berubah menjadi seperti seekor Harimau disertai suara geraman dan erangan Aaaarrrghh..... Aaauuumm.... Laksana seekor harimau sang siap melahap mangsanya. Dicekiknya leherku, aku yang sekecil itu tak berdaya melawan kecikan dari makhluk berwujud manusia harimau itu. Disaat aku hampie pingsan kehabisan napas, tiba-tiba tangan kananku mengeluarkan sebuah sinar putih, kukepalkan tanganku dan kesembarang arah hingga mengenai lehernya dan makhluk itu terjatuh dari kasur. Kemudian aku tak sadarkan diri. Tiba-tiba ku terbangun dan merasakan sakit dibagian leher, menangis..... Ya, hanya itu yang aku bisa lakukan. Aku bangun dari kasurku, kulihat om ku masih nyenyak dalam tidur siangnya. Lalu aku berlari keluar kamar menghampiri mbah Ibu/eyang putri sambil menangis dilihatnya leherku.
Mbah Ibu: lhaaa... Iki gulumu keno opo?? ( ini lehermu kena apa?)
Saya: iku mbah... Mau kan raiso turu, terus om ta gudo ben tangi, lhaaa kok malah dadi macan, guluku ditekek mbah terus pas ta antem gulune langsung mencelat soko kasur, terus aku kaget tibake mimpi ( ini mbah.... Tadi kan nggak bisa tidur, terus om aku godain biar bangun, lhaaa kok malah jadi macan, leherku dicekik mbah terus aku pukul kena lehernya langsung terpental dari kasur, terus aku kaget ternyata cman mimpi )
Mbah Ibu: iki udu mimpi Le.... Sik mbah arep ngomong neng om mu (ini bukan mimpi nak..... Ntar, mbah mau ngomong sama om kamu)
Masuklah eyang putri membangunkan om ku, saat terbangun ditutupnya pintu kamar. Sayup-sayup terdengar kalo eyang putri sedang memarahi om ku dan mengatakan jangan mencelakai keponakan sendiri dengan ilmu yang dimiliki.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Dauh.Tukad

Bagian 4 ( Hijrah ke Pulau seberang )

Pernah suatu ketika aku bertanya kepada eyang putri....
Saya: mbah Ibu.... Islam nduwe Tuhan, Kristen nduwe Tuhan, hindu nduwe Tuhan, Budha yo nduwe Tuhan, dadi Tuhan sing bener iki milik sopo?? (mbah Ibu..... Islam punya Tuhan, Kristen punya Tuhan, hindu punya Tuhan dan Budha juga punya Tuhan. Jadi Tuhan yang benar itu milik siapa???.....)
Mbah Ibu: ngene wae, sesok mbah ajak koe neng gon ngaji ning langgar kunu yo.... Ben koe lebih ngerti sopo Tuhanmu (gini aja besok mbah ajak kamu ke tempat ngaji di langgar (mushola) sana ya..... Biar kamu lebih mengenal Tuhanmu.)
Entah kenapa..... Aku yang sekecil itu bisa bertanya demikian???.... Basic keluarga mamaku adalah Nasrani, kemudian mamaku menikah dengan papaku yang seorang muslim dan tentunya mamaku ikut agama papaku. Demikian pula dengan aku dan semua adik-adikku, kami semua Alhamdulilah beragama Islam.

Kedua orang tuaku datang lagi, seperti sebelumnya.... Aku dan adik ku takut ketika mereka datang. Karna jelas aku tidak mengenal dekat dengan mereka, hingga akhirnya kedua orang tuaku berlibur cukup lama sampai aku dan adik ku bisa mengenal siapa mereka sebenarnya dan bisa menerima mereka sebagai kedua orangtuaku.
Saat yang dinantikan tiba.... Aku dan adikku harus berpisah dengan mbah Ibu dan mbah Kung, sekecil itu yang bisa kulakukan tentu hanya menangis. Cengeng ya aku semasa kecil hehehehehe......😁😁 naiklah kami didalam bus, yang kuingat saat itu aku duduk dipangkuan mamaku dan adikku duduk dipangkuan papaku. Tak terasa sudah menaiki kapal laut, itu pengalaman pertamaku naik kapal laut. Akhirnya aku, adikku dan kedua orangtuaku telah sampai di terminal Ubung. Yaaa.... Betul, aku telah menjejakkan kaki mungilku di pulau dewata bali saat masih berusia 5 tahun.

Aku ingat betul.... Saat itu hujan mulai turun, sambil menunggu taksi datang, kami sekeluarga berteduh disalah satu warung yang ada di terminal itu, taksi pun datang. Sebelum masuk ke taksi sempat aku lap kaca taksi itu menggunakan lengan jaket yang kupakai, dimarahinya aku oleh mamaku saat itu. Selalu terlintas dipikiranku, apakah aku akan punya teman nanti dikota ini??.... Karna yang aku tahu temanku hanyalah adikku ini. Kami sering sekali bertengkar seperti tom and jerry, yaa..... Hanya sekelumit saja yang bisa kuingat dalam perjalanan ke pulau Dewata.
Beberapa hari di Bali tepatnya di ibukota pulau Bali ini, aku mulai mendapatkan teman. Bahkan diantara mereka adalah teman-teman yang sampai saat ini menjadi seperti saudara sendiri bagiku. Mereka adalah Toriqh, Topan, Kadek, komang dan juga Doni, merekalah teman bermainku semasa kecil. Mamaku selalu berpesan jika aku main dengan mereka, jangan mau jika ada orang tak dikenal ngajak jalan-jalan. Sayangnya kekhawatiran mamaku terjadi saat bermain batulima dengan kawan-kawanku, tiba-tiba saja aku dikejutkan dengan seorang kakek tua disebelahku yang ingin mengajakku jalan-jalan.

Kakek: nak ikut kakek ya..... Nanti kakek belikan mainan
Saya: nggak kek, saya nggak boleh ikut dengan orang yang nggak dikenal
Kakek: aku ini tetangga orangtuamu, nanti kakek antar pulang ya....
Saya: ndak kek..... Saya ndak brani
Topan yang ikut sembunyi bersama ku kaget.....
Topan: kamu ngomong sama siapa???.... Kita cuman berdua aja ngumpet disini ndak ada orang lain
Saya: ada kok Pan...... Itu ada mbah-mbah, sambil nunjuk kearah kakek tersebut.
Topan: mana ndak ada San, jangan ngaco kamu, udah kita pindah aja ngumpetnya.

Kejadian ini sebenarnya sering sekali, kadang tatkala senja mulai meninggalkan langit menyisakan semburat jingga dilangit yang mulai nampak kelam, terdengarlah suara ringkikan kuda hiii..... Hiiiikk...hiii....hiiikkkk.... Sering kali aku menanyakan itu pada mamaku. Karna jaman itu jalan depan rumah kedua orang tuaku kecil dan masih berbatu, itupun hanya cukup dilewati oleh dua motor yang berpapasan, jika salah dikit bisa kecemplung got, belum lagi depan rumahku persis itu kebun dengan pepohonan kelapa yang sangat rapat yang konon disitu adalah salah satu jalan menuju kampung ghaib. Namun mamaku selalu mengatakan padaku, mana???.... Ndak ada suara kuda, jangan aneh-aneh.... Udah nonton tv aja sana, jangan berantem sama adekmu. Papaku bekerja secara wiraswasta, membuat order pesanan tamu dari luar negeri. Jadi rumah kedua orang tuaku bisa dikatakan luas karna pas dibelakang rumah adalah tempat kerja papaku.

Saat pertama kali masuk ke rumah itu, aku sama sekali belum mendapatkan perkenalan dengan makhluk gaib. Malah sebenarnya setelah itu akan sering sekali terjadi teror godaan dari makhluk gaib, namun beberapa diantaranya mereka yang terkena teror adalah mereka yang bekerja pada papa san mamaku tapi berlaku culas. Pernah aku melihat dengan mata mungilku, seorang pembantu mamaku kesurupan. Suaranya berubah menjadi laki-laki terkadang mengeram bagai seekor macan. Jika sudah kesurupan, air bak mandi satu gentong besar diminumnya hingga habis tak bersisa.
Seringkali kedua orang tuaku memanggil salah seorang Ustadz yang memiliki ilmu tinggi untuk mengatasi kejadian kesurupan yang sering terjadi di rumahku. Entah mengapa jika dipanggilkan ustadz atau malah orang pintar selalu tidak mempan bahkan kalah dengan Jin yang merasuki pembantu di rumahku. Kesurupan itu terjadi lagi Bi Inah mengerang layaknya seekor macan aaaaarrrr.....aaaaarrrhh....aaaarrrhh.... 4 orang karyawan papaku memegang Bi Inah sangat kewalahan, tenaganya seperti 10 kali lipat dari orang dewasa. Disaat genting berangkatlah papaku ke rumah Pak Ustadz yang biasa menangani kesurupan di rumahku, karna rumahnya tak jauh dari rumah kedua orangtuaku. Begitu sampai langsung dipegangnya kepala Bi Inah yang kerasukan seraya berkata:

Pak Ustadz: kamu ini senang sekali mengganggu keluarga ini..... Mau kamu apa
Bi Inah: aaarrrrgg..... Aaaarrrrgh..... Aku mau orang ini kapok, dia sudah berbuat jahat pada keluarga ini.
Pak Ustadz: kenapa kamu membantu keluarga ini??...... Apakah keluarga ini minta pertolongan kepadamu??....
Bi Inah: tidak..... Aaaarrrrgg.... Mereka tidak meminta, tapi ini tugasku
Pak Ustadz: siapa yang menugaskanmu
Bi Inah: kamu tidak perlu tau..... Yang jelas leluhurnya adalah Guruku dan Dia yang memintaku untuk menjaga anak Cucunya kelak.
Pak Ustadz: jadi kamu ini bangsa jin yang beragama Islam???
Bi Inah: iya..... Aaaarrrgg.... Aaaarrrgh..... Aku ini dimuslimkan oleh leluhurnya dan berguru agama Islam pada leluhurnya
Pak Ustadz: baiklah..... Kamu mau keluar??? Atau saya yang keluarkan kamu dari Raga ini???
Bi inah: haaahahahaha..... Hahahahaha..... Kamu nantang aku?? Ilmu mu itu masih jauh dibawahku
Pak Ustadz: baik.... Kita selesaikan dihalaman belakang jangan disini.

Digiringlah Bi inah yang kesurupan di halaman belakang, sambil berteriak dengan suara parau yang berat.... LEPAASS.... Aku bisa jalan sendiri. Pak Ustadz pun bersiap-siap pasang kuda-kuda untuk menghadapi Jin yang merasuki Raga Bi Inah.
CIIIIAAATT..... Secepat kilat Pak Ustadz melancarkan tendangan dan beberapa pukulan kearah Bi Inah, namun dengan mudah dihindari. Kini gantian Bi Inah yang kesurupan menyerang dengan jurus laksana gerakan jurus harimau, untungnya Pak Ustadz masih mampu menepis serangan demi serangan yang dilancarkan, walaupun sebenarnya sudah mulai kewalahan menghadapi jurus demi jurus yang dilancarkan sang Jin. Saat kuda-kuda Pak Ustadz terlihat goyah, ditendangnya hingga terjungkal. Begitu akan melanjutkan dengan serangan pukulan mengarah ke wajah pak Ustadz, dengan refleks ditangkis menggunakan tangan kiri dan ternyata tangan kanan Pak Ustadz sudah lebih dulu melancarkan pukulan hingga menghantam perut Bi Inah dan akhirnya terpental beberapa meter di depan Pak Ustadz.
Lumayan juga ilmu pencak dan tenaga dalammy orang tua..... Baiklah aku akan keluar dari raga perempuan ini dan ingat setelah ini harus kamu usir perempuan ini jika tidak aku akan membuatnya MATI....

Seketika itu robohlah tubuh Bi Inah ke tanah dan segera beberapa lelaki karyawan papaku menggotongnya dan memindahkannya kedalam. Kemudian disaat yang bersamaan digotongnya Bi Inah Pak Ustadz memandang tepat dibelakang robohnya Bi Inah tadi terlihat jelas sesosok lelaki berperawakan tinggi besar, gagah dan kekar, berkumis lebat seperti Pak Raden serta berpakaian layaknya warog dari pulau garam dengan ditemani sepasang harimau, dimana salah satunya adalah seekor harimau putih. Aku yang masih kecil dan ketakutan saat itu sedang bersembunyi dibelakang kaki mamaku sempat melihat sekilas penampakan Jin tersebut, antara Pak Ustadz dan Jin tersebut hanya saling berpandangan lalu kemudian menghilang dari hadapan.

Begitu Bi Inah sadar dan masih lemas seperti orang yang kelelahan sangat hebat karna bekerja terlalu berat dengan masih ditemani oleh mamaku dikamar. Pak Ustadz memanggil untuk berbicara dengan papa dan mamaku diruang tamu sederhana, sangat kuingat saat itu jin yang merasuki mengatakan dia adalah jin yang sekarang bersemayam di sumur belakang kamar mandi. Jin tersebut ditugaskan untuk melindungi keluarga kami tapi tak hanya keluarga kami saja, jadi Jin ini sering berkeliling untuk menjaga semua keturunan dari leluhur kami dan itu diamini juga oleh Papaku yang ternyata juga memiliki penglihatan sepertiku. Anakmu ini memiliki bakat lebih, semoga tidak salah jalan hidupnya karna nanti dia akan menjadi orang besar di negeri ini. Lagi dan lagi..... Kata-kata itu terdengar ditelingaku. Aku yang masih kecil hanya bisa menyimpannya dalam alam pikiran dan sempat berkata dalam hati pada diriku sendiri, mungkin nanti saat aku besar (dewasa) akan menemukan jawabannya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 14 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Dauh.Tukad
Keren gan ceritanya
emoticon-thumbsup

Bagian 5 ( Menutup Penglihatanku)

Siang itu panas terik menyengat, tubuhku penuh peluh keringat tak ku hiraukan. Asyik bermain dengan teman-teman disini, aku bersyukur semenjak kepindahanku ke Pulau ini. Akhirnya aku memiliki teman, yaa..... Walaupun kadang mereka mengejekku karna logat Jawa yang kental saat terucap kata dari mulutku. Saat asyik bermain sembunyi-sembunyian, giliran Kadek yang ternyata harus mencari. Aku pun bersembunyi dengan Toriqh, saat bersembunyi dibalik sebuah mobil minibus yang parkir. Ketika Aku ingin mengintip si Kadek yang lagi kebingungan mencari kami, ternyata aku melihat dengan jelas ada penampakan sesosok lelaki di dalam mobil dengan pakaian compang-camping, banyak terdapat luka dan kondisi wajah hancur banyak darah serta terlihat seperti terbakar, memanggil-manggil meminta pertolongan. Aku pun berkata pada Toriqh

Saya: Riq..... Itu ada orang di dalam mobil minta tolong
Didekatnya wajah Toriqh agar dapat melihat kondisi di dalam mobil
Toriq: mana San??..... Mobilnya kosong nggak ada orang kok didalam
Saya: itu lho Riq yang ditempat sopir ada orang berdarah-darah gitu.
Toriq: nggak ada San..... Jangan-jangan kamu lihat Hantu lagi

Toriq pun berlari pulang meninggalkanku sambil berteriak ada SETAN...... Ada SETAAN.... Aku pun ikut lari pulang ke rumah. Sesampainya di rumah aku ceritakan pengalaman yang terjadi barusan, bukannya menerima apa yang kuceritakan , tapi dijewernya kuping ini sambil berkata
Mama: makanya siang itu waktunya kamu tidur.... Sudah sana cuci muka terus baca doa sana sebanyak-banyaknya
Saya: iyaa.... Ampun Ma, aku ndak nakal lagi. Belum bisa Baca doa Ma, bisanya Bismillah aja
Mama: ya udah.... Kamu baca itu yang banyak....

Langsung aku berlari meninggalkan mama menuju kamar mandi untuk cuci, muka, setelah beres urusan di kamar mandi. Masuk kamar berusaha untuk tidur siang sambil baca Basmallah sebanyak-banyaknya. Sebenarnya aku paling benci jika disuruh tidur siang, karna pastinya saat malam menguasai hari. Maka aku pun susah untuk tidur dan tentunya telingaku mulai mendengar banyak suara-suara menakutkan.
Beberapa hari setelah melihat sosok di dalam mobil minibus tersebut, tersiar kabar kalo terjadi kecelakaan pada pengendara mobil tersebut. Bahkan saat aku sedang mencuri dengar pembicaraan mama papaku terdengar kalo si sopir mobil tersebut tewas terbakar di dalam mobil.
Pagi itu mama memboncengku dengan sepeda motor bebeknya menuju ke sekolahan. Yaa.... Aku akan didaftarkan ke salah satu Taman kanak-kanak. Tak banyak yang dapat diingat pada masa itu, bahkan siapa teman-temanku semasa TK aku pun sudah lupa. Setelah itu bersekolahlah aku di TK tersebut, bahkan penampakan-penampakan selama aku di TK tak dapat kuingat.

Masa TK berlalu dan aku pun diantarkan oleh papa mamaku untuk didaftarkan di salah satu SD Negeri. Bersyukur selama di SD ini aku memiliki teman-teman yang sangat baik, bahkan sampai sekarang jika bertemu, kita masih saling bertegur sapa. Bahkan beberapa nantinya ada yang kembali satu sekolah SMA dan Kuliah di jurusan yang sama denganku.
Di tahun 1992 saat aku sudah masuk SD, lahirlah adikku yang ketiga seorang perempuan, disaat itu aku tak pernah bertemu sekalipun dengan Jin Qarin dari adekku ini. Penampakan demi penampakan makin sering aku lihat dan juga visualisasi akan kejadian di masa yang akan datang juga sering terlintas ketika melihat suatu tempat atau seseorang yang lewat didepanku. Sayangnya karna tak ada yang mendengarkan apa yang aku lihat dan tak memberikan solusi atas kelebihan yang ada padaku. Membuatku semakin larut dalam ketakutan. Melihat hal tersebut Mama takut akan kelebihan yang aku miliki, takut jika nanti anaknya dianggap anak tidak waras oleh tetangga dan teman-temannya, hingga mengusulkan untuk membawa ke Pak Ustadz yang sering menetralisir jika ada yang kesurupan di rumahku. Anehnya tak hanya aku saja yang mengalami fenomena ini, adikku perempuan juga mengalami hal yang sama. Karna sering aku temui saat adekku ini sedang bermain dengan teman gaibnya dan teman gaibnya pun tahu kalo aku bisa melihatnya. Maka dibawalah kami ke rumah Pak Ustadz tersebut, yang kuingat sesampainya disana kedua orangtuaku mengutarakan maksud dan tujuannya mengunjungi Pak ustadz. Setelah berbicara panjang lebar Pak Ustadz membacakan doa dan aku serta adekku disuruh mengucapkan AMIIN saja, setelah itu Pak Ustadz berkata:

Pak Ustadz: datanglah kemari beberapa hari lagi pak bu..... Nanti saya berikan air yang sudah diisi dengan Doa
Papa&mama: baik Pak Ustadz..... Kapan kami akan kesini lagi???
Pak Ustadz: nanti saya yang antarkan airnya ke rumah, bapak-ibu tunggu di rumah saja.
Sepulangnya dari rumah Pak Ustadz, penampakan demi penampakan mSih sering aku lihat. Hingga saat yang dinantikan tiba, datanglah Pak Ustadz ke rumahku.
Pak Ustadz: Assalamu'alaikum
Papa: Wa'alaikumsalam..... Eeehhh Pak Ustadz, mari silahkan masuk
Pak Ustadz: ini saya bawakan air yang saya janjikan, semoga bisa mengatasi apa yang ditakutkan selama ini
Papa: Alhamdulilah..... Makasih banyak Pak Ustadz, ayoo ngopi dulu.... Ngobrol-ngobrol sebentar.
Pak Ustadz: gini Pak..... Sebenarnya anak bapak ini memiliki kelebihan yang orang lain tidak memiliki, bahkan orang lain pun sampai rela berguru kesana-kemari demi memiliki kelebihan seperti anak Bapak
Papa: yaa..... Gimana ya Pak Ustadz, anak saya masih terlalu kecil dan saya takut nanti anak saya ketika dewasa nanti akan dijauhi karna dia berbeda sendiri.

Dipanggillah mama dan juga aku oleh papaku untuk ikut duduk di ruang tamu.
Papa: oiya Mah.... Itu Diana dipanggil sekalian sama bawain gelas ya.....
Diana ini adalah nama adik perempian pertamaku, kalian bisa memanggilnya dengan nama itu dicerita ini kawan.
Datanglah mama, aku dan Diana Adekku. Kami duduk bersama dan mulailah pak Ustadz membacakan doa-doa lalu dituangkannya air tersebut ke dalam gelas. Setelah itu disuruhnya aku minum air tersebut sampai habis. Ketika menenggak air tersebut rasanya tidak enak persis seperti bunga melati dan Sekuat tenaga kuhabiskan air berukuran gelas teh tersebut. Setelah habis, dituangkannya air tersebut ke dalam gelas kembali dan kini giliran adekku meminumnya, sempat kulihat hampir muntah saat meminumnya, tapi mamaku memaksanya untuk menghabiskannya. Setelah itu berkatalah pak Ustadz kepada kedua orangtuaku.

Pak Ustadz: saya hanya bisa membantu sebisa kemampuan yang saya miliki, karna nanti saat anak-anak Bapak dan Ibu ini beranjak dewasa, saya tidak dapat menjamin apakah penglihatannya masih tertutup atau tidak???..... Yang ketika mereka dewasa masih akan sering tembus tapi tidak parah, namun jika mereka ingin membuka kembali kemampuan yang dimiliki akan sangat mudah dan tentunya harus mencari guru yang benar agar tidak tersesat dalam kesesatan Karna mereka ini adalah anak-anak pilihan. Setelah itu Pak Ustadz pun pamit pulang.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 13 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Dauh.Tukad
update lagi gan,,,hehe
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
numpang nongkrong gan..kayanya ngopi sambil ngerokok enak nih.

Btw ditunggu updateannya.emoticon-Sundul Gan (S)
emoticon-Rate 5 Staremoticon-Rate 5 Star
Diubah oleh wongpkl
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
mantap gan..cerita calon pembesar negeri nih...emoticon-Peace
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Di tunggu kelanjutannya gan. mantap kisahnya.
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
Ok...lanjut bang...

Bagian 6 ( Mengenang Masa SMP )

Bersyukur masa-masa SD kulalui sebagaimana manusia normal pada umumnya, tak pernah lagi melihat adanya penampakan makhluk gaib. Aku bisa menjadi manusia normal lagi, begitu kata yang kuucapkan dalam batin. Masa SD sudah kulalui dan dimasa SD ini sempat aku ingat bahwa kedua orangtuaku ingin memiliki anak lagi. Saat itu entah mengapa aku hanya bisa berdoa dalam diam, bahwa aku ingin memiliki adik kembar laki-laki dan Alhamdulilahnya Tuhan menjawab doaku itu. Walaupun sebelumnya ketika mama masih mengandung si bontot dari hasil USG sudah dipastikan kalo bayi yang lahir di dalam kandungan adalah perempuan, namun jika Tuhan berkehendak apapun dapat terjadi. Ujian kelulusan SD sudah kulalui, aku bukan anak yang pintar. Prestasiku biasa saja, nilai raport juga standar saja, karna jaman itu masih menyebut hasil akhir ujian dengan sebutan EBTANAS, maka hasil EBTANAS ku ternyata tidak memenuhi syarat untuk diterima di SMP negeri. Maka diputuskanlah untuk masuk sekolah swasta yang berbasis Agama Islam. Setelah aku masuk sekolah ini, aku lebih sering naik sepeda untuk pergi dan pulang sekolah. Sama seperti kebiasaan yang aku lakukan semenjak kelas 3 SD. Disini aku memiliki teman baru lagi, beradaptasi lagi dengan sekolah dan yang jelas teman-teman SD tak ada yang satu sekolah denganku lagi.

Seperti anak lelaki pada umumnya, aku pun juga sempat menyukai perempuan yang ada di sekolahku itu, yaaa.... Tetap saja, aku masih tidak Pede untuk mendekatinya. Hingga suatu saat ada seorang anak perempuan cantik pindahan dari kota dengan julukan Delhi van Java atau mutiara dari timur, nama seorang dara tersebut adalah...... Yang dalam bahasa Ibrani berarti Keanggunan. Sangat cantik, pantas saja orang orang tuanya menamakan seperti itu karna cantik yang elok nan anggun bagaikan hadiah terindah bagi keluarga tersebut. Walaupun.... Sebenarnya nama itu lebih sering digunakan oleh anak lelaki di sebenarnya. Tentunya beberapa remaja Pria di sekolahku banyak yang mengincar Dia karna ingin menjadikan Dia sebagai pacarnya, tak terkecuali Hilmi, remaja kurus tinggi semampai dengan sifat bengalnya juga ingin menjadikan Dia pacarnya yang kesekian.
Menginjak kelas 2 SMP, jam belajar diadakan siang sampai dengan sore hari kawan. maklum karna terbatasnya ruang kelas jadi ada yang masuk siang. Sekolah ku ini jadi satu dengan SMA, betapa ramainya jika jam istirahat berbunyi. Ketika itu sepeda yang biasa kupakai untuk membawaku ke sekolah ternyata mengalami kerusakan dan harus dirawat dibengkel sepeda dekat rumah, jadi aku malah merepotkan mama atau papaku untuk menjemput dan mengantarkan ke sekolah, biasanya jika aku bersepeda. Sering kawanku yang berdarah keturunan arab ini berbarengan pulang karna kebetulan jalan rumah kami sejalur.

Mentari sudah mulai condong kearah barat sembari menunggu dijemput mamaku atau terkadang sopir papaku, mataku terlalu sibuk tertuju pada pepohonan disekitar yang daunnya meranggas menyisakan dahan-dahan dan ranting tua namun tetap kokoh walau kemarau melanda, dalam penantian menunggu jemputan. Dia datang mendekatiku bahkan sering duduk disampingku. Mengajak ngobrol.... Entah apa yang diobrolkan aku hanya bisa jawab sekenanya. Kikuk, canggung hanya itu yag bisa kurasakan saat seorang dara cantik mendekatiku. Aku sebenarnya tahu yang Dia lakukan hanyalah sebagai pelarian dari Hilmi yang terus mengejarnya, tak jarang jika mamaku sudah datang. Dia minta ditemani hingga yang menjemputnya datang. Tentu hal ini tak mungkin tidak mendatangkan masalah bagiku, jelas Hilmi selalu mengancamku agar aku tidak merebut pacarnya itu. Sungguh aneh..... Asmara Cinta Monyet remaja awal taun 2000an. Bahkan disaat aku sedang memunggu jemputan, duduk berdua di depan sekolah. Sering sekali aku diledekin oleh Pak Yunus: ciiyeeehh..... yang lagi pacaran. Pak Yunus adalah penjual es doger dan juga gorengan yang sangat baik, Beliau biasa berjualan menggunakan sepeda Onthel tua dengan keranjang depan untuk gorengan sedangkan bagian belakang diisi dengan gerobag esnya. Saking baiknya seringnya aku diberikan sekantong es dan dan gorengan, katanya buat bekal nunggu jemputan biar ndak laper.

Ternyata Tuhan berkata lain dan aku pun hanya sebentar sekali mengenal Dara cantik ini. Dia harus pindah karna suatu kasus yang tak dapat ku jelaskan disini kawan semua. Karna saat itu tidak hanya Dia saja yang dikeluarkan tapi ada temannya yang juga seorang perempuan ikut dikeluarkan dari sekolah. Anehnya ada perasaan sedih, kesal yang berdesir di dadaku saat itu, padahal jelas aku tak pernah merasakan rasa sayang pada Dia. Kepergiannya sangat mendadak, bahkan untuk mengucapkan kata perpisahan pada teman-temannya tak sempat. Ingin rasanya sekedar meneleponnya, tapi aku tak tahu sama sekali nomer telepon rumahnya. Mau bertanya pada kawan perempuan yang mengenal Dia. Aku tambah malu karna kawannya ini termasuk salah satu anggota geng cewek-cewek cantik di sekolah dan cukup terkenal maka bertambah malu untuk bertanya.

Masa SMP Ini aku lebih memilih extra kurikuler bela diri dan yang menjadi daya tarikku adalah pencak silat. Sebenarnya aku menyukai olah raga basket, karna bisa menunjang tubuhku yang mungil ini agar tumbuh besar dan tinggi. Tapi aku urungkan niat karna perkataan papaku, nak..... "Kamu ini anak lelaki harus bisa jaga diri, kehormatan keluarga dan orang-orang yang kamu sayangi" kata-kata itu selalu terngiang ditelingaku sampai sekarang. Bersyukur dimasa SMP ini bisa lebih mengenal Tuhanku dan dimasa peralihan dari anak-anak menjadi remaja ini. Kelebihan yang aku miliki kadang timbul secara tiba-tiba. Mungkin karna aku lebih dekat dengan Tuhan dan sering berpuasa. Dimasa SMP ini Pernah sekali aku menyukai seorang dara remaja, tubuhnya mungil namun padat berisi serta "aset"nya yang menyembul dibalik kemeja lengan panjangnya. Wajar cimon alias Cinta Monyet ala Anak SMP diawal millenium. Kisah SMP kulalui dengan wajar dan mulai belajar untuk membiasakan agar tidak kaget seumpama ada makhluk gaib yang sengaja menampakkan diri. karna disaat itu seringkali tak sengaja bertemu dengan makhluk gaib mulai dari hanya sekedar samar-samar berupa asap putih hingga nampak jelas nyata di depanku.
Perubahan paling besar yang terjadi di masa SMP ini adalah tubuhku yang menjadi kurus, awalnya bobot tubuhku mencapai hampir 60kg dengan tinggi badan yang hanya 150 sentimeter. Betapa gemuknya aku saat itu kawan, sempat sakit yang lumayan parah. Namun tak sampai harus menginap di rumah sakit, membuat tubuhku banyak kehilangan berat badan, hingga berakhir dibobot 40kg. Bersyukur karna extrakurikuler yang aku ikuti dapat membantu ketika masuk di SMA Negeri Favorit di kotaku.

Kejadian Horor yang paling saya ingat adalah Ujian kenaikan tingkat pencak silat, dimana diadakannya Jurit malam. kawan semua pasti tahu apa itu jurit malam???....... biasalaaah, uji mental. Dimana dilepas stau persatu dengan hanya modal peta untuk sampai ke tempat finish. saat menuju kesana akan ditakut-takuti oleh pelatih yang menyamar menjadi Hantu, sayangnya disaat seperti itu hantu yang asli ikut nongol. Kalo ini sich nggak seram kawan, pengalaman seramnya malah ketika kami berkemah di sebuah tempat yang dekat dengan Danau. Terletak di salah satu desa di daerah Bedugul, pelatih sengaja mengajak outbond kesana agar lebih menyatu dengan alam. Pengalaman pertama ikut kemah di pegunungan, digembleng jam 11 malam buat latihan pencak silat pula, katanya biar ndak kedinginan, biar nanti lebih hangat suhu tubuh jadi tidur ndak kedinginan. Batin saya...... Pala Loe peyang, ini udh kisut luar dalem masih aja digembleng. Bahkan sebelum penutupan malam itu satu persatu dari kami diuji keahlian bela dirinya. modal bodi protektor doang buat nahan pukulan di badan, kebayang sakitnya saat kuda-kuda goyah dan dengan mudahnya kena hantaman sapuan dari lawan.
Hawa yang dingin bikin susah untuk tidur, alhasil setelah subuh kami melakukan pendakian di bukit dekat situ. Kurangnya istirahat hampir membuatku pingsan, untung ada salah seorang pelatih yang tahu dan membantu saat turun kebawah karna lelah mendaki. Saya, Ahmad dan seorang pelatih akhirnya sukses turun dari pendakian. Sempat saat malam akan istirahat terjadi sedikit kegaduhan karna datangnya kuntilanak mengganggu disekitar tenda kami. Terdengar suara cekikikan khas yang terasa menakutkan dan seperti terdengar jauh. Biasanya jika suara terdengar jauh maka makhluk gaib itu sebenarnya sudah berada disekitar kita, malah kalo suaranya terdengar dekat biasanya masih jauh dari kita. Begitu juga sumber suaranya jika terdengar di depan biasanya makhluk tersebut ada di belakang kita.
Untungnya kegaduhan tersebut dapat diatasi dan tidak sampai terjadi adanya kesurupan.
Masa SMP pun berakhir. Nilai EBTANAS ku cukup memuaskan, yaa..... Walaupun untuk bisa masuk SMA negeri ya masih pas-pasan, untungnya ada prestasi olah raga dari extra kurikuler yang kuiikuti. Jadi bisa memberikan nilai lebih untuk diterima di SMA Negeri incaranku.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Dauh.Tukad
mejeng dlu gan..jadwal update berapa lama sekali?
profile-picture
one5imuze memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 1 balasan
ok lah gan semoga tiada kentang di antara kita yh
keep posting om ts.seru..😀

Bagian 7 ( Ada Cerita Dimasa SMA )

Putih biru telah berganti jadi putih abu-abu, sialnya saya terjebak mengikuti MOS (masa orientasi siswa) yang tak lebih hanya sebagai penggojlokan yang terfasilitasi😓. Dibalik semua itu ternyata ada berkahnya, karna saya bertemu dengan beberapa teman SD dan juga teman SMP. Maklumlah..... Bali itu pulau kecil apalagi hanya seputaran Denpasar pasti bakal ada yang namanya loe.... Lagi.... Loe.... Lagi kawan. Tahun 2002 awal melangkah menjadi siswa SMA disalah satu SMA Negeri di Denpasar, menyenangkan. Dapat bertemu kawan lama dan juga kawan baru lagi. Masa ini adalah masa menyenangkan dan juga masanya pencarian jati diri, haus akan hal-hal baru dan tantangan yang tentunya memacu adrenaline.

Masuk masa SMA awal penerapan sistem semester menggantikan sistem caturwulan dalam kurikulum belajar mengajar di sekolah. Kelas 1 terpaksa harus dijalani siang hari, hal ini terjadi karna saat itu sedang terjadi perombakan gedung besar-besaran demi menampung jumlah siswa baru yang membludag. Seingat saya Angkatan sebelum saya hanya 5 kelas, sedangkan angkatanku menjadi 13 kelas dengan rata-rata per kelas berisi 50 orang siswa dan siswa. Perombakan dilakukan tak hanya untuk menampung jumlah siswa yang banyak, akan tetapi juga untuk menjadikan sekolah ini lebih nyaman bagi para guru dan siswa. Extra kurikuler kegemaranku masih tetap kujalani kawan, biasanya diadakan di hari minggu di rumah sang pelatih. Menelusuri bagian perbagian dari sekolah ini, ternyata banyak juga makhluk gaib yang tinggal. Terutama dibagian aula sekolahan terasa penunggu gaib disitu adalah seekor ular yang sangat besar. Tower sekolah ada kakek-kakek wara-wiri, ruang lab dan kelas paling belakang ada sosok mbak Kunti. Kawan baru lagi dan tentunya banyak bertaburan gadis-gadis cantik, sungguh masa yang menyenangkan kala SMA.

Kelas 1 ada seorang gadis yang aku sukai, tubuhnya proporsional dengan rambut sedikit ikal dengan wajah khas timur tengah. Pengalaman lucu sempat terjadi saat pelajaran agama Islam, karna kita semua yang muslim dikumpulkan menjadi satu di ruangan perpustakaan dari kelas 1 sampai kelas 3 dan kami yang masih kelas 1 terpaksa masuk lebih awal untuk mengikuti mata pelajaran agama Islam. Saat menunggu guru agama Islam datang mengajar, kami sibuk membaca buku yang ada di perpustakaan dan saya lebih memilih membaca koran pagi tadi sambil sesekali melihat berita di tivi saat itu siaran tivi lagi tivi di sedang menayangkan acara bang napi. Biasalah..... Reflek saat melihat berita pem*rkos**an sebut saja dia Bunga, saya menoleh kearah tivi. Abis itu disahutin ama kakak kelas 3 yang pas duduk disebelah, sambil berkata Hayoo..... Seneng nonton berita beginian ya??....

Saya: (mbatin dalam hati..... Siyaall, nie cewe nyaut aja tapi cantik sich) heheehehehe..... Namanya juga reflek Kak penasaran aja
Intan: halaaah.... Ngeles, oiyaa kenalkan aku Intan.
Saya: salam kenal juga kak, saya J...... Santoso
Setelah itu kita sedikit akrab dengan perkenalan yang sebenarnya hanya basa-basi belaka, hingga Dia bertanya....
Intan: eehhh.... Nomer hape kamu berapa??
Saya: maaf kak..... Saya ndak punya hape
Intan: yaellaaaahh.... Haree gene??... ndak punya hape!!! Helloow???.... ndak punya hape apa pelit nie kasih nomernya???
Saya: beneran kak, saya ndak punya hape. Adanya telepon rumah itu pun telepon rumah milik orang tua saya, bukan milik saya.
Intan: dasar pelit!!!..... (Sembari menjulurkan lidahnya lalu berdiri dari bangku sebelahku sambil mengipas-ngipaskan rambutnya yang hitam lurus kayak iklan shampoo eeehh.... Tepatnya abis dicatok hehehehehe..... 😂 lalu pindah ke bangku dekat pegawai perpustakaan.

Hanya bisa mbatin.... Ada-ada saja ini cewek.... Guru agamaku pun datang, memperkenalkan diri dengan nama Pak Samanhudi. Yaa.... Dalam cerita ini kalian cukup mengenalnya dengan nama itu, walaupun bukan nama sebenarnya yang aku tulis. Setelah 1 semester berlalu, bersyukur nilai agamaku bagus, alhasil malah kena tugas tambahan dari guru agamaku untuk membantu mengoreksi jawaban ujian semua murid dan sebagai upahnya, saya bebas sesuka hati untuk ikut atau tidak?? pelajaran agama serta nilai agama dijamin bagus terus. Sssstttt!!!..... Tapi ini rahasia antara kita ya kawan pembaca sekalian hehehehehe...... 😂😂. Mohon maaf juga jika ternyata ada kawan SMA saya disini yang membaca tulisan ini dan tahu, ternyata yang mengoreksi nilai ujian agama dan memberikan kata-kata manis di soal ujiannya bisa jadi itu saya 😁. Merasakan juga yang namanya senioritas kakak kelas maupun teman sekelas yang memiliki kuasa lebih di sekolah.

Kelas 1 ini saya pulang pergi berjalan kaki saja karna jarak sekolah dengan rumah dekat hanya 2 kilometer. Kenapa tidak naik sepeda??.... Karna sepedaku beralih fungsi jadi kendaraan bagi karyawan papaku saat ingin keluar entah main ke temannya atau nonton orkes di pasar malam. Karna jelas lebih aman, siapa juga yang mau nyolong sepeda butut. Lagipula aku senang berjalan kaki karna tiap pagi dan siang bisa lihat serombongan calon-calon suster cantik lengkap dengan pakain suster putih dan rok diatas lutut dengan warna senada yang berangkat atau baru pulang dari sekolah di Akper (Akademi Keperawatan) mengendarai sepeda gayung. You knowlaah what i mind gaaess..... Biasa penyegar mata siang hari. Ditambah masa itu pagi di kota denpasar masih sepi dan riuh suara tegur sapa saat saling berpapasan jalan. Kelas 1 saya lebih sering jadi korban disuruh-suruh oleh mereka yang berduit untuk berbelanja, tapi enaknya pasti ada komisinya jadi yaa.... Saya kerjakan saja toh menghasilkan.

Kelas 1 naik tanpa hambatan, di kelas 2 ini bersyukur dibelikan sebuah sepeda motor bebek, walaupun bukan motor yang trend di tahun 2003 tapi saya sangat senang. Pintarnya papaku, karna aku belum punya SIM malah sering banget disuruh jemput si kembar adekku yang bontot pulang sekolah. Setelah itu mengantarkan kain batik ke garment di daerah oberoi-seminyak. Terbukti efektif, jadi keinginan keluar bawa motor tercapai dan tujuannya jelas, padahal takut juga kalo ketilang, tapi papa bilang kalo ketilang minta surat tilang aja jangan mau kasih bayar ditempat. Di masa ini badai hidup mulai menggoyahkan. Adik keduaku Santi harus menjalani operasi ke jakarta dan memakan waktu cukup lama. Saya hanya ditinggal dengan adik pertama dan si kembar beruntung, mbah Ibu atau kemudian saya menyebutnya eyang putri mengurus kami.

Ingat betul saat itu uang tidak sampai sejuta untuk sebulan, sebenarnya lebih dari cukup jika untuk sebulan. Untuk biaya makan 5 orang plus biaya SPP, ternyata hingga 2 bulan berikutnya masih harus di Jakarta untuk kontrol. Dengan sangat terpaksa kedua orang tuaku harus disana dul. Beruntung ada sodara kakek yang tinggal di daerah Menteng, jadi tidak pusing biaya tinggal selama disana. Kami disini sudah mulai kelimpungan. Orderan batik dari tamu asing papaku saat itu lagi sepi, apalagi habis kejadian bom bali pertama, jadi tak ada satupun pegawai yang di rumah. Mereka masih berkelana ke juragan batik lainnya mengumpulkan impian hari tua. Bolos sekolah, jangan ditanya hari ini bikin surat sakit, besoknya ijin esoknya lagi tanpa keterangan alias alpa otomatis seminggu absensi di papan sekolah bagi yang tidak masuk jadi SIA SIA selama sebulan. Ya.... Inilah masa badung yang kujalani. Hampir diberikan surat cinta oleh Guru BK (bagian kesiswaan) akhirnya saya mulai masuk sekolah. Perubahan terjadi, awalnya jadi pesuruh berakhir jadi tukang palak. Jahatnya yang saya palakinmulai adik kelas, teman seangkatan dan kakak kelas.

Dengan cara halus tentunya, anehnya mereka nurut saja, saya curiga ketika itu menggunakan ilmu keenam untuk mempengaruhi mereka atau mungkin muka saya ini kacung miskin jadi mereka mudah memberikannya???...... Jika ada yang bertanya nggak takut salah malak ternyata dia jago beladiri???..... Beruntung sekali tidak terjadi, malah mereka tahu saya sedang kesusahan terutama dalam hal keuangan. Sering mereka membantuku dan tutup mata jika aku harus malak ke teman-teman yang lain. I have power mungkin itu ungkapan yang tepat???.....
Sssstttt...... Akan kuberitahukan 1 lagi rahasiaku saat masih sebagai anak badung dulu. Biasanya saya dan beberapa sahabat karib sedari kecil menjerat Wedus balap atau kambing kota yang liar di jalanan, bukan mencuri dari rumah orang. Kemudian dijual ke rumah makan yang menyediakan menu tersebut. Selain wedus balap kadang menjerat biawak, hasilnya lumayan. Sahabat-sahabatku malah tidak meminta sepeserpun hasil jerih payah mereka, kata mereka....kamu butuh duit, kita ini sudah saling kenal sejak kecil, dari masih ingusan sampe ketahuan baca stensilan 3 ribuan ramai-ramai di kebon belakang. Susah senang kita lalui..... Udah ndak usah dipikirin, entar malem kita kudu beraksi lagi sikat wedus balap lagi buat nambah keuanganmu.

Kalian mau bilang perbuatan saya ini Biadab????...... Jahat???..... Uang yang didapatkan Haram.... Iya saya akui itu. Silahkan saja tak mengapa.... Aku tidak dendam pada kalian kawan, karna aku tahu kalian tidak berada dalam posisiku. Apa yang bisa kulakukan saat itu???.... Remaja 17 tahun dengan keuangan morat-marit tanpa keahlian. Keahlian beladiriku juga masih kalah dengan teman-teman di perguruan. Jam terbang mereka lebih tinggi, beberapa kali seleksi juga kalah point. Apalagi saat itu sedang gencarnya diutamakan putra-putri daerah yang berprestasi dan saya akui prestasi mereka sangat bagus bahkan sampai bisa membawa pulang medali emas saat PON yang diadakan tahun itu, tapi mereka sangat baik padaku, sama sekali tak membedakan suku ras dan Agama. Nunggu kiriman uang juga tidak mungkin, duit buat berobat dan operasi papaku dapatkan dari menggadaikan rumah warisan orang tuanya dan itu sangat tidak cukup bila harus berbagi dengan kami.

Kami yang ditinggalkan hanya bisa berdoa, berdoa dan berdoa dalam tiap shalat bahkan aku sempatkan menyelipkan doaku disepertiga malam. Masa SMA ini saya tidak merokok apalagi minum-minuman keras seperti teman-teman sebayaku. Doa kami terkabul, adekku pulang dengan selamat. Meskipun dokter menganjurkan untuk enam bulan berikutnya kontrol lagi kemudian setahun berikutnya setiap tahun hingga tiga tahun untuk melihat apakah sel kankernya sudah benar-benar hilang.
Hubunganku dengan Ririe.... Oiya sampai lupa kawan, Ririe itu gadis yang aku taksir dulu. Berwajah timur tengah dengan cantiknya yang natural. Ririe Semakin lengket bahkan kadang sedikit berani, bayangkan saja...... lagi asyik-asyiknya ngobrol di depan kelas. Sebagai gambaran kawan tiap kelas kami biasanya ada kursi panjang permanen dan taman persegi di depannya, biasa dipakai buat duduk sambil ngobrol.

Kala itu aku sedang asyiknya ngobrol dengan teman-teman cowok satu geng depan kelas. Tiba-tiba Ririe datang dengan tenangnya langsung duduk dipangkuanku dan mengambil permen lolipop yang ada dimulutku. Dikulumnya permen tersebut habis itu malah dibalikin lagi dimasukin ke mulutku. Awalnya.... ya risih dan malu banget diledekin teman-teman sekelas. Ciiiyyeeehh!!!..... Suami istri mesranya, belom malem jumat ini masih senin bro!!!..... Tapi saya lebih memilih diam tak menanggapi, hanya menganggap angin lalu dan Ririe yang asyik ikut nimbrung juga terlibat obrolan dengan teman-teman perempuan yang kebetulan ada disitu sekedar tersenyum. Ririe ini merupakan gadis pertama selain mama dan adek perempuanku yang mau aku antarkan pulang.

Dari kelas 1 sampai kelas 3 jadwal mata pelajaran olah raga selalu dapatnya hari rabu dengan jadwal tiap 2 minggu sekali berenang. Saya yang kurus kering tak bisa renang, akhirnya bisa juga berenang itupun karna malu teman yang lain pada bisa renang, belajarnya di pantai bareng sahabat di perumahan. Kesalahan lain yang kulakukan adalah ikut ngeGym karna malu dengan berat badan yang hanya 45kg, sempat diskusi dengan papa katanya jangan sekarang tapi nanti saja setelah lulus SMA. Membayangkan tubuhku dimasa SMA Lebih mirip pecandu, gaya pakaian SMAku berbeda dengan yang lain ciri khas celana cutbray baju agak longgar. Kiblatku saat itu band yang hits dengan salah satu lagunya berjudul Pos*s*ve, sedangkan jaman itu sedang trend lagu beraliran grunge dan punk. Remaja SMA jaman itu trendnya celana komprang ala rapper dengan baju rada ketat agak kayak maho-maho nggak jelas gitu plus kancing depan dibuka sebiji tak lupa lengan baju dilinting dan rambut klimis berjambul ala Tintin ada juga yang dibikin mohawk tapi nggak sampe skinhead. Sedangkan yang cewek-ceweknya asli dach pakaian sekolah mereka full pressbodi, apalagi pas primadona sekolah yang lewat sampe bikin susah nelan ludah sama celana mendadak sesak dibagian depan, wangi parfum minimarket yang iklannya sering banget beredar di tivi yang ada wangi jeruk, Tutty fruitty atau melati plus rambut rebounding hasil catokan, maklum lagi hits banget trend rebounding yang hasilnya rambut lurus kayak sapu ijuk itu kawan. Padahal smoothing sudah ada cuman belum ngehitz.

Paling kuingat saat sudah penjurusan di kelas Tiga dan jurusan yang aku pilih adalah Bahasa. Alasannya simple.... nggak mau ribet ngitung dan juga tertarik dengan bahasa Prancis. Selain itu, karna nilai fisika dan kimia saya di kelas dua bertengger di angka empat dan tiga bertinta merah, sedangkan matematika diangka Lima kemudian ekonomi dan akuntansi malah berada diangka 7 dan 8,5. Waliku menganjurkan masuk IPS, tapi aku lebih memilih bahasa sebagai kelas terakhir di SMA. Beruntungnya lagi Ririe sekelas denganku di kelas tiga tapi tetap tak sebangku, karna SMA Negeri dimana aku sekolah ini mewajibkan yang putra sebangku dengan putra dan yang putri sebangku dengan putri demi menghindari hubungan yang tidak-tidak.
Sempat terjadi kehebohan saat pagi hari, dimana mentari baru mulai merangkak naik dan embun pagi masih tersisa dipucuk dedaunan. Kejadian inj terjadi di kelas paling pojok sebelah kiri. Sebagai gambaran, kelas yang ada di sekolahku membentuk Letter N dimana pojok belakang kanan dan kiri ada Pura untuk sembahyang.

Kami ramai-ramai lihat ke kelas tersebut, terlihat jelas sosok kuntilanak berdiri melayang di sebelah meja guru dengan tawa khas nya hiii..... Hiihiii.... Hiihiii...... Hiiii..... Tentunya ini bukan pertunjukkan teater apalagi pentas cosplay. Ini real hampir semua yang datang pagi itu melihatnya. Beruntung kelas tersebut masih terkunci dan salah seorang guru kami yang bisa mengatasi kejadian ini segera datang. Setelah ditanyakan ternyata kelas tersebut sempat digunakan untuk perbuatan asusila. Sungguh sangat disayangkan, jika kalian pernah dengar atau malah pernah menonton salah satu video yang tak pantas yang dilakukan oleh sepasang muda-mudi SMA Negeri di Balidi tahun 2004-2005 hingga video tersebut sempat masuk berita stasiun tivi nasional. Maka kawan semua bisa menebak dimana saya menghabiskan masa SMA.
Pengalaman paling parah saya adalah saat berkelahi dengan salah satu teman di sekolah, tahu sendirilah.... jaman SMA mengejek dengan memanggil nama orang tua itu biasa. Tapi ini sudah kelewatan jika orang tuamu dihina sehina-hinanya kawan, kesabaranku sudah habis.

Saat jam pulang sekolah teman sekelas yang menghina orang tuaku sengaja saya samperin ke kelas 3. IPS 4 yang berada di lantai 2 dan ingin menanyakannya kenapa menghina orang tuaku. Baru sampai di kelas itu aku sudah dihadiahi tinta penghapus papan whiteboard oleh si Wira disekujur baju putih SMAku lalu dia berlari meninggalkanku dan teman-teman satu gengnya hanya bisa menertawakanku. Segera putar balik mengejar Wira yang belum jauh dari pandanganku dan aku memanggil nama Wira sambil berkata kasar, begitu sampai di tangga Wira berbalik menantangku. Tanpa banyak tanya kulayangkan pukulan tangan kiri yang tepat menghantam rahang kanannya. DUUGHhh..... Duuaaggh.... BRuuuggh.... Pukulan silih berganti kuhadiahkan ke wajah Wira, kemudian Tangan kanan tepat menghantam perutnya lalu kulanjutkan menghantam pelipisnya dan Wira meringis kesakitan. Tak tinggal diam teman-teman satu gengnya ikut mengeroyokku. Bak adegan film laga aku bertarung sendiri menghadapi 5 orang di beranda lantai 1 yang bisa dikatakan sempit dengan lebar beranda kurang dari dua meter. Ciiiaaattt.... Tendangan pertama mengenai sasaran hingga tersungkur menahan sakit, tangkisan, tendangan dan pukulan silih berganti. Aku pun tak luput kena pukulan, karna saking kalapnya mereka sampai kewalahan menghadapiku hingga ketika aku tepat berada di depan Wira yang mau kabur menuruni tangga segera kutarik kerah bajunya dan DUUUAAGGHH.....Duuaaggh.... Brruuughh..... Beberapa pukulan kulayangkan lagi ke wajahnya. Begitu tersungkur dan hampir jatuh ke anak tangga segera kutarik lalu kucekik lehernya seraya berkata: KAMU HARUS GANTI BAJUKU...... Wira menimpali dengan berkata: Iya Bro, aku ganti rugi bajumu. Masih dalam keadaan kalap aku angkat Wira dengan kedua tanganku bersiap aku jatuhkan dari lantai dua. Entah Setan apa yang menguasai diriku saat itu, tenagaku serasa sangat besar. Hampir saja aku lemparkan si Wira dari lantai dua, beruntung Roy dan julio serta teman se-gengnya menarik badanku dan sekuat tenaga merelaiku dari Wira dan menyuruhnya segera pulang. Seketika aku sadar kalo hampir saja membunuh teman satu sekolah.
Aku pulang dengan muka penuh memar sedikit kebiruan di pipi dan pelipis, anehnya teman-teman yang aku pukul saat itu hanya membentuk ruam kemerahan dibagian yang aku pukul dan aku tendang tanpa luka yang berarti. Tapi aku sudah menduga kalo besok mereka pasti kondisinya lebih parah dariku. Mama melihat anak lakinya pulang habis berkelahi dengan pakaian penuh tinta hanya ngedumel: bagus disekolahin malah berantem ya..... Kemudian aku jelaskan duduk permasalahannya hingga papaku yang ada disitu menimpali: tadi menang apa kalah???..... Lalu kujawab: menang pah..... Besok aku mau minta ganti rugi seragam ini. Ya udah mandi sana obatin lukamu sendiri begitu papaku berucap padaku.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
redrices dan 12 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Dauh.Tukad
Ijin buka tenda gan..
yg bahasa daerah nya di translate gan..ga semua nya ngerti soalnya
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
thanks untuk updatenya gan. tetap semangat emoticon-Smilie
Lihat 2 balasan
Memuat data ...
Menampilkan 1 - 0 dari 2 balasan
Halaman 1 dari 19


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di