Kaskus

News

metrotvnews.comAvatar border
TS
metrotvnews.com
Berbagi Tumpangan kala Bencana
Berbagi Tumpangan kala Bencana

Palu: Transportasi di Palu, Sulawesi Tengah, menjadi kendala besar masyarakat setempat pascagempa. Pasokan bahan bakar minyak (BBM) sempat terputus. Banyak kendaraan warga juga rusak terdampak bencana.


Beruntung, masih banyak warga berbaik hati dan memberi tumpangan. Hal ini dialami Medcom.id dan pewarta lain dari beragam media. 


Sejumlah wartawan awalnya ingin memantau kondisi Mamboro, Kamis, 4 Oktober 2018. Mamboro merupakan pusat pergudangan di Palu Utara yang habis disapu tsunami.


Baca: Kerugian Gempa Sulteng di Atas Rp10 Triliun


Kami terpaksa berjalan kaki cukup jauh karena tidak memiliki transportasi. Sebuah mobil pikap menghampiri di tengah perjalanan.


'Mau ke mana Bang? Kalau ke Mamboro, ayo ikut saya,' kata Budi, pria asal DKI Jakarta yang menikahi warga asli Palu.

Berbagi Tumpangan kala Bencana

Budi menunjukkan jalan menuju beberapa daerah terdampak tsunami di Mamboro


Sekitar enam pewarta dari Jakarta yang buta medan memutuskan ikut. Budi bercerita tak hanya kami yang dia beri tumpangan.


'Setiap kali bawa mobil, saya selalu kasih tumpangan kalau ada orang yang jalan. Kasihan. Kendaraan sekarang susah,' kisah Budi.


Baca: Dua Korban Asal Palu Melahirkan di Kapal


Dia tak sendirian. Kendaraan pikap, double cabin, hingga truk juga memberi tumpangan kepada warga.


Budi mengakui gempa yang terjadi pada 28 September 2018 di Sulteng meluluhlantakkan infrastruktur dan ekonomi, termasuk bisnis SPBU.


Dia jarang keluar membawa kendaraan karena BBM masih sulit didapat. Namun, kali ini Budi terpaksa berkendara 7 kilometer lebih demi mengambil pasokan bantuan bahan makanan.


'Tadi kebetulan ketemu abang,' kata dia.

Berbagi Tumpangan kala Bencana

Mamboro yang dihantam tsunami saat gempa 7,4 SR Jumat, 28 September 2018


Kami berpisah di persimpangan Mamboro ke Layana, tempat Budi tinggal. Budi menawarkan mengantar lebih jauh. Kami tolak karena melihat dia membawa bantuan dan beberapa anggota keluarganya.


Apa yang saya alami juga dialami beberapa teman lain. Salah satunya Ronald, pewarta radio asal Jakarta.


Baca: Seorang Remaja Diselamatkan dari Reruntuhan Bangunan


Dia sudah diberi tumpangan sejak hari pertama tiba di Palu. Saat itu, dia akan meninggalkan Bandara Muatiara SIS Al Jufrie menuju rumah dinas Gubernur Sulteng.


'Saya kagum. Warga masih memiliki solidaritas memberi tumpangan. Soalnya kita yang di sini tahu susahnya angkutan saat bencana,' kata Ronald.


Berbagi Tumpangan kala Bencana

Kapal terdampar di tepi Pantai Mamboro


Ronald merasa terenyuh saat ada warga yang memberi tumpangan dan air minum kala dia meliput bencana di Petobo. Padahal, air menjadi salah satu barang mewah saat Palu lumpuh.


Hal serupa juga dialami Yasir, pewarta media online. Dia diberi tumpangan salah seorang warga yang hendak menjemput bantuan. Bahkan, orang tersebut sengaja mengantarkan Yasir dan mengangkut beberapa orang lain di jalan.


'Kata si sopir, dia enggak tega. Terbayang kalau itu keluarga sendiri,' ucap Yasir.

Sumber : http://news.metrotvnews.com/peristiw...n-kala-bencana

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Berbagi Tumpangan kala Bencana Minimnya Pasokan Listik Hambat Pemulihan Jaringan Palu

- Berbagi Tumpangan kala Bencana Jokowi Tinjau Penanganan Gempa dan Tsunami di Palu

- Berbagi Tumpangan kala Bencana Pesawat Inggris Berisi Bantuan Bertolak ke Indonesia

anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
187
1
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan