alexa-tracking

Derita Guru Honorer Yang Tiada Akhir

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9d02a1a2c06ebf248b4567/derita-guru-honorer-yang-tiada-akhir
Derita Guru Honorer Yang Tiada Akhir
Derita guru honorer di negeri ini seolah isu politik yang terus terjadi tanpa akhir. Kisahnya bak drama film yang selalu menyisakan kepiluan. Dari kasus guru yang dipenjara gara-gara menegur siswanya, guru yang dilecehkan dalam kegiatan belajar mengajar sampai penganiyayaan terhadap guru hingga sang guru menjemput ajalnya.


Semangat revolusi mental yang digaungkan dalam pemerintahan presiden Jokowi justru mengalami cacat mental. Belum ada program strategis untuk menanggulangi masalah pendidikan di negeri ini. padahal APBN dibidang pendidikan dianggarkan mencapai 20%. Presentase ini sangat fantastis jika disbanding dengan presemtasi APBN bidang lainnya. Tapi perubahan kearah yang lebih baik, seolah mengambang dipermukaan.

Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi Kurtilas, belum mampu merubah kearah yang positif, padahal sistem dan metodenya sudah dibuat sedemikian rupa. Aspek penilaian Afektif, Kognitif, dan Psikomotorik dikatrol sedemikian rupa, selain intelektualnya siswa siswa juga  diajarkan bagaimana ia mengembangkan kreatifitasnya dan yang paling penting adalah sikapnya kepada rekan dan gurunya.

Terus, jikalau pendidikan dirasa belum ada kemajuan dimana salahnya?, apakah guru yang kurang memahami sistem Kurtilas?, apakah memang siswanya susah diatur karena terkena candu gejet?, apakah orang tuanya dirumah yang tidak ikut serta memantau proses belajar anaknya?, atau memang karena pemerintah kurang memperhatikan kesejahteraan guru, sehingga para guru mencari pekerjaan sampingan diluar jam mengajar. Semuanya salah jika saling menyalahkan satu sama lain, yang harus kita lakukan adalah sama-sama mengevaluasi diranahnya masing-masing.

Pasca pembunuhan seorang guru oleh murid yang terjadi di Sampang Maduri, jagat media social dihebohkan dengan kasus tersebut. Mereka yang lahir di era orde baru menilai siswa di zaman Jokowi jauh berbeda jika disbanding dengan generasi yang terlahir di orde baru, dimana mereka sangat hormat, patuh, dan sayang terhadap guru. Sedangkan digenerasi saat ini siswa berani membangkang, melecehkan, bahkan membunuh guru. Terkadang perilaku criminal yang dilakukan oleh siswa didukung oleh orang tuanya.

Hal senada juga dirasakan oleh Sri Winarti, Guru disalah satu Sekolah Dasa (SD) di Indramayu, Jawa Barat. Guru yang akrab disapa Bu Wina ini menuturkan “ zaman saya SD, masih takut sama guru, dan say selalu menganggap guru adalah orang tua di sekolah. Patuh serta taat kepada peraturan sekolah. Orang tua di rumah pun 90% mensupport anaknya agar maju, dan mendukung program-program sekolah”. Bu Wina menambahkan bahwa siswa zaman sekarng sudah berani melawan guru, bahkan perilaku demikian dianggap mereka hal yang wajar, selain itu mereka juga tidak takut dihukum jika berbuat salah, dan bahkan tidak menganggap guru sebagai orang tuanya di sekolah.

Sadar akan tugasnya sebagai guru sangatlah berat, Bu Wina tak mudah putus asa. Sebagai guru zaman now, ia tau apa yang harus dilakukan kepada siswa zaman now. Baginya menanamkan dan mengimplementasikan pendidikan Budi pekerti masih sangat relevan untuk menanamkan  nilai-nilai moral untuk siswa zaman now. Tugas guru bukan hanya mengajar ia juga harus menjadi teladan, mengevaluasi, mengawasi, ditambah lagi mengurus administrasi para siswa seperti rapot dan sebagainya. aplikasi cat cpns

Meskipun gajinya hanya Rp. 300.000,- per bulan, Bu Wina tidak pernah mengeluh, justru ia sangat bersukur. karena ia sangat ikhlas dan tulus mendedikasikan ilmu, waktu, dan tenaganya untuk ikut serata mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagaimana amanah mukodimah Undan-Undag 1945. Kendati demikian bu Wina tidak pernah menuntut banyak kepada pemerintah. Ia hanya berharap pemerintah Indramayu segera menetapkan SK bagi guru honorer, sebagaimana yang sempat ia janjikan. Agar para guru honorer mendap gaji sewajarnya. Karena tidak semua guru bisa menerima gaji yang tak wajar. Karena kebutuhan setiap guru berbeda-beda, apalagi guru yang sudah berkeluarga dan punya anak, pasti kebutuhan hidupnya tinggi.

Tak sedikit guru yang memiliki profesi sampingan seperti jadi guru les, buka usaha kecil-kecilan, dan profesi lainya. Hal tersebut dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Jika hanya mengandalkan dari gajinya sebagai guru honorer tentu akan sangat kurang karena gajinya tak wajar. Agar guru bisa full mengajar, mengevaluasi, memonitor, atau mengawasi siswa tentunya pemerintah harus memberi gaji yang sewajarnya untuk para guru honorer. Jika pendidikan adalah memanusiakan manusia, maka sebagai steakholder pendidikan guru juga harus dimanusiakan oleh pemerintah.

Dari sekian banyak kasus dan tindakan yang tak pantas dilakukan oleh para siswa, Bu Wina Berpesan kepada seluruh wali murid atau orang tua siswa diseluruh Indonesia, agar memberikan perhatian lebih kepada anak, memberikan kasih sayang yang utuh kepada anak, ikut serta mengajarkan nilai-nilai agama, moral, social, dan sopan santun. Karena bagaimanapun orang tua terutama ibu adalah madrasah/sekolah pertama bagi anak-anaknya. Orang tua jangan pernah membentak, berbicara kasar kepada anaknya ketika ia sedang melakukan kesalahan. Karena hal tersebut bisa tersimpan dalam ingatannya dan bisa saja ia akan mengulangi ucapan/prilaku orang tuanya kepada teman-teamannya di sekolah.

Bu Wina merupakan salah satu potret guru honorer di Indonesia. Masih banyak Bu Wina lainya yang bisa jadi nasibnya kurang bagus dari Bu Wina. Ibarat pribahasa, Guru di gugu lan dituru. Jika pemerintah ingin pendidikan Indonesia Maju, maka sejahterakanlah para gurunya.
image-url-apps
kalau kagak lulus seleksi brarti situ yg bego, belum layak jadi guru emoticon-Traveller

bulan ini pendaftaran pns guru banyak peluang, syaratnya ijasah univ akreditasi B buruan daftar biar nasib situ soal perduitan berubah
langsung aja tes CPNS guru, nggak usah pake honorer2an, keliatan banget KKNnya...di negara maju dan negara lain nggak ada tuh honorer2an gak jelas kayak di negaraku. Pengalaman di Canada di negeri aku tinggal saat ini, nggak ada ricuh2 soal HONORER.
KASKUS Ads
image-url-apps
kaum nasbung ya? emoticon-sudahkuduga
Reply to 4141525's post
image-url-apps
Quote:


Gaji 300ribu sebulan,selama bertahun2 harus gagal PNS krn tes administrasi,kalo ortu elo yg digituin rela nggak ?
Quote:


Trus yg udah terlanjur jd guru honorer usia udah 40tahun keatas mau elo suruh bunuh diri?
Reply to sibrorr's post
image-url-apps
Quote:


Dihabisi saja lah.... Buat apa? Udah tau ga kompeten, ngapain juga jd honorer....
image-url-apps
Quote:


tes administrasi bijimana ini? tesnya akademik bos
looss bos,. kalau emang ndak mampu mau gimana

bulik gw honorer 25th woles aja, dia cari usaha sampingan dagang jadi kaya raya tapi kagak mau nglepas status guru karena dia suka kerjaan itu sampai sekarang unur 53
Reply to sibrorr's post
Quote:


Suruh kerja yang lain aja daripada disuruh bunuh diri...krn sudah nggak kompeten cari yg lebih pinter dan lebih muda juga banyak kok yg mau daftar, ngapain repot. Yang lebihkampret lagi TS bikin thread tanpa sumber
Reply to sibrorr's post
image-url-apps
Quote:


Dengarkan nak petuah agan2 di atas. seperti yang ente bilang ke murid2 ente ya, hidup itu pilihan dan perjuangan. kalau pingin kaya, ya jangan jadi Pns apalagi honorer. Kalau ente pilih mau masuk Pns ya ikutlah berjuang bersaing yang sportif. Kalau takut dan tidak mau berjuang, ya ente telen baygon saja. repot amir

Kalau ortu ane digituin, ya udah dari lama ane suruh cabut lag. Ane modalin lah buat wirausaha, biar nggak ngeluh mulu kayak ente. Kerjaan kan bukan cuma honorer saja. Repot amir ente mikirnya

image-url-apps
udahlah, gk usah jadi guru honorer. Persetan dengan panggilan jiwa ato ingin ngabdi kalo ujung2nya ngeluh.
image-url-apps
habis bidan muncul guru honorer
image-url-apps
Syukurnya cebong kagak perlu sekolah emoticon-Traveller




Yg bata ane siap2 aja. I see you kid
image-url-apps
Quote:


Ya klo tau gagal administrasi, diperbaiki lah. Emang lu mau negara menerima PNS dengan kualitas abal2?
image-url-apps
Masalahnya banyak Honorer yang gak mau upgrade dirinya sendiri.yang dikejar cuman tunjangan,sertifikasi,PNS..

Coba biar rada berguna disekolah negeri uang tunjangan baik fungsional/sertifikasi minimal 25% dialokasikan untuk pengembangan guru seperti seminar,beli laptop/lcd,buat rencana dan media pembelajaran,dan kebutuhan mengajar biar gak dihamburkan.

Kalau masih noob tapi Pingin banyak ya...ngajar di sekolah swasta yang bonafit

Atau minimal punya kompetensi Wira usaha,negeri gak fullday kan?

Atau solusi terakhir,Sekolah negeri biarin diisi PNS aja,kurang guru buka aja tes lagi..

JANGAN JADIKAN HONORER LADANG SUARA DENGAN JANJI PNS
......


image-url-apps
Jaman SBY dulu guru honorer diperhatikan.
Banyak honorer yg diangkat dan banyak pula yg dinaikkan gajinya.
Umur pensiun pun diperpanjang.
Itu baru pemimpin yg amanah. emoticon-thumbsup

Lah di Jaman Plonga-Plongo ini guru honorer kok tidak diperhatikan.
Dibiarkan menderita sampai busuk.
Pengangkatan PNS pun dimoratorium.
Bener2 pemimpin yg tidak amanah.
Pemimpin boneka kodok plonga-plongo peliharaan simbok.
Disuruh mangap, ya mangap aja. emoticon-Gila emoticon-thumbdown
image-url-apps
Yahh bgitulah nasib guru2 honorer di sini..
image-url-apps
Jadi honorer juga kemauan sendiri, resiko juga sudah diketahui.

Lantas kenapa mengeluh?
Quote:

Swasta bonafid ga kalah sama PNS syaratnya:
- jurusan kuliah linear
- pendidikan profesi (kuliah lagi)
- sekolah islam harus apal sekian jus, do'a2, hadits. kristen sama palingan
- pengalaman >2 thn
- dedikasi waktu untuk pengembangan diluar jam kerja

gaji sekitar UMR saja kecuali sudah sertifikasi emoticon-Mewek
kalo sekolah kristen baru gede, tp berapa %?

bagi tenaga pendidikan & kesehatan (kec. dokter), PNS is the best. makanya dibela2in. ..
Reply to xneakerz's post
image-url-apps
Quote:


Pelayanan sekolah negeri sebagian kacau gan,masak di daerah ane kepsek SD Nyambi ngeGrab?

murid dikit gak masalah,yang penting tunjangan dan gaji lancar?

Ada yang berani jamin kalau semua honorer diangkat kinerjanya jadi lebih baik?

Nilai UKG juga cuman segitu-gitu aja.

Mending swasta kalau disini...
×