alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Wow, Benda Sederhana Ini Berharga Selangit Pada Masa Lalu !
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b8956ded77043318b4568/wow-benda-sederhana-ini-berharga-selangit-pada-masa-lalu

Wow, Benda Sederhana Ini Berharga Selangit Pada Masa Lalu !

Wow, Benda Sederhana Ini Berharga Selangit Pada Masa Lalu !


Saat ini, kita hidup di masa yang berkelompahan, Hal-hal yang mungkin tak pernah dilihat nenek moyang kita seumur hidupnya, dengan mudah bisa kita pesan ke rumah. dan, benda yang kita anggap biasa saat ini dulu dianggap sumber kebanggaan saking langkahnya.

emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up

1. Pretzel

Pretzel adalah kue lezat yang populer, dengan bentuknya yang unik, dengan tiga simpul. Namun tahukan anda, Pretzel adalah hidangan para raja. Seperti yang terjadi di Swedia pada Abad ke 17. Sekitar tahun 1614, Pretzel dianggap kedupan yang bergensi sehingga kerajaan merasa wajib menghidangkannya dalam pesta pernikahan sesama kaum darah biru. Simpul dalam pretzel dianggap menggambarkan penyatuan dua insan, termasuk kekayaan kedua keluarga. Praktik tersebut melahirkan istilah “Tying The Knot”

2. Lada hitam

Pada Abad pertengahan, lada hitam yang biasa ada di dapur kita saat ini adalah produk paling berharga di muka bumi. Tak ada perbandingan bisa mengumpamakan betapa mahalnya harga pada masa lalu. Dibawa Eropa dari jalur Sutra, dari kerala di India selatan, rempah tersebut sedemikian berharga sehingga para pedagang di Venesia Genoa bisa mematok harga sesuka hati mereka. Itu yang membuat lada memiliki status sebagai barang mewah, hingga akhirnya, orang Eropa sudah bosan dipermainkan para pedagang Venesia dan memutuskan untuk mencari lada ke tempat asalnya.

3. Alumunlum


Alumunlum saat ini digunakan hampir dalam segala hal, dari mobil ke kaleng kemasan makanan. PAda pertengahan Abad ke-19 Alumunium begitu berharga, sampai-sampai Pemerintahan Amerika Serikat ingin melapisi salah satu monumen kebanggannya dengan logam tersebut.

Pada 1884, Harga 28 Gram alumunium mencapai US&1 nilai yang besar pada masa itu. Belum lagi ditambah biaya tenaga kerja. Rata-Rata waktu yang dibutuhkan pekerja untuk menghasilkan 28 gram alumunium, minimal adalah 10 jam kerja. Akibatnya aluminium menjadi semacam simbol status kemakmuran.

4. Buku

Saat ini, kita bisa dengan mudah mengunduh ebook hanya dengan usapan jari. Buku tak harus berdiri atas lembaran kertas. Pada masa lalu, buku adalah barang yangs sangat berharga. Sebagai orang yang bertanggung jawab atau mesir, simbol status terbesar Ptolemy III adalah perpustakaan Alexandra koleksi buku terbesar di dunia.

5. Pala dan Ranjang

Pala (Myristica Fragrans) adalah jenis rempah aromatik yang memiliki efek halusinogen ringan jika dikonsumsi berlebihan. Pala kini bisa didapatkan dengan mudah di supermarket bahkan dijual sekelas warung. Namun, pada abad pertengahan, pala buka hanya rampah berharga.

Melainkan bernilai paling tinggi di dunia. Pada tahun 1930-an, nilainya bahkan lebih mahal dari emas. Sejumlah kejadian gila terjadi pada era perdagangan rempah-rempah. Misalnya, Spanyol dan Portugal secara harfiah saling membunuh, menewaskan ribuan orang, hanya demi cengkeh. Pada tahun 1600-an, Run Pulau kecil penghasil pala di indonesia menjadi properti paliing berharga di muka bumi. Inggris belanda terlibat perang sengit untuk memprebutkan pulau yang panjangnya hanya sekitar 3 kilometer dan lebarnya 1 kilometer itu.

6. Tempat Tidur

Sastrawan terbesar Inggris, William Shakespeare, menulis ini dalam surat wasiatnya “Aku memberikan tempat tidur terbaik keduaku untuk istriku”. Terdengar menggelikan, memang, itu jika kita berpikir bahwa ranjang adalah benda biasa. Para ahli Shakespeare berusaha memecahkan makna di balik kalimat tersebut. Namun, seandainya maksud sang sastrawan adalah furnitur, pada Abad ke-17, tempat tidur punya nilai sangat berharga.

7. Gelas dan Piring Pecah

Di Jepang, keramik yang pecah bisa dianggap lebih berharga dari pada yang utuh. Sekitar Abad ke-15 Shogun (Sei-i Taishogun) atau pemimpin militer di Negeri Sakuta memperkerjakan sejumlah pengrajin yang memiliki teknik estetis memperbaiki termbikar yang pecah

Dikenal sebagai kintsugi, teknik tersebut menggunakan resin berwarna emas untuk menyatukan pecahan keramik. Seni tersebut sesuai dengan gagasan WAbi-Sabi, menemukan keindahan di balik ketidaksempurnaan.



Sundull Gan!!! Jangan Lupa Subscribe!

emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul Up
Urutan Terlama
Kalo di Indonesia ada juga breee...
Batu akik yg tempo lalu harganya sampe em eman
Sama puun dolar juga breee sekarang gak ada harganya breee..
Quote:


hahaha, bnr juga tuh gan 👍
emg siake tuh eropa... mereka mengeksploitasi pala dari kita... yang bikin wabah siapa... yang dibunuh siapa
Kalau gelas dan piring yang pecah itu mah kerajinan, maksudnya jaman sekarang juga benda sederhana ditangan yang ahli juga bisa jadi mahal.
Diubah oleh rausanvikri
mahal pada jamanny krn eksklusif n terbatas sumbernya

yg aneh it mahal krn efek dr monkey bussiness emoticon-Big Grin ,
gada gambarnya, males baper
Diubah oleh lastlast


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di