alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Penjelasan KKN dan Kerugiannya di Lingkungan Guru dan Murid
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9b13c2c0d7701c458b4568/penjelasan-kkn-dan-kerugiannya-di-lingkungan-guru-dan-murid

Pengalaman Saya terjebak KKN di Sekolah dulu (BACA SAMPE HABIS)

KKN adalah suatu tindakan yang sangat merugikan bagi setiap kalangan masyarakat dan negara , dikarenakan KKN hanya menguntungkun suatu pihak tertentu yang memiliki kekuasaan berlebih sehingga orang-orang kecil dan jujur akan dirugikan .

Oleh karena setiap hal yang berhubungan dengan KKN harus cepat di hilangkan dan dihapuskan dari kebiasaan masyarakat , khususnya negara Indonesia .

KKN sendiri adalah gabungan dari kata Korupsi , Kolusi , dan Nepotisme

Baiklah untuk lebih jelas lagi mengenai KKN 230798blog akan menjelaskannya :

1.Korupsi
Korupsi dalam bahasa Latin disebut corruptio dari kata kerja corrumpere yang memiliki banyak makna seperti busuk, merusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyuap

Korupsi sendiri adalah suatu tindakan pejabat publik, baik politisi, pegawai negeri, yang menyalahgunakan kekuasaannya mengambil atau mengakali hak milik orang lain demi kepentingannya sepihak sehingga dapat merugikan banyak kalangan masyarakat

Dari sudut pandang hukum, tindak pidana korupsi secara garis besar terdiri dari beberapa unsur berikut :
perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasimerugikan keuangan negara atau perekonomian negara. memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan), penggelapan dalam jabatan, pemerasan dalam jabatan, ikut serta dalam pengadaanmenerima gratifikasi
Dalam arti yang luas, korupsi adalah penyalahgunaan jabatan atau kekuasaan resmi untuk keuntungan pribadinya sendiri.

2.Kolusi
Kolusi adalah suatu perbuatan yang tidak jujur atau kecurangan dalam melakukan kesepakatan khusus secara diam-diam atau tersembunyi dengan melakukan penyuapan sebagai pelancar atau pelicin agar segala urusannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan.

Contoh dari kolusi :

Penyuapan agar diterima menjadi PNS Penyuapan dalam mencuci nilai rapor sekolahPenyuapan agar diterima di sekolah negeri favorit

3.Nepotisme
Nepotisme berasal dari kata Latin nepos, yang memiliki arti "keponakan" atau "cucu".

Jadi , jika disimpulkan Nepotisme adalah sikap plihkasih dengan lebih mementingkan anak, kerabat, atau orang terdekat dalam segala urusan sehingga tidak memandang nilai atau kemampuan seseorang yang tidak dekat dengannya .

Biasanya nepotisme identik dengan orang-orang besar seperti penjabat, direktur, dan sebagainya.

Contoh dari Nepotisme :

Seorang Gubernur mengangkat semua anggota keluarganya menjadi penjabat pemerintahan di provinsi yang dipimpinnya , sehingga tdak menilai para orang yang lebih layak berda di posisi itu.

Thanks to :

Sumber : www.poscampur.org

Menurut pengamatan saya, KKN ini masih sangat sering terjadi di Indonesia. Contohnya saja kecurangan kecurangan pada seleksi penerimaan pekerja, suap di kalangan politikus, sampai di dalam lingkungan sekolahan juga masih ada KKN.

Jadi ceritanya waktu itu saya masih duduk di bangku smk, saya adalah seseorang yang tekun dalam belajar. Tugas, pr, atau ujian pun saya lakukan dengan sungguh sungguh. Di kelas pun jika guru bertanya saya bisa langsung menjelaskannya di hadapan teman teman satu kelas.

Kelas 10 saya sangat senang karena saya mendapat peringkat 3 di kelas semester 1 dan 2, namun saya agak sedikit kecewa karena teman saya yang saya pikir kurang dalam belajar dan menjalani tugas tugas menjadi peringkat ke 2 hanya karena dia ketua kelas. Yah tidak masalah buat saya.

Naik ke kelas 11 saya mulai magang dan menaati peraturan dengan baik. Hanya saja di tahun ini saya kurang produktif karena sering demam di pertengahan tahun. Mungkin memang karena absensi, saya langsung turun ke peringkat belasan. Tapi peringkatnya menjadi tidak masuk akal karena banyak teman teman saya yang jarang buat tugas tapi saya tidak, saya tetap membuat tugas karena ini adalah bekal saya di masa depan. Lambat laun saya menyadari bahwa teman saya yang memiliki peringkat 1 ayahnya adalah seorang guru. Dan dia kenal dengan wali kelas saya, yah bisa dibilang kawannya lah.

Naik ke kelas 3 saya semakin terpuruk di semester 1 saya langsung hancur di peringkat 25, teman satu kelas dekat rumah saya pun komplain karena dia juga turun ke peringkat 23. Dia berkata bahwa selama ini peringkatku tidak pernah turun separah ini, paling tidak sampai 10 besar itu masuk akal tapi ini GILA dia bilang. Saya tahu bahwa guru juga punya alasan untuk menentang saya bahwa mereka berlaku tidak adil dengan kami. Tapi ini tidak masuk akal, karena kami adalah murid yang taat, giat belajar, nilai ujian kami pun diatas yang lain, hanya karena mereka kenal dekat dengan wali kelas saya, kami berdua pun digeser habis habisan. Semester ke dua juga saya masih terpuruk di bawah 10 besar tepatnya di peringkat 19 dari 39 siswa. Bukti bahwa saya lebih baik dari teman teman saya adalah nilai UN saya tertinggi di kelas bahkan di sekolah adalah salah satu yang terbaik. Yah tapi ini tidak merubah apapun penilaian saya dimata guru guru.

Inilah kkn yang terjadi di masa saya sekolah dulu. Dampaknya saya susah masuk ke perguruan tinggi negeri, dan susah dapat pekerjaan. Dan mereka teman teman yang saya aggap kurang tersebut menurut saya dipaksakan guru guru untuk terus maju tanpa di beri bekal ilmu dari mereka. Apakah ini adil ? Tidak. Jika saya tahu akan terjadi seperti ini, tentu saja saya lebih memilih tidak pernah belajar dari kelas 10 sampai tamat ketimbang harus susah payah tanpa hasil yang jelas. Tapi perjuangan itu harus dilakukan karena Yang Diatas lebih tahu mana jalan yang terbaik buat kita

Ini pelajaran yang saya dapat dari pengalaman ini. Tolong untuk anda calon guru guru, TOLONG SEKALI untuk jangan memperhatikan murid murid tertentu saja, tapi berikanlah perhatian kepada seluruh murid. Karena jika ini terjadi maka akan berlaku ketidakadilan. Dan jangan pernah menurunkan budaya bahwa siswa yang mendekati guru itu nilai atau peringkatnya akan menjadi bagus, karena ini bibit KKN dan membangun karakter PENJILAT kepada murid murid. Dekat sama guru itu boleh tapi setidaknya adil dalam pembagian nilai dan peringkat.

Sekian, Terima Kasih



Diubah oleh rizapadlevi


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di