alexa-tracking

Kumpul Kebo dengan Budak ala Orang Eropa di Hindia Belanda

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b9a9dd09252338f4b8b4567/kumpul-kebo-dengan-budak-ala-orang-eropa-di-hindia-belanda
Kumpul Kebo dengan Budak ala Orang Eropa di Hindia Belanda
Budak tak hanya disuruh bekerja di ladang dan beres-beres rumah, tapi juga jadi teman tidur tuannya.

tirto.id - Dengan tenaga yang dimilikinya, budak punya nilai ekonomis. Mereka mengerjakan berbagai jenis pekerjaan kasar. “Budak dipekerjakan sebagai tukang, pekerja kebun, di galangan kapal, di gudang atau di rumahtangga. Ada yang harus menjual hasil pertanian atau melacur, supaya si pemilik mendapat rezeki,” tulis Adolf Heuken dalam Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta (2016). 



Biasanya budak-budak itu berasal dari tawanan perang maupun orang yang berutang. Belakangan, cara menilai budak di Nusantara juga berkembang.



“Awalnya harga budak ditentukan dari usia dan tenaganya, namun pada abad XVIII harga beli seorang perempuan muda dua sampai tiga kali lebih tinggi daripada harga beli laki-laki.” Penyebabnya adalah “banyaknya imigran laki-laki Tionghoa. Karena mereka butuh istri.” 



Lama-lama bukan hanya orang Tionghoa yang perlu teman hidup, tapi juga orang Belanda dan Arab. Hanya bentuk relasinya dan ikatannya saja yang berbeda. Orang Arab yang Islam biasanya menikahinya, meski hanya secara siri. Begitu juga orang Tionghoa. Orang-orang Belanda kebanyakan tetap memperlakukannya sebagai budak. Tak perlu pernikahan sama sekali. Mereka memilih mengambil budak karena alasan praktis. 



Menurut Heuken, "Laki-laki di Betawi, baik itu Belanda, Tionghoa, Melayu dan Arab membutuhkan budak untuk kimpoi. Sebab wanita Belanda, Tionghoa, Arab asli hampir tidak ada." 



Beberapa orang Belanda yang pernah tidur dengan budak pernah jadi Gubernur Jenderal Maskapai dagang Hindia Timur alias Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Biasanya, mereka berhubungan dengan budak-budak itu sebelum punya istri Belanda. Maklum, mendatangkan perempuan dari Negeri Belanda di masa itu, sangat mahal ongkosnya. 





Salah satunya adalah Reinier de Klerk (1710-1780) yang menjadi Gubernur Jenderal VOC dari 1777 hingga 1780. “Waktu belum berjabatan tinggi, de Klerk kumpul kebo dengan seorang wanita berstatus budak,” tulis Heuken. De Klerk memulai kariernya sebagai perwira Angkatan Laut VOC itu pernah jadi akuntan dan pedagang VOC sebelum menjadi pejabat tinggi di VOC. 



Setelah kaya, barulah dia menikahi Sophia Westplam—putri dari keluarga terpandang. Sementara itu, anak laki-laki dari hubungan gelapnya dengan budak perempuan pun dikirim ke Negeri Belanda. Gubernur Jenderal pendahulu de Klerk, Gustaaf Willem Baron van Imhoff (1705-1750), menjabat 1743 hingga 1750, juga pernah punya kisah dengan budak. 

Kumpul Kebo dengan Budak ala Orang Eropa di Hindia Belanda





Setelah C.M. Huysman meninggal dunia pada 1743, “[Baron] van Imhoff menerima seorang wanita budak belian cantik, hadiah dari Ratu Bone. Setelah kekasih ini dibebaskan dan dibaptis, diberi nama Helena Pieters, lalu dinikahi van Imhoff. Dua dari tiga anak hasil pernikahan ini disahkan dan pindah ke Belanda,” tulis Heuken. 



Di luar daftar Gubernur Jenderal VOC, seorang Belanda terkenal lainnya adalah Herman Warner Muntinghe (1773-1827). Dia salah satu anggota Dewan Hindia. Laki-laki kelahiran Amsterdam ini pernah menjadi penasehat Letnan Gubernur Jenderal Inggris di Indonesia, Thomas Stanford Raffles. H.W. Muntinghe juga melakukannya. Dia kumpul kebo dengan tiga budak perempuan yang masih muda, meski sudah beristri perempuan Indo-Belanda.



Thomas Stanford Raffles, yang dikenal sebagai laki-laki mulia di jajahan Inggris itu, juga tak bertindak keras kepada orang terdekatnya yang bercinta dengan budak-budak mereka. Raffles sendiri dikenal sebagai pria yang beristri perempuan terhormat, Olivia Mariamne Devenish. Salah satu kolega Raffles yang dikenal kerap main-main dengan budak perempuannya adalah Alexander Hare. 







Hare memberi contoh ekstrem bagaimana seorang laki-laki terhormat Eropa meniduri budak-budak perempuan-perempuannya. “Dia kimpoii gadis penari 14 tahun bernama Dishta sebelum lebih lanjut berlayar ke timur,” tulis Tim Hannigan dalam Raffles and the British Invasion of Java (2012). 



Menurut Rosihan Anwar dalam Sejarah kecil "petite histoire" Indonesia, Volume 1(2004), "Dishta tadinya adalah seorang penari dari kumpulan penari dan penyanyi yang memberi hiburan pada pesta raja-raja, tuan tanah besar itu, lalu dibelinya dengan harga mahal.” 



Ketika berkuasa di Kalimantan Selatan, di bawah kuasa Raffles, menurut J. U. Lontaan dalam Menjelajah Kalimantan (1985), Hare mendapat 4.000 budak untuk mengerjakan lahan. Belum lagi 200 budak dari Sultan Banjar, untuk membuka daerah yang dikuasakan pada Hare. 



“Dari sejumlah budak tersebut, minat Hare terutama tertuju kepada budak-budak perempuan yang berasal dari berbagai etnis di nusantara,” tulis Rosihan. 


Ada Moskina dari tanah Bugis, Sarinten Jagolan dari Sunda, Mariatim dari Timor, Kodarmina dari Papua. Dari luar Nusantara, Hare tak mau ketinggalan. Selain Dishta dari India, Hare punya Marona dari Basuto, juga Nyo An dari Kanton, Tiongkok. Meski main gila sana-sini, Dishta adalah perempuan yang paling disayangi Hare.

Di luar pejabat-pejabat Eropa tadi, ada juga kalangan pedagang kaya raya di Eropa yang melakukannya juga. Salah satunya Jehoede Leip Jegiel Igel alias Leendert Miero. Pedagang emas kaya raya di Betawi yang pernah jadi pemilik rumah besar Pondok Gede dan Gedung Arsip Jalan Gajah Mada ini, menurut Heuken, meniduri empat budak perempuannya dan masing-masing budak perempuan itu memberi satu anak pada Miero. 

Menurut Menurut Victor Ido van de Wall dalam Oude Hollandsche Buitenplaatsen van Batavia (1944), dia pernah dua kali kimpoi dengan dua perempuan Belanda, tapi tak beroleh anak. Akhirnya anak-anak dari empat budak perempuannyalah yang jadi ahli waris dan memakai nama belakang Miero. 




[size={defaultattr}]

Budak perempuan tentu saja punya harga mahal di awal abad XIX itu. Di masa Raffles berkuasa, menurut catatan Heuken, seorang budak perempuan asal Bali dihargai 50 hingga 100 dolar, sementara budak laki-laki 10 hingga 30 dolar saja. Budak perempuan asal Bali sangat laku di kalangan orang Belanda dan Tionghoa. Mereka dianggap tak hanya pandai mengurus rumah tangga, tapi juga rupawan. 

Demi menjaga moral orang-orang Tionghoa agar semangat dan sehat hidupnya, Raffles pun ikut serta mengimpor budak wanita Bali untuk laki-laki Tionghoa di Singapura. Selain perempuan Bali, perempuan Nias yang sehat dan cantik juga dihargai 100 dolar. Laki-laki Eropa sendiri sering mengambil perempuan Bali atau Nias untuk dijadikan gundik mereka.[/size]

Baca juga artikel terkait SEJARAH INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Petrik Matanasi
(tirto.id - Gaya Hidup) 

Reporter: Petrik Matanasi
Penulis: Petrik Matanasi
Editor: Maulida Sri Handayani


https://tirto.id/kumpul-kebo-dengan-budak-ala-orang-eropa-di-hindia-belanda-ctr6


banyak orang indon yang merupakan keturunan dari budak seks londoemoticon-Matabelo
Bisakah Hari Ini Kita Memiliki Budak Dan Menyetubuhinya Tanpa Dinikahi?

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1420891240

Pertanyaan :


Assalamu 'alaikum wr. wb.
Salah seoang teman lama tiba-tiba mengisim sms kepada saya. Rupanya sekarang dia ikut gabung dengan ISIS di Suriah sana. Yang menarik perhatian, teman lama itu menawarkan bahwa dia sekarang menjual budak yang bisa dibeli kalau tertarik. Terus terang saya bingung, maka saya kirim pertanyaan ini kepada ustadz :

1. Bisakah di masa kita sekarang ini kita memiliki budak? Misalnya dengan jalan membelinya atau karena orang kafir kalah perang lalu mereka kita jadikan budak. Apakah hukum-hukum yang terkait dengan perbudakan sudah dihapus dari Al-Quran?

2. Mohon penjelasan ustadz terkait status budak di masa lalu, apakah benar-benar seperti hewan? Benarkah budak wanita yang kita miliki itu boleh disetubuhi tanpa harus dinikahi terlebih dahulu?

Wassalam

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Di masa sekarang ini nampaknya kita kesulitan untuk memiliki budak. Sebab sudah tidak ada lagi sistem perbudakan. Di mana pun di muka bumi ini kita tidak akan menemukan pasar budak yang legal dan diakui secara hukum resmi. Kalaupun ada, sebenarnya cuma perdagangan manusia (human traficking) liar yang diperangi oleh semua hukum yang ada. Dan tentu saja status hukumnya bukan budak.

Adapun peperangan yang terjadi di berbagai belahan dunia ini, walaupun saling berbunuhan namun harus diketahui bahwa tetap berlaku hukum peperangan. Buktinya ada pengadilan penjahat perang, dimana para pemimpin peperangan bisa saja dihukum karena melanggar kode etik dan hukum perang yang berlaku.

Dan hukum peperangan yang berlaku di dunia international tetap tidak mengakui adanya perbudakan bagi rakyat yang negaranya kalah perang. Adapun perilaku yang dilakukan oleh kelompok separatis yang memperbudak manusia, jelas secara status tidak bisa diakui sebagai budak.

Jadi Anda tidak bisa datang ke wilayah konflik untuk sekedar membeli budak dari kalangan tawanan perang. Kalaupun komandan perang itu memang buka lapak dan kios budak yang dijual, tetap saja jual-beli manusia itu ilegal untuk ukuran zaman sekarang.

A. Apakah Ayat Quran Tentang Halalnya Budak Sudah Dihapus?

Para ulama di masa sekarang ini berbeda pendapat. Sebagian dari mereka mengatakan hukum-hukum terkait dengan budak sudah tidak berlaku lagi di masa sekarang. Alasannya karena perbudakan sudah hilang dari muka bumi.

Namun sebagian kalangan mengatakan bahwa hukumnya tidak dihapus, sebab penghapusan hukum syariah itu hanya boleh terjadi di masa Rasulullah SAW saja, yaitu selama wahyu belum berhenti turun. Yang terjadi adalah bahwa sistem perbudakan untuk zaman sekarang ini sudah tidak ada, oleh karena itu hukum-hukumnya untuk sementara tidak terpakai alias nganggur, tetapi bukan berarti hukum-hukum itu dihapus.

Lagi pula siapa yang bisa menjamin kalau sistem perbudakan tidak muncul lagi di dunia? Sebab peradaban-peradaban besar yang pernah ada di muka bumi datang silih berganti. Peradaban besar hancur lalu manusia memulai lagi peradaban itu secara primitif. Dan bisa saja suatu ketika perbudakan muncul lagi di muka bumi.

B. Perbedaan Budak dan Orang Merdeka

Kalau kita bandingkan antara budak dengan orang yang merdeka, ada beberapa poin utama, antara lain :

1. Setengah Manusia Setengah Hewan

Meski secara fisik berbentuk manusia, namun secara nilai, status dan kedudukan, seorang budak setara dengan hewan. Boleh dibilang, budak adalah hewan yang berwujud manusia. Atau bisa juga sebaliknya, budak adalah manusia dengan kedudukan setingkat hewan.

Di masa sekarang ini kita mungkin agak sulit membayangkan realitas ini, tetapi umat manusia sepanjang puluhan abad telah hidup di tengah perbudakan manusia atas manusia.

Para budak itu tidak dianggap sebagai manusia yang utuh, tetapi dianggap hanya separuh manusia. Selebihnya, manusia hanya seharga hewan peliharaan.


2. Dimiliki Sebagai Aset Produktif

Ketika seorang tuan memiliki budak, maka kepemilikannya atas budak itu setara dengan kepemilikan atas nilai suatu harta, atau hewan ternak dan hewan peliharaan.

Dengan kata lain, memiliki budak berarti memiliki investasi, karena budak termasuk harta yang produktif, yang bisa menghasilkan pemasukan, baik berupa uang atau sejenisnya. Bahkan budak juga bisa dipelihara untuk dikembang-biakkan.

Orang kaya biasanya punya banyak budak dari berbagai jenis dan level. Berapa jumlah budak yang dimiliki oleh seseorang di masa itu, adalah salah satu ukuran status sosial, dan juga ukuran tingkat kekayaan yang dimiliki.


3. Diperjual-belikan

Karena nilai budak tidak lebih dari sekedar aset, maka budak bisa diperjual-belikan dengan harga yang ditawarkan dan disepakati.

Di semua kota dan peradaban di masa lalu, selalu ada pasar budak, dimana budak-budak didatangkan dari jauh untuk dipamerkan dan ditawarkan kepada penawar tertinggi.

Tidak terkecuali di Kota Mekkah Al-Mukarramah di masa itu, juga ada hari-hari dimana orang datang ke pasar untuk menjual atau membeli budak. Juga ada para broker yang selalu siap mensuplai budak-budak yang dibutuhkan.

Biasanya semakin kuat dan kekar seorang budak, harga jualnya akan semakin tinggi. Dan budak perempuan terkadang punya nilai harga tertentu, baik dari segi kecantikannya, atau juga dipengaruhi dari jenis dan ras budak itu.

Persis kalau kita datang ke toko hewan peliharaan, harga hewan-hewan itu bervariasi tergantung dari banyak faktor.


4. Tidak Punya Hak Kepemilikan

Budak adalah aset yang dimiliki, meski berwujud manusia, tetapi kedudukannya seperti hewan, sehingga tidak punya hak kepemilikan atas harta.

Budak dipekerjakan oleh tuannya, hasilnya 100% milik tuannya. Persis seperti pemilik delman yang memelihara kuda untuk mengangkut penumpang, uang pembayarannya sepenuhnya menjadi pemilik delman. Kuda itu sendiri tidak punya hak serupiah pun atas tenaganya.

Demikian juga peternak sapi, semua yang dikerjakan sapi termasuk susunya, 100% menjadi hak milik peternak, dan bukan hak milik sapi. Sapi cukup diberi makan, minum dan perawatan.


5. Disetubuhi Tanpa Dinikahi

Yang berlaku di semua peradaban manusia saat itu bahwa budak wanita yang dimiliki boleh disetubuhi oleh tuan pemiliknya, tanpa lewat proses pernikahan sebelumnya.

Dan hal itu juga berlaku di dalam syariat Islam. Di dalam Al-Quran Al-Kariem disebutkan hal tersebut :

وَالذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (QS. Al-Mu’minun : 5-6)

Namun penting sekali untuk dicatat bahwa bukan Islam yang mengada-adakan sistem perbudakan ini. Islam datang ketika sistem perbudakan seperti di atas sudah berlaku ribuan tahun lamanya. Sehingga dalam proses tasyri', sebagian dari sistem hukum yang berlaku secara international itu tidak bisa dihindari untuk sementara.

Tetapi sekarang ketika sistem perbudakan sudah 100% tamat di seluruh permukaan bumi, maka hukum-hukum di atas yang awalnya masih diakui syariah, secara otomatis tidak berlaku lagi.

C. Memperlakukan Manusia Merdeka Sebagai Budak Hukumnya Haram

Seluruh peradaban dunia di masa lalu memang pernah melegalkan perbudakan manusia dan diakui dalam sistem hukum positif. Pasar budak di masa itu legal dan diakui secara resmi. Dan para budak itu menjadi aset kekayaan sah dan legal di mata hukum.

Lalu datanglah syariat Islam yang meruntuhkan sistem perbudakan ini secara manis. Bukan hukumnya yang dihancurkan, tetapi para budaknya yang dihabisi lewat berbagai macam paket pembebasan budak. Islam mengharamkan riba yang jadi cikal bakal tumbuhnya perbudakan manusia. Islam juga menghukum mati penyamun di padang pasir, yang paling getol menjadikan manusia merdeka sebagai budak.

Islam juga menetapkan bahwa orang merdeka yang nikah secara resmi dengan budak, maka anak yang dilahirkan otomatis anak merdeka. Sehingga cara ini memperkecil populasi jumlah budak di dunia.

Bahkan dari 8 ashnaf zakat, salah satunya adalah biaya untuk membebaskan budak dengan jalan diberi uang penebusan diri. Pelanggar puasa di siang hari dengan berjima' maka dihukum dengan membebaskan budak. Membunuh nyawa secara keliru juga dihukum dengan membebaskan budak. Melanggar sumpah dihukum dengan membebaskan budak. Menzhihar istri dihukum dengan membebaskan budak.

Maka kalau hari ini ada pihak-pihak yang justru ingin menghidup-hidupkan lagi perbudakan, apalagi lewat jalur perang dan pembegalan, maka mereka itu bukan hanya berbuat dosa tetapi secara trang-terangan menentang Rasulullah SAW dengan cara menginjak-injak misi kemanusia yang beliau SAW bawa.

Intinya, merampas kemerdekaan tiap manusia dengan cara menjadikannya sebagai budak adalah sebuah kejahatan kemanusiaan dalam pandangan syariah Islam, dan sekaligus juga kejahatan perang.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc., MA


emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo
image-url-apps
Kalau jepang ama cina daratan mah muka sama
Jadi gak keliatan bedanya emoticon-Big Grin
KASKUS Ads
image-url-apps
Mengleng banyak jadi budak seks japan di nanking bahkan lebih banyak dan setelah ga kuat langsung di bunuh.
kalau di amerika paling biadab sampai bayi dijadikan budak seks
image-url-apps
Belum2 udah ada yg kelojotan

emoticon-Cape d...

Padahal realitanya emang sebagian populasi di Indo ini memang hasil dari moyangnya dulu kumpul kebo sama orang2 pendatang yg datang ke Indo bersama2 dengan VOC. Kalo bukan karena itu, terus gimana caranya sebagian orang2 Indo bisa punya traits mendekati bule/nigga walaupun merasa garis moyang2nya gak pernah ada yang nikah sama non-pribumi??

emoticon-Cape d...
Quote:


Gak ada hubungan ama berita
image-url-apps
perbudakan terselubung masih hidup dan eksis di dunia yang katanya bebas ini.caranya lsbih halus tapi efeknya terhadap objek perbudakan masih sama
image-url-apps
Buat yg gak tau soal itu...coba cari buku2 sejarah deh. Asli pernah baca cuma lupa judulnya karena yg terngiang2 cuma isi bukunya doang.

Ada tuh sejarawan yg pernah ngebahas jejak2 ex-batalion negro VOC yg jauh2 diboyong dari Cape Town buat ikut perang di Jawa untuk setelah selesai perang pada dilepas ternaturalisasi dengan warga2 pribumi di beberapa tempat di pedalaman Jawa yang meninggalkan jejak genetik tertentu yg familiar dengan yg ada di afrika selatan.

Belum lagi buku2 yg ngebahas tentang hasil 'cinta terlarang' antara orang2 wanita pribumi dengan para meneer yg sama2 meninggalkan jejak genetik di beberapa garis keturunan 'pribumi'. Sama jg kasusny kayak merchant2 arab dan india yg kimpoi mawin dengan pribumi.

Intinya sih, suka atau enggak, gak ada yg namanya "pure pribumi". Apalagi kalo moyangnya dari garis cewek memang pernah ada yg masuk ke kategori budak belanda.

emoticon-Cool
image-url-apps
Quote:


nanti ente dikatain sama si AHYAN...

SAMAWI RADIKAL lho...? emoticon-Leh Uga
Anak cucu budak itu sekarang pada jadi artis indo di sinetron
image-url-apps
Quote:


Masih mending di bilang radikal, daripada di bata soljin 50cent pkcemoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Quote:


bisa di liat dari komuknya, kalau komuk Austronesia mah ane ga yakin ibu mereka bukain pintu buat bule2,cokin, bahkan arabemoticon-Wkwkwk
image-url-apps
itu yg di idam kan barisan yg pengen khilafah demi selangkang ajah
image-url-apps
brati kita semua keturunan anak haram bre emoticon-Selamat
Reply to schonne's post
image-url-apps
Quote:


Yang deket2 aja deh
Ada tuh di beberapa wilayah gadisnya kawai2 muka jepang kawaaaai emoticon-Wowcantik
Dulu daerah sono bekas tangsinya tentara jepang
Quote:


Quote:


sampe segitu bencinya dgn china tong
apapun beritanya china selalu dibawa bawa

berita native indon yg dibahas tapi koment musti chinak chinak
emoticon-Nohope
untung gw turunan badak
image-url-apps
Quote:


sampe segitu bencinya dgn Negeri sendiri tong
apapun beritanya Negeri sendiri selalu dibawa bawa

lu berak makan cuki disini tapi berita kaya gini lu bawa-bawa.
pancasila mata lu segaris.
kasihan, si ts ini menderita inferiority complex. neneknya mantan jugan lanfu di nanking dulu. kabur ke selatan di perbudak sama londo. untungnya republik ini merdeka jadi anak haramnya bisa jadi WNI. sayangnya tuh nenek yg trauma digenjot sana-sini mewanti-wanti anak cucunya harus melestarikan darah murni mereka. padahal mah engga

cucunya (si ts) yg masih sekolah dan baru melek internet karena tinggal dipedalaman takjub dengan pencapaian pemerintah menlen saat ini. akhirnya karena usia dan kejiwaan yg masih labil dia mengklaim diri sebagai keturunan murni (padahal engga) biar dikira sehebat orang menlen padahal lahir, berak, tumbuh besar disini. bahkan menginjakkan kaki di menlen pun belum pernah. dia menolak kenyataan klo orang menlen kebanyakan cacat mental karena dia merasa keluarga dia yg sama sipitnya ini beradab (ya jelas wong tinggalnya dimari bukan di menlen)

nah karena krisis identitas itulah, untuk menguatkan klaimnya (dan meyakinkan diri sendiri) dia lacurkan diri jadi 50c di kaskus dan mengolok-olok negara tempat dia dilahirkan dan dibesarkan mungkin dengan harapan suatu hari bisa diboyong ke menlen oleh 50c pusat. benar" bocah ga tau terima kasih. sudah untung lahir dan besar disini yg menjunjung tinggi adab. klo lahir lu di menlen bakal jadi ahyan lu emoticon-Traveller
×