- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Popularitas Erick Thohir Dianggap Bukan Jaminan Menangkan Pilpres. Opa JK Meragukan?
TS
madcabonger2018
Popularitas Erick Thohir Dianggap Bukan Jaminan Menangkan Pilpres. Opa JK Meragukan?
Popularitas Erick Thohir Dianggap Bukan Jaminan Menangkan Pilpres
Minggu, 9 September 2018 08:52 WIB

Bakal calon presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), dan pengusaha Erick Thohir setelah memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai popularitas Erick Thohir menyukseskan Asian Games 2018 dan ketenarannya sebagai pengusaha muda tak selalu menjadi poin plus bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) - Ma’aruf Amin. Hal ini diungkapkan Siti terkait pemilihan Erick sebagai ketua tim kampanye kubu Jokowi.
Menurut Siti, popularitas ketua tim pemenangan saja tak cukup bila tidak didasari dengan talenta di bidang politik.“Dia (Erick Thohir) adalah orang awal dan tergolong baru yang menapak di level nasional,” ujar Siti saat dihubungi pada Sabtu, 8 September 2018. Siti mengatakan yang lebih penting dari popularitas sosok tim pemenangan ialah kemampuannya mensinergikan kekuatan-kekuatan politik yang tergabung dalam suatu koalisi.
Siti mengatakan banyak contoh nama, seperti Erick Thohir, yang mungkin tenar dan dikenal publik, namun tak cukup sukses saat menyemplung di kancah politik. Padahal, ketua tim kampanye, ujar Siti, bertugas mengumpulkan kekuatan suara koalisi dan memenangkan pasangan calon.
https://nasional.tempo.co/read/1124916/popularitas-erick-thohir-dianggap-bukan-jaminan-menangkan-pilpres/full&view=ok
JK: Soal Olahraga Erick Thohir Hebat, Tak Tahu Kalau Politik
Kamis 06 September 2018, 16:07 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui kehebatan Erick Thohir di bidang olahraga, yang telah terbukti dengan suksesnya Asian Games 2018. Namun JK belum mengetahui kehebatan Erick di bidang politik.
"Kalau soal kerja (bidang olahraga), Erick hebat, buktinya Asian Games. Tapi saya tidak tahu kalau di bidang politik," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).
JK mengaku belum mengetahui rekam jejak Erick di dunia politik. Dia pun kembali menegaskan Erick hebat di bidang olahraga.
"Saya belum tahu (rekam jejak politik). (Erick) anak hebat untuk bekerja di bidang olahraga, di bidang soal begini-begini (event olahraga)," ujarnya.
JK menyebut tidak dilibatkan dalam pemilihan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, termasuk pembahasan Erick yang disebut menguat menjadi Ketua TKN.
"Saya belum tahu (Erick menguat jadi Ketua TKN). Saya kan tidak terlibat dalam pemilihan itu," tuturnya.
Demikian halnya saat ditanya soal peluang Erick menjadi Ketua TKN. "Saya nggak tahu, jangan tanya saya," jawabnya.
Sebelumnya, nama Erick menjadi salah satu yang terfavorit sebagai ketua tim sukses pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy menyebut nama Erick memang menguat.
"Itu salah satu yang menguat... kita tunggu saja," ujar Rommy, Selasa (4/9).
Ada alasan di balik menguatnya nama Erick sebagai ketua timses Jokowi. Kinerjanya di gelaran Asian Games 2018 sebagai Ketua Inasgoc jadi salah satu faktornya.
https://news.detik.com/berita/420056...-kalau-politik
Korupsi Asian Games 2018, Polisi Periksa Ketua KOI Erick Tohir
08 September 2018 21:46 WIB.
Jakarta | Polda Metro Jaya terus mendalami kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Kali ini, giliran Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir diperiksa selama tiga jam di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus).
"Erick menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus terkait. Diperiksa pukul 13.00 sampai dengan 16.00 WIB," ujar Kasubdit V Tipikor Reskrimsus AKBP Ferdy Irawan saat dikonfirmasi, Selasa (21/3/2017).
Ferdy menjelaskan pemeriksaan Erick kali ini hanya sebatas tupoksinya sebagai Ketua KOI. "Pertanyaannya umum saja sebagai ketua (KOI)," ujar dia.
Sementara, mantan atlet berkuda nasional yang juga Wakil Bendahara KOI Adinda Yuanita mengaku siap membantu polisi untuk mengungkap kasus dugaan korupsi Asian Games 2018. Dia siap kapanpun datang ke Polda Metro bila keterangannya dibutuhkan.
Juru Bicara dan Kuasa Hukum Adinda, Muhammad Fauzan menyatakan, kliennya dengan pengalaman yang ada dapat dimanfaatkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dalam perkara penyedia jasa kegiatan carnaval Sosialisasi Asian Games di enam kota.
"Teknis perkara memang Adinda tidak tahu, karena saat perkara itu terjadi dia sedang cuti dari posisi Wakil Bendahara di KOI dan belum aktif di Inasgoc. Dia baru bergabung di Inasgoc Juni 2016. Tapi Polisi bisa memanfaatkan pengetahuannya untuk melengkapi berkas penyidikan," ujar Fauzan, dikutip dari Antara, Minggu 19 Maret 2017.
Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Mereka yakni, Sekjen KOI Doddy Iswandi, Bendahara KOI Anjas Rivai, dan penyedia jasa kegiatan bernama Ikhwan Agus.
http://modusaceh.co/news/korupsi-asian-games-2018-polisi-periksa-ketua-koi-erick-tohir/index.html
------------------------

Beda jauhlah memoles pertunjukan entertainment macam ASIAN GAMES itu dengan memoles seorang calon Kepala Negara untuk di jual ke rakyat pemilihnya. Apalagi di zaman medsos sekarang ini. Justru gua lihat sendiri, di medsos itu serangan ke Jokowi sangat gencar sekali, terutama di Facebook dan Tweeter! Entah kenapa yak!
.
Minggu, 9 September 2018 08:52 WIB

Bakal calon presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjabat tangan dengan bakal calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kanan), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kiri), dan pengusaha Erick Thohir setelah memberikan keterangan terkait dengan formasi tim sukses kampanye nasional pilpres 2019 di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai popularitas Erick Thohir menyukseskan Asian Games 2018 dan ketenarannya sebagai pengusaha muda tak selalu menjadi poin plus bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) - Ma’aruf Amin. Hal ini diungkapkan Siti terkait pemilihan Erick sebagai ketua tim kampanye kubu Jokowi.
Menurut Siti, popularitas ketua tim pemenangan saja tak cukup bila tidak didasari dengan talenta di bidang politik.“Dia (Erick Thohir) adalah orang awal dan tergolong baru yang menapak di level nasional,” ujar Siti saat dihubungi pada Sabtu, 8 September 2018. Siti mengatakan yang lebih penting dari popularitas sosok tim pemenangan ialah kemampuannya mensinergikan kekuatan-kekuatan politik yang tergabung dalam suatu koalisi.
Siti mengatakan banyak contoh nama, seperti Erick Thohir, yang mungkin tenar dan dikenal publik, namun tak cukup sukses saat menyemplung di kancah politik. Padahal, ketua tim kampanye, ujar Siti, bertugas mengumpulkan kekuatan suara koalisi dan memenangkan pasangan calon.
https://nasional.tempo.co/read/1124916/popularitas-erick-thohir-dianggap-bukan-jaminan-menangkan-pilpres/full&view=ok
JK: Soal Olahraga Erick Thohir Hebat, Tak Tahu Kalau Politik
Kamis 06 September 2018, 16:07 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengakui kehebatan Erick Thohir di bidang olahraga, yang telah terbukti dengan suksesnya Asian Games 2018. Namun JK belum mengetahui kehebatan Erick di bidang politik.
"Kalau soal kerja (bidang olahraga), Erick hebat, buktinya Asian Games. Tapi saya tidak tahu kalau di bidang politik," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018).
JK mengaku belum mengetahui rekam jejak Erick di dunia politik. Dia pun kembali menegaskan Erick hebat di bidang olahraga.
"Saya belum tahu (rekam jejak politik). (Erick) anak hebat untuk bekerja di bidang olahraga, di bidang soal begini-begini (event olahraga)," ujarnya.
JK menyebut tidak dilibatkan dalam pemilihan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, termasuk pembahasan Erick yang disebut menguat menjadi Ketua TKN.
"Saya belum tahu (Erick menguat jadi Ketua TKN). Saya kan tidak terlibat dalam pemilihan itu," tuturnya.
Demikian halnya saat ditanya soal peluang Erick menjadi Ketua TKN. "Saya nggak tahu, jangan tanya saya," jawabnya.
Sebelumnya, nama Erick menjadi salah satu yang terfavorit sebagai ketua tim sukses pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Rommy menyebut nama Erick memang menguat.
"Itu salah satu yang menguat... kita tunggu saja," ujar Rommy, Selasa (4/9).
Ada alasan di balik menguatnya nama Erick sebagai ketua timses Jokowi. Kinerjanya di gelaran Asian Games 2018 sebagai Ketua Inasgoc jadi salah satu faktornya.
https://news.detik.com/berita/420056...-kalau-politik
Korupsi Asian Games 2018, Polisi Periksa Ketua KOI Erick Tohir
08 September 2018 21:46 WIB.
Jakarta | Polda Metro Jaya terus mendalami kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Kali ini, giliran Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir diperiksa selama tiga jam di kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus).
"Erick menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus terkait. Diperiksa pukul 13.00 sampai dengan 16.00 WIB," ujar Kasubdit V Tipikor Reskrimsus AKBP Ferdy Irawan saat dikonfirmasi, Selasa (21/3/2017).
Ferdy menjelaskan pemeriksaan Erick kali ini hanya sebatas tupoksinya sebagai Ketua KOI. "Pertanyaannya umum saja sebagai ketua (KOI)," ujar dia.
Sementara, mantan atlet berkuda nasional yang juga Wakil Bendahara KOI Adinda Yuanita mengaku siap membantu polisi untuk mengungkap kasus dugaan korupsi Asian Games 2018. Dia siap kapanpun datang ke Polda Metro bila keterangannya dibutuhkan.
Juru Bicara dan Kuasa Hukum Adinda, Muhammad Fauzan menyatakan, kliennya dengan pengalaman yang ada dapat dimanfaatkan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dalam perkara penyedia jasa kegiatan carnaval Sosialisasi Asian Games di enam kota.
"Teknis perkara memang Adinda tidak tahu, karena saat perkara itu terjadi dia sedang cuti dari posisi Wakil Bendahara di KOI dan belum aktif di Inasgoc. Dia baru bergabung di Inasgoc Juni 2016. Tapi Polisi bisa memanfaatkan pengetahuannya untuk melengkapi berkas penyidikan," ujar Fauzan, dikutip dari Antara, Minggu 19 Maret 2017.
Polda Metro Jaya telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018. Mereka yakni, Sekjen KOI Doddy Iswandi, Bendahara KOI Anjas Rivai, dan penyedia jasa kegiatan bernama Ikhwan Agus.
http://modusaceh.co/news/korupsi-asian-games-2018-polisi-periksa-ketua-koi-erick-tohir/index.html
------------------------

Beda jauhlah memoles pertunjukan entertainment macam ASIAN GAMES itu dengan memoles seorang calon Kepala Negara untuk di jual ke rakyat pemilihnya. Apalagi di zaman medsos sekarang ini. Justru gua lihat sendiri, di medsos itu serangan ke Jokowi sangat gencar sekali, terutama di Facebook dan Tweeter! Entah kenapa yak!
. 0
1.9K
13
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan