alexa-tracking

Mekanisme Adsorpsi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b6a50aad9d770814d8b4594/mekanisme-adsorpsi
Mekanisme Adsorpsi
Mekanisme adsorpsi dapat digunakan pada reactor in situ untuk mengurangi berbagai jenis kontaminan. Fase cair dari GAC dapat digunakan untuk menghilangkan banyak organic, terutama yang tidak bisa dihilangkan dengan air stripping atau biodegradasi. Pertukaran ion resin dapat digunakan untuk menghilangkan logam berat terlarut yang ada pada air tanah.



a.       Fase Cair GAC
Selama proses adsorpsi, organic terlarut dibawa ke sorbent padat dengan difusi dan diserap ke permukaan granular karbon. Untuk masalah biaya, naya konfigurasi yang sama yang bisa digunakan, biasanya informasi dari literature bisa digunakan dalam mengestimasi. Namun, kapasitas adsorpsi harus diperhatikan pada proses in situ yang mungkin bisa terjadi foul disebabkan pertumbuhan mikroorganisme dan deposisi inorganic pada dasar.  Backwash perlu dipertimbangkan untuk menambah kapasitas adsorpsi.

b.      Pertukaran Ion Resin
Reaksi pertukaaran ion mungkin bisa didefinisikan sebagai reaksi bolak-balik antara fase padat dan fase larutan. Hal yang penting dalam media pertukaran ion adalah:
-          Struktur hidrofilik
-          Kapasitas pertukaran ion yang efektif dan bisa dikontrol
-          Laju pertukaran
-          Stabilitas kimia
-          Stabilitas fisik
-          Konsistensi ukuran partikel dan luas area efektif

Presipitasi
Presipitasi dari logam berat dapat dicapai dengan memanipulasi pH dan Eh pada air tanah yang terkontaminasi yang melewati reactor in situ. Logam berat bisa dipresipitasi menbjadi hidroksid, karbonat atau presipitasi sulfide. Berikut beberapa logam berat yang dipresipitasi.

Mekanisme Adsorpsi

Oksidasi Kimia

Pada degradasi oksidatif dari senyawa organic, senyawa diubah dengan agen oksidasi menjadi senyawa yang tidak berbahaya yang memiliki oksigen lebih tinggi atau hifrogen yang lebih rendah dari senyawa aslinya. Penggunaan hydrogen peroksida atau ozon atau kombinasi dari keduanyarupakan proses oksidasi yang umum. Implementasi sistem oksidasi in situ dapat dipilih hanya ketika semua proses reaktif dari kontaminan lainnya tidak efektif terhadap kontaminan tertentu.
 
Waktu Tinggal
Faktor penting lainnya dalam merancang sistem dinding reaktif in situ adalah hubungan antara waktu tinggal air tanah yang terkontaminasi di gerbang dan laju reaksi degradasi kontaminan. Waktu tinggal rata-rata dari reactor dapat dihitung dengan membagi volume bed kosong terhadap reactor dan membaginya dengan aliran yang melalui gerbang.
Pada sistem dinding reaktif in situ lebih cendrung menggunakan sistem pengolahan pasif karena kontaminan harus mengikuti gradient aliran air tanah untuk mencapai gerbang remediasi. Pada beberapa kasus, terkadang dilakukan pemompaan downgradient.

STUDI KASUS

Pola Aliran Air Tanah
Kondisi kunci situs yang bisa menggunakan sistem funnel dan sistem gate adalah perbedaan yang mencolok antara permeabilitas pada bantalan air pada aquifer dangkal dan pada batuan dasar. Untuk memantau efek dari sistem funnel dan gate pada distribusi air, digunakan simulasi computer terhadap kondisi hidrogeologi yang berpengaruh terhadap aquifer.
Untuk meminimalisasi gangguan pada pola aliran air tanah yang alami, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, pengaruh tinggi muka air terhadap dinding. Kedua, memastikan bahwa air dapat mengakses gerbang pengoalahan.
 
Aliran dibawah Barrier
Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan, karena terdapat beberapa perbedaan karakteristik antara batuan pada akifer dan pada batuan dasar, maka kecendrungan akan terjadi aliran dibawah barrier akan terjadi kurang dari 1% dari aliran total.

Penomoran dan Penempatan Gate
Untuk menetukan volume air yang akan mencapai gerbang yang diperkirakan akan diolah, total fluks dari air terhadap situs yang digunakan menggunakan data akifer sebelumnya. Kombinasi laju alir yang melalui empat gerbang pengolahan adalah produk dari transmitiviti, panjang dari luas cross-section, dan gradient hidrolik.

Kontrol Gradien
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tekanan terhadap dinding akan meminimalisasi efek dari gradient airtanah dan pola aliran.

Desain Gerbang
Faktor desain sebagai konsentrasi kontaminan, laju alir dan waktu antara pergantian karbon, dipilih secara konservatif untuk memastikan bahwa terdapat pengolahan lain yang bisa menampung lebih banyak dari yang dibutuhkan.

×