alexa-tracking

SEJARAH MASA KEKELAMAN KEKRISTENAN DI JAMAN ROMAWI.

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b68f2581a9975501c8b4567/sejarah-masa-kekelaman-kekristenan-di-jaman-romawi
SEJARAH MASA KEKELAMAN KEKRISTENAN DI JAMAN ROMAWI.
SEJARAH MASA KEKELAMAN KEKRISTENAN DI JAMAN ROMAWI.
Kekristenan di Eropa dulu pernah mengalami Dark Age (masa kegelapan), yaitu suatu masa kemunduran dan kegelapan dimana orang orang Kristen masuk dalam persengketaan yang berdarah darah. Siapa yang menjerumuskan? Yahudi? bukan. Islam? bukan, China? bukan. Yang menjerumuskan orang Kristen saat itu adalah para pemimpin gereja sendiri. 

Masa kegelapan Eropa ini bermula dari zaman kejatuhan Kerajaan Romawi dan berakhir dengan kebangkitan intelektual pada abad ke-15 Masehi, kurang lebih 600 tahun. Lama banget ya bodohnya SEJARAH MASA KEKELAMAN KEKRISTENAN DI JAMAN ROMAWI.🙈SEJARAH MASA KEKELAMAN KEKRISTENAN DI JAMAN ROMAWI.🙈SEJARAH MASA KEKELAMAN KEKRISTENAN DI JAMAN ROMAWI.🙈

Kerajaan Romawi yang berjaya dan menguasai banyak daerah jajahan akhirnya harus jatuh. Kejatuhan kerajaan Romawi bukan karena perang atau APBN nya menipis, tapi berawal ketika agama Kristen diangkat menjadi agama negara. Sejak saat itu setiap orang dan pejabat Romawi berlomba lomba untuk menjadi pemeluk agama Kristen supaya menjadi kesayangan raja. Akhirnya pejabat pejabat kerajaan Romawi yang kompeten yg tidak beragama Kristen tergusur oleh pejabat abal abal tapi beragama kristen. Karena kerajaan dipimpin oleh pejabat pejabat Kristen yang tidak kompeten, maka pelan pelan hancurlah kerajaan Romawi. 

Keadaan ini merupakan wujud kekuasaan agama, yaitu gereja Kristiani yang sangat berpengaruh. Gereja serta para pendeta mengawasi pemikiran masyarakat serta juga politik. Mereka berpendapat hanya gereja saja yang pantas untuk menentukan kehidupan, pemikiran, politik dan ilmu pengetahuan. Akibatnya kaum cendekiawan yang terdiri dari para ahli sains merasa mereka ditekan dan dikawal ketat. Pemikiran mereka pun ditolak dan timbul ancaman dari gereja, yaitu siapa yang mengeluarkan teori yang bertentangan dengan pandangan gereja akan ditangkap dan didera, malah ada yang dibunuh. 

Salah satu yang menjadi korbannya adalah Nicholas Coppernicus yang berakhir tragis akibat teori "Heliosentis" yang ditemukannya yang mengatakan bahwa matahari adalah pusat dari tata surya. Teori ini memutar bailkkan teori Geosentris yang menempatkan bumi sebagai pusat tata surya. Teori Heliosentris-nya Coppernicus ditentang oleh para pemimpin gereja saat itu. Coppernicus memprotes dan mengatakan bahwa kemunduran ilmu pengetahuan akibat terlalu banyak intervensi dewan gereja pada sendi-sendi kehidupan, termasuk juga pelarangan terhadap temuan maupun inovasi baru yang tidak ada pada Injil. 

Dalam bukunya "Fields of Blood", Karen Amstrong menggambarkan secara detail bagaimana umat Kristen saling membunuh atas dasar legitimasi dari gereja. Gereja mempunya algojo moral yang akan menghukum umat Kristen yang kritis dan tidak menurut undang undang gereja saat itu. 

Berkaca pada pengalaman suram masa lalu, maka sekarang pihak gereja berkomitmen untuk mengambil jarak dan tidak masuk langsung ke dalam ranah politik, pemerintahan atau sains. 

Semoga kisah suram agama Kristen bisa menjadi pelajaran bagi kita semua.. HALELUYA. SHALOM.
Bayangkan kalo ormas macam HTI dan FPI menguasai negeri ini..apa yg terjadi di eropa itu akan terulang di indonesia..HTI dan FPI belom berkuasa saja kelakuannya sudah semaunya sendiri, kebenaran hanya menurut versi mereka sendiri, terorisme, fitnah dan kekerasan semuanya atas nama kebenaran dan agama..mereka teriak2 bela islam sambil menginjak injak ajaran islam itu sendiri..dan sekarang ormas HTI dan FPI lagi berkoalisi dengan kubu oposisi..ada simbiosis mutualisme diantara mereka..maka memilih jokowi itu bukan sekedar memenangkan Jokowi semata, tp menyelamatkan indonesia dari para koruptor dan para penjahat berkedok agama..mari selamatkan masa depan NKRI!
bro, mbok ya liat masa tuh jgn dr leftist BSH-an ama konservatif

Quote:


bandingin nih ama nasib pr junjungannya leftist

Quote:
KASKUS Ads
mengenai profil mbak karen armstrong

Quote:


image-url-apps
Baca sejarah lagi mas, dark age itu cuma mitos.
Quote:


betul, yg ada justru era sekuler tuh yg dark ages
baca nih, gara2 Revolusi Perancis (permulaan sekulerisme), Perancis jd kena hiperinflasi

http://bisnis.liputan6.com/read/7149...jang-sejarah-2

8. Perancis

Perancis masuk menjadi negara kedelapan yang pernah mengalami hiperinflasi. Kondisi itu terjadi pada Mei 1795 hingga November 1796. Inflasi harian Perancis mencapai 5% dan membuat harga berubah dua kali lipat setiap 15 hari, 2 jam.

Sejarah tersebut berawal dari Revolusi Prancis (1789-1799) terjadi
setelah periode Perancis telah berjalan sampai utang besar melawan perang, termasuk perang kemerdekaan AS dari Great Britain.

Satu dari kebijakan utama ekonomi Revolusi Perancis adalah nasionalisasi tanah yang sebelumnya dimiliki oleh Gereja Katolik.

Gereja dipandang sebagai sasaran empuk bagi pengambilalihan aset karena mereka memiliki banyak tanah namun memiliki pengaruh politik yang relatif sedikit dalam pemerintahan rezim.
Quote:


kok jadi tampak situ buat strawman? emoticon-Bingung

harap diperjelas situ pro atau kontra, karena sudah berapa post masih gak jelas juga apa yang situ argumen kan padahal tidak ditulis oleh TS.
Quote:


dlm sistem kapitalisme, nilai mata uang memang harus dijaga dgn cara ada pihak yg "menimbun" harta, entah itu bank, gereja, kapitalis, bangsawan, pemerintah
ini emang dianggap "urik" sama kaum sosialis
tp toh pd setiap kejadian kapitalis digulingkan oleh kaum leftist, ekonomi suatu negara jd anjlok krn yg menggulingkan sendiri justru org2 yg gak bisa ngurus ekonomi
Biar gak dianggep strawman, ya udah nih gw kasih argumen lain

https://id.wikipedia.org/wiki/Abad_P...nggapan_modern

Abad Pertengahan kerap diolok-olok sebagai "zaman kebodohan dan takhayul" manakala "kata-kata para pemuka agama lebih dihargai daripada pengalaman dan pemikiran pribadi."[323] Olok-olok semacam ini berasal dari Abad Pembaharuan dan Abad Pencerahan, manakala para ilmuwan membanding-bandingkan budaya ilmiah mereka dengan budaya ilmiah Abad Pertengahan. Para ilmuwan Abad Pembaharuan menganggap Abad Pertengahan adalah kurun waktu kemerosotan dari budaya dan peradaban tinggi dunia klasik; sementara para ilmuwan Abad Pencerahan menganggap akal budi lebih unggul daripada iman, dan oleh karena itu menganggap Abad Pertengahan sebagai zaman kebodohan dan takhayul.[13]

Sejumlah pihak justru beranggapan bahwa umumnya akal budi sangat dijunjung tinggi pada Abad Pertengahan. Sejarawan ilmu pengetahuan, Edward Grant, pernah mengemukakan dalam tulisannya bahwa "munculnya gagasan-gagasan rasional yang revolusioner pada Abad Pencerahan hanya mungkin terjadi jika pada Abad Pertengahan sudah ada tradisi panjang yang menetapkan pemberdayaan akal budi sebagai salah satu aktivitas manusia yang terpenting".[324] Selain itu David Lindberg pernah menulis bahwa, bertentangan dengan keyakinan umum, "ilmuwan Akhir Abad Pertengahan jarang sekali menerima ancaman dari Gereja dan tentunya merasa bebas (khususnya di bidang ilmu pengetahuan alam) untuk menuruti akal budi dan hasil pengamatan ke arah mana pun ia dituntun".[325]

Olok-olok terhadap Abad Pertengahan juga terungkap dalam beberapa anggapan tertentu. Salah satu kesalahpahaman mengenai Abad Pertengahan, yang pertama kali digembar-gemborkan pada abad ke-19[326] dan masih lazim dijumpai sekarang ini, adalah bahwasanya semua orang pada Abad Pertengahan percaya bahwa Bumi itu datar.[326] Anggapan ini keliru, karena para dosen di universitas-universitas Abad Pertengahan pada umumnya berpendapat bahwa bukti-bukti menunjukkan Bumi itu bulat.[327] Lindberg dan Ronald Numbers, ilmuwan-ilmuwan lain dari abad ke-19, menyatakan bahwa "nyaris tidak ada ilmuwan Kristen pada Abad Pertengahan yang tidak mengakui bahwa Bumi itu bulat, dan bahkan tentang perkiraan panjang keliling Bumi".[328] Kesalahpahaman-kesalahpahaman lain seperti "Gereja melarang otopsi dan bedah jenazah pada Abad Pertengahan", "pertumbuhan agama Kristen mematikan ilmu pengetahuan kuno", atau "Gereja pada Abad Pertengahan menghambat perkembangan filsafat alam", semuanya dikutip oleh Ronald Numbers sebagai contoh dari mitos-mitos yang tersebar luas dan masih saja dianggap sebagai kebenaran sejarah, sekalipun tidak didukung oleh kajian sejarah mutakhir.[329]
Quote:


Quote:


Quote:


ada sumber nya yg asli link nya kah, gan ??

ane msh bingung ttg hasil kesimpulan ente tsb disini.... emoticon-Thinking
Quote:


memangnya buku tersebut pasti ada kecondongan/ tendensi politik tertentu? bisa dibuktikan?

apa gak bisa dianggap sebagai pandangan atau observasi terhadap sejarah seperti halnya yang ditulis oleh TS?

karena dari yang ane baca di aritkel TS tidak tampak demikian. memang situ bawa-bawa penulisnya dan backgroundnya, tetapi ane masih gak concive soal isi bukunya itu sendiri.

anyway, apa ini gak judging the book by its cover?
Reply to yoseful's post
Quote:


bisa aja sih ada kecondongan tendensi politik gitu

cmn ntar kl masuk jurnal ntar pernyataannya kudu dikasih keterangan gitu "Menurut sejarawan Marxist...", "Penulis A mengutip penyataan sejarawan sosialis B yang menyatakan..."

https://en.wikipedia.org/wiki/Catego...ist_historians

nih ane kasih contohnya

Quote:


Quote:


Quote:
Quote:


ah jadi ini yang jadi soal

"Kejatuhan kerajaan Romawi bukan karena perang atau APBN nya menipis, tapi berawal ketika agama Kristen diangkat menjadi agama negara. Sejak saat itu setiap orang dan pejabat Romawi berlomba lomba untuk menjadi pemeluk agama Kristen supaya menjadi kesayangan raja. Akhirnya pejabat pejabat kerajaan Romawi yang kompeten yg tidak beragama Kristen tergusur oleh pejabat abal abal tapi beragama kristen. Karena kerajaan dipimpin oleh pejabat pejabat Kristen yang tidak kompeten, maka pelan pelan hancurlah kerajaan Romawi. "


you know sebenarnya ane melihat fakta yang kurang lebih demikian. memang terlalu jauh bilang Romawi runtuh karena berganti agama, tetapi memang ada pengaruhnya walau tidak sampai signfikan.

ketika pemilihan pemimpin tidak berdasarkan meritokrasi ataupun kepercayaan tetapi hanya berdasarkan agama tentu akan terjadi ketidaksatbilan dalam pemerintahan. tetapi pertanyaannya, kenapa tidak langsung runtuh on the stop ketika hal ini terjadi? kenapa nyatanya romawi survive ratusan tahun lebih setelah semua petingginya masuk kristen, barulah romawi barat runtuh?

tentu ini jadi pertanyaan. ketika semua petinggi romawi christianized, apa lagi yang jadi soal? kenapa meritokrasi tidak berjalan kembali? tokh semua pool of talented men sudah sama dalam ragam agama.

karena itu hipotesis bahwa agama menjadi penyebab kejatuhan romawi dianggap dangkal.

kurang lebih ane paham duduk perkaranya. trims.
Quote:


this is false. nyatanya ada banyak perwira dan pejabat tinggi romawi yang pagan. Tribonian, jurist dan advisor Justinian nyatanya pagan, walaupun justinian sendiri kristen.

bahkan kaisar pagan setlah konstantin pun ada. Julain the apostate itu totok pagannya.

Quote:


partially correct. walaupun ada persekusi, tapi masih terbatas dalam hal ecceciastical. persekusi agama memang terjadi dan berakibat kerusuhan demi kerusuhan, tapi ga ada ceritanya kebijakan kaisar disetir gereja. in fact, kaisar-kaisar romawi punya peran penting dalam keberlangsungan gereja dan keputusan-keputusannya seringkali menentukan mana yang bidah dan mana yang bukan. bisa dilihat dalam konsili konsili yang dilakukan oleh kaisar macam constantine dan marcian, serta edict henotikon-nya Zeno.

Quote:


copernicus sudah masuk renaissance.

Quote:


pray tell, di halaman berapa?

Quote:


i have that book, dan tbh, walaupun bukan leftist propaganda, tapi ga seperti yang dijabarkan TS juga. isinya sendiri agama secara general dan tidak menyasar salah satu agama secara spesifik. dengan susunan kronologis, Armstrong menyajikan observasi sejarah bahwa terdapat kekerasan inheren dalam negara agraris dan agama adalah salah satu instrumen yang digunakan penguasa untuk melegitimasi kekerasan sistematis yang dilakukan oleh negara. hal ini tentu tidak keliru per se, karena nyatanya kita dapati dalam sejarah agama memang digunakan sebagai alat legalitas dan sebagai akibatnya terpengaruh oleh kekerasan negara sendiri, mulai dari sumer, indo-arya dan perpecahan antara cult Indra dan Ahura Mazda, di India juga dijabarkan pergeseran dari cult Indra yang menjunjung kekerasan ke trimurti yang relatif lebih damai seiring perubahan struktur masyarakat dari nomadik ke sedentary dsb.

Quote:


not necessarily. nyatanya toh masih ada Kaisar pagan seperti Julian dan pejabat tinggi pagan seperti Tribonian. dan bukan berarti setelah konstantin maka auto bunuh pagan, karena penerus Julian sampai ke Valerian nyatanya toleran. baru setelah era gratian persekusi kembali dilakukan.

toh demikian, setidaknya sampai era Theodosius I (which is totally christian and hate paganism more than anything), romawi masih the biggest fish in mediterannia. nantinya setelah kekaisaran dibagi dua dan mismanajemen dari penerus theodosius barulah barat runtuh karena berbagai faktor.
Reply to khiekhan's post
Quote:


but that's byzantine? you know those greek are rather not so well religious as proper western roman does. emoticon-Ngakak


kalau di romawi barat sendiri? can this view be applied?
Quote:


1. well, they are romans.
Julian is Roman, he was raised on the shield in Gaul, his main legions are gallic. Theodosius is also roman, Hispanian stock instead of balkans like most of his predecessors.

greek sendiri sudah jadi lingua franca di kalangan terdidik bahkan di era caesar. in fact, kaisar terakhir yang bahasa ibunya latin itu Justinian, well after the west fall.

2. not really, Eastern Empire is at least just as religious as their western counterpart if not even more zealous, kalau menilik dari jumlah kerusuhan dan persekusi yang diakibatkan perbedaan pandangan dalam kristianitas (Monophysite, Arian, Myaphisite), terutama di afrika dan syria (what's up with that, eh) dan Kaisar kaisar timur juga lebih hands on dalam kebijakan keagamaan, baik mempromosikan satu aliran atau mencari kompromi antara berbagai aliran.

dibandingkan dengan Western Empire dan penerus penerusnya yang cenderung sewarna dengan kiblat roma, di timur jauh lebih berwarna.
@TS: contemporary politic is off limit.
kalo byzantium gimana gan di dark ages? bukannya pada kejatuhan rimawi barat, byzantium justru lebih kristen daripada kekaisaran barat ya?
Reply to chromie's post
Quote:


not that bad actually. Zeno dan penerusnya berhasil menjaga integritas wilayah kekaisaran timur, justinian bahkan sempat merebut kembali italia, africa dan iberia selatan. di segi pengetahuan dan hukum juga masih jalan seperti biasa. mereka masih bisa toe to toe perang berdarah-darah dengan sassanid di bawh kavadh dan kushrau, bahkan setelah dihajar wabah justinian, nyatanya romawi masih berdiri tanpa kehilangan wilayah signifikan. memang nantinya italia harus lepas ke tangan Lombards, tapi ini gradual. dan mengingat bahwa garrison di italia kosong setelah perang gothic, maka mempertahankan sebagian italia sampai tahun 600-an juga sudah dihitung prestasi hebat juga.

take it this way, to make them finally lose the pillars of the empire butuh kudeta, perang sipil, perang habis-habisan lawan persia selama 20 tahun, baru setelahnya dihajar oleh Rashidun bersamaan dengan persia. itupun hasil akhirnya Romawi masih bertahan dan Persia tumbang. in fact, ekspedisi Kalifah-kalifah terbesar umayyad semuanya tumpas di depan tembok konstantinopel. dari 40.000 pasukan yang dikirim muawiyah, 13.000 tewas di 628, 120.000 lagi tumbang di 718.

they were, without any shred of doubt, still a superpower.

bandingkan dengan Aquitania dan Franks yang sudah ketar ketir dihajar oleh "hanya" 20.000 pasukan Abd-Al-Rahman Al-Ghafiqi dan baru berbalik di Tours karena chales martel berhasil menjebol barisan kereta barang umayyad sehingga pasukannya meleleh sendiri.
image-url-apps
Quote:


iya gan tau. maksudnya kenapa kekaisaran timur bisa bertahan kurang lebih dari 1000 tahun setelah kekaisaran barat runtuh? padahal kata ts keruntuhan romawi disebabkan oleh diadopsinya agama kristen, pemilihan pejabat kristen abal-abal diatas pejabat pagan yg kompeten. padahal waktu itu kekaisaran timur juga lebih kristen daripada kekaisaran barat yg masih setengah pagan

lagian kenapa sih kalo orang ngomonhin dark ages selalu aja ngeskip tentang byzantium romawi timur? :v
×