CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Jaran Sungsang by: gatiandoko
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5b5d106c32e2e6d7388b4574/jaran-sungsang-by-gatiandoko

Jaran Sungsang by: gatiandoko

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 7
Lanjut gan ...
sebodo dengan komen yg lain
Jaran Sungsang by: gatiandoko

Prelude
Pak Djalil?

Seorang yang tiba-tiba gila sepeninggalnya Sugeng. Selalu berpakaian tentara pejuang'45, berpeci, baju pantalon, sepatu hitam dan kadang-kadang memakai hasduk pramuka.

Kemana mana selalu membawa kenthos (biji) salak untuk menutupi telinga disaat saat suara tetabuhan jathilan itu menggema. Yah, dia selalu ketakutan ketika mendengar tetabuhan Jathilan yang bagi warga misterius.

Konon, serasa dikejar pasukan "lampor" (lampur merupakan pasukan dari pantai selatan) yg akan menerkamnya. Begitu mendengar segera kedua kenthos (biji) salak ditutupkan kekedua telinganya, berteriak ketakutan. Biasanya suara-suara itu muncul habis Asharr atau tengah malam. Namun setelah suara-suara itu hilang, kembali tertawa tawa dan terkadang nyanyi lagu-lagu perjuangan.

Memang pak Djalil sering datang kerumahku, karena sebelum kegilaanya adalah seorang guru SD yang kepseknya adalah ayahku.
Kadang minta makan, tapi yg selalu minta adalah segelas wedang teh pahit dan beberapa potong gula Jawa. Yang merepotkan ketika datang kerumah tiba-tiba suara misteri tetabuhan Jathilan muncul, repot seisi rumah.

Sepulang sekolah, cuma ada aku dan adik perempuanku tiba-tiba pak Djalil datang. Karena adikku takut tak suruh main dengan teman-temannya.

Tanpa basi basi;" Leeee...biasa, teh gula jawa"! Blm juga aku bikinkan tanya lagi" Duwe peso ora leee (punya pisau gak le) (red: le = mas) ...sing biasa nggo ngrajang lombok ya rapapa (yang biasa buat motong cabai juga gakpapa)" pintanya. "Ono apa wong iki (ada apa dengan orang ini) ";batinku.

Segelas air teh, beberapa potong gula jawa dan pisau dapur tersedia dimeja tepat didepannya ia duduk.

"Sakrampungku ngombe (habis minum), tulung ya leee...belehen aku (potong leher) nganggo peso kui", hampir melompat aku mendengarnya. "Tusuk guluku nganggo peso kui (tusuk leherku dengan pisau itu) " tambahnya. Aku lari sampe pintu. "Kok malah mlayu (kok malah lari)! cegahnya. Akupun berhenti n memperhatikan gelagatnya. Pak Djalil mengunyah gula jawa dan kemudian minum teh dengan berkumur lantas ditelannya.

"Ojo wedi, ojo mlayu...ora-orane aku nglethak kowe, wong aku dudu buto terong, lungguh kene (jangan takut, jangan lari.. Tidak mungkin aku makan kamu, aku bukan buto terong (red: genderuwo) )"; pintanya.

Namun yang terjadi kemudian pak Djalil tiba-tiba meneteskan air mata hingga menangis tersedu sedu. Dalam tangisnyalah pak Djalil bercerita tentang jalan hidupnya. Dari perjuangannya melawan Belanda hingga dia mendapat pangkat Sersan Satu tahun 1957. Karena tidak suka dengan ketentaraannya yang saat itu banyak terjadi perang saudara; TNI vs DI/TII, TNI vs PKI dll maka diputuskan utk mengabdikan sebagai guru yg dirasa interaksi sosialnya lbh luas. Jadilah ia guru SD dimana ayahku sebagai kepala sekolah.

Gerakan G-30S PKI

Pak Djalil tak bisa mengelak untuk kembali menjadi tentara dan diminta untuk membocorkan siapa-siapa yang terindikasi anggota PKI. Terpaksa karena dipaksa bahkan diancam nyawanya kalau menolak.

Jadilah algojo bagai teman-temannya, tetangganya hingga saudara-saudaranya sendiri. " Delengen leee...kali Progo banjir getih...mbuh pirang wong sing gulune tak kethok...deleng leee dekeng (lihatlah le.. Sungai Progi banjir darah.. Entah berapa orang yang lehernya aku potong)" sambil menangis sesenggukan. "Kanca dewe...ya anak buahe bapakmu, tekan dulurku dewe...mati merga tanganku (temanku sendiri.. Ya anak buahnya bapakmu, sampai saudaramu sendiri.. Mati karena tanganku)" tambahnya.

Akupun mendengar dengan gemetaran, bibir terkunci dan mata tak berjedip. Menurunkan badannya dr kursi pak Djalil melanjutkan tangisnya. "Wis leeee ndang...kethoken guluku nganggo peso kui (sudah le cepat... Potonglah leherku dengan pisau itu) "! Sambil menyodorkan peso kepadaku. Refkeks, tak pukul tangannya sampe peso terlepas dan sedikit teriak

"emooooh edan ya edan mbaaaahhh ning ojo banget banget." refleks jg aku segahnya. Pak Djalilpun kaget dan ternganga memandangku;"..
Edan kowe ngelokne aku edan (gila kamu ngatain aku gila) hahaha....", tawanya meledak meski rada tertahan. "Huahaha...(kemekelen) lha sing edan ki kowe (lah yang gila itu kamu) haha...mung kon ngethok guluku wae ra wani (cuma suruh motong leherku aja tidak berani) hukhukss..." ledeknya kepadaku. "Wow ASYUUUU" . Batinku.

Saat itu juga muncul keberanianku dan kejailanku; " olaaah mbaaahhh suk nek sampean mati njuk nyemplung neraka sing ndi (oalah mbah besok kalau kamu mati mau masuk neraka mana) ? tanyaku.

" Sik sik....kowe ngerti Lenin (bentar.. Kamu tau lenin) ?"
"Lha ya ngerti (lah ya tau) Vladimir Ilitj Ulyanov" jwbku
"Pinter tenan kowe...ra beda mbek bapakmu (pintar sekali kamu. Gak beda dengan bapakmu) ". "Lhaaaa nek (lah kalau) Marlyn Monroe ?" Lanjutnya
"Bintang film to mbah? Jwbku spekulatif
"Bener", jwbnya.

Mulailah ia bercerita lg.
" Leee...suk nek aku mati ki tetep nang neraka, ning aku ki entuk milih, mlebu neraka sing endi (lee..besok kalau aku mati itu tetap di neraka, tapi aku boleh milih, masuk neraka yang mana) " mulai ngacau. Blaikkkk!
"Bgtu aku mati ora ndadak ditakoni (begitu aku mati tidak usah ditanya) malaikat Munkar Nakir, langsung ditunutun malaikat Malik, kon milih nyemplung neraka sing endi. Mbasan aku dituduhne rupa2 siksaan neraka bul ngrekasa kabeh to leee...bingung aku. Lha ndilalah aku weruh bilik neraka sing isine Marlyn Monroe lg dilakeni Lenin utawa Vladimir Illitj Ulyanov mau. Lha aku nembung karo malaikat Malik nek ukumanku kaya Lenin wae.

Malaikat Malik mbentak aku buanter bgt leeee" Guoblooookkk, kui ki ukuman nggo Marlyn Monroe....duasar guobooookkk!
"Ehmmmmhikhik..." ngampet ngguyu aku
" Wis ya leee tak bali wae...nyat sing gelem ngrungokne ceritaku nek dudu wong edan ya tangeh lamun" mlencing bgtu saja...
Asyyuuuu nan wong edan siji ki.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eja2112 dan 5 lainnya memberi reputasi
Quote:


Siap gan.. Jangan lupa ratenya emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
emoticon-Cendol Gan
LanjutkaN Gan

Rate 5 terkirim

cendol menyusul
Halaman 2 dari 7


GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di